;
Kategori

Sosial, Budaya, dan Demografi

( 10113 )

Menjaga Kesejahteraan dan Mengurangi Tingkat Kemiskinan

12 Feb 2024
Pemerintah terus menggelontorkan bantuan sosial (bansos) sebagai upaya menjaga kesejahteraan masyarakat dan mengurangi tingkat kemiskinan. Pada tahun ini, pemerintah melanjutkan bantuan sosial El Nino tahun 2023 dengan nama bantuan risiko mitigasi pangan. Pemerintah menganggarkan dana sebesar Rp 496,8 triliun untuk program  perlindungan sosial (perlinsos) pada 2024. Angka ini meningkat 13,1% dari outlook 2023 yang sebesar Rp 439,1 triliun. Bila dirinci, dua bansos yang diperpanjang ini dihadirkan dalam bentuk bantuan langsung tunai (BLT) mitigasi risiko pangan senilai Rp 200 ribu per bulan selama Januari hingga Maret 2024. BLT mitigasi risiko pangan akan diberikan terhadap 18,8 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dengan total alokasi anggaran Rp11,25 triliun. Kedua bantuan pangan beras periode Januari hingga Maret 2024 telah disalurkan  mulai 2 januari 2024, dimana setiap penerima bantuan mendapatkan 10 kg beras. (Yetede)

Aturan Harga Benih Lobster Disiapkan

12 Feb 2024

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyiapkan harga patokan terendah benih bening lobster di tingkat nelayan, yakni Rp 8.500 per ekor. Ini menindaklanjuti rencana pemerintah untuk membuka kembali ekspor benih bening lobster. Hingga awal Februari 2024, tercatat ada lima perusahaan asal Vietnam siap masuk dan berinvestasi budidaya lobster di Indonesia, sekaligus mengirim benih bening lobster ke luar negeri. Dalam draf Rancangan Kepmen KP tentang Harga Patokan Terendah Benih Bening Lobster (Puerulus) di Nelayan disebutkan, harga patokan ditentukan dengan mempertimbangkan biaya variabel produksi, biaya tetap produksi, dan margin keuntungan. Patokan harga terendah dievaluasi paling sedikit satu kali dalam enam bulan atau sewaktu-waktu apabila diperlukan.

Kepala Biro Hukum KKP Effin Martiana dalam keterangan pers akhir pecan lalu menjelaskan, harga terendah sementara dipatok sebesar Rp 8.500 per ekor, dengan mengacu hasil survei lapangan dan kajian akademis. Aturan harga patokan benih bening lobster bertujuan mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya alam itu dengan tetap mengutamakan keberlanjutan ekosistem, serta mendukung pembudidayaan benih bening lobster di luar negeri dan di dalam negeri yang berasal dari tangkapan nelayan kecil. ”Pengaturan harga patokan terendah benih bening lobster menjadi jaminan agar nelayan tidak rugi saat menjual hasil tangkapan (benih),” katanya. (Yoga)

TAHUN BARU IMLEK 2575, Warga Berharap Indonesia Tetap Aman

11 Feb 2024

Perayaan tahun baru Imlek 2575 di sejumlah daerah di Tanah Air diwarnai doa dari masyarakat agar Indonesia tetap aman, perekonomian semakin maju, dan rakyat makin sejahtera. Imlek juga menjadi momentum untuk menguatkan persaudaraan menjelang Pemilu 2024. ”Harapan kami, di tahun Naga Kayu ini, semua masyarakat sehat, bahagia, dan ekonomi semakin maju. Yang paling penting negara aman. Ekonomi kita baru bangkit dari pandemi Covid-19, sekarang akan ada pergantian pemerintah. Semoga negara kita semakin baik,” kata salah seorang warga, Eliana (45), seusai sembahyang di Wihara Borobudur, Medan, Sumut, Sabtu (10/2).

Wapres Ma’ruf Amin menuturkan, tahun baru Imlek merupakan momen refleksi dan perayaan syukur yang penting. Imlek diharapkan menjadi momen memperkuat komitmen berbangsa dan bernegara. ”Selamat tahun baru China, Imlek 2575 Kongzili, kepada segenap warga yang merayakan,” ujarnya. Terkait Pemilu 2024, Wapres Amin mengajak masyarakat menunjukkan pada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa yang besar dan matang dalam berdemokrasi, dewasa dalam mengelola perbedaan, serta mampu bangkit dari keterpurukan. (Yoga)

Galeri Bersemi sampai Tanah Reklamasi

11 Feb 2024

Galeri seni kekinian bersemi di Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, kawasan yang diharapkan menjadi salah satu motor baru pertumbuhan ekonomi di Jakarta dan Banten. Di kawasan hasil reklamasi pantai ini, pelaku usaha seni berusaha membuka pasar seni yang baru. Indonesia Design District (IDD), ruang ekspo dan ritel desain serta gaya hidup dibuat semiterbuka, seluas 12,1 hektar, ada Linda Gallery yang baru mulai berpameran dua bulan lalu, Desember 2023. Selain itu, ada 200-an gerai yang menawarkan produk gaya hidup urban, termasuk restoran. Selasa siang (6/2) diadakan pameran tunggal seniman Tulus Warsito (71). ”Kali ini sudah ada yang laku,” ujar Lisa Sharon, petugas Linda Gallery. Lukisan dan patung karyaTulus yang dipamerkan dibanderol dengan harga mulai puluhan hingga ratusan juta rupiah. Ali Kusno Fusin, pemilik dan pengelola Linda Gallery, mengatakan, karya seniman senior seperti Tulus sengaja ia pilih untuk mengisi pameran di galeri yang baru di PIK 2.

4 km dari IDD, tumbuh Orange Groves, ruang seni dan gaya hidup urban. Di antara banyak gerai yang memanjakan gaya hidup urban di Orange Groves, ada tiga galeri seni, yakni Ganara Art, galeri kolektif dari Asosiasi Galeri Seni Rupa Indonesia (AGSI), dan Meramu.id yang baru mulai berpameran pada 31 Januari 2024. Di pottery house Ganara Art, pengunjung bisa belajar membuat tembikar dari tanah liat. Karya mereka bisa langsung dibakar di tungku pembakaran yang ada di halaman luar. ”Kami membuat program seni bagi siapa saja yang berkunjung. Misalnya, dengan investasiRp 75.000 sampaiRp 100.000, setiap pengunjung bisa membuat karya seni dengan tanah liat seberat 500 gram dalam waktu 45 menit sampai 1 jam,” ujar pemilik dan pengelola Ganara Art, Tita Djumaryo. Denyut seni rupa juga terasa di galeri kolektif dari AGSI, tak jauh dari Ganara Art. Galeri kolektif menggelar pameran yang diikuti sembilan galeri, yakni 1 Artspace, Andi’s Gallery, Artserpong Gallery, CGartspace, Can’s Gallery, D Gallerie, Edwin’s Gallery, Puri Art Gallery, dan Zen1 Gallery. Pameran berlangsung hingga 29 Februari 2024.

Munculnya galeri atau ruang aktivitas seni di PIK 2 adalah fenomena paling mutakhir dalam dinamika industri seni rupa di sekitar Jakarta. Tak banyak orang mengira galeri-galeri mentereng akan tumbuh di pesisir utara Jakarta dan Banten yang wajahnya campur aduk: ada pelabuhan, pergudangan, tempat wisata, perumahan elite, dan permukiman kumuh. Galeri dan ruang seni rupa di PIK 2 tampaknya mengikuti pola, tumbuh di kawasan yang sedang berkembang menjadi motor pertumbuhan ekonomi dan dekat ke lokasi-lokasi hunian orang berduit. Para pemilik dan pengelola ga- leri berharap berkah dari lokasi-lokasi seperti itu. Hal itu diakui Tita Djumaryo. ”Atmosfer di sini sangat berbeda. PIK 2 menawarkan tempat liburan yang memiliki potensi besar bagi pertumbuhan ekonomi, termasuk pertumbuhan ekonomi dari seni rupa,” ujar Tita. (Yoga)

Utang Biaya Kuliah, Berkah atau Kutuk

11 Feb 2024

Dalam dua dekade ini, biaya kuliah naik lebih dari dua kali lipat. Terkait kondisi itu, pemerintah dan pengelola perguruan tinggi menawarkan utang sebagai cara membayar uang kuliah. Namun, di sebagian negara, utang itu membelit selama puluhan tahun. Dalam risalah edisi Rabu (7/2) Federal Reserve mencatat, total utang uang kuliah AS mencapai 1,7 triliun USD. Bank sentral AS itu juga mencatat, total kredit kendaraan bernilai 1,5 triliun USD. Sebagai pembanding, PDB Indonesia 1,18 triliun USD. Sementara di Inggris, total utang biaya kuliah mencapai 206 miliar pound sterling. Menurut Education Data Initiative, rata-rata kenaikan biaya kuliah AS dalam dua dekade terakhir mencapai 179,2 %. Pada beberapa perguruan tinggi, kenaikannya bisa lebih tinggi. Debitor di sejumlah negara bolak-balik mengeluhkan jumlah cicilan yang mereka bayar.

Alumni West Chester University di Pennsylvania, Broke Samuelian, mengaku telah mencicil rutin selama sepuluh tahun. Meski demikian, nilai utang biaya kuliahnya tetap 25.000 USD. ”Saya cemas utang ini akan terus jadi beban keuangan saya,” kata perempuan yang belajar forensik dan toksikologi itu. Ia salah satu dari 43 juta warga AS yang menanggung utang biaya kuliah. Seperti Sa-muelian, 94 % debitor utang itu mengaku terbebani. Bahkan, 64 % debitor mengaku akan berhenti membayar. Sementara 9 % debitor malah sudah benar-benar berhenti membayar karena tidak mampu lagi mencicil. Jika tidak membayar, utang semakin besar karena ada bunga. AS menetapkan bunga 5,5 % per tahun untuk pinjaman bersubsidi. Untuk utang yang tidak disubsidi, bunganya 7,5 %. Pinjaman yang diajukan atas nama orangtua mahasiswa dikenai bunga 8,05 %. Tingkat bunga berubah sesuai kondisi pasar. Bunga itu berlaku untuk pinjaman yang disediakan pemerintah.

Sementara untuk kredit dari bank atau lembaga swasta, bunganya lebih tinggi lagi. AS memberi peluang perpanjangan tenor hingga 25 tahun. Ahli pendidikan berpendapat sistem pembayaran pinjaman mahasiswa yang terbaik adalah sistem yang sederhana berdasarkan pendapatan mahasiswa. Adapun tenor ditetapkan berjangka panjang dan penagihan secara otomatis. ”Jangka waktu yang lebih pendek berarti lulusan berpenghasilan rendah akan selalu kesulitan dan berisiko gagal bayar,” kata Lorraine Dearden, Profesor Statistik Ekonomi dan Sosial University College London, di The New York Times. Sistem pinjaman pendidikan tak bisa melupakan tujuannya untuk meningkatkan harkat peminjam. Sistem yang abai pada sisi manusiawi peminjam justru akan menuai masalah di kemudian hari. Apalagi, jika utang pendidikan dibiarkan menjadi ajang mencari cuan bagi pinjaman daring. (Yoga)

Mereka Sewakan Lumbung Pangan

11 Feb 2024

Program lumbung pangan alias food estate di Humbang Hasundutan, Sumut, berjalan tidak sesuai harapan petani. Lumbung pangan yang semula diharapkan jadi andalan petani nyatanya tak menghasilkan secara memadai. Hasil panen minim. Harga jual pun rendah. Apalagi, perusahaan penampung yang ditunjuk pemerintah dinilai tidak adil dalam kerja sama. Bahkan, ada sejumlah perusahaan keluar dari program. Lantaran pesimistis akan program itu, petani tak lagi serius menggarap. Sebagian lahan jadi terbengkalai. Sebagian lagi disewakan petani. ”Dari 215 hektar (ha) lahan food estate Humbang Hasundutan, 50 ha sudah disewakan (petani) ke perusahaan. Mereka (para petani) memilih menyewakan tanah lumbung pangan (food estate) karena hasilnya tak memuaskan,” kata petani lumbung pangan Humbang Hasundutan, Tua Siregar (66), Jumat (9/2). Tua, salah satu dari 70 petani yang punya lahan di lumbung pangan Desa Siria-Ria, Kecamatan Pollung. Dia punya 7 ha di area lumbung pangan pemerintah yang difokuskan untuk bawang merah, bawang putih, kentang, dan tanaman hortikultura lain.

Pada awal pencanangan program, petani mendapat bantuan bibit, pupuk, pestisida, serta alat dan mesin pertanian. Pemerintah juga membangun jaringan air. Lahan lumbung pangan itu milik petani dan sebagian merupakan lahan yang dilepaskan pemerintah dari kawasan hutan negara. Pada Januari 2024, sebagian lahan ditumbuhi rumput dan ilalang. Banyak yang kini ditanami kopi, cabai, dan tanaman lain. Tua menyebut, program tanaman pangan yang dicanangkan pemerintah, yakni bawang merah, bawang putih, dan kentang, tidak memberi hasil memuaskan bagi petani. Saat menanam 7 ha bawang merah, dia hanya mendapat hasil 2 ton, jauh di bawah target 20 ton per ha. Masalah lain yang mereka hadapi, perusahaan penampung yang ditunjuk pemerintah dinilai tidak adil dalam kerja sama, khususnya dalam bagi hasil. Ada perusahaan penampung memanen kentang petani tanpa pemberitahuan dan menimbang sendiri hasil tanpa disaksikan petani. Beberapa perusahaan sudah keluar dari food estate. (Yoga)

Magang Kerja, Bikin Traumatis atau Optimistis?

11 Feb 2024

Program magang kerja bisa memberi hasil yang berbeda bagi peserta yang menjalaninya. Ada yang merasa mendapat tambahan pengetahuan dan keterampilan. Ada pula yang malah trauma dan akhirnya memutuskan tidak akan menggeluti bidang di mana ia magang. Aisha Ferkin (22) mahasiswa Antropologi Sosial UI, yang magang di sebuah organisasi LSM terkaget-kaget saat mendapat tugas turun ke lapangan untuk mencari data dalam waktu singkat. Akibatnya, ia harus uber-uberan dengan waktu dan terpaksa mengorbankan waktu libur demi lembur menyelesaikan tugas. ”Selama kuliah, aku menangkap kalau antrop (antropologi) berkaitan dengan turun langsung ke masyarakat adat, tinggal bersama mereka, dan mempelajari kehidupan mereka,” ujarnya pada Rabu (31/1) di Kampus UI, Depok, Jabar. Awalnya ia mengira, ketika turun lapangan selama magang lima bulan di LSM yang berfokus pada advokasi masyarakat adat, ia akan punya cukup waktu untuk tinggal dan mempelajari kelompok masyarakat adat yang jadi sasaran pendataan. Ternyata ia salah.

Proses pengumpulan data lapangan hanya satu-dua minggu sehingga tak cukup waktu untuk mengenal kelompok adat lain. Ia kalang kabut ketika harus mencari data masyarakat adat di Kalimantan. Keterbatasan waktu membuat pengerjaan tugas kerap tak mulus walau ada teman magang lain dalam satu kelompok. Mendata masyarakat adat tidak bisa dilakukan secara cepat, mengingat perlu pendekatan pada sasaran. Waktu luang warga juga tak menentu, tergantung kesibukan mereka. Selain itu, tak semua warga mau berkompromi. ”Kami harus siap mengalokasikan waktu libur untuk turlap (turun lapangan). Ketika turlap pun diwarnai berbagai dinamika. Misalnya, ada kelompok masyarakat menolak advokasi yang kami lakukan dan memberi data yang kami butuhkan dalam waktu singkat,” ungkap Aisha. Pengalaman itu membuatnya trauma dan ragu menekuni karier di LSM.  

Fatma Bandar (21) justru mendapat pengalaman magang yang menyenangkan dan mendapat tambahan pengetahuan dan ilmu baru sesuai jurusan kuliah. Fatma, yang baru lulus dari Ilmu Komunikasi peminatan periklanan UI, merasakan hal tersebut ketika magang di posisi marketing communication. Praktik kerja dia lakukan di sebuah industri pendidikan psikologi di Jaksel. ”Pekerjaan aku copywriting, riset konten, riset audiens, dan desain. Tren selalu berkembang. Jadi, pengalaman yang aku sukai adalah gimana aku tetap beradaptasi dengan tren, menganalisis perilaku konsumen yang dinamis, dan lainnya,” tuturnya, di Depok, Sabtu (27/1). Posisi saat magang memang sejalan dengan jurusan, tetapi Fatma menyadari bahwa tetap ada Ilmu-ilmu yang baru ia dapat saat magang. Salah satunya, belajar menyajikan data dan kreativitas dalam konten dapat hadir secara bersamaan. Berkat magang selama empat bulan, ia optimistis akan berkarier di bidang periklanan. Apalagi, ia sudah tertarik pada industri kreatif dan riset sejak SMA. (Yoga)

Amarah Kampus kepada Jokowi

10 Feb 2024
Lamadahur Pamungkas sibuk mengirim pesan WhatsApp kepada pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa di berbagai perguruan tinggi, Jumat kemarin. Mantan Wakil Presiden Mahasiswa Universitas Trisakti itu mengajak koleganya ikut “Gerakan Kampus” mengkritik pemerintahan Presiden Joko Widodo. “Komunikasi kami lakukan untuk konsolidasi gerakan selanjutnya,” kata Lamadahur, Jumat, 9 Februari 2024. 

Lamadahur sesungguhnya sudah berkomunikasi dengan pengurus BEM di sejumlah kampus sejak Desember lalu. Saat itu, ia mengajak BEM di seluruh Indonesia turun ke jalan mengkritik pemerintahan Jokowi yang dinilai semakin ugal-ugalan.  Namun rencana demonstrasi mahasiswa itu batal terlaksana pada akhir tahun lalu. Kendala utama, kata Lamadahur, adalah pengurus BEM di sejumlah kampus mengalami masa transisi. Mereka tengah menggelar pemilihan pengurus BEM, sama seperti di Universitas Trisakti yang sedang menggelar pemilihan raya.

Satu bulan konsolidasi, aliansi mahasiswa lintas kampus, termasuk Universitas Trisakti, memilih turun ke jalan, Kamis lalu. Mereka berunjuk rasa di kawasan Harmoni, Jakarta Pusat, atau tidak jauh dari Istana Negara. Awalnya, mahasiswa hendak berdemonstrasi di depan Istana Negara, tapi polisi memblokade jalan menuju arah Istana. Dalam orasinya, mahasiswa menyuarakan kondisi demokrasi di Indonesia yang semakin terpuruk. Mereka juga mengusung agenda menolak pemilu curang dan mewacanakan pemakzulan Jokowi. (Yetede)

Operasi Penggembosan Gerakan Kampus

10 Feb 2024
Profesor Jiuhardi bersama 16 guru besar lintas perguruan tinggi berkumpul di Hotel Aryaduta, Jakarta, selama tiga hari, Selasa hingga Kamis lalu. Di hotel itu, mereka menggodok rancangan maklumat yang akan dibacakan secara terbuka. Jiuhardi merupakan guru besar ilmu ekonomi dari Universitas Mulawarman. Ia dan 16 guru besar lainnya bergabung dalam Presidium Forum Guru Besar Indonesia. Rapat di Hotel Aryaduta itu dipimpin oleh Singgih Tri Sulistiyono, guru besar dari Universitas Diponegoro. Singgih merupakan Ketua Presidium Forum Guru Besar Indonesia. Adapun Jiuhardi datang ke Jakarta atas undangan Singgih Tri Sulistiyono, yang dikirim kepadanya pada 4 Februari lalu. “Kami berangkat sehari setelahnya,” kata Jiuhardi kepada Tempo, Jumat, 9 Februari 2024

Ia mengatakan pengundang menanggung biaya transportasi peserta pergi-pulang (PP) dan sewa hotel selama empat hari. “Ongkos ke bandar udara saja yang pribadi,” katanya.Jiuhardi mengatakan rapat Presidium Forum Guru Besar Indonesia sengaja dilakukan untuk merespons sikap guru besar yang berlebihan, khususnya mengenai tanggapan mereka terhadap pelaksanaan Pemilu 2024.  Sikap guru besar yang berlebihan yang dimaksudkan Jiuhardi itu merujuk pada gerakan kampus yang meningkat sejak akhir Januari lalu. Gerakan kampus itu berawal dari petisi civitas academica Universitas Gadjah Mada yang dinamai Petisi Bulaksumur, 31 Januari lalu. Mereka menegur Jokowi sebagai bagian dari keluarga besar UGM. Jokowi adalah alumnus UGM dari Fakultas Kehutanan. (Yetede)

Paman Sayur dan Lumbung Pangan Kalimantan

09 Feb 2024

10 tahun terakhir, banyak ladang warga Kalteng ditinggalkan setelah muncul larangan membakar lahan. Imbasnya, warga yang dulu mandiri kini bergantung kepada ”paman sayur” atau penjual sayur keliling. Kemandirian di daerah yang dulu merupakan lumbung pangan pun terancam. Rabu (7/2) pagi, Suwanto (37) sudah memacu kencang sepeda motor tuanya ke rumah Deni Irmanto (32), petani di Kalampangan, Kota Palangkaraya, Kalteng. Sudah dua tahun Suwanto melakukan aktivitas serupa. Setiap pagi, dia selalu mengisi keranjang di jok sepeda motornya dengan semua sayuran yang dipanen Deni, perantau asal Ngawi, Jatim. ”Ada cabai rawit, bayam, sawi, mentimun, tomat, hingga bawang merah,” katanya. Seperti Deni, Suwanto juga berasal dari Ngawi. Minim kesempatan kerja di daerah asal, dia datang menggunakan kapal laut lima tahun lalu ke Palangkaraya, menjadi ”paman” (penjual keliling) untuk beragam jenis pekerjaan.

Ia pernah menjadi paman pentol (makanan seperti bakso), berkeliling SD-SD di Palangkaraya menjajakan jualannya demi bayaran Rp 100.000 per hari. Jika dagangan ludes dalam sehari, dia mendapat bonus 10 %. ”Biasanya jual 500-1.000 pentol per hari. Harganya Rp 1.000-Rp 5.000 per biji, bergantung ukuran,” ucapnya. Tiga tahun jadi paman pentol, dia mencoba jadi paman lainnya. Merasa bisa meraup untung lebih besar, pilihannya jatuh menjadi penjual sayur keliling. Tabungan milik dia dan istrinya, Rp 8 juta digunakan untuk membuat keranjang sayur. Usahanya membuahkan hasil. ”Sekarang, sehari bisa bawa Rp 500.000, untung bersihnya lebih dari Rp 200.000,” ujarnya. Keuntungan Suwanto setara dengan perjalanan jauh yang mesti ia tempuh sejauh 85 km. Sasarannya adalah pelanggan di desa-desa sekitar Kabupaten Pulang Pisau, bahkan Kabupaten Kapuas.

Di sana, kehadiran Suwanto dan paman pentol lainnya sangat ditunggu warga. ”Saya pernah sampai ke Kalumpang di Kabupaten Kapuas. Jaraknya 120 km dari Kota Palangkaraya. Semua sayurnya berasal dari Deni,” katanya. Sanyo (54), warga Kalumpang, Kapuas, salah satu tempat Suwanto berjualan sayur adalah salah satu peladang yang rindu berladang lagi. Kini, Sanyo merasakan rumitnya harus membeli semua kebutuhan pangannya, baik beras maupun sayuran. ”Jadi, karena sekarang sudah tidak ke ladang, tidak ada padi dan tidak ada sayur. Ujungnya, kami beli di paman sayur. Setiap bulan bisa habis Rp 1 juta. Dulu, uang hanya untuk menabung,” tutur Sanyo yang kini hanya menjaga kios di desanya sambil berharap tas anyaman rotan istrinya laku. Penghasilannya tak menentu, ditambah kini ia sakit-sakitan. ”Ada yang bekerja di perkebunan sawit hingga tambang ilegal. Semua karena larangan membakar,” katanya. (Yoga)