;

Mereka Sewakan Lumbung Pangan

11 Feb 2024 Kompas
Mereka Sewakan Lumbung Pangan

Program lumbung pangan alias food estate di Humbang Hasundutan, Sumut, berjalan tidak sesuai harapan petani. Lumbung pangan yang semula diharapkan jadi andalan petani nyatanya tak menghasilkan secara memadai. Hasil panen minim. Harga jual pun rendah. Apalagi, perusahaan penampung yang ditunjuk pemerintah dinilai tidak adil dalam kerja sama. Bahkan, ada sejumlah perusahaan keluar dari program. Lantaran pesimistis akan program itu, petani tak lagi serius menggarap. Sebagian lahan jadi terbengkalai. Sebagian lagi disewakan petani. ”Dari 215 hektar (ha) lahan food estate Humbang Hasundutan, 50 ha sudah disewakan (petani) ke perusahaan. Mereka (para petani) memilih menyewakan tanah lumbung pangan (food estate) karena hasilnya tak memuaskan,” kata petani lumbung pangan Humbang Hasundutan, Tua Siregar (66), Jumat (9/2). Tua, salah satu dari 70 petani yang punya lahan di lumbung pangan Desa Siria-Ria, Kecamatan Pollung. Dia punya 7 ha di area lumbung pangan pemerintah yang difokuskan untuk bawang merah, bawang putih, kentang, dan tanaman hortikultura lain.

Pada awal pencanangan program, petani mendapat bantuan bibit, pupuk, pestisida, serta alat dan mesin pertanian. Pemerintah juga membangun jaringan air. Lahan lumbung pangan itu milik petani dan sebagian merupakan lahan yang dilepaskan pemerintah dari kawasan hutan negara. Pada Januari 2024, sebagian lahan ditumbuhi rumput dan ilalang. Banyak yang kini ditanami kopi, cabai, dan tanaman lain. Tua menyebut, program tanaman pangan yang dicanangkan pemerintah, yakni bawang merah, bawang putih, dan kentang, tidak memberi hasil memuaskan bagi petani. Saat menanam 7 ha bawang merah, dia hanya mendapat hasil 2 ton, jauh di bawah target 20 ton per ha. Masalah lain yang mereka hadapi, perusahaan penampung yang ditunjuk pemerintah dinilai tidak adil dalam kerja sama, khususnya dalam bagi hasil. Ada perusahaan penampung memanen kentang petani tanpa pemberitahuan dan menimbang sendiri hasil tanpa disaksikan petani. Beberapa perusahaan sudah keluar dari food estate. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :