;
Kategori

Sosial, Budaya, dan Demografi

( 10113 )

Ragam Cara Melaporkan Kecurangan di TPS

13 Feb 2024
Kekhawatiran akan kecurangan Pemilu 2024 semakin meningkat menjelang hari pemungutan suara pada 14 Februari 2024. Untuk mengantisipasi kecurangan-kecurangan itu, sejumlah koalisi masyarakat sipil menyiapkan diri ambil bagian dalam memantau dan mengawasi proses pemungutan suara. Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), misalnya, secara khusus menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat agar tidak ragu melaporkan kecurangan-kecurangan yang ditemukan. Keberanian ini dibutuhkan demi menyelamatkan demokrasi. “Menghentikan praktik kecurangan pemilu merupakan tanggung jawab bersama seluruh rakyat Indonesia,” kata Ketua YLBHI Muhamad Isnur, kemarin, 12 Februari 2024.

Untuk mendukung pengaduan masyarakat, kata Isnur, YLBHI telah membuka posko advokasi di kantor hukum yang menjadi jaringan mereka di 18 provinsi. “Sebagai posko pengaduan jika ada intimidasi, kekerasan, atau upaya-upaya pembungkaman,” ujarnya.Isnur khawatir praktik intimidasi dan kekerasan itu akan marak pada hari pemungutan dan penghitungan suara. Tujuannya, membungkam masyarakat agar tidak melaporkan kecurangan-kecurangan yang terjadi di tempat pemungutan suara. Karena itulah YLBHI membuka posko demi mendorong keberanian masyarakat untuk melaporkan kecurangan. (Yetede)

SIDO Perkuat Produk dan Pemasaran

13 Feb 2024
PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) atau Sido Muncul optimistis mampu mencetak kenaikan pendapatan dan laba bersih di tahun ini. Sido Muncul menargetkan, kinerja pendapatan maupun laba tahun ini mengalami kenaikan sekitar 15% dari tahun lalu. Direktur Utama Sido Muncul, David Hidayat mengungkapkan, optimisme ini sejalan dengan prospek produk kesehatan, terutama produk jamu dan suplemen yang masih menjanjikan di tahun ini. Menurutnya, kesehatan merupakan kebutuhan utama masyarakat, berapa pun biayanya akan diupayakan untuk mendapatkannya. Kesadaran masyarakat untuk hidup sehat mendorong pelaku bisnis farmasi untuk terus berinovasi dan memberikan solusi kesehatan bagi masyarakat. Atas dasar itu, Sido Muncul makin terpacu untuk terus melakukan inovasi produk kesehatan berbasis herbal. Menurutnya, SIDO telah memiliki cukup pengalaman dalam mengembangkan produk kesehatan berbasis herbal. SIDO berencana meluncurkan minimal dua produk baru di tahun ini. Selain memperkuat lini produk herbal, SIDO juga tela menyiapkan startegi untuk  memaksimalkan penjualannya di tahun ini. Salah satu inisiatif yang disiapkan adalah melakukan pemerataan jaringan distribusi, sehingga  mampu menjangkau lebih banyak lagi outlet-outlet yang menjual produk Sido Muncul. Selain itu, SIDO juga berupaya memotong rantai distribusi dengan menggandeng perusahaan  yang memiliki jaringan secara nasional. Selain di pasar domestik, SIDO  juga fokus memperluas pasar ekspor. Saat ini, SIDO telah menjangkau pasar ekspor di  di negara-negara di kawasan Asia, Indo China, Semenanjung Arab, dan Afrika. Dari sisi belanja modal atau  capital expenditure (capex) tahun ini, SIDO mengalokasikan anggaran senilai Rp 102 miliar. Penggunaan dana capex tersebut untuk maintenance maupun penambahan peralatan produksi, termasuk penambahan fasilitas riset dan laboratorium. Sebagai informasi tambahan, hingga akhir September 2023, SIDO membukukan penjualan bersih sebesar Rp 2,36 triliun. Jumlah itu menurun sekitar 9,7% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Sebelumnya, Direktur Keuangan Sido Muncul, Leonard mengatakan, menurunnya kinerja itu dikarenakan penurunan daya beli masyarakat yang berdampak pada penjualan produk-produk SIDO.

Ancaman Krisis Beras Sudah di Depan Mata

13 Feb 2024
Indonesia terancam krisis beras! Indikasinya, pasokan beras di pasar tradisional maupun pasar modern menipis. Kondisi ini menerbangkan harga beras menjadi lebih tinggi. Pemerintah harus segera mengatasi problem ini, mengingat Indonesia akan menghadapi momen krusial, yakni Ramadan dan Lebaran. Belum lagi, ada program bantuan sosial (bansos) beras yang berpotensi menguras stok beras yang sudah menipis. Berdasarkan pantauan KONTAN kemarin, pasokan beras di beberapa ritel modern di Jakarta menipis. Ritel modern Alfamidi di kawasan Kebayoran Lama, misalnya, mengalami kekosongan stok beras premium. Rak yang biasanya digunakan untuk beras premium digunakan untuk produk lain. 

Seorang karyawan Alfamidi mengaku kekosongan stok beras premium sudah terjadi sejak seminggu terakhir. Mereka tidak mengetahui pasti apa penyebabnya. Hanya saja, karyawan mengakui memang ada keterlambatan pengiriman beras di minimarket ini. "Barangnya sudah seminggu ini terlambat," sebut seorang karyawan, kemarin. 

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Nicholas Mandey mengaku, saat ini pasokan beras di Ritel modern sangat terbatas. Alhasil, pembelian beras di ritel dibatasi maksimal 10 kilogram untuk tiap pembeli. "Pembatasan agar ada pemerataan dan tak ada yang beli berlebihan," ujar dia di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), Senin (12/2).  Pembatasan dilakukan agar tak menimbulkan panic buying di masyarakat. Efek kelangkaan beras melambungkan harga beras di pasar tradisional. 

Reynaldi Sarijowan, Sekretaris Jenderal DPP Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) menerima laporan dari lapangan kalau harga beras medium terkerek ke Rp 13.500 per kg,  sementara beras premium menyentuh Rp 18.500 per kg. Mengacu panel harga Badan Pangan Nasional (Bapanas), Senin (11/2), harga beras sudah melampaui harga eceran tertinggi (HET). HET beras premium saat ini berkisar Rp 12.900-Rp 14.800 per kg, sedangkan HET beras medium di rentang harga  Rp 10.900- Rp11.800 per kg. 

Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi bilang, pembatasan pembelian beras di ritel bukan terjadi belakangan saja. Meski pasokan beras seret dan harga mahal, Menteri BUMN Erick Thohir memastikan bawa stok beras Bulog mencukupi untuk memenuhi kebutuhan bulan Ramadan dan Idulfitri. Direktur Utama Perum Bulog Bayu Krisnamurthi menambahkan penugasan impor beras akan dikelola dengan baik oleh Bulog guna menjaga stabilitas harga beras.

Mengejar Pajak Kaum Tajir

13 Feb 2024

Kendati mengeklaim telah berhasil menjaring puluhan ribu identitas wajib pajak kelompok tajir, pemerintah seakan mulai kehabisan napas mengejar pajak dari kantong-kantong tebal mereka. Padahal, seperangkat regulasi sudah ada, infrastruktur dan sistem perpajakan juga tidak kurang. Lalu, hambatannya di mana?. Kas negara tidak boleh dibiarkan kempis. Itu harus. Apalagi, perjalanan waktu untuk menghabiskan Tahun Naga Kayu ini masih teramat panjang. Tantangan sosial, politik, dan ekonomi ke depan juga semakin besar. Faktanya, suka tidak suka, mengeruk pajak dari saku para sultan lokal ini masih teramat susah. Menurut definisi orang pajak, barisan crazy rich ini kerap disebut high net worth individual (HNWI). Mereka adalah kelompok yang secara individu atau keluarga memiliki nilai aset likuid di atas US$5 juta, alias sekitar Rp75 miliar. Aset mereka tidak termasuk aset pribadi dan properti seperti barang-barang koleksi dan tempat tinggal. Di dalam Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP), pendapatan di atas Rp5 miliar bakal dikenakan tarif Pajak Penghasilan (PPh) 35%. Dengan kurs Rp15.000 per dolar AS, potensi pajak para sultan yang berpotensi didulang negara bisa mencapai sekitar Rp1.260 triliun. Sangat fantastis. Apalagi, jumlah orang-orang anti-miskin tersebut dari tahun ke tahun terus mengembang seperti adonan. Pada tahun depan, populasinya ditaksir bahkan bisa menyentuh 45.063 orang. Pastinya jumlah kekayaan kaum tajir melintir ini berbanding lurus dengan potensi pajak yang bisa disabet oleh negara. Dengan catatan, jika semua prosesnya dilaksanakan berdasar peraturan perundangan dan akuntabililtas yang tinggi. Pada 2016, pemerintah mematok target dapat menghimpun dana repatriasi senilai Rp1.000 triliun. Kenyataannya, pemerintah hanya bisa membawa pulang pajak tak kurang dari Rp147 triliun. 

Pada 2022, jumlahnya lebih melorot lagi. Total pajak yang dihimpun pemerintah dari kantong mereka hanya Rp59,91 triliun. Dari data di atas dapat ditarik asumsi bahwa minimnya kesadaran dan kepatuhan orang-orang tajir melaksanakan kewajiban membayar pajak bisa jadi didalangi oleh berbagai sebab. Salah satunya karena adanya persepsi bahwa penghindaran pajak adalah hal yang lumrah. Namun, masih ada harapan dalam mengoptimalkan penerimaan pajak orang kaya. Selain tax amnesty, pemerintah perlu punya strategi yang lebih inovatif dan holistik, termasuk peningkatan sistem pemantauan dan penegakan hukum. Penggunaan teknologi untuk mendeteksi penghindaran pajak harus lebih digencarkan.

Mendorong Inovasi dalam Pertumbuhan Ekonomi

13 Feb 2024

BPS mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2023 sebesar 5,05 %, lebih rendah dari 2022 di 5,31 %. Kenaikan harga, khususnya barang pokok seperti beras, telah menggerus permintaan domestik. Sementara fragmentasi ekonomi-politik global menekan aktivitas ekspor. Begitu pun aktivitas investasi yang mengalami stagnasi di tahun politik ini. Pengeluaran pemerintah menjadi penyangga utama agar siklus perlambatan bisa ditahan (counter cycle). Di situlah perlunya kebijakan fiskal yang solid dan kredibel alias bisa dipertanggung jawabkan. Bank Dunia dalam Global Economic Prospects (GEP) edisi Januari 2024 menyoroti suramnya perekonomian global. Pertumbuhan global 2024 diproyeksikan mencapai 2,4 % atau mengalami penurunan selama tiga tahun berturutan atau lebih rendah dibandingkan perkiraan pertumbuhan 2023 sebesar 2,6 %. Sementara pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan sebesar 4,9 % pada 2024 dan 2025. Siklus perekonomian kita, meski tak seburuk dinamika global, tetap saja mengalami gejala perlambatan.

Untuk keluar dari jebakan stagnasi ini, Bank Dunia menawarkan jalan keluar melalui akselerasi investasi berkelanjutan. Sejak lama, lembaga ini memberikan perhatian pada investasi dan produktivitas sebagai strategi utama melawan perlambatan ekonomi pasca pandemi. Persoalannya, bagaimana menerjemahkan strategi besar tersebut dalam konteks kebijakan ekonomi kita. Pemilu 2024 bisa menjadi peluang agar konsolidasi kebijakan ekonomi lebih fokus pada peningkatan produktivitas melalui akselerasi investasi berbasis inovasi. Dibanding banyak negara lain, kita punya peluang lebih besar untuk melakukan transformasi struktural agar investasi berbasis inovasi bisa terakselerasi dalam jangka panjang. Pembangunan infrastruktur yang sudah dijalankan hampir sepuluh tahun terakhir menjadi modal penting. Siapa pun pemenang pemilihan presiden perlu melakukan ”destruksi kreatif” dalam kerangka keberlanjutan. (Yoga)

Jaga Keberlanjutan JKN

13 Feb 2024

Satu dekade Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) berjalan di Indonesia. Berbagai manfaat program ini dinikmati warga seiring perbaikan akses dan pembiayaan. Namun, perjalanan panjang pelaksanaan JKN-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) masih menemui sejumlah tantangan. Selain ancaman defisit anggaran pengelolaan program ini, kualitas layanan bagi peserta juga belum merata. Dalam 10 tahun, angka peserta program JKN terus naik hingga 96 % dari total penduduk Indonesia. Data BPJS Kesehatan menunjukkan, jumlah peserta pada tahun 2014 sebanyak 133,4 juta orang dan meningkat menjadi 267,3 juta peserta pada tahun 2023. Sementara total pemanfaatan JKN meningkat signifikan.

Pada 2014 rata-rata total pemanfaatan layanan itu per hari 252.000 pemanfaatan. Sementara tahun 2023 tercatat 1,6 juta per hari. Akibatnya, biaya kesehatan itu meningkat dari Rp 42,6 triliun pada 2014 menjadi Rp 158,8 triliun pada 2023 (Kompas, 12/2). Sejumlah perbaikan patut diapresiasi. Dengan berbagai inovasi yang dilakukan, kualitas layanan makin baik. Penerapan digitalisasi juga mempermudah warga mengakses layanan dalam program ini. Melalui aplikasi, peserta bisa mendapat berbagai informasi JKN, mengubah data, mendaftar layanan di fasilitas kesehatan, konsultasi dokter, hingga mengadukan layanan yang bermasalah. Dari sisi pendanaan, setelah selalu dinyatakan defisit, dana jaminan kesehatan yang dikelola BPJS Kesehatan dalam kondisi positif.

Aset bersih dana jaminan sosial kesehatan yang dikelola BPJS Kesehatan meningkat pesat sejak 2021 dan tercatat Rp 56,51 triliun pada tahun 2022 sehingga bisa mencukupi pembayaran klaim beberapa bulan ke depan. Namun, layanan program ini menghadapi sejumlah tantangan. Di beberapa daerah, fasilitas kesehatan, peralatan medis, dan tenaga kesehatan terbatas. Ketimpangan layanan kesehatan antar daerah menyebabkan sebagian peserta JKN sulit mengakses layanan dan harus antre untuk berobat di fasilitas kesehatan mitra BPJS Kesehatan. Selain itu, keberlanjutan JKN dibayangi ancaman defisit dana pengelolaan, seiring semakin banyaknya peserta memanfaatkan layanan dan perluasan manfaat. Di sisi lain, iuran peserta tak naik dan banyak peserta tak aktif atau menunggak membayar iuran. Untuk itu, memasuki sepuluh tahun implementasi JKN, perbaikan pengelolaan anggaran dan layanan menjadi keniscayaan. (Yoga) 

Potret Rentan Ekonomi Musiman

13 Feb 2024

Dalam 11 tahun terakhir, perekonomian Indonesia tumbuh stagnan pada kisaran 5 %. Kinerja ekonomi lebih banyak bergantung pada siklus bisnis dan faktor pola musiman sesaat, seperti pergerakan harga komoditas dunia, hari raya besar keagamaan, dan musim liburan. Dengan ketergantungan yang cukup tinggi pada pola musiman itu, arah pertumbuhan ekonomi di setiap triwulan (tiga bulanan) biasanya sudah bisa ditebak. Jika divisualisasikan, sepanjang tahun, pola pertumbuhan ekonomi seperti kurva melengkung yang naik sesaat lalu turun secara beruntun. Sesuai polanya, ekonomi akan selalu menyentuh pertumbuhan tertinggi di setiap triwulan II (April-Juni). Pada periode itu, ada momen Ramadhan, Idul Fitri, dan musim liburan sekolah. Daya beli masyarakat pun sedang naik-naiknya setelah menerima THR. Pada periode ini, konsumsi rumah tangga sebagai motor utama ekonomi negara biasanya akan tumbuh lebih tinggi. 

Sebaliknya, pada triwulan lainnya, pertumbuhan ekonomi cenderung moderat, bahkan tumbuh minus. Triwulan I (Januari-Maret), misalnya, menggambarkan periode low season dengan mobilitas masyarakat tidak setinggi triwulan IV saat ada momen liburan akhir tahun. Berdasarkan kajian Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI (LPEM FEB UI) ketergantungan ekonomi Indonesia yang cukup kuat terhadap momen musiman sesaat itu salah satunya tampak dari pertumbuhan ekonomi 2023, seiring melemahnya harga komoditas dunia dan tidak adanya musim liburan, ekonomi pada triwulan III-2023 hanya tumbuh 4,94 % secara tahunan dan 1,6 % secara triwulanan. Padahal, sebelumnya, pada triwulan II-2023, ekonomi tumbuh 5,17 % secara tahunan dan 3,86 % secara triwulanan, yang ditopang faktor musiman, seperti Ramadhan, Idul Fitri, Paskah, Idul Adha, Waisak, dan masa libur panjang sekolah.

Peneliti LPEM FEB UI, Teuku Riefky, mengatakan, perekonomian Indonesia yang cenderung tumbuh tinggi hanya selama periode harga komoditas tinggi atau peristiwa musiman menunjukkan potret kondisi ekonomi yang rentan. Kerentanan ekonomi ini, adalah isu yang belum terselesaikan oleh pemerintahan Jokowi dan perlu dihadapi oleh pemerintahan berikutnya. Indonesia butuh sumber pertumbuhan ekonomi baru yang lebih stabil dan kokoh agar tidak terlalu mudah terbuai siklus harga komoditas dan faktor musiman sesaat. Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal menambahkan, jika pertumbuhan ekonomi Indonesia bergantung pada faktor dan siklus sesaat, jalan Indonesia menjadi negara maju pada 2045 semakin sulit. Sebab, untuk mencapai titik itu, pertumbuhan ekonomi saat ini seharusnya sudah bisa menembus 6 %. Menurut Faisal, Indonesia butuh industrialisasi yang bukan hanya hilirisasi. (Yoga)

Derita Tak Berkesudahan di Nusa Tenggara Timur

13 Feb 2024

Hampir tiga bulan terakhir nasib nelayan di NTT tak menentu karena cuaca buruk. Mereka hanya bisa mencari ikan di laut dangkal. Petani pun demikian. Akibat El Nino, mayoritas lahan pertanian gagal panen. Nestapa nelayan dan petani kian berat di tengah terus naiknya harga kebutuhan pokok. Syarief Laode (38), nelayan dari Desa Tablolong, Kabupaten Kupang, NTT, Minggu (11/2) siang, baru pulang mencari ikan di Teluk Kupang. Hasil tangkapannya tak seberapa, tetapi cukup menghidupi ekonomi keluarganya hari itu. Syarief menyandarkan perahu motor berbobot 3 gros ton (GT) itu di dekat Pasar Oesapa. Pedagang ikan di pasar menghampiri kapalnya. ”50 ekor kepiting laut diborong pedagang, yang juga langganan, dengan harga Rp 50.000. Sementara ikan dibeli Rp 20.000. Total dapat Rp 70.000 hari ini.

Beberapa jenis ikan yang tidak diambil pedagang, saya bawa untuk konsumsi di rumah. Saya berangkat pukul 04.00 Wita. Kebetulan cuaca relative aman di sekitar Teluk Kupang,” kata Syarief. Jika cuaca normal, Syarief menjual ikan langsung kepada pedagang ikan di Desa Tablolong. Harga ikan itu pun relatif murah. Ikan kembung, satu ember berisi 150 ekor dijual Rp 100.000. Ikan itu oleh pedagang dijual di pasar tradisional dengan harga Rp 20.000 per 10 ekor. Syarief mengaku terkadang menjual sampai tujuh ember sekali melaut. Okto Nifu (46) petani lahan kering di Desa Penfui Timur, Kabupaten Kupang, mengatakan, lahan jagung seluas 3.000 meter persegi miliknya terancam gagal panen. Jagung hampir berbuah, tetapi nyaris habis diserang ulat grayak yang muncul setelah panas selama satu pekan.

Petani hanya pasrah menerima keadaan hama tersebut. ”Kalau jagung sudah diserang hama, kami hanya berharap pada singkong, kacang, dan jenis tanaman lain di ladang itu,” kata Nifu. Petani lahan kering lain di Desa Kadahang, Kabupaten Sumba Timur, Agus Napu (51), mengatakan, jagungnya mulai diserang belalang yang muncul tiap musim tanam tiba. Belalang muncul dalam jumlah jutaan ekor dan menghabiskan tanaman dalam hitungan jam. Di tengah kondisi sulit yang dialami nelayan dan petani, harga kebutuhan pokok terus bergerak naik. Harga beras, minyak goreng, gula pasir, telur ayam, dan daging terus naik. Bagi nelayan dan petani kecil, harga beras saat ini semakin tak terjangkau. Derita nelayan dan petani di NTT seperti tak berkesudahan. (Yoga)

Mengolah Sampah APK Menjadi Cuan

13 Feb 2024

Muhammad Aldino (28) memilih sejumlah baliho kampanye dari tumpukan bahan serupa di halaman tempat kerajinan barang bekas miliknya di Jagakarsa, Jaksel, kemudian didaur ulang. Di dalam studio berukuran 12 x 6 meter itu, ia dan sejumlah rekannya menghasilkan berbagai barang, seperti tas, kursi, meja, dan papan, berbahan limbah alat peraga kampanye (APK). Kelompok perekayasa barang Gudskul Rekayasa dan Dicoba-coba (GudRnD) menginisiasi program daur ulang limbah APK bersama merek lokal ramah lingkungan Stuffo. Aldino adalah salah satu anggota dalam tim kolaborasi tersebut. Sampah APK itu didapat dari kegiatan pembersihan atribut pemilu pada masa tenang sejak Minggu (11/2).

Selain mendapat dari warga dan petugas, kelompok tersebut turun ke lapangan untuk membantu proses pencabutan di beberapa wilayah Jaksel. ”Kami mengolah limbah spanduk atau banner menjadi berbagai barang yang bermanfaat dan bernilai jual. Untuk olahan, bisa menjadi kursi, lantai portabel, meja, papan multipleks, hingga bata. Harga bervariasi, mulai dari Rp 38.000 hingga Rp 1 jutaan (per barang),” kata Aldino saat ditemui, Senin (12/2). Aldino menyebutkan, papan multipleks terbuat dari beberapa lapis banner. Karakteristik dan ketebalan multipleks yang mirip dengan papan kayu membuat hasil olahannya menjadi pengganti kayu.

Riset mengenai multipleks itu dimulai tiga bulan lalu, saat ada pemilik percetakan elektronik datang ke studionya menawarkan sisa banner untuk diolah. Sebab, banyak banner yang sering dibakar di tempat pembuangan sampah. Setelah berkali-kali mencoba, Aldino dan rekannya berhasil menemukan formula untuk mengolah banner berbahan flexi frontlite asal Korea dan China itu. Bahan tersebut banyak digunakan karena murah. Mereka juga membuat tas dari flexi asal Jerman karena bahannya tebal. Namun, tidak cocok jika menggunakan flexi Korea dan China karena bahannya cepat robek. Adapun hasil cacahan banner berbahan flexi juga bisa diolah menjadi bata. Hasil olahan limbah itu dijual di lokapasar (marketplace) situs web, sejumlah toko, dan berdasarkan pemesanan. Pengerjaan olahan paling cepat tiga jam dan paling lama empat hari, tergantung dari tingkat kesulitannya. (Yoga) 

Menuntut Kecerdasan Buatan Menghargai Hak Cipta

12 Feb 2024

Penerbit media ternama AS, The New York Times (NYT), menggugat perusahaan pengembang kecerdasan buatan OpenAI dan pendirinya, Microsoft, atas dugaan pelanggaran hak cipta. NYT menuding keduanya menggunakan karya jurnalistik NYT untuk ChatGPT. ChatGPT milik OpenAI dan Microsoft lalu memberikan materi NYT ke orang-orang yang mencari jawaban atas pertanyaan yang dilontarkan. (Kompas, 29/12/2023). Gugatan NYT menunjukkan adanya persoalan penghargaan terhadap hak cipta yang dibawa teknologi kecerdasan buatan (AI). Jika didiamkan, pelanggaran hak cipta akan mengancam kelangsungan hidup media, baik secara ekonomi maupun jurnalistik. Teknologi digital tak menghargai hak ekonomi penerbit. Padahal, penerbit seperti NYT berinvestasi besar-besaran untuk menghasilkan jurnalisme berkualitas. Perusahaan pengembang AI mengambil begitu saja karya jurnalistik tanpa izin dan pembayaran. Pengambilan berita atau materi media arus utama serta mengomersialisasikannya, telah lama dilakukan perusahaan platform digital.

Perusahaan pengembang AI dan perusahan platform digital menciptakan ekosistem bisnis media yang timpang yang bisa berdampak pada kualitas jurnalisme. Perusahaan media atau penerbit kehilangan kapital untuk mengembangkan jurnalisme berkualitas. Ibarat pepatah, membangun jurnalisme berkualitas di tengah ekosistem bisnis media yang tak sehat serupa menanam padi di padang pasir. Indonesia memerlukan regulasi yang spesifik mengatur AI, termasuk pengaturan hak cipta, serupa di Uni Eropa (UE). Pada April 2023, parlemen Eropa menyetujui proposal regulasi yang mengatur AI generatif, seperti ChatGPT, mengungkap materi berhak cipta. Persetujuan ini dianggap membuka jalan bagi UU komprehensif pertama di dunia yang mengatur teknologi AI. UE kini sudah membuat pengaturan komprehensif terkait AI. Parlemen Eropa dijadwalkan menggelar pemungutan suara untuk pengesahan rancangan UU penggunaan AI pada Januari 2024. Aturan ini diharapkan mulai berlaku 2026. Sebagai pengaturan komprehensif, UU tersebut kiranya juga mengatur pengungkapan materi berhak cipta.

Adapun kantor berita The Associated Press dan perusahaan media Axel Springer memilih bekerja sama dengan OpenAI yang bersifat sukarela dalam bentuk business to business. Sejumlah negara mengatur perusahaan platform digital wajib bekerja sama dengan perusahaan media atau penerbit. Australia pemberlakuan news bargaining code sukses ”memaksa” Google dan Facebook membayar perusahaan media 200 juta dollar Australia pada 2022. Kanada yang memberlakukan online news act berhasil ”memaksa” Google menyepakati membayar penerbit lokal 100 juta dollar Kanada per tahun. Indonesia memiliki rancangan Peraturan Presiden tentang Tanggung Platform Digital dan Perusahaan Pers untuk Mendukung Jurnalisme Berkualitas. Rancangan perpres ini kelak mewajibkan perusahaan platform digital menghargai hak ekonomi penerbit melalui bagi hasil, lisensi berbayar, dan bentuk kerja sama lain. Karena mewajibkan perusahaan platform digital memenuhi hak ekonomi penerbit melalui kerja sama, regulasi ini biasa disebut perpres publisher right (hak penerbit). (Yoga)