;

Ancaman Krisis Beras Sudah di Depan Mata

Ancaman Krisis Beras Sudah di Depan Mata
Indonesia terancam krisis beras! Indikasinya, pasokan beras di pasar tradisional maupun pasar modern menipis. Kondisi ini menerbangkan harga beras menjadi lebih tinggi. Pemerintah harus segera mengatasi problem ini, mengingat Indonesia akan menghadapi momen krusial, yakni Ramadan dan Lebaran. Belum lagi, ada program bantuan sosial (bansos) beras yang berpotensi menguras stok beras yang sudah menipis. Berdasarkan pantauan KONTAN kemarin, pasokan beras di beberapa ritel modern di Jakarta menipis. Ritel modern Alfamidi di kawasan Kebayoran Lama, misalnya, mengalami kekosongan stok beras premium. Rak yang biasanya digunakan untuk beras premium digunakan untuk produk lain. 

Seorang karyawan Alfamidi mengaku kekosongan stok beras premium sudah terjadi sejak seminggu terakhir. Mereka tidak mengetahui pasti apa penyebabnya. Hanya saja, karyawan mengakui memang ada keterlambatan pengiriman beras di minimarket ini. "Barangnya sudah seminggu ini terlambat," sebut seorang karyawan, kemarin. 

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Nicholas Mandey mengaku, saat ini pasokan beras di Ritel modern sangat terbatas. Alhasil, pembelian beras di ritel dibatasi maksimal 10 kilogram untuk tiap pembeli. "Pembatasan agar ada pemerataan dan tak ada yang beli berlebihan," ujar dia di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), Senin (12/2).  Pembatasan dilakukan agar tak menimbulkan panic buying di masyarakat. Efek kelangkaan beras melambungkan harga beras di pasar tradisional. 

Reynaldi Sarijowan, Sekretaris Jenderal DPP Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) menerima laporan dari lapangan kalau harga beras medium terkerek ke Rp 13.500 per kg,  sementara beras premium menyentuh Rp 18.500 per kg. Mengacu panel harga Badan Pangan Nasional (Bapanas), Senin (11/2), harga beras sudah melampaui harga eceran tertinggi (HET). HET beras premium saat ini berkisar Rp 12.900-Rp 14.800 per kg, sedangkan HET beras medium di rentang harga  Rp 10.900- Rp11.800 per kg. 

Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi bilang, pembatasan pembelian beras di ritel bukan terjadi belakangan saja. Meski pasokan beras seret dan harga mahal, Menteri BUMN Erick Thohir memastikan bawa stok beras Bulog mencukupi untuk memenuhi kebutuhan bulan Ramadan dan Idulfitri. Direktur Utama Perum Bulog Bayu Krisnamurthi menambahkan penugasan impor beras akan dikelola dengan baik oleh Bulog guna menjaga stabilitas harga beras.
Download Aplikasi Labirin :