Kekuatan Serikat Pekerja
Sejarah panjang telah membuktikan, buruh menjadi elemen
penting dalam memperjuangkan kemerdekaan. Bahkan, sebelum kemerdekaan, di
kalangan serikat buruh sudah muncul keyakinan kuat bahwa Indonesia harus
meninggalkan perekonomian ekstraktif dengan upah buruh murah plus rendah
keterampilan menuju masyarakat industri dengan peningkatan kualitas SDM. Dalam
Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045, Indonesia
ditargetkan memiliki pendapatan per kapita setara negara maju, sekitar 30.300 USD
pada 2045. Untuk masuk ke dalam golongan negara berpendapatan tinggi, Bank
Dunia mematok gross national income (GNI) per kapita Indonesia harus di atas
13.205 USD, atau PDB per kapita 14.000 dollar AS. Gaji minimal pekerja di Tanah
Air harus setara Rp 10 juta per bulan. Padahal, rata-rata UMP buruh tahun 2023
baru Rp 2,96 juta per bulan.
Dengan formulasi penghitungan kenaikan UMP tahun 2023 dan
tren kenaikan upah sejak 1997, simulasi yang dilakukan Litbang Kompas menunjukkan
pada 2045 rata-rata UMP buruh baru mencapai Rp 6 jutaan. Untuk itulah, peran
serikat pekerja menjadi penting dalam hubungan industrial. Liputan Kompas
terkait kesejahteraan buruh pekan lalu menemukan banyak serikat pekerja
perusahaan yang memiliki kekuatan dan menjadi pilar yang sangat penting pada
hidup perusahaan. Mereka terus melakukan penguatan dan pendampingan kepada
anggotanya, meningkatkan produktivitas anggotanya, memberikan solusi masalah
anggotanya, bahkan mengurus kebutuhan keseharian anggotanya, mulai dari problem
keluarga hingga urusan kematian. Serikat juga menjadi penjaga utama budaya
perusahaan berbasis pada nilai-nilai yang dianut para pendirinya.
”Direktur bisa datang dan pergi, kamilah yang bekerja dan mengawal
perusahaan terus-menerus. Maka, kalau ada manajemen yang langkahnya tidak
sesuai dengan kultur perusahaan, kami bisa memecatnya,” ujar Presiden Federasi
Serikat Pekerja Panasonic Gobel (FSPPG) Djoko Wahyudi, yang berkali-kali
memecat direktur SDM perusahaan. Karena mampu membangun kapasitas anggotanya, serikat
pekerja sangat dipandang dan dihargai oleh manajemen. Serikat menjadi mitra setara
dalam bahu-membahu membangun perusahaan. Pendanaan mereka setiap bulan diambil
dari potongan 1 % gaji anggotanya. Salah satu yang berhasil mereka lakukan
adalah tetap berproduksi di masa pandemi Covid-19, dengan menetapkan standar
yang sangat ketat pada proses produksi di saat perusahaan yang lain tutup. (Yoga)
Postingan Terkait
Mencontoh Negara Lain Melindungi Pekerja Gig
Perllindungan terhadap Semua Pekerja
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023