Sosial, Budaya, dan Demografi
( 10113 )GUGATAN HASIL PEMILU : MK JADI ‘LEBIH SIBUK’ TAHUN INI
Perselisihan hasil pemilihan umum atau PHPU pada penyelenggaraan pemilihan umum kali ini diprediksi bakal lebih banyak dibandingkan dengan 2019. Gugatan sengketa pemilihan legislatif masih akan mendominasi persidangan di Mahkamah Konstitusi. Mahkamah Konstitusi mencatat setidaknya sudah ada 265 permohonan PHPU hingga Minggu (24/3) pukul 15.00 WIB. Dari jumlah tersebut, dua permohonan di antaranya adalah PHPU Pemilihan Presiden, 10 permohonan PHPU Pemilihan Legislatif DPD, dan 253 permohonan PHPU Pemilihan legislatif DPR. Ketua Mahkamah Konstitusi Suhartoyo memprediksi jumlah gugatan sengketa pemilu atau PHPU 2024 meningkat dari jumlah gugatan pada saat Pemilu 2019. “Kalau secara jumlah, masih banyak sekarang. Dulu [Pemilu 2019] kan 262 perkara. Ini prediksinya bisa lebih,” katanya saat mengecek loket pendaftaran PHPU 2024, dilansir Antara, Minggu (24/3). Suhartoyo menjelaskan bahwa pihaknya hingga Minggu siang masih melakukan penginputan data gugatan yang masuk untuk dicatat ke laman resmi Mahkamah Konstitusi (MK). MK, kata dia, masih menghitung pendaftaran yang diajukan oleh perseorangan dan partai politik. Dalam kesempatan itu, dia juga menduga masih ada pihak yang mendaftarkan gugatan, kendati telah mengetahui jadwal pendaftarannya sudah tutup. Hal itu, kata Suhartoyo, pernah terjadi pada PHPU Pemilu sebelumnya. MK akan tetap menerima pendaftaran itu, karena lembaga peradilan tidak bisa menolak perkara. Tim Pemenangan Nasional (TPN) pasangan calon nomor urut 03 Ganjar Pranowo-Mahfud MD menyiapkan 30 saksi dan 10 saksi ahli untuk menghadapi sidang gugatan hasil Pemilihan Presiden 2024 di MK. Deputi Hukum TPN Ganjar-Mahfud, Todung Mulya Lubis mengatakan bahwa pihaknya menyiapkan saksi dari banyak daerah.
Hal itu disampaikan olehnya usai resmi mendaftarkan PHPU ke MK pada Sabtu (23/3).
Sementara itu, kubu paslon capres-cawapres nomor urut 01 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar langsung melakukan pendaftaran sebagai pemohon dalam gugatan sengketa Pilpres 2024 pada Kamis (21/3) dini hari, atau 3 jam setelah penetapan hasil Pemilu 2024 oleh KPU. Faktor pendorong Timnas Amin mendaftarkan gugatan sengketa Pilpres di MK, salah satunya adalah unsur tidak percaya lagi kepada Bawaslu yang tidak pernah memproses laporannya.
Dari gugatan PHPU Pemilihan Legislatif (Pileg) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) resmi mengajukan permohonan gugatan untuk anggota legislatif DPR ke MK pada Sabtu (23/3).
“Kami diperkuat oleh 23 tim lawyer untuk dalam mengajukan gugatan, khususnya terkait dengan suara PPP yang patut diduga hilang di sejumlah pemilihan, sehingga menyebabkan angka kami di dalam rekapitulasi KPU itu hanya menembus angka 3,87%, artinya di bawah ambang batas,” kata Ketua DPP PPP Achmad Baidowi.
Namun, berdasarkan hasil rekapitulasi penghitungan nasional di KPU, Rabu (20/3), PPP diumumkan hanya meraup suara 5.878.777 suara. PPP, lanjut Baidowi, sudah mengantongi alat bukti yang kini masih dilengkapi dalam waktu 3x24 jam. Bukti-bukti itu sudah diajukan ke MK ketika mendaftar.
Di sisi lain, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menyatakan menerima hasil Pemilu 2024.“Sudah pasti enggak akan lolos ke Senayan, tetapi balik lagi saya mewakili teman-teman PSI di sini mengucapkan terima kasih kepada seluruh lapisan masyarakat. Kami akan tetap berjuang dengan cara kami,” ujar Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep.
Manisnya Nostalgia dalam Kudapan Lebaran
Pajak Petisah, Roma Sitorus (51) menyebut Pasar Petisah di
Medan, Sumut, tujuannya membeli bahan makanan persiapan Lebaran. Pepaya dan
kolang-kaling menjadi yang wajib dibeli untuk diolah menjadi manisan atau
halua. ”Biasanya biar cantik dia,
dibiarkan 14 hari kalau pepaya. Warnanya jadi cantik, rasanya meresap,” ungkap
Roma, Rabu (20/3). Halua atau halwa yang merupakan serapan dari Bahasa Arab,
berarti manis, merupakan penganan yang wajib ada di rumah Roma saat Idul Fitri.
Kudapan ini khas di kawasan Medan Langkat yang terpengaruh budaya Melayu,
sampai di Kisaran, Asahan, Sumut, tempat keluarga besar Roma berasal.
Untuk membuat manisan pepaya, Roma membutuhkan 2,5 kg pepaya
mengkal, untuk menghasilkan 4 stoples sedang manisan yang lalu ia bagikan kepada
mertua dan adik iparnya. Sisanya merupakan jatah di rumah, untuk dimakan keluarga
atau disuguhkan kepada tamu. Manisan kolang-kaling, pembuatannya jauh lebih cepat
dan tak butuh banyak gula. Kekhasannya justru ada pada rendaman sirop Kurnia
yang menjadi favorit orang Medan.
Di Makassar, Sulsel, bagi Eppy Ashariyati Salam (48) Lebaran
adalah barongko. Menyajikan barongko di hari Lebaran untuk Eppy dan saudara-saudaranya
serupa menghadirkan bapak yang sudah berpulang sejak tahun 2000. ”Bapak suka
sekali makan barongko. Setiap Lebaran selalu minta dibuatkan. Dulu jika sibuk,
kadang kami buat, kadang tidak. Namun, sejak bapak meninggal, kue ini kami hadirkan
setiap Lebaran. Bahkan, jika tak membuat sendiri, kami akan pesan khusus,” katanya.
Barongko adalah kue basah terbuat dari pisang.
Daging bagian luar pisang diambil dan dihaluskan, lalu
dicampur gula dan telur, dibungkus daun pisang dan dikukus. Barongko lebih
nikmat saat disajikan dingin sehingga biasanya disimpan di lemari pendingin.Makanan
khas Lebaran, dari kue hingga manisan, kian lama kian langka juga karena proses
pembuatannya yang relatif sulit. Terlebih, tak banyak lagi generasi sekarang
yang mau atau belajar membuat. Kalau membeli, harganya cukup mahal. Sebungkus
barongko, misalnya, bisa dijual hingga Rp 8.000. Biji nangka bahkan sampai Rp
10.000 per buah. Begitu pula manisan pepaya yang bisa mencapai Rp 80.000-Rp
100.000 per kg di musim Lebaran. (Yoga)
KONFLIK SATWA, Lima Petani Suoh Jadi Tersangka Pembakaran
Polisi menetapkan lima petani asal Kecamatan Suoh, Lampung
Barat, yakni AF, S, T, B, dan M, sebagai tersangka pembakaran Kantor Balai
Perlindungan dan Pelestarian Alam Resort Suoh Taman Nasional Bukit Barisan Selatan,
Lampung. Hingga Sabtu (23/3) petugas gabungan masih mencari harimau sumatera
yang menerkam tiga warga di Lampung Barat. Kabid Humas Polda Lampung Kombes Umi
Fadillah Astutik mengatakan, mereka ditetapkan sebagai tersangka pembakaran
kantor itu setelah polisi menggelar serangkaian penyelidikan. Kelima petani
tersebut kini ditahan di rumah tahanan Polres Lampung Barat. Kepada polisi,
para tersangka mengaku membakar secara spontan setelah mendengar adanya warga
yang diserang harimau sumatera.
Mereka emosi karena petugas belum bisa menangkap harimau yang
menerkam warga. Padahal, sudah dua warga tewas dan satu orang lainnya terluka
karena serangan harimau. Hal itu yang membuat para pelaku nekat merusak dan
membakar kantor milik pemerintah tersebut. Pembakaran kantor Resort Suoh Taman
Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) di Kecamatan Bandar Negeri Suoh itu
terjadi pada Senin (11/3) sore. Peristiwa bermula ketika seorang warga Pekon
(Desa) Sukamarga, Kecamatan Suoh, bernama Samanan (41) diserang harimau saat
beraktivitas di kebun yang masuk dalam kawasan hutan TNBBS. Samanan adalah
korban ketiga yang diserang harimau. Sebelumnya, dua warga Lampung Barat tewas
diterkam harimau selama Februari 2024. Akibat serangan itu, Samanan luka di
bagian kepala dan dibawa ke puskesmas.
Massa yang marah kemudian bergerak menuju kantor Resort Suoh
TNBBS dan membakar kantor milik pemerintah tersebut. Masih dicariKepala Balai
Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu Hifzon Zawahiri menyatakan,
petugas gabungan masih berupaya mencari harimau yang telah menerkam warga di
Lampung Barat. Pencarian tersebut dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari
memasang kandang jebak dan kamera trap hingga menggunakan drone sejak 8 Februari
2024 saat pertama kali ada korban tewas. BKSDA Bengkulu mengerahkan dua tim
yang bekerja bergantian. Saat ini, tim kedua yang terdiri dari petugas BKSDA,
TNBBS, bersama aparat TNI dan Polri berupaya menangkap harimau sumatera
tersebut. (Yoga)
Jebakan di Ujung Jari, THR Ludes hingga Terlilit Utang
Tunjangan hari raya (THR) sudah cair? Kalaupun belum,
berderet kebutuhan hari raya menunggu dipenuhi. Ditambah kebutuhan rutin, daftar
belanja bertambah panjang. Walau masih bayangan, bakal segera belanja menerbitkan
rasa senang tersendiri. Selain ke mal dan supermarket, belanja daring telah menjadi
kebiasaan yang makin lama makin memikat. Sekali mengetik nama atau jenis barang
di lokapasar, berbagai pilihan muncul. Harga bersaing dan tinggal memilih
teknis pengiriman, barang diterima sesuai harapan. Sesuai hasil riset, belanja
daring seperti halnya berjalan-jalan dan berbelanja di mal, sama-sama mujarab untuk
mengurangi kesedihan.
Majalah Time, Maret, menyuguhkan ulasan tentang mengapa orang
menghabiskan banyak uang untuk berbelanja. Sebab, sekarang, belanja dan membayar
apa pun secara daring makin minus hambatan. Mulai dari memesan kamar hotel,
berbagai jasa di tempat wisata, belanja baju, sampai beras dan tisu tinggal
ketuk di layar ponsel. Terlebih ada pilihan buy now pay later dan cicilan. Yuqian
Xu, peneliti metode pembayaran tanpa menggesek, menyatakan, membayar melalui
ponsel hanya butuh 29 detik. Membayar dengan kartu kredit butuh 40 detik. Kecepatan
dan kenyamanan itu mengakselerasi pengeluaran uang seseorang. Semakin nyaman
berbelanja secara digital, maka secara umum akan semakin mudah menghamburkan
uang.
Dari data OJK, piutang pembiayaan produk beli sekarang bayar
nanti (buy now pay later/BNPL) sebesar Rp 5,54 triliun pada Januari 202, meningkat
21,66 % (YOY) dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 4,56 triliun. Banyak
kejadian besaran utang rumah tangga lebih besar dari pendapatan dan berujung
terlilit utang. Pada akhirnya, yang terjadi setiap bulan terjebak mencicil
utang yang terus membengkak karena bunga berbunga. Dalam hitungan hari, THR tahun
ini bagai oase baru tambahan pendapatan yang bisa meringankan berbagai beban keuangan.
Mengendalikan nafsu di ujung jari yang berselancar di layar ponsel menjadi kunci
agar tidak makin terbelit utang setelah berhari raya. (Yoga)
Aku Kirim Kue, maka Aku Ada
Kue kering menjelma menjadi kiat modern masyarakat untuk
bersilaturahmi. Mereka memesan lalu mengungkapkan afeksi dengan mengirim hamper
atau parsel. Tanpa tatap muka, penerima tetap merasakan kehangatan interpersonal.”Kalau
lihat banyaknya pesanan, sekarang saja sudah mepet,” ujar pemilik Goyantie
Baked Store, Goyantie (46), di Duri Kosambi, Jakarta, Kamis (21/3). Sehari
sebelumnya, pesanan hamper sudah distop, menyusul kue dalam stoples, pekan
lalu. Yantie, demikian sapaannya, bakal dikejar tenggat hingga 8 April sebelum
meliburkan para pekerjanya. Konsumen individu dari kue-kue yang telah
diproduksi sejak tahun 1993 itu digenapi perusahaan swasta, BUMN, hingga
multinasional.
Sekitar 180 stoples kue diproduksi per hari, jauh lebih banyak
dibandingkan jumlah setiap minggu saat normal, 120 stoples. Nastar dan
kastengel paling disukai konsumen dengan harga Rp 220.000 dan Rp 230.000 per
stoples isi 700 gram. ”Pemesan kirim ke Sabang sampai Merauke. Ada juga yang
dibawa ke luar negeri, seperti AS, Jepang, dan Taiwan,” tuturnya. Saat ini,
Yantie menerima order rata-rata dari 10 pemesan per hari. Sekitar 70 persen kue
dipesan untuk dikirim kepada handai tolan, keluarga, sampai mitra bisnis.
”Hanya sebagian kecil yang dikonsumsi sendiri. Memang, sudah
makin tren kue yang dikirim, jadi semacam pengganti pertemuan,” ujarnya.
Sejarawan Departemen Sejarah dan Filologi Unpad, Fadly Rahman, memaparkan,
tukar-menukar kue saat Lebaran sudah terjadi sejak masa kolonialisme. Meminjam
pandangan filsuf Perancis, Rene Descartes, diadaptasi pada zaman kekinian, ”Jadinya,
aku kirim kue, maka aku ada, karena kehadiranku sudah diwakili kue,” ujar
Fadly. (Yoga)
2.495 Keluarga di Jatim Terdampak Gempa Bawean
Rentetan gempa bumi yang terjadi di Laut Jawa di sebelah
barat Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jatim, berdampak kepada sedikitnya 2.495
keluarga di sejumlah kota/kabupaten di Jatim. Gresik menjadi wilayah dengan
jumlah keluarga dan infrastruktur terdampak paling banyak akibat gempa
tersebut. Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Badan Nasional
Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga Sabtu (23/3) pukul 14.00 WIB, tercatat
2.495 keluarga terdampak. Dari jumlah tersebut, 2.473 keluarga atau 99 % berada
di Kabupaten Gresik.
Sisanya tersebar di Tuban, Lamongan, Surabaya, Pamekasan, dan
Sidoarjo. Untuk infrastruktur, khusus di Gresik, tercatat 304 rumah warga rusak
berat, 835 unit rusak sedang, dan 1.334 rumah rusak ringan. Selain itu, 11
fasilitas pendidikan rusak sedang dan 39 fasilitas pendidikan lainnya rusak
ringan. BNPB juga mendata 7 fasilitas ibadah rusak berat, 8 unit rusak sedang,
dan 72 unit rusak ringan. Delapan gedung perkantoran turut rusak akibat gempa
tersebut. Rentetan gempa itu terjadi sejak Jumat (22/3) pukul 11.22.
Gempa pertama bermagnitudo 6 dengan kedalaman 10 km.
Lokasinya 132 km ditimur laut Kabupaten Tuban, Jatim, atau sekitar 30 km dari
pesisir barat Pulau Bawean. Sampai Jumat tengah malam, tercatat 84 gempa
susulan, dua di antaranya bermagnitudo 5,3 dan 6,5. Berdasarkan data BMKG, pada
Sabtu (23/3) sejak pukul 00.12 sampai pukul 07.49, terjadi 10 kali gempa
tektonik di barat Pulau Bawean. Gempa-gempa itu terdata bermagnitudo 3,3-4,1. Sumbernya
di kedalaman 8-14 km dengan lokasi 119- 67 km di timur laut Tuban atau di barat
Pulau Bawean. ”Kami trauma, sampai kapan berakhir, ya, Pak?” ujar Riyan Adi, warga Sawah Mulia, Kecamatan
Sangkapura, Pulau Bawean. (Yoga)
Ainun Murwani, Angkat Kampung Bantaran Sungai
Kumuh, padat, kotor, serta rawan bencana dan penyakit adalah
bayangan yang kerap melekat pada permukiman bantaran sungai di kota besar.
Ainun Murwani (47) bergerak untuk mengubah kondisi tersebut. Melalui Paguyuban
Kalijawi yang didirikan 12 tahun lalu, Ainun dan para anggota, yang sebagian
besar perempuan, membangun mimpi bersama untuk menciptakan keamanan bermukim.
Komunitas itu menyatukan tekad dan upaya warga bantaran Sungai Winongo dan
Gajahwong, Yogyakarta, agar tempat tinggal mereka bisa layak huni. Gerakan ini
bermula dari aktivitas Arkom Indonesia, LSM, yang melakukan pemetaan
kampung-kampung urban di bantaran dua sungai besar yang melintasi Yogyakarta
itu pada 2011. Dari situ, diperoleh daftar permasalahan dari 14 kampung.
”Hasil pemetaan itu permasalahannya sama, yakni status lahan,
rumah tak layak huni, sanitasi, sampah, dan air bersih,” ujar Ainun yang
ditemui pada Kamis (21/3). Kala itu, kampung-kampung tersebut tidak dapat
mengakses bantuan pemerintah karena status lahannya yang tak memenuhi syarat legalitas.
Dari kondisi itulah, warga menyadari persoalan ini harus diselesaikan secara
kolektif. ”Juli 2012, dibentuklah Paguyuban Kalijawi ini,” ujar Ainun, yang
merupakan salah satu warga Kampung Notoyudan, Yogyakarta, kampung di bantaran
Sungai Winongo. Ia bergerilya menggencarkan sosialisasi dan konsolidasi ke kampung-kampung.
Langkah awal paguyuban adalah menjawab permasalahan paling
mendesak, yakni perbaikan rumah tak layak huni. Arkom Indonesia turut
menyalurkan dana hibah program renovasi rumah, namun, kurang. Setelah berembuk
dengan semua anggota di 14 kampung, disepakati setiap anggota yang mayoritas perempuan
menabung Rp 2.000 per hari dan dibagi dalam kelompok kecil beranggotakan 10-15
orang untuk mengelola tabungan. Setiap anggota dibekali kapasitas untuk
menghitung sendiri kebutuhan material renovasi, desain, hingga rencana anggaran.
Dari tabungan itu, dalam dua bulan, setiap kelompok terkumpul dana Rp 1,2 juta.
Dengan tambahan hibah dari Arkom sebesar Rp 1,8 juta, setiap rumah
mendapat dana Rp 3 juta. Dalam waktu dua tahun, Paguyuban Kalijawi berhasil
merenovasi 165 rumah. Ketika program itu selesai pada 2014, paguyuban memiliki
sisa dana tabungan sebesar Rp 126 juta. Ainun mengatakan, dana itu kemudian
digulirkan kembali dalam mekanisme simpan-pinjam untuk para anggota. Dana yang bisa
diakses anggota juga bisa untuk modal usaha, ekonomi, kesehatan, hingga
pendidikan. Paguyuban membentuk koperasi simpan-pinjam bernama Sesarengan
Mangayu Bagya, yang berarti meraih kebahagiaan bersama, Seiring waktu, dana
yang bergulir kian besar hingga kini total asset koperasi mencapai Rp 1 miliar.
(Yoga)
Tiga Tahap Perencanaan Keuangan
Perencanaan keuangan adalah kegiatan yang mendasari aktivitas
keseharian keuangan pribadi. Sayangnya, prioritas perencanaan terkadang
menjaditerbalik. Kegiatan investasi didahulukan sebelum memastikan keuangan aman
akan membuat potensi malapetaka keuangan di kemudian hari. Untuk memulai
tahapan perencanaan keuangan, Langkah pertama adalah membuat situasi keuangan menjadi
aman atau financially secure, yaitu kondisi saat penghasilan aktif sebuah rumah
tangga dapat memenuhi kebutuhan hidup dasar setiap bulannya. Contoh, rumah
tangga memiliki pengeluaran untuk hidup rutin Rp 7 juta per bulan, cicilan
rumah Rp 3 juta per bulan, dan pengeluaran untuk hiburan Rp 2 juta per bulan.
Maka kebutuhan hidup dasar rumah tangga adalah Rp 10 juta per bulan. Untuk memperoleh
keamanan finansial, diharapkan rumah tangga memiliki penghasilan aktif minimal Rp
10 juta per bulan.
Langkah kedua adalah menjadikan situasi keuangan lebih nyaman
atau financially comfortable. Di tahap ini, fokus pengelolaan adalah membangun
tabungan dan investasi untuk berbagai tujuan keuangan utama seperti pembelian
rumah tinggal, dana membesarkan anak, dan lainnya. Contohnya, menabung untuk
ibadah haji. Maka, menabung akan dilakukan terus hingga saldo tabungan haji
dapat digunakan untuk memberangkatkannya. Langkah ketiga adalah menjaga nilai
kekayaan untuk diteruskan kepada generasi selanjutnya. Ciri khas rumah tangga
yang tidak melahirkan sandwich generation adalah keuangan yang telah berhasil
mencapai tahap ketiga. Pada tahapan ini, rumah tangga berhasil memiliki
aset-aset yang juga dapat dilanggengkan sebagai aset hibah, waris, dan lainnya.
Salah satu modal dasar merencanakan keuangan adalah memiliki niat untuk mewujudkan
keuangan yang lebih sehat, dimulai dari membuat keuangan rumah tangga aman. (Yoga)
Program ”Ferienjob” ke Jerman Telah Dihentikan
Perguruan tinggi diminta untuk lebih cermat dalam mengkaji
tawaran-tawaran program magang untuk mahasiswa yang dikaitkan dengan Merdeka
Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Program magang mahasiswa baik di dalam maupun
luar negeri yang tidak sesuai ketentuan itu harus dihentikan, termasuk
ferienjob ke Jerman yang mengemuka terakhir ini. Penyalahgunaan program magang
mahasiswa menimpa sejumlah mahasiswa Indonesia di Jerman. Mereka diduga menjadi
korban perdagangan orang di Jerman. Awalnya, mereka dijanjikan bekerja dengan
sistem magang. Akan tetapi, akhirnya justru dijerat utang dan dieksploitasi.
Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Dirjen Diktiristek
Kemendikbudristek Sri Suning Kusuma Wardani, Jumat (22/3) di Jakarta, mengatakan,
pihaknya sudah mengeluarkan surat edaran kepada unsur pimpinan perguruan tinggi
dan kepala lembaga layanan pendidikan tinggi wilayah I–XVI terkait program magang
mahasiswa ferienjob di Jerman pada 27 Oktober 2023. Surat yang ditandatangani Plt
Dirjen Dikti ristek Nizam itu meminta
seluruh program ferienjob dihentikan, baik yang sudah maupun yang akan berlangsung.
Program itu dianggap tak memenuhi kriteria yang diatur dalam MBKM. ”Karena
oknum memanfaatkan euforia MBKM, mungkin dari perguruan tinggi jadi tertarik.
Program ferienjob atau program kerja paruh waktu saat musim
libur tersebut legal diJerman, tetapi untuk mahasiswa yang mau bekerja saat
libur. Sebaliknya, MBKM itu bagian dari proses pembelajaran saat mahasiswa
aktif,” kata Suning. Pihaknya mengetahui dari KBRI di Jerman bahwa ada masalah
dalam pengiriman mahasiswa Indonesia untuk program ferienjob, Kemendikbudristek
segera meminta perguruan tinggi untuk menghentikan program tersebut. ”Dalam
pelaksanaannya, tidak terjadi aktivitas yang mendukung proses pembelajaran bagi
mahasiswa yang mengikuti kegiatan tersebut. Namun, justru banyak ditemukan
pelanggaran-pelanggaran terhadap hak mahasiswa. Program ferienjob juga tidak
memenuhi kriteria untuk dapat dikategorikan dalam aktivitas MBKM,” kata Suning.
(Yoga)
Menandingi Singapura?
Berita tentang konser eksklusif Taylor Swift di Singapura
pada awal bulan ini didominasi pernyataan kontroversial pejabat tinggi dari
negara tetangganya. Aspek finansial dari konser dinilai lebih penting ketimbang
yang lain-lain. Sementara, beda politikus dan pengusaha semakin kabur. Seorang
menteri kabinet RI berambisi bikin konser tandingan. Menteri yang lain mencari
peluang menumpang keunggulan Singapura dalam bentuk kerja sama. Sebagian pihak
meragukan kemampuan Jakarta menjadi tuan rumah untuk konser sekelas Taylor
Swift. Kalaupun Jakarta mampu, apakah perlu? Sudah berpuluh tahun dan dalam
berbagai bidang Singapura supergesit dalam kompetisi transaksi global.
Walau unggul dalam sejumlah bidang, Singapura ditakdirkan
hidup dalam keterbatasan. Sumber daya alam dan sumber daya manusia di sana
sangat terbatas. Uniknya, Singapura berhasil membalik keterbatasan itu menjadi pemicu
kerja secara cerdas. Demi bertahan hidup, Singapura sangat bergantung pada tambahan
berbagai sumber daya dari luar. Untuk mendapat tambahan sumber daya unggul,
sejumlah persyaratan harus dipenuhi. Pertama, dibutuhkan jaringan
transportasi-komunikasi-finansial canggih dan andal agar sumber daya dari luar negeri
bisa masuk dalam jumlah besar dan berkelanjutan. Kedua, Singapura harus memikat
calon mitra kerja dari luar dengan imbalan besar bagi mitra asingnya.
Tak perlu kaget atau kecewa jika pentas Taylor Swift untuk
Asia Tenggara berhari-hari hanya di Singapura. Daripada bikin konser tandingan,
mengapa tidak bersemangat membina universitas dengan kualitas tandingan? Siapa
tahu Indonesia berhasil naik ke urutan setara atau mendekati Singapura dalam
peringkat global universitas dan anak presiden tak perlu jauh-jauh berkuliah di
sana? Mengapa Pemerintah RI tidak terpacu membenahi layanan kesehatan di negeri
sendiri sehingga para menteri yang sakit bisa merasa nyaman dirawat di dalam
negeri? Tenaga kerja Indonesia berbondong-bondong sebagai PRT di Singapura.
Mengapa pejabat tinggi negara tidak bertekad memperbaiki kondisi kerja di Tanah
Air sendiri? Apakah konser tandingan dinilai lebih penting daripada semua hal
itu. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









