Sosial, Budaya, dan Demografi
( 10118 )KKP Tangkap Kapal Ikan Ilegal asal Filipina
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menangkap kapal
pengangkut ikan asal Filipina di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik
Indonesia atau WPPNRI 716 Laut Sulawesi. Kapal FB.CA. F-01 atau KM EPM
ditangkap aparat pengawasan KKP pada 18 Maret 2024 pukul 11.14 Wita. Plt Dirjen
Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP Pung Nugroho Saksono saat
dihubungi, Kamis (21/3) mengemukakan, berdasarkan pengakuan dari nakhoda kapal,
kapal itu telah mengangkut ikan di perairan Indonesia ke General Santos (Gensan)
Filipina sejak 2022 sampai Maret 2024 tanpa dokumen sama sekali alias ilegal. Kapal
pengangkut ikan ilegal tersebut memiliki kemiripan dengan kapal nelayan kecil
setempat dengan ukuran kapal 7-10 gros ton sehingga kerap sulit dibedakan
dengan kapal perikanan lokal.
Kapal itu juga ditengarai kerap mengelabui aparat pengawasan
dengan beroperasi pada malam hari. Pung menambahkan, pihaknya sedang menelusuri
keterlibatan kapal pengangkut asing ilegal tersebut dengan kapal-kapal nelayan
lokal. Sebab, kapal angkut ilegal tersebut diduga bisa masuk ke perairan
Indonesia hingga pelabuhan. ”Pola kapal perikanan ilegal tersebut akan menjadi
perhatian dalam operasi pengawasan kapal-kapal serupa berikutnya, termasuk
antisipasi modus-modus pencurian baru. Biasanya, jika pola lama pelanggaran
sudah ketahuan (aparat), modus baru akan berkembang,” ujar Pung. (Yoga)
Menyusun Rencana hingga ”Hilal” THR Tiba
Tunjangan hari raya (THR) selalu ditunggu-tunggu menjelang Idul
Fitri. Pendapatan non-upah ini menjadi andalan untuk memenuhi kebutuhan selama
perayaan. Istilah ”hilal THR belum terlihat” kerap menjadi candaan menjelang
hari raya bagi mereka yang menantikan THR. Vina Aprilia (26), seorang karyawan
swasta di Tangerang, Banten, menggunakan THR untuk membiayai berbagai kebutuhan
selama merayakan Idul Fitri bersama keluarga di Rangkasbitung, Banten. Agar
tidak ”kebablasan” membelanjakan uangnya, Vina dari awal sudah menakar kebutuhannya.
Misalnya, untuk makanan dan kue Lebaran
dialokasikan 35 % dari THR, sedang untuk ”salam tempel” dialokasikan dana
sekitar 30 %. ”Sisanya ditabung,” ujarnya.
Menurut dia, keberadaan THR penting mengingat jika hanya
mengandalkan gaji tentu akan memengaruhi pendapatan di masa mendatang. ”Jangan sampai
karena habis buat Lebaran, kehidupan kita selanjutnya jadi semakin berat,”
ucapnya. Beruntung perusahaan tempat ia bekerja tak pernah lalai memberikan
THR. ”Biasanya dua minggu sebelum Idul Fitri, THR sudah cair,” ujar Vina yang
sudah bekerja selama lima tahun. Devie (23), seorang ibu rumah tangga di Bogor,
Jabar, juga harus pintar-pintar mengatur THR yang diberikan suami. ”Dulu ketika
masih bekerja, saya hanya fokus untuk keluarga saya saja, tetapi sekarang juga
harus fokus pada keluarga suami,” katanya. Oleh sebab itu, THR harus diatur
sedemikian rupa agar tidak ”jebol” setelah hari raya. Menurut rencana, THR akan
digunakan untuk membeli kebutuhan, seperti pakaian dan makanan, serta
memberikan salam tempel kepada keponakan. (Yoga)
Beras dari Vietnam Tiba, Bulog Pastikan Stok Beras Lebaran Aman
Sebanyak 27.000 ton beras impor yang berasal dari Vietnam
tiba di Terminal Nonpetikemas, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (21/3).
Sebagian kebutuhan beras domestik saat ini masih ditopang oleh impor dari
negara lain lantaran produksi dalam negeri terbatas. Di sisi lain, Bulog
memastikan stok beras hingga memasuki hari raya Idul Fitri 2024 memadai.
”Pembongkaran yang dilakukan di Pelabuhan Tanjung Priok saat ini adalah kapal
MP Fortune dari Vietnam dengan muatan 27.000 ton. Dalam waktu dekat, akan ada
kapal Vinaship Diamond dari Vietnam dengan muatan 22.000 ton,” ujar Direktur
Supply Chain dan Pelayanan Publik Perum Bulog Mokhamad Suyamto saat dikonfirmasi,
Kamis.
Suyamto menyebutkan, pada Maret 2024, total beras impor yang
akan masuk Indonesia sebanyak 450.000 ton. Beras itu berasal dari Vietnam,
Thailand, Pakistan, Myanmar, dan Kamboja. Pada tahun ini, pemerintah menetapkan
kuota impor beras sebanyak 3,6 juta ton. Dari jumlah itu, Bulog telah melakukan
kontrak pembelian beras sebanyak 800.000 ton melalui skema bisnis (B to B).
Selain itu, ada juga kontrak 100.000 ton beras melalui skema antar pemerintah
(G to G) dengan Thailand dan Kamboja. ”Meskipun mendapatkan penugasan impor
beras, kami akan mengutamakan menyerap gabah dan beras dari dalam negeri,
terutama saat panen raya nanti,” ujar Suyamto. (Yoga)
UE Harapkan Sinergi yang Lebih Baik dengan RI
Uni Eropa (UE) merespons pengumuman resmi KPU yang
menyebutkan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka sebagai presiden dan
wakil presiden terpilih dalam Pemilu 2024. Uni Eropa menilai pemerintahan yang baru
perlu meningkatkan hubungan perekonomian agar makin menguntungkan Indonesia
dengan UE. Hal itu terungkap dalam sidang parlemen Komite Urusan Luar Negeri
atau Committee on Foreign Affairs/AFET, Kamis (21/3) di Kantor Pusat UE di
Brussels, Belgia. Ketua AFET Parlemen Eropa David McAllister mengatakan, Indonesia
adalah salah satu mitra strategis UE. Ini tak lain karena Indonesia punya
posisi strategis dalam kerja sama EU-Indo Pacific Strategy dan EU-ASE-AN.
EU-Indo Pacific merupakan kerja sama multilateral Uni Eropa
dengan negara-negara lepas Samudra Hindia. Adapun EU-ASEAN adalah kerja sama
Uni Eropa dengan negara-negara kawasan Asia Tenggara. Menurut McAllister,
inilah momentum yang tepat untuk memperkuat hubungan dengan Indonesia, baik
dalam konteks geostrategi maupun perdagangan. ”Kami menyambut baik dan berharap
bisa bekerja sama dengan pemerintahan baru yang terpilih sehingga bisa memastikan
kebijakan yang saling menguntungkan bersama,” ujarnya.
Head of Division South East Asia (SEA) The European External
Action Service (EEAS) EU Leila-Fernandez Stembridge mengatakan, Indonesia dan UE
punya kesamaan visi untuk berkomitmen mengurangi emisi karbon. Untuk itu UE
berpartisipasi dalam pendanaan program Just Energy Transition Partnership (JETP)
di Indonesia. Menurut dia, kerja sama ekonomi Indonesia dengan UE masih
memiliki ruang pengembangan yang sangat luas. Indonesia hanya menduduki
peringkat kelima mitra perdagangan UE di Asia Tenggara, juga peringkat kelima negara
tujuan investasi UE di AsiaTenggara. Posisi ini dinilai masih terlalu kecil dan
masih bisa ditingkatkan mengingat Indonesia adalah negara dengan jumlah
penduduk terbesar di Asia Tenggara. (Yoga)
Makan Siang dengan Pangan Lokal
Rencana program makan siang gratis di sekolah sebaiknya tidak
menambah parah penyeragaman pola konsumsi nasional ke beras dengan menggusur
ragam sumber pangan lokal. Makan siang bersama bisa dilakukan dengan menu
pangan lokal, yang selain sehat juga murah, seperti dicontohkan SD di Flores
Timur, NTT. Pada Senin (4/3) siang, anak-anak di SD Inpres Lewoneda di Desa
Mudakeputu, Flores Timur, tengah menikmati makan siang bersama dengan beragam
pangan lokal. Fransiskus Barru, siswa kelas IV, lahap menyantap nasi jagung
dengan lauk ikan tongkol dan sayur rumpu rampe. ”Enak dan suka karena lapar
juga. Tadi pagi tidak sarapan. Bangun kesiangan,” kata Fransiskus.
Kegiatan makan siang bersama ini diinisiasi Perkumpulan
Finbargo-Bekal Pemimpin, Berguna Larantuka, dan Amartha. Bekerja sama dengan pihak
sekolah dan desa, mereka berupaya mengenalkan kembali keberagaman pangan lokal
kepada anak-anak di Flores Timur. ”Saat ini, anak-anak di Flores Timur sudah
banyak yang meninggalkan pangan lokal. Melalui kegiatan ini, kami mengajak
anak-anak untuk kembali mengenali dan merasakan kembali pangan lokal. Pangan
sehat itu bisa diupayakan sendiri oleh lingkungan sekitar kita,” tutur Rofinus
Monteiro, pendiri Berguna Larantuka.
”Hari ini kami sajikan makan lokal yang dulu menjadi makanan
kami saat kecil. Ini makanan-makanan tradisional, yang sekarang makin jarang
dikonsumsi,” kata Nirmala Piran (55), orangtua murid yang juga Bendahara PKK Desa
Mudakeputu. Hampir semua bahan pangan yang disajikan siang itu berasal dari
lingkungan sekitar. ”Sayur kami tidak beli, tinggal ambil dari kebun dan pekarangan.
Hanya ikan dan jagung yang beli. Singkong dan pisang tinggal panen,” ujarnya. Menurut
Nirmala, menu lengkap itu bisa disajikan dengan Rp 10.000 hingga Rp 15.000 per
piring. ”Kalau pakai beras, ya, tidak cukup, mahal sekarang. Tapi, kalau mau
makan pangan lokal, masih terjangkau,” lanjutnya. (Yoga)
Melihat Skouw, Masa Depan Kota Jayapura
Hubungan kekerabatan turun-temurun di perbatasan Indonesia - Papua
Niugini di Skouw menciptakan berbagai dampak positif. Kawasan ini bahkan
digadang jadi masa depan pembangunan Kota Jayapura. Pos Lintas Batas Negara (PLBN)
Skouw, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Papua. PLBN yang jadi penanda batas
antara Indonesia dan Papua Niugini ini berjarak sekitar 60 km dari Kota
Jayapura. Pasar ini jadi pusat belanja bagi warga Papua Niugini yang tinggal di
kampung sekitar perbatasan yang masuk wilayah administratif kota Vanimo, Provinsi
Sandaun. Kampung terdekat, yakni Wutung, berjarak 1 km dari pos perbatasan. Pagi
itu, para mama Papua, sudah mulai beraktivitas di emperan pasar. Mereka datang dari
kampung sekitar PLBN, seperti Mosso, Skouw Sae, Skouw Yambe, dan Skouw Mabo, membawa
dagangan sayur, pisang, umbi-umbian, pinang, sirih, dan beberapa buah lokal.
Pos perbatasan kedua negara buka pukul 08.00-16.00 WIT. ”Mereka biasanya
beli sayur atau pinang,” ujar Mama Manu. Saat bertransaksi, mereka memakai mata
uang Papua Niugini, yakni kina. Satu kina setara Rp 4.000. Mama Elama cekatan
melayani sejumlah pembeli. Sesekali terjadi saling tawar dalam Bahasa Pidgin
atau broken English, salah satu Bahasa resmi warga Papua Niugini. Mama Elama
berharap pasar ada lebih dari sekali sepekan. Dengan begitu, transaksi dan
silaturahmi bisa semakin intens dengan kerabat dari negeri seberang. Sebagai
pusat belanja terdekat, banyak warga Papua Niugini yang berbelanja untuk dijual
kembali. ”Mereka belanja dalam jumlah
banyak. Bahkan, sekali belanja bisa Rp 1 juta-Rp 2 juta,” ucap Rahmad, pedagang
yang berasal dari Buton, Sultra. Jimmy (47), warga Papua Niugini, bersama istri
dan dua anaknya belanja banyak perabotan rumah. ”Di sini banyak barang dan
lengkap, kami juga bisa terus merawat hubungan,” katanya dalam bahasa Pidgin.
Plt Kepala PLBN Skouw Brendina Mathilda Pusung mengatakan, setelah
status pandemi Covid-19 berakhir, kawasan perbatasan menggeliat. Aktivitas pasar
kembali ramai, wisatawan kembali datang ke kawasan pos dan pasar perbatasan. Seperti
harapan pemerintah, kata Brendina, pos perbatasan yang diresmikan pada 2017 ini
bukan hanya jadi simbol pembatas, melainkan juga penggerak ekonomi kedua negara.
Dalam sehari, ada 1.000-2.000 warga Papua Niugini yang melintas menuju Papua. Pemerintah
Kota Jayapura melihat daerah PLBN Skouw yang masuk dalam Distrik Muara Tami
sebagai kawasan masa depan. Saat ini, arah pembangunan kota, seperti kantor instansi,
kawasan permukiman, dan sentra pertanian, berpusat di Distrik Muara Tami. Hal
ini diharapkan turut menggenjot pembangunan di wilayah perbatasan. (Yoga)
Optimisme Meningkatkan Kinerja Investasi
Pemerintah optimistis investor tetap berminat untuk
menanamkan modal di Indonesia pasca pemilu 2024. Pada tahun ini pemerintah
menargetkan realisasi investasi sebesar Rp 1.650 triliun untuk mendukung
pertumbuhan ekonomi mencapai 5,2 %. Menko Bidang Perekonomian Airlangga
Hartarto mengatakan, pemerintah terus menggenjot kinerja investasi. Apalagi
investasi memiliki peran vital terhadap laju perekonomian nasional.
“Investasi kan jangka menengah panjang, saya rasa dengan
situasi di Indonesia, investasi tetap terus berjalan,” kata Airlangga di
kantornya, Kamis (21/3). Airlangga mengatakan, dari hasil pembicaraan dengan
investor, dia melihat investor tetap memiliki minat tinggi untuk menjalankan
investasi di Indonesia, bahkan gairah investor menjalani kegiatan usaha tidak
terganggu dengan kontestasi pemilu. (Yetede)
Awal Tahun Simpanan Jumbo Kembali Naik
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat anggaran simpanan jumbo di perkirakan mencapai Rp 4.521 triliun, tumbuh 6,3 % secara year on year (yoy). Angka ini lebih tinggi dibandingkan posisi Desember 2023 yang tumbuh 3,5 % (yoy). “DPK (dana pihak ketiga) sekarang membaik dari tahun lalu, walau ngga signifikan tapi ada perbaikan bottoming out,” ucap Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya, Yudhi Sadewa di Jakarta, Kamis (21/3). Menurut dia, kuartal I tahun ini DPK akan kembali ke level normal 6-7 %. Sedang pada semester II, likuiditas perbankan kembali longgar dengan pertumbuhan DPK lebih tinggi. (Yetede)
Kementerian Investasi Sudah Terbitkan 8,1 Juta NIB
Kementerian Investasi/BKPM mencatat rekor baru penerbitan
Nomor Induk Berusaha (NIB) yang tembus di angka 8 juta NIB. Hingga tanggal 20
Maret 2024, total NIB terbit mencapai 8.131.284. NIB yang terbit didominasi
oleh usaha mikro sejumlah 7.809.869 NIB, diikuti usaha kecil sejumlah 202.249
NUB, usaha besar 52.247 NIB dan usaha menengah 24.897 NIB.
Staf Khusus dan Jubir kementerian Investasi/BKPM Tina Talisa
mengatakan, pertumbuhan NIB dapat berkontribusi dalam mendorong kemajuan
ekonomi nasional. Dengan memiliki NIB, pelaku usaha tersebut dapat
bertransformasi dari sektor informal ke sektor formal. (Yetede)
Jasa Marga Proyeksi 1,86 Juta Kendaraan Keluar Jabodetabek
PT Jasa Marga (Persero) Tbk memprediksi jumlah kendaraan yang
keluar wilayah Jabodetabek pada periode arus mudik H-7 hingga H-2 Hari Raya
Idul Fitri 1445 H (periode 3 April-11 April 2024) mencapai 1,86 juta kendaraan
atau naik 54,13 % dari kondisi normal dan mengalami kenaikan 5,94 % dari
periode lebaran 2023.
Corporate Communication & Community Development Group
Head Jasa MArga Lisye Octaviana menjelaskan, prediksi puncak arus mudik jatuh
pada H-4 Hari Raya Idul Fitri 1445 H atau pada hari Sabtu, 6 April 2024 dengan
lalu lintas mencapai 259.000 kendaraan di empat gerbang tol (GT) utama, naik
66,8 % terhadap normal. (Yetede)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









