Melihat Skouw, Masa Depan Kota Jayapura
Hubungan kekerabatan turun-temurun di perbatasan Indonesia - Papua
Niugini di Skouw menciptakan berbagai dampak positif. Kawasan ini bahkan
digadang jadi masa depan pembangunan Kota Jayapura. Pos Lintas Batas Negara (PLBN)
Skouw, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Papua. PLBN yang jadi penanda batas
antara Indonesia dan Papua Niugini ini berjarak sekitar 60 km dari Kota
Jayapura. Pasar ini jadi pusat belanja bagi warga Papua Niugini yang tinggal di
kampung sekitar perbatasan yang masuk wilayah administratif kota Vanimo, Provinsi
Sandaun. Kampung terdekat, yakni Wutung, berjarak 1 km dari pos perbatasan. Pagi
itu, para mama Papua, sudah mulai beraktivitas di emperan pasar. Mereka datang dari
kampung sekitar PLBN, seperti Mosso, Skouw Sae, Skouw Yambe, dan Skouw Mabo, membawa
dagangan sayur, pisang, umbi-umbian, pinang, sirih, dan beberapa buah lokal.
Pos perbatasan kedua negara buka pukul 08.00-16.00 WIT. ”Mereka biasanya
beli sayur atau pinang,” ujar Mama Manu. Saat bertransaksi, mereka memakai mata
uang Papua Niugini, yakni kina. Satu kina setara Rp 4.000. Mama Elama cekatan
melayani sejumlah pembeli. Sesekali terjadi saling tawar dalam Bahasa Pidgin
atau broken English, salah satu Bahasa resmi warga Papua Niugini. Mama Elama
berharap pasar ada lebih dari sekali sepekan. Dengan begitu, transaksi dan
silaturahmi bisa semakin intens dengan kerabat dari negeri seberang. Sebagai
pusat belanja terdekat, banyak warga Papua Niugini yang berbelanja untuk dijual
kembali. ”Mereka belanja dalam jumlah
banyak. Bahkan, sekali belanja bisa Rp 1 juta-Rp 2 juta,” ucap Rahmad, pedagang
yang berasal dari Buton, Sultra. Jimmy (47), warga Papua Niugini, bersama istri
dan dua anaknya belanja banyak perabotan rumah. ”Di sini banyak barang dan
lengkap, kami juga bisa terus merawat hubungan,” katanya dalam bahasa Pidgin.
Plt Kepala PLBN Skouw Brendina Mathilda Pusung mengatakan, setelah
status pandemi Covid-19 berakhir, kawasan perbatasan menggeliat. Aktivitas pasar
kembali ramai, wisatawan kembali datang ke kawasan pos dan pasar perbatasan. Seperti
harapan pemerintah, kata Brendina, pos perbatasan yang diresmikan pada 2017 ini
bukan hanya jadi simbol pembatas, melainkan juga penggerak ekonomi kedua negara.
Dalam sehari, ada 1.000-2.000 warga Papua Niugini yang melintas menuju Papua. Pemerintah
Kota Jayapura melihat daerah PLBN Skouw yang masuk dalam Distrik Muara Tami
sebagai kawasan masa depan. Saat ini, arah pembangunan kota, seperti kantor instansi,
kawasan permukiman, dan sentra pertanian, berpusat di Distrik Muara Tami. Hal
ini diharapkan turut menggenjot pembangunan di wilayah perbatasan. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023