;

Melihat Skouw, Masa Depan Kota Jayapura

22 Mar 2024 Kompas (H)
Melihat Skouw, Masa
Depan Kota Jayapura

Hubungan kekerabatan turun-temurun di perbatasan Indonesia - Papua Niugini di Skouw menciptakan berbagai dampak positif. Kawasan ini bahkan digadang jadi masa depan pembangunan Kota Jayapura. Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Papua. PLBN yang jadi penanda batas antara Indonesia dan Papua Niugini ini berjarak sekitar 60 km dari Kota Jayapura. Pasar ini jadi pusat belanja bagi warga Papua Niugini yang tinggal di kampung sekitar perbatasan yang masuk wilayah administratif kota Vanimo, Provinsi Sandaun. Kampung terdekat, yakni Wutung, berjarak 1 km dari pos perbatasan. Pagi itu, para mama Papua, sudah mulai beraktivitas di emperan pasar. Mereka datang dari kampung sekitar PLBN, seperti Mosso, Skouw Sae, Skouw Yambe, dan Skouw Mabo, membawa dagangan sayur, pisang, umbi-umbian, pinang, sirih, dan beberapa buah lokal.

Pos perbatasan kedua negara buka pukul 08.00-16.00 WIT. ”Mereka biasanya beli sayur atau pinang,” ujar Mama Manu. Saat bertransaksi, mereka memakai mata uang Papua Niugini, yakni kina. Satu kina setara Rp 4.000. Mama Elama cekatan melayani sejumlah pembeli. Sesekali terjadi saling tawar dalam Bahasa Pidgin atau broken English, salah satu Bahasa resmi warga Papua Niugini. Mama Elama berharap pasar ada lebih dari sekali sepekan. Dengan begitu, transaksi dan silaturahmi bisa semakin intens dengan kerabat dari negeri seberang. Sebagai pusat belanja terdekat, banyak warga Papua Niugini yang berbelanja untuk dijual kembali. ”Mereka belanja  dalam jumlah banyak. Bahkan, sekali belanja bisa Rp 1 juta-Rp 2 juta,” ucap Rahmad, pedagang yang berasal dari Buton, Sultra. Jimmy (47), warga Papua Niugini, bersama istri dan dua anaknya belanja banyak perabotan rumah. ”Di sini banyak barang dan lengkap, kami juga bisa terus merawat hubungan,” katanya dalam bahasa Pidgin.

Plt Kepala PLBN Skouw Brendina Mathilda Pusung mengatakan, setelah status pandemi Covid-19 berakhir, kawasan perbatasan menggeliat. Aktivitas pasar kembali ramai, wisatawan kembali datang ke kawasan pos dan pasar perbatasan. Seperti harapan pemerintah, kata Brendina, pos perbatasan yang diresmikan pada 2017 ini bukan hanya jadi simbol pembatas, melainkan juga penggerak ekonomi kedua negara. Dalam sehari, ada 1.000-2.000 warga Papua Niugini yang melintas menuju Papua. Pemerintah Kota Jayapura melihat daerah PLBN Skouw yang masuk dalam Distrik Muara Tami sebagai kawasan masa depan. Saat ini, arah pembangunan kota, seperti kantor instansi, kawasan permukiman, dan sentra pertanian, berpusat di Distrik Muara Tami. Hal ini diharapkan turut menggenjot pembangunan di wilayah perbatasan. (Yoga) 

Download Aplikasi Labirin :