KONFLIK SATWA, Lima Petani Suoh Jadi Tersangka Pembakaran
Polisi menetapkan lima petani asal Kecamatan Suoh, Lampung
Barat, yakni AF, S, T, B, dan M, sebagai tersangka pembakaran Kantor Balai
Perlindungan dan Pelestarian Alam Resort Suoh Taman Nasional Bukit Barisan Selatan,
Lampung. Hingga Sabtu (23/3) petugas gabungan masih mencari harimau sumatera
yang menerkam tiga warga di Lampung Barat. Kabid Humas Polda Lampung Kombes Umi
Fadillah Astutik mengatakan, mereka ditetapkan sebagai tersangka pembakaran
kantor itu setelah polisi menggelar serangkaian penyelidikan. Kelima petani
tersebut kini ditahan di rumah tahanan Polres Lampung Barat. Kepada polisi,
para tersangka mengaku membakar secara spontan setelah mendengar adanya warga
yang diserang harimau sumatera.
Mereka emosi karena petugas belum bisa menangkap harimau yang
menerkam warga. Padahal, sudah dua warga tewas dan satu orang lainnya terluka
karena serangan harimau. Hal itu yang membuat para pelaku nekat merusak dan
membakar kantor milik pemerintah tersebut. Pembakaran kantor Resort Suoh Taman
Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) di Kecamatan Bandar Negeri Suoh itu
terjadi pada Senin (11/3) sore. Peristiwa bermula ketika seorang warga Pekon
(Desa) Sukamarga, Kecamatan Suoh, bernama Samanan (41) diserang harimau saat
beraktivitas di kebun yang masuk dalam kawasan hutan TNBBS. Samanan adalah
korban ketiga yang diserang harimau. Sebelumnya, dua warga Lampung Barat tewas
diterkam harimau selama Februari 2024. Akibat serangan itu, Samanan luka di
bagian kepala dan dibawa ke puskesmas.
Massa yang marah kemudian bergerak menuju kantor Resort Suoh
TNBBS dan membakar kantor milik pemerintah tersebut. Masih dicariKepala Balai
Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu Hifzon Zawahiri menyatakan,
petugas gabungan masih berupaya mencari harimau yang telah menerkam warga di
Lampung Barat. Pencarian tersebut dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari
memasang kandang jebak dan kamera trap hingga menggunakan drone sejak 8 Februari
2024 saat pertama kali ada korban tewas. BKSDA Bengkulu mengerahkan dua tim
yang bekerja bergantian. Saat ini, tim kedua yang terdiri dari petugas BKSDA,
TNBBS, bersama aparat TNI dan Polri berupaya menangkap harimau sumatera
tersebut. (Yoga)
Postingan Terkait
Produksi Tembakau Sintetis dari Kamar Kos
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023