Sosial, Budaya, dan Demografi
( 10113 )Rumah Kecil Makin Menjadi Pilihan
Harga rumah berukuran kecil mengalami pertumbuhan yang
signifikan selama triwulan I-2024. Data Flash Report Maret 2024 yang dirilis
Rumah123 mengidentifikasi pergerakan harga hunian tumbuh signifikan untuk rentang ukuran
di bawah 60 meter persegi hingga 90 meter persegi. Head of Research Rumah123
Marisa Jaya mengatakan, pertumbuhan harga median tertinggi untuk rumah dengan
luas di bawah 60 meter persegi terdapat di Bandung, tumbuh 34,1 % dengan median
harga Rp 590 juta per unit. Sementara rumah dengan rentang luas 60-90 meter
persegi mengalami pertumbuhan harga tertinggi di Denpasar, yakni 38,2 %, dengan
median harga mencapai Rp 1,3 miliar per unit.
Pertumbuhan signifikan harga rumah berukuran di bawah 60
meter persegi juga terjadi di Jakarta Barat, yakni naik 25 % dengan harga
rata-rata Rp 1,25 miliar per unit, Medan naik 17,5 % dengan median harga Rp 470
juta per unit, Bekasi tumbuh 15 % dengan median harga Rp 575 juta per unit, dan
Tangerang naik 12,9 % dengan median harga Rp 789 juta per unit. Selain itu,
harga rumah ukuran di bawah 60 meter persegi juga meningkat di Bogor sebesar
11,1 % dengan rata-rata harga Rp 500 juta per unit, Surakarta tumbuh 9,3 % dengan
median harga Rp 470 juta per unit, dan Jaksel naik 7,3 % dengan median harga Rp
750 juta per unit.
Marisa menambahkan, kenaikan signifikan harga rumah berukuran
kecil dengan luasan di bawah 60 meter persegi dan rentang 60-90 meter persegi
dikarenakan permintaan yang tinggi, terutama di perkotaan yang strategis karena
didukung fasilitas dan layanan umum yang memudahkan akses ke tempat kerja,
pusat perbelanjaan, sekolah, hingga transportasi. ”Bagi sebagian konsumen,
harga tetap menjadi salah satu faktor penting dalam memilih rumah. Meskipun
mereka mencari rumah yang sesuai dengan anggaran, mereka juga mengharapkan
rumah kecil dengan nilai tambah dan kualitas yang baik,” kata Marisa dalam
keterangan tertulis, Jumat (29/3). (Yoga)
Mencari Skema Terbaik Pinjaman Pendidikan
Isu mengenai pinjaman pelajar (student loan) yang ditujukan
untuk mahasiswa perguruan tinggi terus bergulir. Terdapat dua pokok bahasan
yang menyelimuti isu tersebut, yakni skema pinjaman yang mencakup tenor, suku
bunga, dan sumber pendanaan serta risiko gagal bayar sebagaimana dialami beberapa
negara. Pemerintah masih terus membahas skenario pendanaan bagi para mahasiswa,
termasuk aspek perlindungan terhadap mahasiswa, melalui regulasi. Salah satu
skema yang diusulkan ialah pinjaman lunak atau pinjaman yang berasal dari
negara atau lembaga multilateral yang menyasar para mahasiswa dari kalangan
menengah bawah mengingat kalangan ini kerap mengalami kendala keuangan dan
tunggakan uang kuliah, tetapi tidak memenuhi syarat mendapatkan beasiswa.
Tidak tertutup kemungkinan bunga pinjaman lunak tersebut
seperti kredit mikro sebesar 3 % per tahun atau bahkan tanpa bunga. Pemerintah
sedang mengkaji pendanaan yang berasal dari lembaga nonpemerintah, seperti
filantropi dan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), dalam mendukung pinjaman
lunak tanpa bunga. Untuk menghindari gagal bayar, pemerintah juga tengah
mempertimbangkan integrasi data nomor induk kependudukan (NIK) penerima pinjaman
guna kebutuhan pelacakan. ”Sedang dibahas bagaimana pinjaman bersifat pinjaman
lunak, pengembalian ketika mahasiswa lulus dan bekerja. Bisa saja pengembalian
setelah lulus tahun kedua,” kata Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas
Pendidikan dan Moderasi Beragama, Kemenko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan,
Warsito (Kompas.id, 18/3/2024). (Yoga)
Ketidakpastian The Fed dan Aksi Jual SBN Picu Pelemahan Rupiah
Sepanjang triwulan pertama 2024, rupiah terus mengalami tekanan
hingga terdepresiasi 2,6 %. Pelemahan diprediksi berlanjut pada awal April. Berdasarkan
data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), nilai tukar rupiah terhadap USD
pada penutupan perdagangan Kamis (28/3) sebesar Rp 15.873,00 per USD, melemah
ketimbang penutupan sehari sebelumnya di Rp 15.853 per USD. Sepanjang tiga
bulan pertama 2024, penurunan nilai atau depresiasi rupiah telah mencapai 2,6 %
dari Rp 15.473 pada awal tahun. Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim
Assuaibi dalam laporan analisisnya memperkirakan, rupiah masih akan
berfluktuasi di ruang pelemahan pada pekan depan atau awal April 2024.
”Untuk perdagangan Senin (1/4) depan, mata uang rupiah
fluktuatif, tetapi ditutup melemah di rentang Rp 15.840-Rp 15.910,” katanya dalam
laporan yang dikutip Jumat (29/3). Tren pelemahan rupiah dipicu ketidak pastian
turunnya suku bunga bank sentral AS, The Fed, akibat inflasi yang belum sesuai
target. Pasar masih menanti sejumlah data ekonomi AS. Gubernur Bank Sentral AS
Jerome Powell dan anggota Federal Open Market Committee (FOMC), Mary Daly, juga
akan menyampaikan pidato terkait arah kebijakan The Fed. Ekonom senior Mirae
Asset Sekuritas, Rully Wisnubroto, dalam pemaparannya dengan media, Rabu
(27/3), menjelaskan bahwa meski ada konsensus penurunan suku bunga AS pada
bulan Juli, frekuensi penurunan diperkirakan tak sesuai harapan, menjadi hanya
tiga kali dari perkiraan awal 6-7 kali tahun ini.
Situasi ini akan membuat BI sulit menurunkan suku bunga dalam
waktu dekat. Kejatuhan rupiah juga dipicu aksi jual surat berharga negara (SBN)
yang cukup masif oleh investor asing. Berdasarkan data settlement dari awal
tahun hingga 27 Maret 2024, investor asing melakukan jual neto sebesar Rp 33,31
triliun di pasar SBN. Kondisi ini membuat imbal hasil (yield) SBN 10 tahun naik
menjadi 6,73 %. Adapun premi Credit Default Swap (CDS) Indonesia 5 tahun per 27
Maret 2024 sebesar 71,39 bps, naik ketimbang 22 Maret 2024 sebesar 70,90 bps. (Yoga)
Berkah Gunakan Produk dan Layanan Keuangan Syariah
Bulan Ramadhan menjadi kesempatan merefleksikan produk dan
layanan keuangan yang kita gunakan. Selain produk dan layanan keuangan
konvensional, industri jasa keuangan sudah banyak mengeluarkan produk dan
layanan keuangan syariah. Produk dan layanan keuangan ini menerapkan prinsip-prinsip
syariah, termasuk mengatur pelaku usaha jasa keuangan untuk menempatkan investasinya
di sektor yang halal. Produk dan layanan keuangan syariah sangat beragam,
misalnya produk dan layanan perbankan syariah, sukuk, reksa dana syariah, dan
saham syariah.
Masyarakat dapat memanfaatkan produk dan layanan keuangan
syariah untuk memenuhi kebutuhan berinvestasi dan ibadah serta mendapatkan permodalan
untuk mengembangkan usaha. Produk dan layanan jasa keuangan syariah yang dapat digunakan
masyarakat: 1. Menabung dana haji dengan Tabungan Haji Syariah. Dengan Tabungan Haji Syariah, nasabah yang juga calon jemaah haji akan mampu
mengumpulkan dana untuk beribadah secara disiplin dan terukur. 2. Membayar
sedekah dan zakat. Dengan menggunakan layanan keuangan digital, pembayaran
sedekah dan zakat dilakukan dengan lebih mudah melalui m-banking, ATM, atau QRIS.
3. Memanfaatkan pendanaan syariah untuk usaha/bisnis. 4.
Investasi di instrument keuangan syariah. Instrumen investasi di pasar modal berbasis
syariah adalah sukuk, saham syariah, dan reksa dana syariah. Sukuk adalah efek
berbentuk sekuritisasi aset yang memenuhi prinsip syariah di pasar modal. Pada
umumnya, bentuknya berupa surat berharga atau obligasi yang dikeluarkan
pemerintah atau korporat. Saham syariah merupakan efek berupa saham yang
ditawarkan di pasar modal dan sesuai dengan prinsip syariah. Pengecekan dapat
dilakukan pada Daftar Efek Syariah yang telah dirilis oleh OJK. Reksa dana
syariah merupakan wadah investasi kolektif yang dikelola manajer investasi
menurut prinsip syariah. (Yoga)
Ahmad Kamel, Belajar Al Quran dengan Teknologi AI
Ahmad Kamel (24) tersentak saat membaca data yang menyebutkan
banyak Muslim di Indonesia terkendala membaca Al Quran. Menggunakan teknologi
kecerdasan buatan, ia mencoba membantu warga mandiri belajar membaca Al Quran
lewat aplikasi Qara’a. Ahmad Kamel menunjukkan bagaimana mengoperasikan
aplikasi Qara’a di sebuah kedai kopi di Kecamatan
Pontianak Timur, Kalbar, Kamis (21/3). Qara’a artinya kegiatan membaca
sekaligus memahaminya. Pada salah satu fitur aplikasi Qara’a, muncul huruf alif
beserta cara melafalkannya. Setelah itu, fitur meminta pengguna mengucapkannya.
Kamel lantas mendekatkan telepon pintar ke mulutnya dan melafalkan huruf alif
untuk mengetahui apakah pelafalannya sudah benar. ”Kalau bacaan kita benar,
akan muncul bintang lima,” ujarnya. Setelah itu, Kamel menuliskan huruf alif dengan
jari di layar ponselnya. Aplikasi tersebut memberi tahu apakah huruf yang ditulis
sudah benar atau tidak. Tahapan-tahapan itu bisa diulang berkali-kali.
”Aplikasi Qara’a diharapkan berkontribusi mengatasi buta
aksara Al Quran. Ke depan, kami ingin bekerja sama dengan sekolah dan kampus
terkait pembelajaran Al Quran,” kata Kamel. ”Pertengahan 2020, saya menemukan data
mengejutkan. Institut Ilmu Al Quran menyebutkan, 65 % umat Muslim di Indonesia
belum bisa membaca Al Quran,” katanya. Berangkat dari fakta itu, ia ingin berkontribusi.
Kamel dan timnya membuat riset sederhana. Kesimpulannya, banyak orang malu
belajar karena usia sudah tua. Selain itu, tidak ada waktu karena kesibukan
bekerja. ”Dari pemetaan itu, kami memilih kecerdasan buatan (artificial
intelligence/AI) untuk menjadi solusinya,” katanya. Lewat AI, Kamel menyebut,
penggunanya tidak perlu bertemu langsung dengan ustaz atau orang lain. Hal in menumbuhkan
rasa percaya diri terlebih dahulu.
Tidak hanya panduan membaca, aplikasi ini juga dilengkapi dengan
video pembelajaran, misalnya pengenalan huruf dalam Al Quran.Tujuannya, orang yang
belum pernah membaca Al Quran sama sekali bisa belajar dari nol. Kini, ada 22
fitur dalam aplikasi Qara’a. Selain belajar membaca Al Quran, misalnya, ada
fitur setor ayat. Orang bisa belajar dengan AI juga bisa dengan ustaz. Pengguna
menyetor ayat yang telah dibaca, ustaz akan memberi masukan di dalam aplikasi
itu. ”Dari 22 fitur, hanya satu yang sengaja dibuat berlangganan, yaitu belajar
Quran. Biayanya Rp 50.000 per bulan yang digunakan untuk membiayai operasional
aplikasi,” katanya. Berkat aplikasi yang dirancangnya, Kamel mendapat berbagai
penghargaan sepanjang tahun 2022. Salah satunya, Peringkat 1 Pemuda Pelopor
Kota Pontianak bidang Inovasi Teknologi. (Yoga)
Generasi Milenial
Generasi milenial yang saat ini berada pada kondisi prime atau
masa terpenting karier dan kehidupannya merupakan penentu bagi masa depan
bangsa ini. Mereka adalah orang yang kreatif dan berada di tampuk kepemimpin sejumlah
bisnis, budaya, ekonomi, dan politik. Meski memimpin berbagai sektor kehidupan,
termasuk politik nasional dan daerah, generasi milenial ini adalah kelompok
yang paling sering tak dipahami atau disalahpahami, terutama oleh generasi yang
lebih tua. Inilah yang sering disebut sebagai ”intergenerational gap” atau
perbedaan pemahaman antargenerasi.
Perbedaan antargenerasi bisa dilihat dari sikap generasi
milenial ini terhadap cryptocurrency dan non-fungible tokens (NFT). Mereka adalah
pelaku utama bisnis ini dengan logika keagamaan yang berbeda dengan fatwa MUI, NU,
dan Muhammadiyah. Meski ketiga lembaga pemegang otoritas keagamaan di Indonesia
itu mengharamkan cryptocurrency, anak-anak muda lebih memilih logika margin
keuntungan dari bisnis ini dan kalaupun ada dosanya, itu bisa dibersihkan dengan
melakukan donasi dari keuntungan yang didapatkan (Garadian dan Arrasyid 2024). Selain
soal bisnis dan politik, generasi milenial ini juga tak menjadikan pernikahan
sebagai prioritas. Hebatnya, terdapat 20 generasi milenial yang terpilih
sebagai kepala daerah pada Pilkada 2020. Sayangnya, 13 dari jumlah tersebut
adalah bagian dari politik dinasti. (Yoga)
Saling-silang Pengembalian Harta Rafael Alun Trisambodo
Hakim Pengadilan Tinggi DKI Jakarta menyatakan tak semua aset
keluarga Rafael Alun Trisambodo merupakan hasil korupsi dan gratifikasi selama
menjadi pejabat Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kemenkeu. Dalam putusan pada 7
Maret 2024, hakim banding menyatakan rumah di Simprug Golf, Jaksel, seharga Rp 5,75
miliar milik Ernie Meike, istri Rafael. Atas putusan hakim banding itu, KPK
menyatakan banding. KPK yakin semua aset Rafael Alun Trisambodo yang telah
disita dan dijadikan barang bukti di pengadilan merupakan hasil korupsi. Karena
itu, semua aset tersebut harus dikembalikan kepada negara melalui asset
recovery.
“Tim jaksa tetap yakin beberapa aset dalam putusan sebelumnya
adalah hasil korupsi yang dilakukan terdakwa,” kata Kepala Bagian Pemberitaan
KPK Ali Fikri pada Kamis lalu, 28 Maret 2024. Ali Fikri merujuk pada
pertimbangan putusan majelis hakim tingkat pertama yang menegaskan bahwa
seluruh aset yang dimiliki Rafael Alun terbukti hasil korupsi. “Namun, dalam
pertimbangan status barang bukti, hakim banding menilai dikembalikan kepada
terdakwa,” kata Ali. “Sehingga terjadi inkonsistensi dalam poin amar putusan.” Rafael
Alun Trisambodo menjadi tersangka dugaan gratifikasi pada 30 Maret 2023. Adapun dugaan korupsi itu terjadi selama 12
tahun terakhir masa kerjanya di Kemenkeu. (Yetede)
Anggaran Subsidi Pupuk Jadi 34 Triliun Tahun Ini
Baru Tiga Bulan, Penyaluran Beras CPP Bulog 1,08 Ton
Perum Bulog per 25 Maret 2024 telah menyalurkan stok cadangan
beras pemerintah (public service obligation/PSO) sebanyaj 1.077.206 ton atau 57,91
% dari target sepanjang tahun 1.860.122 ton. Tingginya harga beras awal tahun
ini menharuskan Bulog mendistribusikan beras CPP (cadangan pangan pemerintah)
hingga dua kali lipat melalui instrument Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan
(SPHP).
Menurut Direktur Transformasi dan Hubungan Kelembagaan Perum
Bulog Sonya Mamoriska, penyaluran PSO untuk SPHP guna meredam kenaikan harga
beras yang sudah 42,63 % dari target yang ditentukan. “Target penyaluran PSO
tahun ini 1,8 juta ton, baru tiga bulan sudah 1 juta ton atau lebih
dari 50 %,” ujar Sonya saat webinar Pusat Kajian Pertanian Pangan dan Advokasi
(Pataka) 80 dengan tema Outlook 2024. Menjaga Stabilitas Harga dan Ketersediaan
Stok Beras Pemerintah, Amankah?, Kamis (28/03). (Yetede)
Bank Muamalat Siapkan Uang Tunai Rp 736 Miliar
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk menyiapkan uang tunai senilai
Rp 736 miliar untuk melayani kebutuhan transaksi selama Ramadhan dan Idufitri
tahun ini. Dirut Bank Muamalat Indra Falatehan mengatakan, uang tersebut
disiapkan untuk penukaran uang baru dan
penarikan tunai di ATM dan kantor cabang. Persiapan ini sekaligus mendukung
program BI untuk memastikan kesiapan uang tunai layak edar selama Ramadhan dan
Idulfitri 1445 Hijriah
Menurut dia, menjelang libur lebaran, kebutuhan transaksi
perbankan masyarakat seperti pengiriman dan penarikan uang meningkat. “Oleh
karena itu sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, pada tahun ini kami kembali
berpartisipasi dengan menyiapkan uang
tunai. Hal ini sekaligus wuhjud kontribusi kami dalam melayani umat,” ujarnya,
Jumat (29/3). (Yetede)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









