Generasi Milenial
Generasi milenial yang saat ini berada pada kondisi prime atau
masa terpenting karier dan kehidupannya merupakan penentu bagi masa depan
bangsa ini. Mereka adalah orang yang kreatif dan berada di tampuk kepemimpin sejumlah
bisnis, budaya, ekonomi, dan politik. Meski memimpin berbagai sektor kehidupan,
termasuk politik nasional dan daerah, generasi milenial ini adalah kelompok
yang paling sering tak dipahami atau disalahpahami, terutama oleh generasi yang
lebih tua. Inilah yang sering disebut sebagai ”intergenerational gap” atau
perbedaan pemahaman antargenerasi.
Perbedaan antargenerasi bisa dilihat dari sikap generasi
milenial ini terhadap cryptocurrency dan non-fungible tokens (NFT). Mereka adalah
pelaku utama bisnis ini dengan logika keagamaan yang berbeda dengan fatwa MUI, NU,
dan Muhammadiyah. Meski ketiga lembaga pemegang otoritas keagamaan di Indonesia
itu mengharamkan cryptocurrency, anak-anak muda lebih memilih logika margin
keuntungan dari bisnis ini dan kalaupun ada dosanya, itu bisa dibersihkan dengan
melakukan donasi dari keuntungan yang didapatkan (Garadian dan Arrasyid 2024). Selain
soal bisnis dan politik, generasi milenial ini juga tak menjadikan pernikahan
sebagai prioritas. Hebatnya, terdapat 20 generasi milenial yang terpilih
sebagai kepala daerah pada Pilkada 2020. Sayangnya, 13 dari jumlah tersebut
adalah bagian dari politik dinasti. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023