Sosial, Budaya, dan Demografi
( 10113 )Menunggu Putusan Monumental dari MK
Calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 1, Anies R
Baswedan-Muhaimin Iskandar, dan capres-cawapres nomor urut 3, Ganjar
Pranowo-Mahfud MD, Rabu (27/3) dalam sidang terpisah, memohon agar Mahkamah
Konstitusi (MK) membatalkan hasil Pemilihan Presiden 2024. Di sidang perdana
sengketa hasil pilpres ini, sebagian pemohon menyampaikan harapannya agar MK
berani membuat keputusan monumental dengan menembus ruang keadilan substantif,
bukan hanya keadilan prosedural. Kalangan ahli hukum pun menilai, sidang
sengketa pilpres ini jadi momentum menguji sikap kenegarawanan hakim konstitusi.
MK diharapkan membuktikan diri sebagai peradilan konstitusional dan penjaga
demokrasi. Hal ini mengingat penanganan sengketa ini telah didahului
pelanggaran etik di MK.
Sidang sengketa hasil pilpres yang dipimpin Ketua MK Suhartoyo
dengan didampingi Wakil Ketua MK Saldi Isra dan enam hakim konstitusi lainnya
di Gedung MK, Jakarta, Rabu, dimulai dengan pembacaan permohonan yang diajukan
oleh capres-cawapres Anies-Muhaimin. Sidang ini turut dihadiri Ketua KPU Hasyim
Asy’ari serta anggota KPU, August Melasz dan Yulianto Sudrajad, didampingi para
kuasa hukum. Hadir pula pihak Bawaslu sebagai pemberi keterangan, yakni Ketua
Bawaslu Rahmat Bagja dan anggota Bawaslu, yakni Totok Hariyono dan Lolly Suhenty.
Selain itu, hadir pula sejumlah pengacara yang mewakili Prabowo-Gibran selaku
pihak terkait dalam perkara ini, di antaranya Yusril Ihza Mahendra, Otto
Hasibuan, dan Hotman Paris Hutapea. (Yoga)
Proyek Strategis Diharapkan Percepat Investasi BSD-PIK
Kawasan Bumi Serpong Damai (BSD) dan Pantai Indah Kapuk (PIK)
di Banten diusulkan sebagai proyek strategis nasional (PSN) sejak tahun
2021-2022, untuk mempercepat investasi, pembangunan, dan pengembangan kedua
kawasan tersebut. Selain sejumlah tujuan itu, pengusulan BSD dan PIK sebagai
PSN baru diyakini bermanfaat bagi daerah, khususnya Kabupaten Tangerang.
Lapangan kerja yang jadi salah satu tantangan daerah urban, misalnya, menjadi
terbuka melalui pembangunan infrastruktur. Pada Senin (18/3) pemerintah
mengumumkan Kawasan Terpadu BSD dan PIK Tropical Coastland sebagai dua dari 14
PSN baru dengan pembiayaan swasta atau tanpa APBN. BSD City akan jadi pusat pendidikan,
riset kesehatan, ekonomi digital, pengembangan teknologi, layanan kesehatan,
dan biomedical, sedangkan PIK 2 sebagai area hijau (green area) dan eco-city.
”Tahapan yang panjang. Persiapan sampai pengajuan dua wilayah
itu sebagai PSN sudah dari tahun 2021-2022. Rekomendasi teknisnya baru keluar tahun
2024. Sekarang sudah masuk daftar PSN baru, bisa dipercepat tahapan dan
prosedur administrasinya dari kementerian/lembaga terkait. Investasi tidak bisa
menunggu lama,” kata Tenaga Ahli Menko Bidang Perekonomian Ahmed Zaki Iskandar
di Jakarta, Selasa (26/3). ”Lapangan kerja merupakan salah satu tantangan bagi
daerah urban, seperti Kabupaten Tangerang. BSD City dan PIK 2 akan buka puluhan
ribu lapangan kerja. Sekarang saja sudah menyerap ratusan ribu tenaga kerja,
belum retribusi dan pajak yang bermanfaat bagi daerah dan negara,” lanjut
mantan Bupati Tangerang dua periode, 2013-2018 dan 2018-2023, ini. Keuntungan
lain yang didapat dari BSD City dan PIK 2 sebagai PSN baru ialah biaya pembangunan
infrastruktur yang sepenuhnya dari swasta atau tak memakai APBN/APBD. (Yoga)
Calon Mahasiswa Diajak Ikut Tanggung Jawab
Sebanyak 156.029 siswa lulusan SMA/ SMK sederajat tahun ini
diterima di seleksi jalur prestasi perguruan tinggi negeri. Mulai tahun ini,
calon mahasiswa yang dinyatakan lulus di jalur seleksi nasional berdasarkan prestasi
atau SNBP harus memanfaatkan penerimaan ini jika tidak ingin terkena sanksi. Sanksinya
tidak bisa kuliah di perguruan tinggi negeri mana pun tahun ini. ”Di tahun
sebelumnya, sanksinya hanya tidak bisa ikut seleksi jalur tes. Mulai tahun 2024,
sanksinya tidak bisa ikut jalur tes ataupun jalur mandiri. Sistemnya sudah
dibuat demikian. Kebijakan ini untuk memberikan kesempatan supaya yang berhak
kuliah di perguruan tinggi negeri (PTN) tidak kosong.
Ini untuk kepentingan masyarakat juga,” kata Ketua Umum Tim
Penanggung Jawab Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) Ganefri di
acara Konferensi Pers Pengumuman Hasil Seleksi Jalur SNBP Tahun 2024, di
Jakarta, Selasa (26/3). Zahra Noer Diyanah, siswa kelas XII SMA Negeri
Salatiga, Jateng, bahagia setelah diterima di kampus impiannya, Undip, Semarang.
Zahra yang berprestasi akademik cemerlang di Jurusan IPS ini mantap
mendaftarkan diri di Program Studi Ekonomi. ”Saya senang bisa lulus jalur prestasi.
Ini pilihan saya, pastinya saya akan kuliah dengan sungguh-sungguh,” kata
Zahra.
Kiki Efi Rezeki, orangtua Zahra, menyambut baik ketentuan di
jalur prestasi yang ingin memastikan peserta serius mengambil pilihannya. Saat anaknya
dinyatakan memenuhi syarat, pihak sekolah berkomunikasi dengan siswa dan
orangtua untuk memantapkan pilihan program studi dan PTN yang dituju. ”Saya
rasa bagus, ya, untuk mengajarkan anak bertanggung jawab dengan pilihannya. Di usia
SMA, kan, siswa yang masih remaja butuh bimbingan memilih. Saya merasa terbantu
dengan bantuan sekolah dalam memastikan siswa memanfaatkan jalur prestasi
sebaik-baiknya. (Yoga)
Kehidupan Marbot Masjid Jauh dari Sejahtera
Kehidupan para pekerja di masjid atau marbot secara umum
belum cukup sejahtera. Mereka masih menerima upah di bawah standar upah minimum
suatu daerah. Perhatian pemerintah dan pemangku kepentingan terkait diperlukan
untuk meningkatkan kesejahteraan marbot meskipun pekerjaan mereka bersifat
sukarela. Kesejahteraan belum dirasakan oleh Sanadi (70), seorang marbot di
Masjid Nurul Iman, Dusun Kuang Jukut, Lombok Tengah, NTB. Sanadi bertugas
mengurus berbagai keperluan di masjid, termasuk kebersihan, seperti menyapu dan
mengepel. Selama puluhan tahun menjadi marbot, Sanadi tidak mendapat honor atau
upah bulanan, kecuali beberapa tahun terakhir. ”Saya lupa persisnya, tetapi
pernah dapat Rp 1 juta untuk enam bulan.
Dibuatkan rekening dan dikirim ke sana. Kadang juga ada dari
desa diminta ke sana untuk ambil,” kata Sanadi, Minggu (24/3). Untuk urusan kebutuhan
sehari-hari, sudah tercukupi dari keluarga. Ia juga mempunyai simpanan untuk
belanja dari hasil beternak sapi dan panen di sawah. Kondisi serupa dirasakan Sauzi
(55), marbot di Masjid Al Hikmah di kawasan Kesiman Kertalangu, Denpasar Timur,
Bali. Selama menjadi marbot di Masjid Al Hikmah sejak tahun 1995, pria asal
Jember, Jatim, ini belum pernah mendapat bantuan dari pemerintah. Sauzi
mengakui, tugasnya sebagai marbot adalah menjaga lingkungan masjid,
membersihkan masjid, dan menyiapkan peralatan shalat di masjid sehingga umat
dapat beribadah dengan khusyuk. Seluruh waktunya dihabiskan di masjid sejak
menjelang subuh sampai malam selepas isya.
Kabid Bimbingan Islam di Kanwil Kemenag Provinsi Bali Abu Siri
mengatakan, bertugas sebagai marbot di masjid sejatinya pengabdian, yang
diniatkan secara ikhlas. Hal itu karena marbot bukanlah pekerjaan dengan gaji
atau honor tetap. Menurut Abu Siri, marbot mendapatkan upah sekadarnya, yang
umumnya berasal dari infak jemaah masjid. Belum banyak pengurus takmir masjid dan
pengurus yayasan masjid yang sudah dan mampu memberikan jaminan sosial bagi marbot
di masjid mereka karena pemasukan yang diterima masjid umumnya tidak tetap. (Yoga)
Kerja Keras Mengatasi Kontraksi Penerimaan Pajak
Penerimaan pajak dalam 2,5 bulan pertama tahun
2024 belum menggembirakan, pasalnya sejak awal tahun penerimaan pajak tercatat
kontraksi penerimaan dibandingkan penerimaan yang sama pada tahun sebelumnya.
Meskipun belum berjalan optimal, pertumbuhan pajak diperkirakan masih dapat
meningkat hingga akhir tahun ini, namun harus diiringi kerja keras dari aparat pajak.
Pengamat Pajak Center for Indonesia Taxation
Analysis (CITA) Fajry Akbar mengatakan, terjadinya kontraksi penerimaan pajak
karena adanya peningkatan restitusi. Hal ini bukan kabar buruk mengingat
peningkatan restitusi terjadi secara temporer saja. Restitusi pajak adalah
permohonan pengembalian kelebihan pembayaran pajak. “Jika ini bersifat
temporer, kita tak perlu khawatir, namun perlu effort tambahan agar dapat
mengejar target penerimaan pajak tahun 2024 kata Fajry, Selasa (26/3). (Yetede)
Sektor Residensial Topang Penjualan Indocement
Properti residensial menjadi tulang punggung
penjualan semen PT Indocement Tunggal Perkasa Tbk (Indocement) pada 2023, hal
serupa diprediksi terjadi tahun ini. “Residensial masih sangat penting untuk
Indocement, terlihat dari penjualan semen kantong kami pada 2023 yang porsinya
mirip dengan pasar nasional,” ujatr Christian Kartawijaya, Dirut PT Indocement
Tunggal Perkasa Tbk di Jakarta, baru-baru ini.
“Volume semen kantong Indocement 70 % dari
total penjualan. Kantong semen dimanfaatkan konsumen untuk pembangunan atau
renovasi sektor residensial,” kata Christian. Komposisi itu mirip dengan pasar
semen secara nasional. Karena itu, digulirkannya insentif PPN Ditanggung
Pemerintah (PPN DTP) bagi sektor property, dinilai akan berimbas positif
terhadap penjualan semen pada 2024. (Yetede)
Februari, Kredit Konsumer Tumbuh Melambat
Perbankan nasional telah mengucurkan kredit consumer
senilai Rp 2.017,6 triliun per Februari 2024, tumbuh 9,3 % secara year on year
(yoy). Pertumbuhan ini sedikit melambat dibandingkan bulan sebelumnya yang
tumbuh 9,5 % (yoy). BI dalam data uang beredar mencatat, kredit konsumer
didorong oleh pertumbuhan kredit pemilikan rumah (KPR) sebesar 12,6 % (yoy)
dalam dua bulan pertama ini menjadi Rp 723,6 triliun dan kredit kendaraan bermotor
yang naik 12,7 % (yoy) menjadi Rp 135,3 triliun didukung momen Ramadhan dan
Idulfitri.
Kredit multi guna mengalami perlambatan dari
7,3 % (yoy) per Januari 2024, menjadi tumbuh 7,1 % (yoy) dengan nilai kredit Rp
1.158,8 triliun. “Kredit terutama didorong oleh perkembangan KPR, KKB dan kredit
multiguna,” ujar Asisten Gubernur, Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin
Haryanto, dikutip Selasa (26/3). (Yetede)
Bantuan Sosial dalam Perlindungan Sosial
Obat Jangka Pendek Bernama Bansos
Polemik Anggaran Bantuan Sosial
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









