;

Kehidupan Marbot Masjid Jauh dari Sejahtera

Kehidupan Marbot Masjid
Jauh dari Sejahtera

Kehidupan para pekerja di masjid atau marbot secara umum belum cukup sejahtera. Mereka masih menerima upah di bawah standar upah minimum suatu daerah. Perhatian pemerintah dan pemangku kepentingan terkait diperlukan untuk meningkatkan kesejahteraan marbot meskipun pekerjaan mereka bersifat sukarela. Kesejahteraan belum dirasakan oleh Sanadi (70), seorang marbot di Masjid Nurul Iman, Dusun Kuang Jukut, Lombok Tengah, NTB. Sanadi bertugas mengurus berbagai keperluan di masjid, termasuk kebersihan, seperti menyapu dan mengepel. Selama puluhan tahun menjadi marbot, Sanadi tidak mendapat honor atau upah bulanan, kecuali beberapa tahun terakhir. ”Saya lupa persisnya, tetapi pernah dapat Rp 1 juta untuk enam bulan.

Dibuatkan rekening dan dikirim ke sana. Kadang juga ada dari desa diminta ke sana untuk ambil,” kata Sanadi, Minggu (24/3). Untuk urusan kebutuhan sehari-hari, sudah tercukupi dari keluarga. Ia juga mempunyai simpanan untuk belanja dari hasil beternak sapi dan panen di sawah. Kondisi serupa dirasakan Sauzi (55), marbot di Masjid Al Hikmah di kawasan Kesiman Kertalangu, Denpasar Timur, Bali. Selama menjadi marbot di Masjid Al Hikmah sejak tahun 1995, pria asal Jember, Jatim, ini belum pernah mendapat bantuan dari pemerintah. Sauzi mengakui, tugasnya sebagai marbot adalah menjaga lingkungan masjid, membersihkan masjid, dan menyiapkan peralatan shalat di masjid sehingga umat dapat beribadah dengan khusyuk. Seluruh waktunya dihabiskan di masjid sejak menjelang subuh sampai malam selepas isya.

Kabid Bimbingan Islam di Kanwil Kemenag Provinsi Bali Abu Siri mengatakan, bertugas sebagai marbot di masjid sejatinya pengabdian, yang diniatkan secara ikhlas. Hal itu karena marbot bukanlah pekerjaan dengan gaji atau honor tetap. Menurut Abu Siri, marbot mendapatkan upah sekadarnya, yang umumnya berasal dari infak jemaah masjid. Belum banyak pengurus takmir masjid dan pengurus yayasan masjid yang sudah dan mampu memberikan jaminan sosial bagi marbot di masjid mereka karena pemasukan yang diterima masjid umumnya tidak tetap. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :