Sosial, Budaya, dan Demografi
( 10118 )Agenda Politik di Balik Revisi UU MD3
Direktur Eksekutif Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia
(PSHK) Rizky Argama menilai sebelum ataupun setelah pemilu kerap dimanfaatkan
anggota DPR untuk merevisi UU MPR, DPR, DPD, dan DPRD (UU MD3). Dalam setiap
revisi UU MD3, anggota Dewan lebih sering mengutak-atik komposisi pimpinan MPR
dan DPR ataupun alat kelengkapannya. “Semua perubahan UU itu dilakukan hanya
untuk memfasilitasi kehendak partai politik berkuasa,” kata Rizky pada 31 Maret
2024. Rizky mengatakan kursi pimpinan DPR dan MPR ataupun alat kelengkapannya
sangat diminati karena strategis dalam proses pengambilan keputusan di
parlemen. Karena itu, partai politik atau gabungan partai politik akan berusaha
agar ketentuan dalam UU MD3 selalu menguntungkan kepentingannya.
Contohnya revisi UU MD3 pada 2018 dan 2019. Dalam perubahan
ketiga pada 2018 itu, DPR menambahkan Pasal 427 D, yang salah satu isinya
mengatur ketua DPR berasal dari partai politik peraih kursi terbanyak pertama
di Senayan. Pada 2019, terjadi lagi perubahan UU MD3, tapi hanya khusus Pasal
15. Pasal ini, di antaranya, mengatur bahwa pimpinan MPR, baik ketua maupun
wakil ketua, merupakan representasi dari wakil fraksi dan kelompok anggota DPD.
Dengan ketentuan ini, semua fraksi di DPR mendapat jatah wakil ketua MPR. Agenda
revisi UU MD3 kembali menggelinding setelah Pemilu 2024.
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia membuka
peluang perubahan UU tersebut khususnya dalam memperebutkan posisi ketua DPR. Menurut
dia, dinamika itu sangat tergantung pembicaraan antara ketua umum partai
politik Koalisi Indonesia Maju, koalisi pendukung Prabowo Subianto-Gibran
Rakabuming Raka dalam pilpres 2024, yang terdiri atas tujuh partai, dimana
hanya empat partai politik yang mendapat kursi di DPR pada Pemilu 2024, yaitu
Gerindra, Golkar, Demokrat, dan PAN, dengan 280 kursi dari total 580 anggota
DPR periode 2024-2029. Sekitar 300 kursi DPR lainnya akan dimiliki PDI P,
Partai NasDem, PKB, dan PKS.
Tanda-tanda revisi juga terlihat dengan masuknya perubahan
keempat UU MD3 dalam Prolegnas Prioritas 2024. Tahun lalu, revisi keempat UU
MD3 juga masuk Prolegnas Prioritas. Rizky Argama berharap DPR tak merevisi UU
MD3 jika tujuannya hanya hendak mengutak-atik komposisi kursi pimpinan DPR dan
MPR. Ia mengatakan agenda revisi undang-undang seharusnya lebih berfokus pada
reformasi kelembagaan dan penguatan fungsi parlemen. Arah revisi UU MD3 juga
seharusnya menciptakan parlemen yang akuntabel. UU MD3 perlu memperketat
pertanggung jawaban anggota ataupun fraksi berupa kewajiban penyusunan laporan
tahunan kinerja. (Yetede)
Kebutuhan Pendanaan Non-DPK Perbankan Meningkat
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menilai kebutuhan perbankan
untuk meningkatkan penyaluran kredit diperkirakan mendorongpendanaan non dana
pihak ketiga (non-DPK) semakin meningkat. Meski demikian, likuiditas perbankan
yang masih memadai saat ini dan selisih biaya menyebabkan pertumbuhan dana
non-DPK belum signifikan.
“Pemanfaatan pendanaan non-DPK potensial lebih banyak
digunakan bank skala menengah dan atas untuk memperbaiki struktur pendanaan
jangka panjang dan mendapatkan selisih biaya dana yang lebih murah,” Jelas
Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa.
Sumber dana non-DPK meningkat 3,28 % (yoy) pada Januari 2024
yang mencapai Rp 585,82 triliun atau terkoreksi 0,59 % secara bulanan (month to
month/mtm). Kenaikan pendanan non-DPK secara tahunan terutama dikontribusi oleh
meningkatnya kewajiban bank lain sebesar Rp 17,78 triliun dan pinjaman
pembiayaan diterima sebesar Rp 27,46 triliun. (Yetede)
Rentetan Ledakan di Gudang Amunisi
Ferienjob: Tepatkah Disebut Perdagangan Orang
Kisruh program kerja kontrak bagi mahasiswa di Jerman
berbalut magang atau Ferienjob masih terus berlanjut. Meskipun Direktorat
Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri telah menyatakan bahwa ada
dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO), ada pula ahli yang menyatakan
program tersebut belum masuk kategori kejahatan ini. Direktur Tipidum Bareskrim
Polri Brigjen Djuhandhani Rahardjo Puro mengungkapkan sejumlah indikasi adanya TPPO
dalam kasus ini. Misalnya mahasiswa mendapat iming-iming magang saat
mendapatkan sosialisasi program ini, sementara di negara asalnya, Ferienjob ini
merupakan program kerja murni. “Program ini sebetulnya resmi di Jerman, di mana
setiap Oktober sampai Desember itu adalah program merekrut mahasiswa untuk
bekerja mencari tambahan uang saku dan lain sebagainya," kata Djuhandhani,
Rabu, 27 Maret 2024.
Djuhandhani menyatakan lima tersangka yang telah ditetapkan
oleh penyidik menghubung-hubungkan Ferienjob ini dengan program pendidikan di
Indonesia agar dapat dikategorikan sebagai magang. Selain itu, para tersangka
disebut mengubah data untuk bisa meloloskan mahasiswa yang mengikuti program
tersebut, misalnya data visa menggunakan visa liburan, bukan visa kerja. Dalam
kasus ini, Bareskrim Polri telah menetapkan lima orang sebagai tersangka.
Mereka adalah guru besar Universitas Jambi, Profesor Sihol Situngkir; Direktur
PT Sinar Harapan Bangsa, Enik Rutita alias Enik Waldkonig; bos CV GEN,
Amsulistiani alias Ami Ensch; serta dua dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ),
berinisial AJ dan MZ. (Yetede)
KEBAKARAN GUDANG AMUNISI : LEDAKAN DIPICU AMUNISI KEDALUWARSA
Kebakaran gudang amunisi daerah (Gudmurah) Kodam Jaya di Bogor salah satunya diduga karena amunisi kedaluwarsa sensitif sehingga mudah terjadi ledakan. TNI berencana akan mempercepat prosedur dan tahapan pembuangan amunisi. Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menyatakan amunisi kedaluwarsa bersifat sensitif dan labil sehingga bila terkena gesekan maupun panas bisa dengan mudah meledak. “Bisa dari situ [amunisi kedaluwarsa]. Sementara bisa dari itu salah satunya [penyebabnya], ya,” katanya di Bogor, Jawa Barat Minggu (31/3). Sebanyak 15 gudang di Kompleks Gudang Munisi Daerah (Gudmurah) Kodam Jaya, Ciangsana, meledak dan terbakar pada Sabtu (30/3) sekitar pukul 18.30 WIB. Dari belasan gudang itu, salah satu gudang, yaitu gudang nomor 6 menyimpan kurang lebih 160.000 munisi dan bahan peledak kedaluwarsa yang merupakan hasil pengembalian dari berbagai satuan di bawah Kodam Jaya. Agus Subiyanto menyebut sebanyak 65 ton amunisi yang telah kedaluwarsa terdampak kebakaran Gudmurah Kodam Jaya terdiri dari Munisi Kaliber Kecil (MKK) serta Munisi Kaliber Besar (MKB). Panglima TNI menegaskan kebakaran itu tidak menimbulkan korban jiwa baik masyarakat di sekitar gudang maupun dari personel TNI yang sedang bertugas. Menurutnya, tidak terdapat kesalahan manusia dalam kebakaran Gudmurah itu.
“Tidak ada. Tidak ada korban karena memang jauh dari permukiman masyarakat,” kata Agus. Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak meminta maaf kepada masyarakat atas peristiwa ledakan tersebut.
Komisi I DPR mendesak TNI AD mengevaluasi sekaligus menyiapkan standar pengamanan untuk pemeliharaan dan perawatan alutsista. Ketua Komisi I DPR Meutya Hafi dz menyayangkan ada peristiwa ledakan dan kebakaran yang terjadi di gudang amunisi yang menyebabkan gangguan bagi keamanan dan keselamatan penduduk sekitar.
Meutya juga meminta TNI AD proaktif untuk mendata kerugian masyarakat terkait kerusakan rumah warga yang terdampak akibat kebakaran di gudang amunisi Yonarmed milik Kodam Jaya. “TNI AD juga harus bertanggung jawab mengganti kerugian jika ada kerugian di masyarakat akibat kejadian kebakaran itu,” katanya. Politisi Partai Golkar itu juga mengharapkan TNI AD dapat memperbaiki hal tersebut di masa mendatang, sekaligus melaksanakan petunjuk teknis mengenai pemeliharaan dan perawatan amunisi di lingkungan TNI secara lebih ketat. Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto akan mengevaluasi SOP penyimpanan amunisi di Gudang Munisi Daerah (Gudmurah).
JASA PANDU DAN TUNDA KAPAL : IPCM Jalin Kerja Sama dengan Adaro Group
PT Jasa Armada Indonesia Tbk. membuka optimisme dengan menjalin kerja sama dengan PT Maritim Barito Perkasa (Adaro Group) serta PT Karya Pacific Shipping dalam penyediaan kapal tunda untuk pelayanan di area pelimpahan pada wilayah STS Ambang Luar Sungai Musi, Palembang, Sumatra Selatan. Direktur Utama Jasa Armada Indonesia Shanti Puruhita mengatakan kerja sama itu merupakan bagian dari perkuatan bisnis dengan melakukan sejumlah kerja sama pelayanan jasa pemanduan dan penundaan pada beberapa tempat dengan para mitra strategis. Pada 2024, dia menegaskan strategi bisnis IPCM yaitu melakukan penyesuaian rencana induk perusahaan yang bergerak di bidang jasa maritim, dengan terus melaksanakan ekspansi bisnis baik organik maupun anorganik. Menurutnya, IPCM juga terus melakukan penguatan armada tunda dan pandu guna meningkatkan pelayanan operasional dengan fokus kepada kepuasan pelanggan, memastikan kesiapan armada, keselamatan kerja, serta transformasi yang berkelanjutan.
Sepanjang tahun lalu, Shanti mengungkapkan IPCM mampu laba bersih sebesar Rp157,6 miliar meningkat 4,6% dari tahun sebelumnya sebesar Rp150,6 miliar. Kontributor pendapatan lainnya adalah jasa Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) sebesar Rp191 miliar yang memberikan kontribusi 16,8% dan Terminal Khusus (Tersus) sebesar Rp343 miliar yang memberikan kontribusi 30,1%, diikuti jasa pengelolaan kapal dan jasa marine lainnya yang masing-masing berkontribusi senilai Rp 31,5 miliar dan Rp 46 miliar. Dia menegaskan komitmen IPCM untuk memberikan pelayanan terbaik dari sisi keselamatan dan kesiapan armada tecermin dalam pelaksanaan maintenance serta docking kapal yang meningkat di 2023, hal ini membuat beban pokok pendapatan meningkat 17,8% dari Rp678 miliar menjadi Rp799 miliar pada tahun berjalan.
IPCM juga mencatatkan kenaikan total aset sebesar 2,3% dari Rp1,49 triliun pada 2022 menjadi Rp1,52 triliun pada akhir 2023.
Sepanjang 2023, IPCM telah berhasil memperkuat armadanya dengan meluncurkan tiga unit kapal pandu dan satu unit kapal tunda baru serta melakukan beberapa penandatangan perjanjian kerja sama bisnis untuk pelayanan di wilayah BUP IPCM yaitu dengan PT Cemindo Gemilang Tbk., PT Nusantara Regas, PT Jawa Satu Power, PT Cirebon Electric Power, PT Cirebon Energi Prasarana, serta melakukan penandatanganan kerja sama mitra strategis bersama PT Lang Lang Laju Layang dan PT Pelabuhan Bukit Prima.
Pelajaran Pahit Universitas dari Kasus Ferienjob
Korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) tidak pandang
bulu, kini mahasiswa yang berpendidikan, termasuk pimpinan kampus tempat
mahasiswa itu berkuliah, turut menjadi korban lewat penipuan berkedok program
magang Ferienjob, atau program kerja paruh waktu selama tiga bulan di Jerman. Berbungkus
program magang Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka (MBKM), sebanyak 1.047
mahasiswa dari 33 universitas di Indonesia teperdaya dan malah menjadi korban
praktik penipuan serta TPPO. Direktorat Tindak Pidana Umum Badan Reserse
Kriminal Polri mengungkap kasus dugaan TPPO dengan modus pengiriman program
magang mahasiswa ke Jerman ini lewat laporan empat mahasiswa peserta program
Ferienjob. Mereka mendatangi Kedutaan Republik Indonesia di Jerman.
Apa yang dialami dan terjadi selama program magang di Jerman
ternyata sangat eksploitatif dan merugikan hak mahasiswa sebagai peserta
program magang kerja. Berbeda dengan janji-janji manis yang disosialisasi agen
penyalur, jenis pekerjaan yang dilakukan mahasiswa peserta ini ternyata lebih
banyak mengandalkan tenaga fisik atau jenis pekerjaan kasar. Alih-alih
memperoleh kesempatan belajar dan menerapkan ilmu yang dipelajari selama
kuliah, para mahasiswa itu malah melakukan pekerjaan yang sama sekali tidak
berhubungan dengan latar belakang keilmuan mereka di kampus. Mereka tak ubahnya
seperti pekerja rendahan atau pekerja kasar yang hanya mengandalkan otot.
Kasus TPPO yang dialami para mahasiswa di Jerman ini perlu
mendapat perhatian lebih karena di dalamnya sudah ada sejumlah hal yang
terjadi. Pertama, dalam kasus ini telah terjadi proses pemindahtanganan
seseorang dari satu pihak ke pihak lainnya, yang meliputi kegiatan perekrutan,
transportasi atau pengangkutan, transfer (alih tangan), serta penampungan dan
penerimaan. Kedua, meski dalam proses rekrutmen tidak menggunakan ancaman,
pemaksaaan, dan penculikan, dalam prosesnya telah terjadi praktik penipuan yang
memanfaatkan ketidaktahuan korban. Ketiga, telah terjadi eksploitasi yang
meliputi pemanfaatan mahasiswa dalam kerja yang menekan, setengah kerja paksa
(fisik ataupun jasa), atau praktik-praktik menyerupai perbudakan, serta
penghambaan (servitude). (Yetede)
Insiden Gudang Amunisi Jadi Momentum Evaluasi
Terbakarnya salah satu unit gudang di kompleks
Gudang Amunisi Daerah Komando Daerah Militer Jaya di Ciangsana, Bogor, Jabar, menjadi
momentum untuk mengevaluasi secara menyeluruh keberadaan gudang
amunisi militer. Pasalnya, saat ini di sekitar
kawasan itu tumbuh permukiman warga. Pengawasan terhadap penataan ruang kawasan
tempat kompleks militer berada, termasuk gudang amunisi, perlu menjadi
perhatian agar asas perlindungan bagi warga tetap terpenuhi. Anggota Komisi I
DPR dari Fraksi PDI-P, TB Hasanuddin, mengatakan, Gudang Amunisi Daerah
(Gudmurah) Kodam Jaya yang mulai dioperasikan pada 1982 pada mulanya jauh dari
permukiman warga.
”Sekarang (kawasan di sekitar Gudmurah) sudah
jadi perumahan,” ucapnya saat dihubungi dari Jakarta, Minggu (31/3). Menurut
Hasanuddin, syarat mutlak gudang amunisi adalah berada jauh dari permukiman
masyarakat. Jika amunisi yang disimpan seberat 5 kg, radius bahayanya berkisar
2-3 km, berarti jarak gudang amunisi dengan wilayah permukiman setidaknya 5 km.
Melihat kondisi kompleks Gudmurah Kodam Jaya yang kian dikepung permukiman,
Hasanuddin menilai perlu dipertimbangkan untuk memindahkan gudang amunisi ke lokasi
lain yang lebih aman. Meski bukan perkara mudah, hal itu perlu dipertimbangkan secara
serius. (Yoga)
Zaman Berganti, Parsel Tak Pernah Mati
Dari bingkisan konvensional berupa makanan dan
kini berevolusi menjadi hadiah digital, parsel mengisi fungsi sosial untuk menjalin
keakraban sesama. Pada saat yang sama, parsel menjual seni dan keterampilan.
Satu per satu ojek daring dan kurir berdatangan
mengambil pesanan di rumah Dijah (46) di Cikini, Jakpus, Selasa (26/3) siang.
Pesanan itu siap diantar menuju berbagai tempat di Jabodetabek. Produknya berupa
parsel tanda kasih hari raya Idul Fitri. Dijah merupakan satu dari banyak
pedagang parsel musiman yang mencari berkah Ramadhan di Cikini yang melayani pemesan
parsel, baik perorangan maupun partai besar. Harga parselnya beragam, Rp
100.000 dipatok untuk parsel berukuran kecil berisi makanan ringan.
Dijah mengatakan, Ia juga menerima pesanan
khusus dari para pelanggan. Parsel jenis ini unik-unik karena isinya
bermacam-macam. Harganya juga jauh di atas parsel makanan, bisa mencapai Rp 10
juta. Paket termahal biasanya berisi barang-barang premium non-makanan, seperti
barang pecah belah dan elektronik. Bahkan, Dijah pernah membuat parsel berisi
televisi. Setiap hari mereka mampu memproduksi 100 parsel ukuran kecil hingga
sedang. Untuk parsel pesanan khusus, biasanya memakan waktu dua sampai tiga hari
tergantung kerumitannya agar enak dipandang. Dijah menjalani bisnis ini sejak
tahun 1980-an, ia merintis dari berjualan langsung di pinggir jalan. Sekarang
ia bisa menyuplai para pedagang di Pasar Cikini.
Pelanggan setianya mulai dari perorangan,
instansi pemerintah, hingga perusahaan ternama. Bahkan, ada pelanggan yang
sejak tahun 1980-an hingga saat ini masih memesan kepadanya setiap menjelang
Lebaran.
Tradisi berbagi juga mengalami pergeseran
seiring perkembangan zaman. Selain parsel konvensional yang berbentuk fisik,
mulai muncul parsel-parsel dalam bentuk lain. Salah satunya berupa parsel digital,
yang dilakukan PT Astra Honda Motor (AHM). Mereka mengubah parselnya dari
bingkisan fisik menjadi voucer belanja digital kepada ratusan karyawannya melalui
program Bingkisan Puasa dan Lebaran.
“Ini bagian dari kebijakan kami untuk
mengapresiasi karyawan yang merayakan hari raya Idul Fitri. Sekarang, kami sudah
beralih ke saldo digital,” ujar Manajer Umum Bidang Komunikasi Perusahaan PT AHM
Ahmad Muhibbudin. Parsel memang menjadi salah satu tradisi menjelang hari raya.
Secara rata-rata, masyarakat mengalokasikan dana Rp 302.321 untuk membeli parsel
lebaran. Hal ini seperti yang dilakukan Rini (67), warga Ciledug, Tangerang,
Banten, yang jauh-jauh ke Cikini untuk berburu parsel untuk saudaranya di Sukabumi,
Jabar, yang tidak bisa ia kunjungi saat Lebaran. (Yoga)
Tiket Angkutan Umum Hampir Habis Terjual
Masyarakat di sejumlah daerah akan mulai mudik
awal pekan ini. Berbagai moda transportasi bersiap mengangkut 193,6 juta orang
ke kampung halaman. Tiket kereta api, bus, kapal laut, hingga pesawat sudah
hampir ludes terjual. Badan usaha jalan tol hingga kapal penyeberangan juga bersiap
memberikan layanan untuk pemudik. Menhub Budi Karya Sumadi saat meninjau kesiapan
mudik Lebaran di Bandung, Jabar, Minggu (31/3) mengatakan, ”Tol Cipali menjadi
concern pada arus mudik tahun ini. Di situ ada bottle neck. Rest area juga
menjadi pekerjaan rumah. Akan ada pembatasan berhenti di rest area, yakni
setengah jam,” kata Budi.
Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada
Sabtu (6/4) hingga Senin (8/4), sebagaimana Survei Angkutan Lebaran 2024 yang
dilakukan Kemenhub, dimana kereta api menjadi moda yang paling banyak digunakan,
yakni 39,32 juta orang. Namun, tiga moda
transportasi yang akan menggunakan jalan tol secara keseluruhan jauh lebih
besar. Angkutan bus diperkirakan mengangkut 37,51 juta orang, mobil pribadi
35,42 juta orang, dan mobil sewa 11,64 juta orang. Total 84,57 juta orang atau
43,67 % menggunakan tiga moda ini. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









