Ahmad Kamel, Belajar Al Quran dengan Teknologi AI
Ahmad Kamel (24) tersentak saat membaca data yang menyebutkan
banyak Muslim di Indonesia terkendala membaca Al Quran. Menggunakan teknologi
kecerdasan buatan, ia mencoba membantu warga mandiri belajar membaca Al Quran
lewat aplikasi Qara’a. Ahmad Kamel menunjukkan bagaimana mengoperasikan
aplikasi Qara’a di sebuah kedai kopi di Kecamatan
Pontianak Timur, Kalbar, Kamis (21/3). Qara’a artinya kegiatan membaca
sekaligus memahaminya. Pada salah satu fitur aplikasi Qara’a, muncul huruf alif
beserta cara melafalkannya. Setelah itu, fitur meminta pengguna mengucapkannya.
Kamel lantas mendekatkan telepon pintar ke mulutnya dan melafalkan huruf alif
untuk mengetahui apakah pelafalannya sudah benar. ”Kalau bacaan kita benar,
akan muncul bintang lima,” ujarnya. Setelah itu, Kamel menuliskan huruf alif dengan
jari di layar ponselnya. Aplikasi tersebut memberi tahu apakah huruf yang ditulis
sudah benar atau tidak. Tahapan-tahapan itu bisa diulang berkali-kali.
”Aplikasi Qara’a diharapkan berkontribusi mengatasi buta
aksara Al Quran. Ke depan, kami ingin bekerja sama dengan sekolah dan kampus
terkait pembelajaran Al Quran,” kata Kamel. ”Pertengahan 2020, saya menemukan data
mengejutkan. Institut Ilmu Al Quran menyebutkan, 65 % umat Muslim di Indonesia
belum bisa membaca Al Quran,” katanya. Berangkat dari fakta itu, ia ingin berkontribusi.
Kamel dan timnya membuat riset sederhana. Kesimpulannya, banyak orang malu
belajar karena usia sudah tua. Selain itu, tidak ada waktu karena kesibukan
bekerja. ”Dari pemetaan itu, kami memilih kecerdasan buatan (artificial
intelligence/AI) untuk menjadi solusinya,” katanya. Lewat AI, Kamel menyebut,
penggunanya tidak perlu bertemu langsung dengan ustaz atau orang lain. Hal in menumbuhkan
rasa percaya diri terlebih dahulu.
Tidak hanya panduan membaca, aplikasi ini juga dilengkapi dengan
video pembelajaran, misalnya pengenalan huruf dalam Al Quran.Tujuannya, orang yang
belum pernah membaca Al Quran sama sekali bisa belajar dari nol. Kini, ada 22
fitur dalam aplikasi Qara’a. Selain belajar membaca Al Quran, misalnya, ada
fitur setor ayat. Orang bisa belajar dengan AI juga bisa dengan ustaz. Pengguna
menyetor ayat yang telah dibaca, ustaz akan memberi masukan di dalam aplikasi
itu. ”Dari 22 fitur, hanya satu yang sengaja dibuat berlangganan, yaitu belajar
Quran. Biayanya Rp 50.000 per bulan yang digunakan untuk membiayai operasional
aplikasi,” katanya. Berkat aplikasi yang dirancangnya, Kamel mendapat berbagai
penghargaan sepanjang tahun 2022. Salah satunya, Peringkat 1 Pemuda Pelopor
Kota Pontianak bidang Inovasi Teknologi. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023