;
Kategori

Sosial, Budaya, dan Demografi

( 10113 )

Tamparan Keras dari Tragedi Sukolilo di Pati

15 Jun 2024

Peristiwa kekerasan di Desa Sumbersoko, Kecamatan Sukolilo, Pati, Jateng, pekan lalu, menyisakan pilu bagi banyak orang, termasuk warga setempat. Sejumlah pihak berharap ini menjadi momentum memberantas praktik jual-beli kendaraan bermotor ilegal yang memicu peristiwa tersebut. Desa Sumbersoko terletak di sudut paling ujung selatan-barat Pati dan agak terpencil. Akses dari pusat Kecamatan Sukolilo berupa jalan kecil yang hanya muat dilalui satu mobil. Kontur jalan naik-turun dengan lapisan aspal yang sudah tak mulus lagi, bahkan di beberapa lokasi hanya berbalut tanah dan batu. Mayoritas warga menyandarkan kehidupan dari ladang jagung dan ternak. Karsidi (60) Rabu (12/6) menceritakan, setelah peristiwa pada Kamis (6/6) lalu, ”Banyak orang menyesalkan kenapa peristiwa itu sampai terjadi. Banyak ibu menjerit-jerit saat kejadian, minta (kekerasan) dihentikan. Laki-laki juga banyak yang tak tega melihatnya, tetapi tak kuasa menghentikan,” ujarnya.

Video penganiayaan empat orang itu tersebar luas di jagat maya, mereka adalah BH (52), warga Jakarta, bersama tiga orang lainnya, yakni SH (28), KB (54), dan AS (37). BH meninggal dan tiga orang lainnya mengalami luka berat. Keempatnya dikeroyok setelah diteriaki maling saat mengambil mobil yang disewakan BH kepada seseorang. Mobil tak kunjung kembali dan penyewanya tak bisa dihubungi. Berdasarkan GPS di mobil itu, kendaraan berada di Sumbersoko. Karsidi tak mengetahui pasti mengapa sebagian warga bisa berbuat kekerasan seperti itu. Namun, sebelum peristiwa tersebut, di desa tetangga, Tompegunung, kerap kemalingan, uang, perhiasan, hingga pompa air. Peristiwa itu membuat Kecamatan Sukolilo menjadi sorotan publik, terutama di media sosial. Selain banjir kecaman soal kekerasan yang mengusik nurani, Sukolilo juga dituding sebagai daerah penadah kendaraan bodong alias ilegal.

Di Sukolilo, pada Rabu (12/6) memang tak sulit menemukan sepeda motor tanpa pelat nomor berseliweran di jalanan. bukan hanya sepeda motor tua, melainkan juga model terbaru.  Tokoh masyarakat Desa Sukolilo, Darmo Kusumo (64) mengatakan, fenomena kendaraan bodong di Sukolilo, terutama sepeda motor, berlangsung sejak awal decade 2000-an, bermula dari adanya orang yang menawarkan sepeda motor dengan harga miring yang bertemu dengan kebutuhan warga akan alat transportasi itu, termasuk untuk bertani. Belakangan, pola yang sama terjadi dengan mobil, hanya saja jumlahnya lebih sedikit. Akibat ulah sebagian kecil orang itu, nama Sukolilo tercoreng. Dia berharap aparat penegak hukum bertindak cepat dan tegas menghentikan perdagangan kendaraan bodong, jangan setengah hati.

Hal senada diungkapkan Ragil Kuswanto, generasi muda Sukolilo yang kerap mendokumentasikan kehidupan sosial-budaya Pati di media sosial. ”Peristiwa ini ’tamparan keras’ bagi Sukolilo untuk membenahi diri menjadi lebih baik lagi ke depan,” katanya. Aparat kepolisian telah bergerak menyelidiki kasus pengeroyokan di Sumbersoko dan menetapkan empat tersangka, yakni tiga warga Sumbersoko dan satu warga Desa Tompegunung. Kabid Humas Polda Jateng Kombes Stefanus Satake Bayu Setianto, kemarin, mengatakan, polisi telah menyita puluhan kendaraan ilegal dari sejumlah lokasi di Sukolilo dalam beberapa hari terakhir, tindak lanjut aduan masyarakat terkait kendaraan bodong. Dia menyatakan, polisi terus menginvestigasi kasus kekerasan. ”Detailnya segera kami rilis,” kata Satake. (Yoga)


Menarik Pemuda China ke Kota Kecil

15 Jun 2024

Beijing, Shanghai, Shenzhen, dan Guangzhou mulai kehilangan daya tarik terhadap anak muda. Semakin banyak anak muda China ke ”kota lapis kedua” ketimbang berjuang keras di empat kota itu. Ada 31 kota China kini disebut ”kota lapis kedua”. Pemerintah menilai positif pertumbuhan ekonomi dan populasi di kota-kota yang semula tidak dikenal di China itu. Majalah The Economist, 6 Juni 2024, memperkirakan ada 12 juta lulusan perguruan tinggi China pada Juni itu saja. Setelah lulus, biasanya mereka akan mengadu nasib ke Beijing, kota pusat keuangan Shanghai, pusat teknologi Shenzhen, dan pusat ekspor Guangzhou yang dianggap menawarkan banyak peluang hidup lebih baik. Kekuatan ekonomi dan pelayanan publik di empat kota itu lebih baik dibandingkan dengan kota lain. Namun, gula-gula empat kota itu kini dianggap sudah kehilangan rasa manisnya. Calon tenaga kerja melimpah, sementara lapangan kerja terbatas.  

Demi mencari pekerjaan impian, beberapa tahun terakhir ini kota-kota yang dulu kurang dikenal menjadi semakin menarik bagi anak muda China. Ada 31 kota sedang naik daun. Belum semuanya berkembang pesat. Akan tetapi, banyak yang menonjol karena faktor dinamisme, budaya, dan kualitas hidupnya. Kota-kota yang mulai banyak dilirik anak muda itu adalah Xi’an, Chengdu, dan Chongqing. Kota-kota itu menarik para pekerja muda di bidang teknologi dan pemengaruh media sosial. Ada juga Wuhan, Hefei, dan Changsha yang menjadi pusat perusahaan hiburan dan produsen kendaraan listrik. Kota Nanjing dan Hangzhou menjadi ”markas” perusahaan modal ventura dan perusahaan rintisan.

Survei perusahaan perekrutan Zhaopin baru-baru ini menunjukkan pekerja kantoran lebih memilih kota-kota lapis kedua ketimbang kota lain yang lebih besar atau lebih kecil, karena infrastruktur yang sudah berkualitas tinggi. Penuh dengan gedung pencakar langit, kedelapan kota baru ini sedang membangun empat dari 10 gedung tertinggi di dunia. Selama lima tahun terakhir, total panjang jaringan kereta bawah tanah mereka meningkat dua kali lipat. Kota-kota lapis kedua membuka pintu lebar-lebar bagi pendatang dengan menghapus sebagian besar pembatasan hukou, bahkan menawarkan insentif agar orang mau datang. Changsa memberikan insentif hingga 1,5 juta yuan atau Rp 3,4 miliar kepada ”talenta terbaik nasional” jika mau pindah ke sana. Hangzhou juga menawarkan 15 juta yuan atau Rp 34 miliar kepada pendiri perusahaan rintisan yang bergelar doktor. Harga rumah dijanjikan jauh lebih terjangkau. (Yoga)


Manusia Bukan Mesin

15 Jun 2024

Teknologi dan digitalisasi diyakini jadi mesin pertumbuhan baru ekonomi. Namun, apalah artinya mesin yang berputar cepat jika hak pekerja tak diperjuangkan. Peran ekonomi yang menggunakan infrastruktur teknologi dan digital, yang kerap disebut sebagai ekonomi baru, kian membesar. Ekonomi digital memudahkan sekaligus menimbulkan berbagai konsekuensi, dalam hal kecepatan, aksesibilitas, ketepatan, dan kemudahan menghitung peranannya. Perusahaan yang menggunakan infrastruktur digital bisa cepat mengevaluasi kinerja, lantas memutuskan kelanjutan bisnis: berhenti atau terus.

Artikel di laman Forum Ekonomi Dunia (WEF) pada 2021 menyebut istilah ekonomi gig. Ekonomi gig menggunakan platform digital untuk menghubungkan pekerja lepas dengan konsumen dalam menyediakan layanan jasa jangka pendek atau berbagi aset. Contoh ekonomi gig adalah layanan pengemudi berbasis aplikasi atau ride hailing dan layanan pengantaran makanan berbasis aplikasi. WEF menekankan, perkembangan ekonomi gig menimbulkan pertanyaan perihal tingkat perlindungan konsumen dan pekerja. Tantangannya adalah menyeimbangkan antara inovasi dan kesepakatan yang adil bagi pekerja. Ada peran manusia di dalam ekonomi gig yang tidak boleh dinafikan. Peran pengemudi kendaraan yang mengantar konsumen maupun mengantar makanan sangat besar.

Tanpa mereka, peran aplikasi layanan jasa itu bisa merosot. Berdasar data BPS, pada Februari 2024, ada 142,18 juta orang bekerja di Indonesia, 59,17 % di antaranya bekerja di sektor informal, termasuk pengemudi di perusahaan penyedia aplikasi. Peran pengemudi yang besar itu mestinya diiringi perlindungan memadai, bukan hanya proteksi saat mengalami kejadian tertentu, melainkan harus bisa membuat pengemudi bersedia tetap bergabung dengan perusahaan penyedia aplikasi. Hak-hak dasar sebagai pekerja mesti dipenuhi. Status mereka, yang disebut sebagai mitra atau pekerja lepas, mestinya tidak menghapus hak sebagai pekerja. Mereka adalah manusia yang wajib diperjuangkan, bukan mesin. (Yoga)


Jelang Libur Idul Adha, IHSG Berada di Zona Merah

15 Jun 2024

Aktivitas kesibukan para pekerja terlihat di Hall Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Jumat (14/6/2024). Pada sesi perdagangan terakhir menjelang libur panjang Idul Adha tahun 2024 ditutup di zona merah dengan pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 1,42 persen atau 96.73 poin ke level 6.734.831. (Yoga)

Awas, Jangan Tertipu Ikan Koi yang Ditato

15 Jun 2024

Koi merupakan salah satu komoditas ikan hias eksotik paling favorit di Indonesia. Ikan hias air tawar ini mendominasi ekspor ikan hias, selain ikan arwana super red, cupang, dan mas koki. Ikan koi yang asalnya dari Jepang, mampu dikembangbiakkan secara masif oleh pembudidaya lokal. Indonesia berambisi jadi eksportir ikan hias terbesar di dunia pada tahun 2025. Ikan koi jadi salah satu komoditas yang diandalkan. Tak pelak, kualitas dan mutu ikan hias menjadi target yang harus digapai untuk mendorong perdagangan dan nilai jualnya.

Merujuk data ITC Trademap, pada 2017-2022, pertumbuhan nilai impor ikan hias global mencapai 2,63 % per tahun. Impor ikan hias dunia didominasi ikan hias air tawar dengan porsi 77,3 %. Pada 2022, Indonesia mampu mencapai pangsa pasar ikan hias global sebesar 11,1 % dan menempati posisi ke-2 eksportir ikan hias terbesar dunia setelah Jepang. Menjelang akhir 2023, Blitar, Jatim, dihebohkan dengan kasus ikan koi ditato. Ikan koi tubuhnya dipoles dan sisiknya ditato sedemikian rupa agar motif dan warnanya ciamik sehingga harganya melonjak menjadi puluhan juta rupiah.

Modus penipuan dengan memodifikasi tubuh ikan koi itu menggemparkan jagat pelaku koi di Blitar yang lekat sebagai sentra budidaya koi dan menuai kecaman dari pehobi koi. Salah satu pegiat koi, Solaris Koi Media, dalam kanal Youtubenya, turut mengangkat kasus itu dan mengingatkan pelaku penipuan untuk tidak mengulangi perbuatannya. ”Kita ancam pelakunya, berhenti segera. Jangan jual (koi ditato) lagi. Kalau tidak, kita perdalam dan akan kita pidanakan,” ujar Hendri Solaris, dalam tayangan Youtube ”Heboh Ikan Koi Tatto! Kreatif atau Penipuan?” pada Oktober 2023. Gilang, pedagang koi di Blitar, menyatakan, terungkapnya kasus koi ditato pengujung tahun lalu itu sangat meresahkan dan menipu banyak orang.

Tubuh dan sisik yang ditato serta penambahan warna membuat koi secara fisik semakin menarik dan mendongkrak nilai jual. Namun, imbasnya citra unggul ikan koi tercemar akibat kasus tersebut. Ia pernah menjadi salah satu korbannya. Seekor ikan koi dengan pola tubuh dan sisik hitam yang unik dia beli seharga Rp 3 juta, lalu ia jual ke konsumen Rp 8 juta. Ternyata, warna hitam di tubuh koi itu luntur. Kecurigaan bahwa ikan koi itu ditato pun mencuat setelah viralnya kasus koi ditato. ”Ini jelas merugikan dan mengabaikan perikehewanan. Pelanggar harus dikejar sampai ketemu,” ujar Gilang. Meski perilaku membuat pola pada tubuh ikan dinilai kreatif, hal ini sangat terlarang dan merugikan konsumen. (Yoga)


lnflasi Terjaga, Presiden Ajak Waspadai Tantangan Iklim

15 Jun 2024

Presiden Jokowi menyebut inflasi tahunan Indonesia pada Mei 2024 di 2,84 % merupakan salah satu yang terbaik di dunia. Pencapaian ini dinilai patut diapresiasi karena inflasi pada satu dekade lalu masih di angka 9,6 %. Pertumbuhan ekonomi pun baik, berada di angka 5,11 %. ”Ini segar, segar kalau seperti ini. Tapi, kita harus tetap waspada, hati-hati, tidak boleh lengah. Tantangan ke depan tidak mudah. Saya kira, Bapak, Ibu, emuanya sudah mendengar warning Sekjen PBB bahwa dunia menuju pada neraka iklim. Ngeri,” ujar Presiden Jokowi dalam Rakornas Pengendalian Inflasi Tahun 2024 dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Award di Istana Negara, Jakarta, Jumat (14/6). Dalam TPID Award tersebut, provinsi yang meraih kinerja terbaik tahun 2024 adalah Kepri, Jateng, Kalsel, Sultra, dan NTB.

DKI Jakarta tergolong provinsi dengan inflasi rendah. Adapun kabupaten/kota berkinerja terbaik adalah Pekanbaru, Madiun, Banjarmasin, Bone, dan Mataram. Presiden menyebut tantangan iklim ini sebagai neraka ik lim karena suhu akan mencapai rekor tertinggi pada lima tahun ke depan. ”Hati-hati, satu tahun terakhir ini kita rasakan betul adanya gelombang panas, periode terpanas. Di India bahkan sampai 50 derajat, di Myanmar 45,8 derajat, panas sekali,” tambahnya. Menurut Presiden, Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) bahkan memprediksi situasi dunia akan mengalami kelaparan berat pada 2050 jika kondisi seperti saat ini dibiarkan.

Bencana kelaparan ini harus mulai diantisipasi karena 50 juta petani akan kekurangan air yang berdampak pada kekurangan pangan. ”Jangan main-main urusan kekeringan, urusan gelombang panas. Larinya bisa ke inflasi. Begitu stok tidak ada, produksi berkurang, artinya harga pasti akan naik. Hukum pasarnya seperti itu,” kata Presiden. Dalam tiga bulan terakhir, Kementan serta Kementerian PUPR diperintahkan bekerja sama dengan TNI untuk secepatnya memasang 20.000 pompa di sentra produksi beras. Pompanisasi diperlukan sebagai antisipasi kekeringan pada musim kemarau yang diperkirakan berlangsung mulai Juli hingga Oktober. (Yoga)


Bantu Urai Isu Sampah, Plastic Odyssey Singgah di Ambon

15 Jun 2024

Masalah sampah jadi isu yang hingga kini belum terpecahkan di banyak daerah, termasuk di Kota Ambon, Maluku. Jumlah sampah yang terus meningkat tidak diiringi peningkatan kapasitas pengelolaan sampah menyebabkan kualitas lingkungan di pesisir Teluk Ambon tercemar. Kapal Plastic Odyssey dari Perancis berlabuh di Ambon, Jumat (14/6) menawarkan solusinya. Kadis Lingkungan Hidup dan Persampahan Kota Ambon Alfredo Hehamahua menjelaskan, sampah plastik memang menjadi pergumulan besar Kota Ambon. Sebanyak 220 ton sampah dihasilkan per hari dengan 185 ton berakhir di TPA. Sisanya terbuang ke laut atau dibuang sembarangan di mana saja. Kehadiran kapal Plastic Odyssey dari Perancis ini disambut baik karena memberi solusi persoalan sampah plastik di ibu kota Provinsi Maluku ini.

Ambon menjadi kota pertama yang disambangi kapal dengan fasilitas pengolahan sampah tersebut. Selanjutnya, kru kapal akan singgah di beberapa kota lain Indonesia, seperti di Makassar, Sulsel; dan Jakarta. ”Masalah sampah plastik di Ambon belum terpecahkan oleh pemda. Jumlah sampah terus meningkat seiring penambahan jumlah penduduk,” ujarnya di Ambon, Jumat. Selain penambahan penduduk, pemicu darurat sampah di Ambon, adalah sarana dan prasarana yang minim. Masyarakat juga belum memiliki pengetahuan yang tepat soal pengelolaan sampah. Ambon pun kerap menerima sampah dari wilayah Kabupaten Maluku Tengah yang tidak memiliki angkutan sampah memadai.

Persoalan sampah tak hanya di darat, tetapi hingga pesisir Teluk Ambon. Di kota ini, terdapat 104 saluran terbuka berupa sungai kecil yang bermuara ke Teluk Ambon sehingga sampah yang tidak terangkut masuk ke laut. Ditambah, perilaku buang sampah sembarangan ke sungai. ”PAD dari retribusi sampah tidak signifikan. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dan membutuhkan dukungan untuk mencari solusi,” ujarnya. Pendiri Plastic Odyssey, Simon Bernard, menjelaskan, kehadiran kru kapal Plastic Odyssey di Kota Ambon adalah untuk membekali masyarakat lokal dengan alat dan pengetahuan baru mengenai pengelolaan sampah, untuk menciptakan kota yang lebih bersih.

Dengan pendekatan daur ulang, sampah plastik dapat diolah menjadi barang dengan nilai ekonomi tinggi, seperti meja dan kursi. Penerapan teknologi daur ulang skala lokal ini dapat dimulai dengan peralatan yang harganya cukup terjangkau. Selanjutnya, teknologi ini dapat direplikasi oleh pengusaha lokal sehingga bisa memberi dampak ekonomi bagi masyarakat. Pemilihan Ambon sebagai tujuan ekspedisi karena kota ini sedang menghadapi tantangan besar dalam mengelola sampah plastik. Dari situs resmi Plastic Odyssey disebutkan, setiap menit ada 19 ton sampah plastik dibuang ke laut. Jika tidak ada langkah konkret menangani sampah, terutama sampah plastik, pada 2050 ada lebih banyak plastik daripada ikan. (Yoga)


Daniel Boinbalan Menjaga Tradisi dengan Sirih

15 Jun 2024

Menginang sudah menjadi tradisi masyarakat Timor, NTT. Sayangnya sirih, komponen penting menginang, belum mendapat perhatian serius masyarakat. Daniel Boinbalan (35) melihat peluang untuk membudidayakan sirih sekaligus menjaga tradisi menginang. Minggu (2/6) siang, Daniel mengurus tanaman sirih di kebunnya di Kampung Sokon, Kupang, NTT. Di kampong yang terpencil itu, Daniel membudidayakan sirih. Tanaman itu berderet rapi, batangnya memanjat jaring atau para-para. Ia siram tanaman itu tiga kali sepekan agar batang sirih tetap lembab dan terus menghasilkan buah. Daniel membudidayakan tanaman hortikultura sejak 2012. Ia mendirikan kelompok tani Oetun, yang berarti ’tunas air’. Anggota Oetun yang ia ketuai saat ini 25 orang.

Kelompok ini pernah dikirim Pemkot Kupang untuk studi banding dua pekan di Makassar, Sulsel, pada 2014. Akan tetapi, budidaya hortikultura buat mereka sangat rumit. Pada 2017, Daniel mulai menanam 10 batang tanaman sirih dsamping rumahnya. Hasilnya   untuk memenuhi kebutuhan menginang bagi tetamunya. ”Sebagai ketua RT, saya memiliki banyak tamu. Setiap ada urusan, saya harus menyajikan sirih, pinang, dan kapur kepada mereka. Biaya membeli bahan-bahan ini sampai Rp 100.000. Makanya saya tanam sirih dan pinang,” kata Daniel. Tanaman sirih itu menarik perhatian warga Sokon yang datang dan membelinya untuk menginang. Belakangan, pedagang sirih dan pinang di Kota Kupang juga datang dan membeli hasil panen kebun Daniel. Ia menjual tujuh buah sirih Rp 5.000 kepada warga Sokon, kepada pedagang ia menjual Rp 5.000 per tiga buah.

Melihat sirihnya laku dijual, Daniel memutuskan berhenti membudidayakan tanaman hortikultura dan beralih menanam sirih. Kini, ia memiliki 320 batang tanaman sirih. Dia bisa mendapat untung Rp 4 juta-Rp 6 juta per bulan dari penjualan buah sirih. Tanaman itu pun bisa berbuah sepanjang tahun. Setiap batang muncul dan menjalar, di situ pula muncul buah baru. Setiap bulan selalu ada uang masuk. Menanam sirih pun mudah. Tinggal tancapkan stek di tanah. Perawatannya sederhana dibandingkan tanaman hortikultura. Cukup disiram rutin saat musim kemarau. Dalam 3-4 bulan tanaman baru sudah bisa berbuah. Proses panen bahkan tak perlu biaya besar. Kini, ia memiliki 250 pelanggan tetap. Buah sirih yang bagus dijual Rp 10.000 per lima buah. 

Buah kurang bagus dihargai Rp 10.000 untuk 15 buah. ”Dua pekan sekali saya antar ke lapak pedagang yang memesan. rata-rata tiap lapak membeli 2 kg sirih segar. Saya juga punya 200 pohon pinang. Sebagian pohon sudah bisa dipanen satu tahun lagi. Pedagang sedang menunggu pinang ini,” katanya. Peracik jamu pun menjadi pelanggannya, untuk membeli daun sirih. Setiap 20 lembar daun sirih dihargai Rp 10.000. Namun, Daniel membatasi penjualan daun agar tanaman sirih tetap berbuah normal. ”Kami tidak butuh uang, tetapi sirih pinang. Ini bagian dari adat nenek moyang kami. Jika perempuan dihargai dengan uang, itu seperti kami menjual anak gadis,” kata Herman Klau, warga Malaka. Karena itu, membudidayakan tanaman sirih dan pinang bagi Daniel adalah salah satu usaha untuk melestarikan budaya turun-menurun masyarakat Timor. Ia berharap langkahnya bisa diikuti warga lain. (Yoga)


Badai PHK Kembali Menerjang

15 Jun 2024

Pemutusan hubungan kerja (PHK) masih terus mengguncang. Sejumlah industri padat karya, seperti tekstil, alas kaki, serta makanan dan minuman, paling banyak melaporkan kasus PHK. Di luar sektor padat karya, PHK juga menghampiri industri e-commerce, teknologi, media hingga startup. Sejak awal 2024 hingga saat ini, sekitar 13.800 pekerja menjadi korban PHK di industri tekstil dan produk tekstil (TPT). Belasan ribu buruh itu dari 10 pabrik di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Publik juga dikagetkan dengan keputusan PT Sepatu Bata Tbk yang menutup pabrik di Purwakarta, Jawa Barat, berujung PHK terhadap 200 pekerja. Dari sektor teknologi juga muncul kabar dari emiten teknologi GOTO, atas PHK ratusan karyawan di Tokopedia dan Bytedance karena akuisisi dan merger. Gelombang PHK juga tergambar dari laporan klaim pembayaran Program Jaminan Hari Tua (JHT) BPJS Ketenagakerjaan. Januari hingga April 2024, BPJS Ketenagakerjaan telah membayarkan 892.000 klaim JHT dengan nominal Rp 13,55 triliun.

Dua alasan pengajuan klaim JHT terbanyak adalah peserta mengundurkan diri dari pekerjaan dan mengalami PHK. Yang juga baru, Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Kementerian Ketenagakerjaan Indah Anggoro Putri menyebut, pabrik tekstil raksasa di Jawa Tengah yang tengah dalam kondisi sulit berencana PHK massal. Tapi, setelah diskusi dengan Dinas Ketenagakerjaan setempat, pabrik tekstil itu lebih memilih mengurangi fasilitas, seperti menghapus bonus karyawan dan lembur ketimbang PHK. Ketua Komite Tetap Kebijakan Publik Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Chandra Wahjudi menyebutkan, penyebab PHK adalah penurunan permintaan pasar dunia atas produk Indonesia. Menurut Pengamat Ketenagakerjaan Tajudin Nur Efendy, PHK terutama di sektor industri padat karya tidak bisa dihindarkan. Penyebabnya, faktor eksternal. Yakni, ekonomi dunia yang fluktuatif plus ketegangan geopolitik seperti perang Rusia-Ukraina dan Isreal-Hamas.

BI Intervensi Hingga Tarik Portofolio Asing

15 Jun 2024
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kemarin ditutup melemah tajam. Rupiah anjlok 142 poin ke level Rp 16.412 per dolar AS. Bahkan, rupiah memimpin pelemahan mata uang Asia terhadap dolar AS, dengan penurunan 0,86% dibanding penutupan perdagangan sehari sebelumnya. Disusul yen Jepang yang melemah 0,40%, lalu won Korea melemah 0,38%, dolar Singapura melemah 0,13%, ringgit Malaysia melemah 0,12%, peso Filipina melemah 0,08%, yuan China melemah 0,04%, dolar Taiwan melemah 0,03%, dan baht Thailand melemah 0,03% terhadap dolar AS. Untuk itu, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Wariyo mengatakan, bank sentral terus melakukan langkah-langkah stabilisasi nilai tukar rupiah. Mulai melakukan intervensi hingga menarik portofolio asing, termasuk devisa hasil ekspor (DHE) sumber daya alam (SDA).