;
Kategori

Sosial, Budaya, dan Demografi

( 10113 )

Hidup Mati Seni Pertunjukan di Era Digital

18 Jun 2024

Di masa sekarang, teknologi digital ibarat dua sisi pedang tajam bagi seni pertunjukan, yaitu menjadi problem sekaligus solusi. Namun, publik meyakini seni pertunjukan akan mampu bertahan, bahkan bisa lebih berkembang. Di satu sisi, perkembangan teknologi dan digital beserta segala hiburan di dalamnya berkontribusi menyurutkan minat masyarakat terhadap seni pertunjukan. Namun, di sisi lain, ia bisa menjadi sarana untuk melestarikan dan mengembangkan seni pertunjukan khas Indonesia. Seni pertunjukan yang mulai ditinggal peminatnya dilihat publik sebagai problem utama bagi para pekerja seni pertunjukan saat ini. Hal itu diungkapkan oleh sepertiga responden jajak pendapat Kompas yang dilakukan 5-8 Juni 2024. Menurut responden, menurunnya ketertarikan masyarakat pada seni pertunjukan itu terjadi baik pada sisi pekerja seni maupun penikmat seni.

Artinya, minat masyarakat untuk menjadi pekerja seni pertunjukan berkurang. Begitu juga animo masyarakat sebagai penonton seni pertunjukan. Situasi ini berdampak luas pada berbagai lini industri seni. Dari sisi produksi, berkurangnya ketertarikan masyarakat itu berpengaruh pada jumlah SDM yang berkecimpung dalam seni pertunjukan, karena seni pertunjukan dianggap kurang menjanjikan secara popularitas dan ekonomi. Saat ini, seperti terekam dalam hasil jajak pendapat Kompas, publik memang masih kerap menonton seni pertunjukan. Sebanyak 65,3 % responden mengaku dalam setahun terakhir masih menonton seni pertunjukan. Bahkan, empat dari sepuluh responden baru menikmati pertunjukan kesenian, seperti teater, sandiwara tradisional, drama, seni tari, atau komedi pada bulan lalu.

Hanya saja, banyak di antaranya menikmati seni pertunjukan itu dari acara yang diselenggarakan pemerintah, baik pemerintah pusat hingga pemerintah desa maupun pihak swasta. Mereka yang terakhir menonton seni pertunjukan di acara-acara itu ada 29,3 %. Acara-acara itu biasanya merupakan pertunjukan bagi masyarakat secara gratis, seperti festival yang menampilkan tari-tarian atau pesta peringatan hari tertentu dengan hiburan seni pertunjukan. Turunnya minat terhadap seni pertunjukan secara tidak langsung berkaitan dengan berkembangnya media digital dan hiburan. Sebanyak 19,4 responden meyakini hal itu menjadi tantangan bagi para pekerja seni. Penampilan seni pertunjukan yang biasa digelar mulai dari lingkup terkecil di desa hingga kota/kabupaten bersaing dengan acara-acara televisi, serial di video on demand, ataupun tayangan hiburan lainnya di Youtube.

Namun, teknologi digital juga menjadi sarana baru bagi peminat seni pertunjukan untuk menonton penampilan seniman di layar digital. Pada 2018, hanya 48,8 % penduduk menyaksikan pertunjukan seni melalui platform televisi, radio, Youtube, dan media sosial. Tiga tahun kemudian, persentasenya meningkat menjadi 59,11 %. Sejumlah sanggar atau lembaga seni serta pemerintah rutin menayangkan pertunjukannya di platform digital. Kondisi ini menjadi peluang besar bagi seni pertunjukan untuk tetap relevan memenuhi kebutuhan hiburan masyarakat, juga penting agar seni pertunjukan dapat berkembang mengikuti zaman. Pendampingan dan penggerak dalam mengolaborasikan seni pertunjukan ke ranah digital juga dibutuhkan mengingat tak setiap sanggar atau komunitas seni pertunjukan punya kapasitas terkait hal itu. (Yoga)


Slamet Triyadi, Kesadaran Bencana bagi Difabel

18 Jun 2024

Tewasnya dua difabel dalam musibah kebakaran di Kota Banjarmasin, Kalsel tak pernah lekang dari ingatan Slamet Triyadi (52), difabel netra. Peristiwa getir itu mendorongnya berbuat sesuatu. Kesempatan pun tiba ketika ada ajakan berkolaborasi membuat panduan kesiapan bencana inklusif. ”Dari kejadian itu, saya lalu berpikir perlu adanya petunjuk atau panduan bagi difabel agar bisa menyelamatkan diri dari bencana atau musibah kebakaran ataupun banjir,” kata Ketua Dewan Pengurus Cabang Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kota Banjarmasin itu saat ditemui, Minggu (19/5). Bagi Slamet, petunjuk atau panduan kesiapan bencana inklusif difabel sangat penting dan dibutuhkan, mengingat Banjarmasin termasuk kota yang kerap dilanda kebakaran dan pernah dilanda banjir besar tahun 2021. ”Sebagai difabel netra, saya sering bingung harus berbuat apa saat kebakaran. Jangan-jangan bukan lari menjauhi api, tetapi malah mendekati api,” ujarnya.

Slamet ingin agar difabel setidaknya bisa menyelamatkan dirinya sendiri saat terjadi bencana. Jika kondisinya tak memungkinkan, peran serta orang-orang atau warga di sekitarnya sangat diperlukan. Dalam hal ini RT harus berperan dalam penyelamatan difabel. Di samping RT, pemerintah melalui satuan kerja perangkat daerah terkait juga harus berperan. Petugas pemadam kebakaran atau anggota BPBD perlu segera melakukan operasi pertolongan ketika mendapat informasi keberadaan difabel dari RT. Slamet bertemu Desy Pirmasari, wanita berdarah Dayak dan Banjar, dosen di Universitas Leeds, Inggris. Slamet mengutarakan niatnya membangun kesadaran bencana bagi kaum difabel. ”Saya tak menyangka, gayung bersambut. Ibu Desy langsung menindaklanjuti rencana kami,” katanya.

Dengan dukungan dana dari Economic Social Research Council (ESRC) Inggris dan Gender Generation and Climate Change (Generate), Desy bersama Katie McQuaid dari Universitas Leeds berkolaborasi dengan PPDI Kota Banjarmasin dan Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Kota Banjarmasin mengerjakan proyek Kayuh Baimbai. ”Proyek Kayuh Baimbai mulai dikerjakan pada pertengahan tahun 2023. Kami merekrut 15 disability liaison officers (DLO) untuk survei kepada difabel yang ada di tujuh kelurahan,” ucap bapak dua anak ini. Tujuh kelurahan di Banjarmasin yang disurvei dijadikan sampel survei karena mayoritas anggota PPDI dan HWDI tinggal di daerah tersebut. Berdasar data terakhir tahun 2015, jumlah anggota PPDI Banjarmasin 400 orang. Namun, jumlah keseluruhan difabel di Banjarmasin diperkirakan 3.000 orang. ”Jumlah difabel yang kami survei dalam proyek Kayuh Baimbai lebih dari 300 orang,” ujarnya. Proyek Kayuh Baimbai dilaksanakan dalam tiga tahap.

Pertama, perekrutan DLO dan lokakarya bagi DLO. Kedua, lokakarya peningkatan kapasitas DLO dan pelaksanaan survei. Ketiga, lokakarya rancangan bersama, penyusunan panduan, dan diseminasi. Dokumen Kayuh Baimbai, rancangan bersama panduan kesiapan bencana inklusif difabel diluncurkan pada 25 April 2024. Panduan ini dibuat untuk difabel dan lingkungan sekitarnya, komunitas, tim darurat, masyarakat umum, dan pemangku kebijakan. Harapannya, difabel selalu dilibatkan dalam ragam proses pembuatan kebijakan dan pengambilan keputusan, khususnya yang berhubungan dengan aksesibilitas untuk difabel. Saat terjadi bencana, disebutkan apa saja yang boleh dan tak boleh dilakukan difabel, warga sekitar, dan petugas atau tim siaga bencana. Menurut Slamet, kini, mereka masih bekerja menempel stiker di depan rumah warga difabel, yang  bertujuan agar warga sekitar dan tim evakuasi bencana mengetahui keberadaan difabel dan  bisa secepatnya menolong saat terjadi bencana. Setelah penempelan stiker, akan dilakukan diseminasi panduan kesiapan bencana inklusif difabel ke kelurahan dan sekolah-sekolah. (Yoga)


Solidaritas Kabinet Kunci Keberhasilan dan Keberlanjutan

18 Jun 2024

Solidaritas antarmenteri di kabinet menjadi kunci untuk menjaga keberhasilan  pemerintah hingga akhir periode kepemimpinan Presiden Joko Widodo serta transisi dan keberlanjutan program pembangunan ke pemerintah yang baru. Lebih dari itu,  ketidakharmonisan di tubuh kabinet  juga menyebabkan terganggunya layanan publik. Untuk itu semua kabinet periode ke-2 pemerintahan Jokowi harus  fokus bekerja sampai akhir masa jabatan dan berupaya untuk tidak memberikan pernyataan yang kontradiktif.

Apalagi, bila ini dilakukan untuk kepentingan politik pribadi, misalnya, 'mencari muka' ke pasangan presiden dan wakil presiden terpilih Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. "Kalau '(mencari muka') motivasinya, karena ingin dinilai baik oleh Pak Prabowo, menurut saya (ini) caranya salah. Harusnya bekerja saja dengan sebaiknya tanpa membuat noise pada publik sehingga publik melihat seperti apa suatu masalah," ujar pengamat kebijakan publik Achmad Nur Hidayat. 

Menurut Achmad, selain para menteri   harus fokus bekerja sampai akhir jabatan dan berupaya untuk tidak memberikan pernyataan yang kontradiktif, setidaaknya ada dua hal yang perlu dilakukan untuk menjaga solidaritas di kabinet Indonesia maju (KIM). "Yang satu harus datang dari Presiden (jokowi) langsung," kata dia. (Yetede)

Revolusi Jiwa Berkorban

16 Jun 2024

Idul Adha adalah hari raya penyembelihan hewan kurban, tapi, sejatinya Idul Adha merupakan proses rohaniah terdalam agar setiap Muslim dapat menaklukkan ego kepentingannya agar menjadi insan yang bertakwa kepada Tuhan, yang memancarkan segala kebajikan hidup bagi diri, sesama, dan ranah semesta. Dasar dan pusat seluruh ibadah itu adalah pengabdian total kepada Allah yang berbasis tauhid. Mengesakan Tuhan yang membawa dampak profetik pada seluruh kehidupan setiap insan Muslim yang menjalankannya. Semua ini dijalankan agar manusia tidak sekadar hidup sebagaimana habitat hewan dan tumbuhan. Namun, hidup dengan makna lebih, yaitu memiliki fondasi dan orientasi nilai yang luhur dan bermakna.

Hidup spesies hewan dan tumbuhan, meski juga berfaedah, hanya mengikuti sunatullah lahir dan mati. Adapun manusia diberi tugas khusus yang bermakna sekaligus berfaedah, yakni beribadah (QS Adz-Dzariyat: 56) dan menjalankan kekhalifahan di muka bumi (QS Al-Baqarah: 30; Hud: 60). Tujuannya, agar hidup manusia selamat di dunia dan akhirat (QS Al-Baqarah: 201), demi meraih rida dan karunia Allah (QS Al-Fath: 29). Oleh karena itu, Idul Adha dalam ritual penyembelihan hewan kurban sejatinya merupakan proses dekonstruksi rohaniah secara total agar setiap Muslim keluar dari belenggu hasrat-hasrat primitif menuju martabat insan mulia.

Idul Adha dengan ritual khusus penyembelihan hewan kurban merupakan proses ibadah membentuk diri sebagai insan bertakwa yang memiliki jiwa berkorban yang khariq al-’adat atau di luar kelaziman. Orang baik pun menjadi berubah ketika kekuasaan yang didudukinya terlampau besar dan lama sehingga sulit untuk berakhir. Karena itu, kekuasaan meniscayakan pengorbanan. Pengorbanan ”berkuasa untuk melepaskan”, berkuasa untuk memakmurkan, mencerahkan, serta memajukan peradaban manusia dan semesta raya. (Yoga)


Pasar Berdandan, Anak Muda Tercengang

16 Jun 2024

Inilah era baru pasar tradisional Kota Yogyakarta. Selamat tinggal tempat kumuh, padat, dan kotor. Selamat datang tempat keren yang asyik untuk nongkrong, belajar, dan bekerja. Anak muda saja sampai rajin pergi ke pasar. ”Enggak nyangka, sih, kita bakal nongkrong di pasar buat kerja. Tempatnya nyaman,” kata Farhan Kristianto (26), karyawan swasta, di Mergangsan, Yogyakarta, Jumat (7/6) siang. Farhan melayangkan pandangan ke ruangan coworking space di Studio 103, sebuah ruang ekonomi kreatif di atap Pasar Prawirotaman yang masih sepi. Menjelang sore, ruang kerja bersama itu biasanya penuh anak muda yang sibuk mengerjakan tugas. Farhan rutin mendatangi ruang kerja bersama itu bersama temannya, Fitri Lestari (23), mahasiswa Universitas Janabadra. Mereka bisa datang empat sampai lima kali sepekan. Farhan sibuk menyelesaikan pekerjaan, sedang Fitri fokus menggarap skripsi. Di Studio 103, mereka cukup membayar Rp 10.000 untuk mendapat akses internet selama enam jam. Jika lapar, ada beberapa lapak warung yang menjual makanan Barat atau Nusantara dengan harga terjangkau yang siap mengganjal perut. ”Keren tempatnya,” tutur Fitri.

Farhan merupakan orang lokal, sedangkan Fitri sudah merantau ke kota ini sejak 2019. Namun, keduanya tidak pernah tertarik ke Pasar Prawirotaman. Ketika melihat pasar dengan wujud baru ini di Instagram, mereka tercengang dan akhirnya mau berkunjung. Ternyata hasilnya tidak mengecewakan. Wajah suram Pasar Prawirotaman berubah setelah proses revitalisasi selesai pada 2020. Gedung dengan arsitektur khas Yogyakarta ini punya empat lantai. Lantai 1 sampai 3 merupakan area pasar rakyat dengan sentuhan modern untuk menjual kebutuhan pokok. Sementara itu, Studio 103 di lantai atas menjadi ruang ekonomi kreatif dengan slogan ”tempat nongkrong anak senja”. Tempat ini punya area kuliner dengan pemandangan senja Kota Yogyakarta dan lampu-lampu kota pada malam hari. Ada pertunjukan musik setiap hari Jumat. Fasilitas lain untuk disewakan juga tersedia, seperti studio foto, ruang siniar, studio musik, kantor, dan ruang rapat.

Pasar lain tidak mau kalah bersolek. Tahun ini, Pasar Sentul, Pakualaman, selesai direvitalisasi. Gedung pasar ini terdiri atas tiga lantai dengan arsitektur bergaya Indis sebab berada dalam kawasan cagar budaya Selain modernisasi tampilan pasar rakyat, pasar tersebut kini punya tempat makan di lantai paling atas. Ada lebih dari 20 warung makan, yang sebelumnya berada di Lapangan Sewandanan, berjualan di sana. Di tengah area makan, terdapat plaza atap terbuka yang terbagi menjadi dua lokasi untuk kegiatan kebudayaan. ”Sekarang pasarnya rapi dan tertata, ya, jadi belanja juga nyaman. Lihat gedungnya juga enak karena putih bersih. Wah, kalau dulu tampilannya beda jauh,” ucap Raden Baehaqi(38), warga sekitar yang pada Sabtu (8/6) bersama keluarganya berburu kuliner untuk makan siang di Pasar Sentul. Seusai berbelanja mingguan di lantai bawah, mereka menyantap ludes lontong sayur dan rujak es krim yang dijual di tempat makan tersebut. (Yoga)


PEMBERANTASAN JUDI, Masyarakat Menanti Aksi Nyata Satgas

16 Jun 2024

Rencana pemerintah untuk membentuk Satgas Pemberantasan Perjudian Daring akhirnya terwujud. Masyarakat kini menanti aksi nyata dari satgas tersebut memberantas judi daring yang telah banyak merugikan rakyat kecil. Satgas dibentuk dengan Keppres No 21 Tahun 2024, yang terdiri atas 15 pasal dan diterbitkan Presiden Jokowi pada 14 Juni 2024. Keppres itu menyebutkan bahwa satgas dipimpin Menko Polhukam serta Menko PMK sebagai wakil ketua. Kemudian dalam keanggotaan satgas terdapat Ketua Harian Pencegahan yang dipimpin Menteri Kominfo serta Ketua Harian Penegakan Hukum dipimpin Kapolri. Masa kerja satgas disebutkan berlangsung hingga Desember 2024, tetapi dapat diperpanjang dengan keppres kembali.

Wakil Ketua Harian Pencegahan Satgas Pemberantasan Judi Online Usman Kansong saat dihubungi, Sabtu (15/6) mengatakan, adanya bagian pencegahan dan penegakan hukum dalam satgas merupakan bagian dari target pemerintah untuk memberantas judi daring mulai dari hulu hingga hilir. Nantinya, kedua bagian tersebut bakal bekerja sama guna mencapai tujuan dimaksud. ”Jadi, penindakan akan bekerja memutus supply-nya, dengan men-take down konten, mengambil langkah-langkah hukum terhadap pelaku atau bandar. Sementara bagian pencegahan akan bekerja mengedukasi, meliterasi masyarakat supaya mereka punya pertahanan diri yang cukup biar tidak tergoda dengan iming-iming menang kalau main judi daring,” ucapnya. (Yoga)


Ilusi Sukses di Masa Muda yang Menyuburkan Diskriminasi Umur

16 Jun 2024

Bryan Johnson menolak menjadi tua. Ia membangun program dengan slogan ”Jangan Mati” (Don’t Die) dan bereksperimen pada dirinya sendiri. Pengusaha kaya raya pertengahan 40 tahun itu mengatur makan, berolah raga rutin, pola tidur teratur, mengonsumsi suplemen, dan menjalani program lain dengan biaya Rp 29 miliar per tahun. Tiga tahun melakukan Blue-print-nya, Johnson menyatakan dirinya memuda. Dari hasil tes kebugaran dan kesehatan, beberapa fungsi organ tubuhnya bekerja sangat baik setara remaja 18 tahun. Klaim itu disebut hasil dari eksperimen berbasis sains. Ujung-ujungnya, Johnson menghasilkan berbagai produk terkait gaya hidup barunya lalu dijual ke khalayak ramai. Selain Johnson, sederet multimiliarder dunia berlomba menemukan formula penangkal proses penuaan, pencegah penyakit mematikan, dan pembuat awet muda tanpa takut mati, seperti Jeff Bezoz, Elon Musk, dan pendiri Google, Larry Page.

Keinginan senantiasa hidup dalam keemasan masa muda mengendap dalam benak manusia sejak dulu. Tujuannya agar bisa mengulang kesukesan dan kesenangan saat kondisi tubuh sangat fit. Sebagian lagi ingin mendapat kesempatan kedua untuk berbuat hal berbeda dan mencapai impian terpendam. Pemuja masa muda tak surut. Muncullah target pencapaian di usia tertentu. Usia sekian harus lulus sarjana, bekerja mapan, punya rumah, menikah, dan berkeluarga. Perempuan menikah sebelum usia 30 tahun dan segera punya anak. Dengan persiapan matang di usia muda, masa tua tak perlu bekerja. Orang di usia 50-60 tahun ke atas seakan hanya ditakdirkan menunggu waktunya berakhir. Mengikuti tren umum itu, ada tren orangtua menetapkan standar tinggi bagi anak-anak yang mengorbankan keceriaan masa kecil mereka.

Dunia kerja melihat orang muda sebagai aset utama. Di Indonesia, lowongan pekerjaan memasukkan batas usia pelamar sebagai salah satu syarat utama. Untuk menjadi pekerja di gerai minimarket saja harus di bawah 25 tahun. Pemilihan 30 pengusaha atau CEO perusahaan top dunia di bawah 30 tahun berlangsung setiap tahun. Seakan menjadi patokan kesuksesan yang pantas diikuti kaum muda lain. Dunia industri mengapitalisasi dan menjual mimpi awet muda lewat kampanye produknya, misalnya, iklan kosmetik atau perawatan tubuh, suplemen, alat olahraga, produk busana, bahkan paket wisata. Menjadi ironi ketika pemujaan pada usia muda itu tidak disertai sokongan penuh agar kaum muda bisa benar-benar sukses.

Di Indonesia, belum semua anak usia sekolah dapat ditampung di sekolah negeri yang dibiayai pemerintah. Saat hendak meraih sarjana, uang kuliah tunggal (UKT) kampus negeri makin mahal. Menepis ilusi sukses di usia muda yang menyesatkan perlu lebih banyak kebijakan hingga rekayasa sosial yang merekonstruksi ulang pola pikir masyarakat. Hidup tidak selalu bisa dianalogikan bak jenjang anak tangga yang selalu berorientasi naik ke atas menjadi makin baik, makin mapan. Hidup kadang terpaksa kembali menuruni tangga, bak jalan bergelombang, dan kadang berombak besar. Keinginan mencapai hidup bermakna inilah yang berarti seseorang berhasil menjaga nyala hasrat berapi-api layaknya anak muda. Bukan sekadar ilusi semu untuk hidup abadi, ia pun tetap muda secara nyata dengan sendirinya. (Yoga)


Selidiki Kecelakaan Berulang di IMIP, Pemerintah Harus Tegas

16 Jun 2024

Kepolisian menyelidiki semburan uap panas yang menyebabkan terlukanya dua karyawan di kawasan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMP), Morowali, Sulteng, pada Kamis (13/6). Kecelakaan di area tungku itu juga terjadi pada Desember 2023. Hingga kini, penyebabnya masih didalami. ”Sampai hari ini, kami masih melakukan penyelidikan mendalam. Tim masih berada di lapangan untuk melakukan olah TKP dipimpin Kasat Reskrim. Mereka mengecek TKP dan mengumpulkan barang bukti,” kata Kapolres Morowali AKBP Suprianto, Sabtu (15/6). Berdasarkan keterangan sementara, kecelakaan terjadi pukul 22.00 Wita. Saat itu pekerja sedang membersihkan kerak baja di lantai tungku PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel (ITSS). Tungku tersebut adalah lokasi sama yang meledak pada Desember 2023. Menurut dia, polisi belum bisa menyimpulkan faktor penyebab utama hingga semburan terjadi.

”Apakah ini murni kecelakaan atau kelalaian, semuanya masih berproses. Kami masih memeriksa saksi-saksi dan tentunya pihak manajemen, mulai dari pengawas, yang bertanggung jawab terhadap keamanan, dan manajemen,” tuturnya. Kecelakaan yang menyebabkan dua pekerja terluka ini terjadi kurang dari enam bulan dari ledakan dahsyat pada Desember 2023. Saat itu, 21 orang tewas dan 30 orang lainnya terluka. Pasca insiden, polisi menetapkan dua tenaga kerja asal China sebagai tersangka, yaitu ZG (41), pengawas keuangan sekaligus supervisor furnace (tungku pembakaran di PT Zhao Hui Nikel), dan Z (35), wakil supervisor di PT Ocean Sky Metal Indonesia (OSMI). Dalam hal ini, PT ITSS meminta keduanya untuk membantu di PT ITSS. Adapun PT ITSS adalah salah satu penyewa dan rekanan yang beroperasi di kawasan PT IMIP.

Juru kampanye energi Trend Asia, Arko Tarigan, menyampaikan, insiden berulang ini seharusnya tidak terjadi jika mekanisme keselamatan dan kesehatan kerja (K3) ditegakkan. Seharusnya kecelakaan kerja di PT ITSS sebelumnya memberikan pelajaran yang cukup untuk perbaikan kinerja keselamatan di lapangan. Trend Asia mencatat, selama 2015-2023 terjadi 93 insiden kecelakaan kerja di semua smelter nikel di Indonesia. PT ITSS penyumbang tertinggi angka kematian pekerja. ”Hal ini menitikberatkan masalah impunitas yang dialami perusahaan dalam isu keamanan, termasuk atas insiden-insiden yang lalu. Peme- rintah seharusnya membuat perusahaan jera,” katanya. Ia mendesak agar kepolisian, kementerian, dan dinas terkait harus mampu memaksa ada perubahan praktik industri yang lebih baik dan dilakukan secara transparan. (Yoga)


Gelanggang Keras Mal Jakarta

16 Jun 2024

Gerai sayap ayam cepat saji yang enak dan beberapa toko gawai di Ratu Plaza sudah hengkang April lalu. Sedih melihat makin ditinggalnya Ratu Plaza. Dulu Ratu Plaza adalah pusat perbelanjaan termewah di Jakarta, menggeser Duta Merlin yang berhulu ke hotel zaman Belanda. Saat dicuitkan di X, ramai yang menanggapi. Diskusi berkembang tentang pemilik gedung yang konon hanya memegang hak guna bangunan dari lahan pemerintah, seperti konon gedung lain di ujung berbeda Jalan Jenderal Sudirman yang ia miliki. Ini menjelaskan mengapa kedua gedung  dibiarkan ”merana”, walau strategis berada pada jalur MRT dan Transjakarta. Itu sebabnya Kompas bersemangat menyambangi Brightspot Market, bazar populer Jakarta yang didedikasikan untuk jenama lokal, bertempat di Ratu Plaza minggu lalu.

Brightspot punya sejarah bereksperimen dengan lokasi nyeleneh, dua lantai kosong di Plaza Senayan tahun lalu, atau Ashta sebelum resmi dibuka. Cynthia Wirjono, salah satu pemrakarsa dan penyelenggara Brightspot, bercerita bahwa nostalgia 1980-an, saat Ratu Plaza jaya-jayanya, sengaja diambil sebagai tema. Dan benar, tersebar di tiga lantai selama dua akhir pekan kemarin, terdapat musik, dekor, bahkan mesin dingdong khas dekade itu. Ratu Plaza juga kembali disesaki pengunjung baik generas “old” yang ingat masa keemasannya dan generasi muda yang penasaran. Bukannya tanpa tantangan menggelar acara dengan ribuan pengunjung di lokasi yang sudah lama tak beroperasi penuh. Kendala muncul dari parkir, AC, sampai eskalator yang tak semua bisa dioperasikan.

Tapi pengunjung terlihat menikmati. Terlepas legalitas kepemlikan, Ratu Plaza hanya perlu sedikit renovasi dan pemasaran kreatif bila mau dikembalikan optimal. Persoalan mal di Jakarta memang kompleks. Terlalu banyak jumlahnya, tapi sedikit pembedanya. Untuk Jakarta, mal dikelompokkan menjadi mal tengah kota (seputar Senayan dan Bundaran HI), yang didatangi pengunjung dari seluruh penjuru kota, dan mal ”setempat” yang dipadati warga sekitar. Banyak mal dan trade center yang tersengal-sengal terlepas keriuhan saat diresmikan. Bahkan, beberapa mal di pusat kota hidup segan, mati tak mau. Bukan karena konsumen lebih suka berbelanja daring, banyak pusat perbelanjaan yang masih ramai, seperti juga banyak e-marketplace yang kolaps. Mal masih bisa bertahan walau memang gelanggangnya keras, tak semua jadi penyintas. Kecuali bila jeli membidik ceruk baru. (Yoga)


Memboyong Kampung Halaman untuk Kaum Urban

16 Jun 2024

Hidangan tradisional yang diusung untuk dinikmati kaum urban semakin menjadi tren di kota besar. Aneka makanan yang menggoda selera terhidang di atas nampan bercorak retro. Ayam bakar, pepes ikan mas, pecel pincuk, mi goreng jawa, dan sate kulit hanya sekelumit hidangan di Omah Yung Ginah. Sejumlah pengunjung mengantre dan membayar dengan tertib, lalu duduk dengan santai di bangku lawas yang dilengkapi meja kayu kuno. Pegawai berpakaian lurik dipadu celana hitam sigap membereskan piring kotor, menyingkirkan sampah, hingga berbincang dengan konsumen. Bangunan joglo menguarkan nuansa tradisional dengan kayu jatinya. Sajian pun bertambah nikmat dinaungi keteduhan pohon abar,wali songo, dan beringin kuning. Mangut lele, sungguh lezat dengan rasa asap yang mencolok karena begitu meresap.

Ikan itu ditusuk batang kayu dengan daging renyah, tetapi lembut yang spontan lumat saat dikunyah. Kuah sedikit manis tercecap mantap dengan selintas asam dan paduan pedas. Masakan itu bertambah sedap dengan sambal terong. Ditambah taburan teri yang menambah gurih, asin, dan pedas dengan klop. Sementara itu, garang asem ati ampela dibungkus daun pisang tak kalah nikmat. Andalan Omah Yung Ginah lain, telur krispi, tergigit renyah dan gurih. Sekejap bumbu balado, maizena, dan garam terjejak pula dalam indera pengecap. Di Omah Yung Ginah tersedia sekitar 15 makanan. Harga setiap porsi mangut lele Rp 25.000, telur krispi Rp 13.000, dan garang asem hati ampela Rp 14.000. Konsumen bisa memilih 10 minuman. Es dawet yang difavoritkan dibanderol Rp 15.000 per porsi.

Omah Yung Ginah dikunjungi 400 pengunjung pada hari kerja, dan membeludak hingga 900 pengunjung pada akhir pekan. ”Lokasinya di Rumpin, Bogor (Jabar). Bisa dibilang juga di Cisauk, Tangerang, (Banten),” ujar Manajer Omah Yung Ginah, M Nur Qudsi, Rabu (12/6/2024). Luas OmahYung Ginah 3.000 meter persegi dengan pelataran parkir yang mampu menampung 100 mobil dan 40 sepeda motor. Tujuan wisata kuliner itu baru dibuka setahun lalu, tetapi sudah sangat ramai. Omah Yung Ginah menyajikan masakan khas Kediri. ”Pemiliknya, Roby Sugiarto, suatu hari kangen masakan mendiang neneknya, Ginah,” kata Kukut, sapaannya. Jadilah hidangan itu dibawa Roby sebagai menu Omah Yung Ginah. Tak hanya makanannya yang dibawa, juga nuansa bangunan tradisional jawanya. Bahan baku bangunan pun didatangkan dari Kediri. Keorisinilan kuliner kampung halaman diboyong pemilik rumah makan untuk kaum urban yang menambah khazanah mereka dengan mencicipinya. (Yoga)