;

Memboyong Kampung Halaman untuk Kaum Urban

Ekonomi Yoga 16 Jun 2024 Kompas
Memboyong
Kampung
Halaman untuk
Kaum Urban

Hidangan tradisional yang diusung untuk dinikmati kaum urban semakin menjadi tren di kota besar. Aneka makanan yang menggoda selera terhidang di atas nampan bercorak retro. Ayam bakar, pepes ikan mas, pecel pincuk, mi goreng jawa, dan sate kulit hanya sekelumit hidangan di Omah Yung Ginah. Sejumlah pengunjung mengantre dan membayar dengan tertib, lalu duduk dengan santai di bangku lawas yang dilengkapi meja kayu kuno. Pegawai berpakaian lurik dipadu celana hitam sigap membereskan piring kotor, menyingkirkan sampah, hingga berbincang dengan konsumen. Bangunan joglo menguarkan nuansa tradisional dengan kayu jatinya. Sajian pun bertambah nikmat dinaungi keteduhan pohon abar,wali songo, dan beringin kuning. Mangut lele, sungguh lezat dengan rasa asap yang mencolok karena begitu meresap.

Ikan itu ditusuk batang kayu dengan daging renyah, tetapi lembut yang spontan lumat saat dikunyah. Kuah sedikit manis tercecap mantap dengan selintas asam dan paduan pedas. Masakan itu bertambah sedap dengan sambal terong. Ditambah taburan teri yang menambah gurih, asin, dan pedas dengan klop. Sementara itu, garang asem ati ampela dibungkus daun pisang tak kalah nikmat. Andalan Omah Yung Ginah lain, telur krispi, tergigit renyah dan gurih. Sekejap bumbu balado, maizena, dan garam terjejak pula dalam indera pengecap. Di Omah Yung Ginah tersedia sekitar 15 makanan. Harga setiap porsi mangut lele Rp 25.000, telur krispi Rp 13.000, dan garang asem hati ampela Rp 14.000. Konsumen bisa memilih 10 minuman. Es dawet yang difavoritkan dibanderol Rp 15.000 per porsi.

Omah Yung Ginah dikunjungi 400 pengunjung pada hari kerja, dan membeludak hingga 900 pengunjung pada akhir pekan. ”Lokasinya di Rumpin, Bogor (Jabar). Bisa dibilang juga di Cisauk, Tangerang, (Banten),” ujar Manajer Omah Yung Ginah, M Nur Qudsi, Rabu (12/6/2024). Luas OmahYung Ginah 3.000 meter persegi dengan pelataran parkir yang mampu menampung 100 mobil dan 40 sepeda motor. Tujuan wisata kuliner itu baru dibuka setahun lalu, tetapi sudah sangat ramai. Omah Yung Ginah menyajikan masakan khas Kediri. ”Pemiliknya, Roby Sugiarto, suatu hari kangen masakan mendiang neneknya, Ginah,” kata Kukut, sapaannya. Jadilah hidangan itu dibawa Roby sebagai menu Omah Yung Ginah. Tak hanya makanannya yang dibawa, juga nuansa bangunan tradisional jawanya. Bahan baku bangunan pun didatangkan dari Kediri. Keorisinilan kuliner kampung halaman diboyong pemilik rumah makan untuk kaum urban yang menambah khazanah mereka dengan mencicipinya. (Yoga)


Tags :
#Kuliner #Varia
Download Aplikasi Labirin :