;
Kategori

Sosial, Budaya, dan Demografi

( 10118 )

Mengusut Penjarah Blok C Rusunawa Marunda

20 Jun 2024

Sejak akhir tahun lalu terjadi penjarahan aset-aset Blok C Rusunawa Marunda, Cilincing, Jakut. Blok C1-Blok C5 Rusunawa Marunda dijarah setelah 451 keluarga direlokasi ke Rusun Nagrak dan Rusun Padat Karya pertengahan tahun 2023. Warga direlokasi karena seluruh blok dinyatakan tidak layak huni berdasar inspeksi bangunan oleh BRIN pada 2021 dan plang nama Blok C5 ambruk pada 30 Agustus 2023. Kondisi blok yang kosong dimanfaatkan penjarah. Mereka menggondol railing atau terali tangga, pagar pembatas, pintu, jendela, kaca, besi hidran pipa, kabel, sakelar, pagar, dan rolling door atau pintu geser dari seluruh blok. Pada Rabu (19/6) hanya tersisa jejak penjarahan di Blok C Rusunawa Marunda. Dari luar tidak ada lagi jendela pada ratusan unit hunian. Sama dengan kios di lantai dasar yang kehilangan pintu geser.

Dari lantai dasar ini terlihat pecahan dan retakan pada tembok yang kehilangan pagar pembatas. Kondisi serupa terjadi pada tangga-tangga tanpa terali. Unit-unit hunian juga tanpa pintu masuk, pintu kamar mandi, dan pintu kamar tidur. Seluruh instalasi listriknya hilang menyisakan bolong di dinding. ”Rolling door-nya habis,” ujar seorang pedagang berusia 45 tahun dari salah satu kios yang tersisa di Blok C. Di situ hanya tersisa dua kios yang masih utuh. Selebihnya tinggal tembok tanpa pintu geser dan instalasi listrik. ”Kios aman karena omong. Jangan ganggu warung ibu. Ibu, kan, baik sama kalian,” ujarnya. Penjual yang enggan disebut namanya ini menyaksikan penjarah beraksi pada siang dan malam hari. Mereka terdiri atas warga sekitar rusunawa dan warga luar yang datang membawa gerobak, sepeda motor, dan mobil angkut. Mereka datang, terus berantem sama petugas keamanan.

Tetapi, ada yang bilang mereka dapat izin dari orang kantor (pengelola Rusunawa Marunda). Sekarang sudah diganti,” ucapnya. Aksi penjarah menyerang petugas keamanan terjadi pada Selasa (2/1). Mereka mengeroyok petugas keamanan dan merusak fasilitas kantor pengelola rusunawa. Kejadian itu berawal dari petugas keamanan menangkap basah penjarah di Blok C, Minggu (31/12/2023). Buntutnya petugas keamanan membuat laporan polisi di Polres Metro Jakut dengan no LP/B/2/I/2024/SPKT/POLRES METRO JAKUT/POLDA METRO JAYA pada Rabu (3/1). Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono memastikan sudah memantau penjarahan ini. Pemda telah melapor kepada polisi agar penjarah ditindak. ”Sudah koordinasi dengan polres dan polsek setempat. Harus ditindak karena melanggar hukum,” ujarnya. (Yoga)


Warga Miskin Bertahan di Tengah Keterbatasan

20 Jun 2024

Rohani (53) melayani konsumen di warungnya di Gang VI, RT 022 RW 017, Kelurahan Penjaringan, Jakut, pada Rabu (19/6), untuk memenuhi kebutuhannya setelah suaminya meninggal tiga tahun lalu. Di rumah 4 x 6 meter, Rohani bermukim, bersama anak yang berkeluarga. Walau tinggal berdesakan, sekarang sudah ada akses berupa jalan beton. Air pun sudah mengalir lebih lancar. ”10 tahun lalu, air sulit kami dapat. Jalan rusak karena hanya dibangun dengan bahan seadanya,” kata Rohani. Wakil Ketua RT 022 Armen mengatakan, ada 300 keluarga yang tinggal di kawasan tersebut. Sebagian besar penduduk bekerja sebagai pedagang, nelayan, dan buruh. Warga selalu waswas akan ada kebakaran. Terakhir, api mengamuk pada 2019. Saat itu, 11 rumah terbakar. ”Karena itu, sejak awal saya mengimbau warga agar menjaga sistem kelistrikan rumahnya untuk mencegah korsleting,” katanya.

Aspirasi warga terus disuarakan untuk membenahi permukiman ke musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang). ”Beberapa aspirasi dipenuhi, seperti pembangunan gorong-gorong dan jalan,” katanya. Hidup dalam keterbatasan juga dijalani Eta Zulkifli (57), warga RT 005 RW 012, Kelurahan Tanah Tinggi, Jakpus. Di rumah seluas 23 meter persegi, dia tinggal bersama 10 orang dari tiga keluarga. Jika ingin buang air, dirinya menggunakan kamar mandi 1 x 1 meter yang digunakan untuk sembilan keluarga lainnya. Eta bekerja sebagai pengemudi ojek daring yang memperoleh uang Rp 100.000 per hari. Sang istri membantu perekonomian keluarga dengan berjualan di depan rumah. Beruntung Eta menjadi 1 dari 11 keluarga yang mendapat bantuan pembangunan lingkungan berupa rumah sehat hasil kolaborasi Yayasan Buddha Tzu Chi dengan Pemprov DKI Jakarta yang dicanangkan pada November 2023.

Hunian sehat yang masih dibangun tersebut berbentuk rusun empat lantai seluas 222 meter persegi, dengan taman bermain anak, ruang terbuka hijau, ruang bersosialisasi, dan ruang untuk berusaha. Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono menjelaskan, setiap warga berhak mendapatkan hunian yang laik (Kompas, 24/11/2023). Menurut BPS, rumah layak huni apabila luasnya minimal 7,2 meter per kapita serta memiliki akses air minum dan sanitasi layak. Berdasar rencana Pemprov DKI Jakarta 2023-2026, ditargetkan luasan kawasan kumuh berkurang menjadi 2,26 % pada tahun 2026. Pemprov DKI mencatat ada 450 RW kumuh dari total 2.744 RW. Sebanyak 200 RW sudah ditata, sisanya akan dibenahi bertahap hingga 2026. Data BPS DKI, ada 1,77 juta rumah tangga tak memiliki akses terhadap hunian layak dari 2,78 juta rumah tangga pada 2022. (Yoga)


Uyau Moris Menggaungkan Sape ke Dunia

20 Jun 2024

Amoris (32) mengangkat status alat musik petik tradisional asal Kalimantan, sape, yang dulu dianggap kuno. Uyau Moris, nama beken musisi tersebut, memukau penonton hingga mancanegara. Ia merintis kiprahnya dengan merogoh kocek sendiri. Moris mengetengahkan penampilan teranyarnya untuk memeriahkan Pasar Indonesia yang dihadiri 11.000 pengunjung, nun jauh di Rijswijk, Belanda, selama dua hari yang berakhir Minggu (2/6/2024). Penampil berkostum hijau dan merah bertopeng mengiringi Moris dengan hudoq, tarian asal Kalimantan. Beberapa perempuan beranjak melenggang dan langsung memikat pengunjung, termasuk anak-anak, untuk ikut bergoyang. Sebagian audiens merekam dengan kamera ponselnya. Penonton membeludak hingga banyak yang rela berdiri. Pekikan khas Dayak, yang membuka lagu ”Menok Tawai Tuyang” tentang kerinduan terhadap sahabat, dituruti penonton tak kalah lantang. Bukan penghibur belaka, ia dan rekan-rekannya juga mengusung misi budaya.

Mereka memboyong sesepuh dengan tradisi telinga panjangnya yang menggelar ritual agar pergelaran berlangsung lancar. Pekan sebelumnya, Moris menyemarakkan Festival Budaya Meratus di Balangan, Kalsel. Seusai ”Menok Tawai Tuyang”, kemerduan sape yang melebur dengan musik kekinian menyusul berlagukan ”Laskar Pelangi”, ”Bercinta lewat Kata”, ”Kangen”, dan ”Sempurna”. Audiens dengan mayoritas anak muda yang berasak-asak melancarkan koor diselingi teriakan histeris untuk mengiringi nyanyian Moris. Ia menyuarakan sape dilengkapi dengan pakaian Dayak Kenyah berikut ikat kepalanya. Moris tak ingat jumlah pentas yang telah diramaikannya, tetapi ia sudah mengunjungi puluhan kota. Warga Malinau, Kaltara, tersebut telah melanglang buana di AS, Jepang dan Kazakhstan. Di Belanda, Moris berkelana selama dua pekan untuk berkonser di delapan lokasi. Ia bersiteguh menggaungkan sape ke dunia sekaligus pakaian adatnya dengan baju sapei, topi bluko, dan celana abet yang dipadu tenunan eksotisme Dayak.

Hasrat Moris menggeluti sape tumbuh bersama sang kakek yang mahir memainkannya. Moris kuliah etnomusikologi di Yogyakarta yang membuka jalan menuju beragam ajang untuk menggemakan sapenya. Ia memulai debutnya dengan menumpang kereta ke Jakarta tahun 2011. Demi menimba pengalaman, biaya harus keluar dari kantong pribadi. Tahun yang sama, Moris sudah menjejaki ajang mancanegaranya ke Malaysia, Thailand, dan Singapura. Ia sebenarnya nekat. Moris memanfaatkan liburan kuliah dengan mengontak pemilik kafe untuk mengenalkan sape. Pelancongan dengan biaya sehemat mungkin dilakoni dengan tiket pesawat yang dipesan berbulan-bulan sebelumnya demi tarif puluhan ribu rupiah. ”Enggak disangka, akhirnya kenalan sama musisi-musisi yang ngajak ikut festival. Jadi, terjalin network (jaringan) buat main lagi,” ucapnya.

Moris juga mengecap pahitnya memainkan sape sekadar melengkapi undangan mengobrol, salaman, dan bersantap. Untuk membetot perhatian khalayak, terutama anak muda. Moris memainkan lagu-lagu pop, rock, dan jazz untuk menautkan mereka dengan irama sape. Senar ditambah agar menjangkau nada-nada konvensional. Ia mengunggah kreasi-kreasinya ke media sosial yang disambut hangat penonton belia. Denting sape Moris semakin nyaring seiring kolaborasinya dengan musisi-musisi lain. Ia sudah menciptakan 80 lagu dan merilis tiga album. ”Liriknya Dayak Kenyah, ada yang berbahasa Indonesia dan instrumentalia. Ia menggencarkan animo masyarakat bermain sape dengan memproduksinya. Sape berjenama Uyau dengan harga mulai dari Rp 1,8 juta tersebut diproduksi di Yogyakarta dan Malinau, Kaltara. Moris juga menyediakan sape mini untuk anak-anak yang ingin belajar memainkannya dengan harga mulai dari Rp 1 juta. (Yoga)


Tentang Korupsi dan Kita

20 Jun 2024

Seorang  filsuf politik dari Prancis, Baron de Mostesquieu menulis the Spirit of  the Laws yang terbit pada tahun 1748. Salah satu dari bagian bukunya yang cukup relevan untuk dikutip dan menjadi bahan renungan  saat ini: "is not the young people that degenerate; they are not spoiled till those of maturer age are already  sunk into corruption."

Montesquieu seolah ingin mengingatkan  tentang bahaya korupsi yang diturunkan dari generasi yang lebih tua ke generasi yang lebih muda  hingga membentuk vicious circle atau lingkaran setan yang turun menurun dan sulit diputus. Dan kutipan itu menjadi sangat relevan bagi Indonesia saat ini menjelang pergantian pemerintahan pada bulan Oktober yang akan datang. Lembaga pemeringkat korupsi Transparency International menempatkan Indonesia pada peringkat 110 dari 180 ngara yang disurvei untuk periode 2023.

Sebagai negara yang disebut-sebut sebagai satu dari sedikit best performing  economies diantara anggota G20 dan diproyeksikan akan menjadi ekonomi terbesar  keempat dunia pada tahun 2045 dengan tagline "Indonesia Emas" itu menjadi realita dan bukan fatamorgana: semakin dekat semakin lenyap pula harapan. (Yetede)

Hadi: Uang di Rekening Judi Online Akan Diserahkan ke Negara

20 Jun 2024

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) RI Hadi Tjahjanto memastikan uang di rekening yang terindikasi terlibat dalam judi online (daring) akan dikembalikan kepada negara. Satgas Judi online saat ini melalui Pusat Pelaporan Analisi dan Transaksi (PPATK) telah mendata 4.000 sampai 5.000 rekening yang terlibat dalam aktivitas judi online. "Berdasarkan putusan pengadilan negeri aset uang yang ada di rekeing tersebut itu akan kita ambil dan kita serahkan kepada negara." kata Hadi. 

Data yang dihimpun PPATK, lanjut dia, nanti akan diserahkan kepada Bareskrim Mabes Polri untuk diselidiki aliran dana dari rekening tersebut. Setelah itu, lanjut Hadi, Bareskrim akan membekukan rekening tersebut. Bareskrim juga memiliki waktu selama 30 untuk mengumumkan pembekuan rekening itu. Jika dalam 30 hari tidak ada masyarakat yang mengakui kepemilikan rekening  tersebut, maka Bareskrim menyerahkan uang tersebut kepada negara. (Yetede)

Siasat Makassar Atasi Sampah

20 Jun 2024

Setiap sore, Supriadi (35) petugas kebersihan yang menjemput sampah di rumah warga kawasan Jalan Pelita, Makassar, dmemilah sampah di salah satu pasar kecil sekitar kompleks perumahan. Dia dan petugas kebersihan lain memilah sampah dari gerobak sebelum truk sampah datang. Segala yang bisa dijual akan dipilah. Kertas, besi tua, plastik, kabel, hingga barang elektronik dipisahkan dari sampah organik. Mereka membawa karung khusus untuk hasil pemilahan ini. ”Disetor ke bank sampah atau dijual ke tempat lain yang mau membeli. Lumayan, buat tambah beli elpiji atau bensin. Kalau beruntung dapat sampah yang sudah dipilah warga dari rumah, saya tak perlu memilah lagi,” katanya. Nurlina (50) adalah salah satu warga yang terbiasa memilah sampah yang bisa dijual dan yang dibiarkan dijemput petugas kebersihan.Bank sampah menjadi salah satu tujuan dari aneka sampah yang bisa didaur ulang.

Di Makassar, gerakan bank sampah dimulai sejak 10 tahun lalu. Ada lebih dari 1.000 bank sampah dengan puluhan ribu nasabah, yang tersebar di permukiman, perkantoran pemerintah, hingga swasta. Nasabahnya adalah pegawai atau karyawan di kantor di lokasi bank sampah berada. Rosmini Buhari (48) adalah salah satu pengelola bank sampah di Kelurahan Ballaparang, Rappocini. Nasabahnya banyak, umumnya ibu rumah tangga. Setiap pekan, nasabah akan datang menyetorkan sampah sekaligus mencatatkan hasil penjualan dalam rupiah. Mereka punya semacam buku tabungan. Bank sampahnya diberi nama Pelita Bangsa. ”Jika hasil penjualan sudah banyak, biasanya ibu-ibu pakai untuk bayar listrik, beli elpiji, atau jajan anak. Kami juga bekerja sama dengan BPJS, mengikutkan nasabah bank sampah kami dalam program BPJS kesehatan. Bahkan, kami sudah mendirikan PAUD dari dana hasil bank sampah,” tuturnya.

Sampah sisa makanan juga diolah di rumah masing-masing. Ada yang mengolahnya menjadi pupuk atau memanfaatkannya untuk memelihara maggot, yang juga ada pembelinya. Ada pula Mallsampah, sebuah layanan jual beli atau daur ulang sekaligus edukasi sampah dan lingkungan berbasis aplikasi. Pendirinya Adi Saifullah Putra. Tercatat 50.000 pengguna Mallsampah yang memberdayakan 500 mitra pengepul. Terdapat 300 pusat daur ulang. Jumlah sampah yang masuk Mallsampah setiap bulan lebih dari 1.000 ton. ”Pengguna tinggal membuka aplikasi, memilih sampah apa yang akan dibuang, lalu ditunjukkan titik terdekat untuk membawanya, jika jumlah sampah di bawah 5 kg. Lebih dari itu akan dijemput armada Mallsampah,” papar Adi.

Lewat aplikasi, pengguna bisa memilih apakah akan menerima uang tunai atau menabung dalam bentuk poin yang dapat ditukar dengan emas, voucer belanja atau makan, atau untuk pembayaran beragam iuran, mulai dari listrik, air, hingga BPJS. Bisa juga didonasikan ke sejumlah lembaga atau yayasan tepercaya yang menjadi mitra Mallsampah. ”Niat saya mereduksi sampah sekaligus punya data sampah. Kami membuatnya lebih mudah dan kekinian mengingat pengguna gawai di Indonesia cukup banyak. Pengguna tak repot karena sampah bisa dijemput dan dibayar di tempat. Harapannya, lebih banyak orang mau memilih, memilah sampah, dan melihatnya lebih bernilai,” ucap Adi.Gerakan seperti bank sampah dan Mallsampah tak serta-merta signifikan mereduksi sampah. Namun, sebagai sebuah upaya, langkah ini menjadi salah satu siasat berdamai dengan sampah dan membuatnya punya nilai. (Yoga)


Sanitasi Aman dan Sehat bagi Warga Pakuhaji

20 Jun 2024

Yayasan Dana Kemanusiaan Kompas (YDKK) telah menyelesaikan pembangunan fasilitas sanitasi sehat berupa jamban dan tangka septik (septic tank) di Kecamatan Pakuhaji, Tangerang, Banten. Sebanyak 50 fasilitas sanitasi sehat terbagi untuk lima desa. Harapannya, kebutuhan sanitasi warga bisa terpenuhi dan mengurangi polusi sungai. Dalam program ini, YDKK menggandeng Institut Kewarganegaraan Indonesia (IKI) dan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Putra Pakuhaji. Sasarannya, keluarga yang tak memiliki fasilitas sanitasi memadai, terutama masyarakat di kawasan pesisir.

YDKK telah menjalankan program sanitasi sehat sejak 2021. Sejumlah warga di beberapa daerah sudah menerimanya, seperti Surabaya dan Malang, Jawa Timur, serta Solo dan Magelang, Jateng. Dengan program di beberapa daerah tersebut, lebih dari 1.000 fasilitas sanitasi sehat telah terbangun. ”Kami senang membantu masyarakat mengatasi masalah sanitasi, membangun lingkungan yang sehat. Semoga sanitasi sehat ini bisa berumur panjang. Warga bisa bertanggung jawab dengan sanitasi aman tersebut dan kami bertanggung jawab kepada pembaca,” tutur Ketua YDKK Gesit Ariyanto dalam acara Peresmian dan Serah Terima Pembangunan 50 Jamban Aman di Kecamatan Pakuhaji, Tangerang, Rabu (19/6).  

Salah satu warga Desa Kiara Payung, Pakuhaji, yang mendapat bantuan, Nursilah (35) merasa bersyukur dengan adanya fasilitas sanitasi sehat berupa jamban atau toilet dan septic tank untuk keluarganya. Dia bersama suami dan tiga anaknya tak perlu lagi buang air kecil atau besar ke sungai. Seluruh fasilitas sanitasi sehat yang telah dibangun YDKK bersama para mitra di sejumlah daerah di Indonesia dibangun menggunakan dana bantuan pembaca harian Kompas/Kompas.id.Dana dari para pembaca disalurkan untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat miskin, penanganan bencana alam, serta pembangunan rumah, sekolah, puskesmas, dan aneka bantuan kemanusiaan lain. (Yoga)


Bansos Sembako Sudah Mengalir Rp 22,5 Triliun

20 Jun 2024
Kementerian Keuangan (Kemkeu) telah menyalurkan anggaran sebesar Rp 22,5 triliun untuk program bantuan sosial (bansos) sembako hingga 6 Juni 2024. Realisasi bansos sembako telah diberikan kepada 18,8 juta keluarga penerima manfaat (KPM). Kemkeu menyebutkan, meski bernama bansos sembako, masyarakat tetap mendapatkannya dalam bentuk uang senilai Rp 200.000 per bulan dan dibagikan dua bulan sekali. Alhasil, dalam satu tahun ada enam tahap penyaluran dan KPM menerima Rp 400.000 untuk setiap pencairan. "Program sembako merupakan salah satu bantuan sosial untuk meningkatkan ketahanan pangan di tingkat KPM sekaligus sebagai mekanisme perlindungan sosial dan penanggulangan kemiskinan," terang Ditjen Perbendaharaan Negara Kemkeu di akun media sosialnya, kemarin.

Berkelit dari Gejolak Rupiah

20 Jun 2024

Nilai tukar rupiah yang terus merosot lebih dari 6% sepanjang tahun ini memunculkan berbagai kekhawatiran bagi dunia usaha, fiskal, dan moneter akan datangnya krisis ekonomi yang lebih luas seperti 1998. Banyak prediksi bahwa tantangan ekonomi ke depan tampak jauh lebih berat. Kegundahan para pebisnis tersebut tak berlebihan. Kurs rupiah yang kini bertengger di kisaran Rp16.400 per dolar AS, sudah jauh menyimpang dari asumsi APBN 2024 yang hanya dipatok pada Rp15.000 per dolar AS. Pada saat yang sama, pemerintah dihadapkan pada ancaman meningkatnya beban belanja dan utang. Analisis sensitivitas APBN 2024 menunjukkan bahwa setiap pelemahan rupiah Rp100 per dolar AS akan menambah pendapatan negara sebesar Rp4 triliun, tetapi meningkatkan belanja hingga Rp10,2 triliun. Artinya, pelemahan rupiah dapat memperlebar defisit anggaran secara signifikan. Dalam 10 tahun terakhir atau sejak 13 Juni 2014, rupiah sudah tersungkur 39,13% dari posisi Rp11.796 per dolar AS. Jika dilihat lajunya dalam 15 tahun terakhir, nilai tukar rupiah saat ini bahkan sudah anjlok 63,01% dari posisi Rp10.068 per dolar AS pada 12 Juni 2009.

Dalam 15 tahun terakhir, nilai tukar rupiah sempat tertekan hingga Rp16.575 per dolar AS pada 23 Maret 2020 atau saat Indonesia dan dunia dilanda kasus Covid-19. Adapun, level terkuat rupiah pernah direngkuh pada 1 Agustus 2011 yaitu sebesar Rp8.464 per dolar AS. Pelemahan rupiah ini tetap saja memaksa dunia usaha memutar otak untuk menjaga kelangsungan bisnisnya. Sumber-sumber bahan baku alternatif sebagai pengganti impor mulai ramai diburu kalangan pengusaha. Industri farmasi, dengan ketergantungan bahan baku impor yang mencapai 90%, pasti menghadapi tantangan besar dari pelemahan rupiah. Keberlangsungan bisnis mereka terancam apabila tidak ada langkah inovatif yang diambil untuk meredam risiko kenaikan beban pokok produksi yang dapat menggerus laba. Di sisi lain, Bank Indonesia (BI) juga dihadapkan pada dilema untuk menyesuaikan kebijakan moneternya. Depresiasi rupiah kerap mendorong BI untuk memperketat kebijakan moneter dengan menaikkan suku bunga. Dengan The Fed yang sudah memberi sinyal kenaikan suku bunga satu kali tahun ini, tekanan bagi BI untuk mengikuti langkah serupa makin besar. Namun, seberapa efektif instrumen moneter dalam meredam tekanan superdolar? Pengalaman menunjukkan bahwa pengetatan moneter seringkali tidak cukup untuk mengatasi tekanan eksternal yang kuat. Sektor-sektor yang memiliki potensi ekspor tinggi harus diberi dorongan untuk meningkatkan produksinya. Selain itu, strategi diversifikasi pasar ekspor juga menjadi penting untuk mengurangi ketergantungan pada pasar tertentu.

KASUS PENGGELAPAN : Judi Online Pakai Uang BI

20 Jun 2024

Polda Maluku menjelaskan kronologi kasus dugaan penggelapan uang Rp1,5 miliar untuk judi online di PT Bank Pembangunan Daerah Maluku atau Malut Cabang Namlea. Direktur Reskrimsus Polda Maluku, Kombes Pol. Hujrah Soumena menyampaikan kasus ini berawal saat Bank Indonesia (BI) menitipkan uang Rp1,5 miliar di Bank Maluku pada Desember 2022. Sejak BI menitipkan dananya, tersangka berinisial ES alias Edi selaku pegawai Kas Titipan BI perwakilan Maluku diduga melakukan penarikan secara bertahap hingga Desember 2023. Setiap bulannya, ES melakukan penarikan dengan jumlah bervariasi, mulai dari Rp100 juta, Rp200 juta hingga uang titipan BI sebesar Rp1,5 miliar habis. Dalam melancarkan aksinya, pelaku memiliki modus penarikan uang itu dengan membuat pencatatan palsu. Pada pemeriksaan kepolisian, terduga pelaku itu mengaku sebagian besar uang tersebut habis dipakai dalam praktik judi online. Sementara sebagian uang lainnya dipakai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.