Siasat Makassar Atasi Sampah
Setiap sore, Supriadi (35) petugas kebersihan yang menjemput sampah di rumah warga kawasan Jalan Pelita, Makassar, dmemilah sampah di salah satu pasar kecil sekitar kompleks perumahan. Dia dan petugas kebersihan lain memilah sampah dari gerobak sebelum truk sampah datang. Segala yang bisa dijual akan dipilah. Kertas, besi tua, plastik, kabel, hingga barang elektronik dipisahkan dari sampah organik. Mereka membawa karung khusus untuk hasil pemilahan ini. ”Disetor ke bank sampah atau dijual ke tempat lain yang mau membeli. Lumayan, buat tambah beli elpiji atau bensin. Kalau beruntung dapat sampah yang sudah dipilah warga dari rumah, saya tak perlu memilah lagi,” katanya. Nurlina (50) adalah salah satu warga yang terbiasa memilah sampah yang bisa dijual dan yang dibiarkan dijemput petugas kebersihan.Bank sampah menjadi salah satu tujuan dari aneka sampah yang bisa didaur ulang.
Di Makassar, gerakan bank sampah dimulai sejak 10 tahun lalu. Ada lebih dari 1.000 bank sampah dengan puluhan ribu nasabah, yang tersebar di permukiman, perkantoran pemerintah, hingga swasta. Nasabahnya adalah pegawai atau karyawan di kantor di lokasi bank sampah berada. Rosmini Buhari (48) adalah salah satu pengelola bank sampah di Kelurahan Ballaparang, Rappocini. Nasabahnya banyak, umumnya ibu rumah tangga. Setiap pekan, nasabah akan datang menyetorkan sampah sekaligus mencatatkan hasil penjualan dalam rupiah. Mereka punya semacam buku tabungan. Bank sampahnya diberi nama Pelita Bangsa. ”Jika hasil penjualan sudah banyak, biasanya ibu-ibu pakai untuk bayar listrik, beli elpiji, atau jajan anak. Kami juga bekerja sama dengan BPJS, mengikutkan nasabah bank sampah kami dalam program BPJS kesehatan. Bahkan, kami sudah mendirikan PAUD dari dana hasil bank sampah,” tuturnya.
Sampah sisa makanan juga diolah di rumah masing-masing. Ada yang mengolahnya menjadi pupuk atau memanfaatkannya untuk memelihara maggot, yang juga ada pembelinya. Ada pula Mallsampah, sebuah layanan jual beli atau daur ulang sekaligus edukasi sampah dan lingkungan berbasis aplikasi. Pendirinya Adi Saifullah Putra. Tercatat 50.000 pengguna Mallsampah yang memberdayakan 500 mitra pengepul. Terdapat 300 pusat daur ulang. Jumlah sampah yang masuk Mallsampah setiap bulan lebih dari 1.000 ton. ”Pengguna tinggal membuka aplikasi, memilih sampah apa yang akan dibuang, lalu ditunjukkan titik terdekat untuk membawanya, jika jumlah sampah di bawah 5 kg. Lebih dari itu akan dijemput armada Mallsampah,” papar Adi.
Lewat aplikasi, pengguna bisa memilih apakah akan menerima uang tunai atau menabung dalam bentuk poin yang dapat ditukar dengan emas, voucer belanja atau makan, atau untuk pembayaran beragam iuran, mulai dari listrik, air, hingga BPJS. Bisa juga didonasikan ke sejumlah lembaga atau yayasan tepercaya yang menjadi mitra Mallsampah. ”Niat saya mereduksi sampah sekaligus punya data sampah. Kami membuatnya lebih mudah dan kekinian mengingat pengguna gawai di Indonesia cukup banyak. Pengguna tak repot karena sampah bisa dijemput dan dibayar di tempat. Harapannya, lebih banyak orang mau memilih, memilah sampah, dan melihatnya lebih bernilai,” ucap Adi.Gerakan seperti bank sampah dan Mallsampah tak serta-merta signifikan mereduksi sampah. Namun, sebagai sebuah upaya, langkah ini menjadi salah satu siasat berdamai dengan sampah dan membuatnya punya nilai. (Yoga)
Postingan Terkait
Mendaur Ulang Sampah Plastik sisa Gerai Kopi
Regulasi Perumahan perlu direformasi
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023