;

Selidiki Kecelakaan Berulang di IMIP, Pemerintah Harus Tegas

Ekonomi Yoga 16 Jun 2024 Kompas
Selidiki Kecelakaan Berulang di IMIP,  Pemerintah Harus Tegas

Kepolisian menyelidiki semburan uap panas yang menyebabkan terlukanya dua karyawan di kawasan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMP), Morowali, Sulteng, pada Kamis (13/6). Kecelakaan di area tungku itu juga terjadi pada Desember 2023. Hingga kini, penyebabnya masih didalami. ”Sampai hari ini, kami masih melakukan penyelidikan mendalam. Tim masih berada di lapangan untuk melakukan olah TKP dipimpin Kasat Reskrim. Mereka mengecek TKP dan mengumpulkan barang bukti,” kata Kapolres Morowali AKBP Suprianto, Sabtu (15/6). Berdasarkan keterangan sementara, kecelakaan terjadi pukul 22.00 Wita. Saat itu pekerja sedang membersihkan kerak baja di lantai tungku PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel (ITSS). Tungku tersebut adalah lokasi sama yang meledak pada Desember 2023. Menurut dia, polisi belum bisa menyimpulkan faktor penyebab utama hingga semburan terjadi.

”Apakah ini murni kecelakaan atau kelalaian, semuanya masih berproses. Kami masih memeriksa saksi-saksi dan tentunya pihak manajemen, mulai dari pengawas, yang bertanggung jawab terhadap keamanan, dan manajemen,” tuturnya. Kecelakaan yang menyebabkan dua pekerja terluka ini terjadi kurang dari enam bulan dari ledakan dahsyat pada Desember 2023. Saat itu, 21 orang tewas dan 30 orang lainnya terluka. Pasca insiden, polisi menetapkan dua tenaga kerja asal China sebagai tersangka, yaitu ZG (41), pengawas keuangan sekaligus supervisor furnace (tungku pembakaran di PT Zhao Hui Nikel), dan Z (35), wakil supervisor di PT Ocean Sky Metal Indonesia (OSMI). Dalam hal ini, PT ITSS meminta keduanya untuk membantu di PT ITSS. Adapun PT ITSS adalah salah satu penyewa dan rekanan yang beroperasi di kawasan PT IMIP.

Juru kampanye energi Trend Asia, Arko Tarigan, menyampaikan, insiden berulang ini seharusnya tidak terjadi jika mekanisme keselamatan dan kesehatan kerja (K3) ditegakkan. Seharusnya kecelakaan kerja di PT ITSS sebelumnya memberikan pelajaran yang cukup untuk perbaikan kinerja keselamatan di lapangan. Trend Asia mencatat, selama 2015-2023 terjadi 93 insiden kecelakaan kerja di semua smelter nikel di Indonesia. PT ITSS penyumbang tertinggi angka kematian pekerja. ”Hal ini menitikberatkan masalah impunitas yang dialami perusahaan dalam isu keamanan, termasuk atas insiden-insiden yang lalu. Peme- rintah seharusnya membuat perusahaan jera,” katanya. Ia mendesak agar kepolisian, kementerian, dan dinas terkait harus mampu memaksa ada perubahan praktik industri yang lebih baik dan dilakukan secara transparan. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :