Solidaritas Kabinet Kunci Keberhasilan dan Keberlanjutan
Solidaritas antarmenteri di kabinet menjadi kunci untuk menjaga keberhasilan pemerintah hingga akhir periode kepemimpinan Presiden Joko Widodo serta transisi dan keberlanjutan program pembangunan ke pemerintah yang baru. Lebih dari itu, ketidakharmonisan di tubuh kabinet juga menyebabkan terganggunya layanan publik. Untuk itu semua kabinet periode ke-2 pemerintahan Jokowi harus fokus bekerja sampai akhir masa jabatan dan berupaya untuk tidak memberikan pernyataan yang kontradiktif.
Apalagi, bila ini dilakukan untuk kepentingan politik pribadi, misalnya, 'mencari muka' ke pasangan presiden dan wakil presiden terpilih Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. "Kalau '(mencari muka') motivasinya, karena ingin dinilai baik oleh Pak Prabowo, menurut saya (ini) caranya salah. Harusnya bekerja saja dengan sebaiknya tanpa membuat noise pada publik sehingga publik melihat seperti apa suatu masalah," ujar pengamat kebijakan publik Achmad Nur Hidayat.
Menurut Achmad, selain para menteri harus fokus bekerja sampai akhir jabatan dan berupaya untuk tidak memberikan pernyataan yang kontradiktif, setidaaknya ada dua hal yang perlu dilakukan untuk menjaga solidaritas di kabinet Indonesia maju (KIM). "Yang satu harus datang dari Presiden (jokowi) langsung," kata dia. (Yetede)
Tags :
#NasionalPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023