Manusia Bukan Mesin
Teknologi dan digitalisasi diyakini jadi mesin pertumbuhan baru ekonomi. Namun, apalah artinya mesin yang berputar cepat jika hak pekerja tak diperjuangkan. Peran ekonomi yang menggunakan infrastruktur teknologi dan digital, yang kerap disebut sebagai ekonomi baru, kian membesar. Ekonomi digital memudahkan sekaligus menimbulkan berbagai konsekuensi, dalam hal kecepatan, aksesibilitas, ketepatan, dan kemudahan menghitung peranannya. Perusahaan yang menggunakan infrastruktur digital bisa cepat mengevaluasi kinerja, lantas memutuskan kelanjutan bisnis: berhenti atau terus.
Artikel di laman Forum Ekonomi Dunia (WEF) pada 2021 menyebut istilah ekonomi gig. Ekonomi gig menggunakan platform digital untuk menghubungkan pekerja lepas dengan konsumen dalam menyediakan layanan jasa jangka pendek atau berbagi aset. Contoh ekonomi gig adalah layanan pengemudi berbasis aplikasi atau ride hailing dan layanan pengantaran makanan berbasis aplikasi. WEF menekankan, perkembangan ekonomi gig menimbulkan pertanyaan perihal tingkat perlindungan konsumen dan pekerja. Tantangannya adalah menyeimbangkan antara inovasi dan kesepakatan yang adil bagi pekerja. Ada peran manusia di dalam ekonomi gig yang tidak boleh dinafikan. Peran pengemudi kendaraan yang mengantar konsumen maupun mengantar makanan sangat besar.
Tanpa mereka, peran aplikasi layanan jasa itu bisa merosot. Berdasar data BPS, pada Februari 2024, ada 142,18 juta orang bekerja di Indonesia, 59,17 % di antaranya bekerja di sektor informal, termasuk pengemudi di perusahaan penyedia aplikasi. Peran pengemudi yang besar itu mestinya diiringi perlindungan memadai, bukan hanya proteksi saat mengalami kejadian tertentu, melainkan harus bisa membuat pengemudi bersedia tetap bergabung dengan perusahaan penyedia aplikasi. Hak-hak dasar sebagai pekerja mesti dipenuhi. Status mereka, yang disebut sebagai mitra atau pekerja lepas, mestinya tidak menghapus hak sebagai pekerja. Mereka adalah manusia yang wajib diperjuangkan, bukan mesin. (Yoga)
Postingan Terkait
Perllindungan terhadap Semua Pekerja
Ancaman Deindustrialisasi & Nasib Buruh
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023