Menarik Pemuda China ke Kota Kecil
Beijing, Shanghai, Shenzhen, dan Guangzhou mulai kehilangan daya tarik terhadap anak muda. Semakin banyak anak muda China ke ”kota lapis kedua” ketimbang berjuang keras di empat kota itu. Ada 31 kota China kini disebut ”kota lapis kedua”. Pemerintah menilai positif pertumbuhan ekonomi dan populasi di kota-kota yang semula tidak dikenal di China itu. Majalah The Economist, 6 Juni 2024, memperkirakan ada 12 juta lulusan perguruan tinggi China pada Juni itu saja. Setelah lulus, biasanya mereka akan mengadu nasib ke Beijing, kota pusat keuangan Shanghai, pusat teknologi Shenzhen, dan pusat ekspor Guangzhou yang dianggap menawarkan banyak peluang hidup lebih baik. Kekuatan ekonomi dan pelayanan publik di empat kota itu lebih baik dibandingkan dengan kota lain. Namun, gula-gula empat kota itu kini dianggap sudah kehilangan rasa manisnya. Calon tenaga kerja melimpah, sementara lapangan kerja terbatas.
Demi mencari pekerjaan impian, beberapa tahun terakhir ini kota-kota yang dulu kurang dikenal menjadi semakin menarik bagi anak muda China. Ada 31 kota sedang naik daun. Belum semuanya berkembang pesat. Akan tetapi, banyak yang menonjol karena faktor dinamisme, budaya, dan kualitas hidupnya. Kota-kota yang mulai banyak dilirik anak muda itu adalah Xi’an, Chengdu, dan Chongqing. Kota-kota itu menarik para pekerja muda di bidang teknologi dan pemengaruh media sosial. Ada juga Wuhan, Hefei, dan Changsha yang menjadi pusat perusahaan hiburan dan produsen kendaraan listrik. Kota Nanjing dan Hangzhou menjadi ”markas” perusahaan modal ventura dan perusahaan rintisan.
Survei perusahaan perekrutan Zhaopin baru-baru ini menunjukkan pekerja kantoran lebih memilih kota-kota lapis kedua ketimbang kota lain yang lebih besar atau lebih kecil, karena infrastruktur yang sudah berkualitas tinggi. Penuh dengan gedung pencakar langit, kedelapan kota baru ini sedang membangun empat dari 10 gedung tertinggi di dunia. Selama lima tahun terakhir, total panjang jaringan kereta bawah tanah mereka meningkat dua kali lipat. Kota-kota lapis kedua membuka pintu lebar-lebar bagi pendatang dengan menghapus sebagian besar pembatasan hukou, bahkan menawarkan insentif agar orang mau datang. Changsa memberikan insentif hingga 1,5 juta yuan atau Rp 3,4 miliar kepada ”talenta terbaik nasional” jika mau pindah ke sana. Hangzhou juga menawarkan 15 juta yuan atau Rp 34 miliar kepada pendiri perusahaan rintisan yang bergelar doktor. Harga rumah dijanjikan jauh lebih terjangkau. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023