Ekonomi
( 40733 )Menangguk Cuan Saham di Akhir Tahun
Seperti halnya akhir tahun-tahun sebelumnya, kalangan analis makin mencermati dan terus membahas peluang terjadinya aksi window dressing emiten yang menjadi modal dasar bagi indeks harga saham gabungan untuk memperkuat tren perbaikan pada 2024.Bukan tanpa sebab. Harapan perbaikan prospek indeks tersebut sejalan dengan berkurangnya kekhawatiran terjadinya kenaikan suku bunga global di tengah tekanan geopolitik yang belum mereda. Begitu pula dengan tekanan yang berasal dari kenaikan harga minyak dunia yang berangsur menurun seiring dengan bertambahnya pasok dan stabilnya permintaan.Secara umum, aksi window dressing merupakan hal lazim dilakukan korporasi untuk mempercantik diri dengan cara memoles laporan keuangan agar terlihat lebih baik sebelum dipublikasikan. Adapun, tujuan window dressing ini bertujuan untuk memberikan headlightatas hasil bisnis yang lebih menjanjikan.Strategi window dressing tersebut merupakan tindak lanjut dari fenomena Santa Claus Rally atau Reli Sinterklas yang menggambarkan kondisi peningkatan nilai pasar saham selama pekan terakhir bulan Desember. Bahkan tanda-tanda penguatan itu bisa saja terjadi jauh sebelum itu seperti halnya yang terjadi pada laju IHSG saat ini.
Beberapa analis melihat Santa Claus Rally sebagai preview kinerja pasar selama setahun penuh pada berikutnya. Optimisme bullish menunjukkan kepercayaan investor serta ekspektasi yang kuat atas prospek pasar. Meskipun asumsi ini masih harus dibuktikan kebenarannya, peluang indeks untuk berkinerja lebih baik sangat beralasan apalagi The Fed telah mengisyaratkan untuk memangkas suku bunga sebanyak tiga kali di tahun depan.
Badan Pusat Statistik mencatat inflasi tahunan pada November 2023 mencapai 2,86% atau berada dalam kisaran 3% ± 1%. Level inflasi yang relatif rendah ini menunjukkan harga komoditas pangan dalam negeri yang masih stabil dan dalam kendali.Realisasi inflasi yang stabil ini merupakan bekal kuat bagi Tanah Air untuk menjaga pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan. Tingkat inflasi terkendali menjadi salah satu faktor penting bagi laju ekspansi konsumsi yang menjadi salah satu penggerak produk domestik bruto.Selain itu, Purchasing Managers Index manufaktur yang berada dalam level ekspansif, belanja masyarakat yang meningkat serta indeks penjualan riil yang tumbuh.
Bullish IHSG yang dimaksud jika AS dipastikan tidak mengalami resesi, harga komoditas turun lebih dalam, perekonomian Indonesia masih tumbuh di atas 5% serta presiden terpilih sesuai dengan keinginan pelaku pasar.Alhasil, potensi window dressing atau Santa Claus Rallymembuka kesempatan bagi para investor kembali berburu saham-saham unggulan. Sejumlah analis memperkirakan saham-saham blue chips dengan valuasi terdiskon menarik untuk dicermati.
ATURAN FREE FLOAT : RACIK TAKTIK TAMBAH SAHAM PUBLIK
Emiten perbankan yang belum memenuhi kewajiban pemenuhan porsi saham publik atau free float sebesar 7,5% ancang-ancang untuk menyesuaikan dengan regulasi tersebut. Berbagai strategi disiapkan agar porsi saham yang beredar makin besar dan likuid.
Ketentuan mengenai kewajiban perusahaan tercatat dapat memiliki saham free float paling sedikit 50 juta saham dan porsi 7,5% paling lambat 2 tahun sejak aturan diberlakukan pada 21 Desember 2021.Kendati demikian, otoritas bursa memberi kesempatan bagi emiten untuk mengajukan permohonan agar pemegang saham tertentu dapat dikategorikan sebagai pemegang saham free float, tetapi dengan ketentuan kepemilikan berupa portofolio investasi dengan penerima manfaat investor publik.Dari sisi pergerakan harga saham sepanjang tahun berjalan, emiten perbankan yang bakal memenuhi ketentuan pemenuhan saham publik sebesar 7,5% mencatatkan performa yang kurang apik.Hanya saham PT Bank CIMB Niaga Tbk. (BNGA) yang harga sahamnya sepanjang tahun berjalan bergerak naik lebih dari 40%.
Menurut Presiden Direktur CIMB Niaga Lani Darmawan, pihaknya sedang menjalankan tahapan pemenuhan ketentuan free float sesuai dengan arah dari regulator.
Dalam kesempatan sebelumnya, Direktur Compliance Corporate Affairs & Legal CIMB Niaga Fransiska Oei menuturkan bank sedang dalam proses memenuhi ketentuan tersebut dengan menggelar private placement. Aksi private placement tersebut direncanakan sebanyak-banyaknya 10,59 juta saham dengan nilai nominal sebesar Rp50 per saham. Sementara itu, PT Bank Oke Indonesia Tbk (DNAR) yang tengah berupaya untuk memenuhi ketentuan free float, bakal mengalami perubahan komposisi pemegang saham.Direktur Kepatuhan Bank Oke Efdinal Alamsyah menyatakan pemegang saham pengendali yakni APRO Financial Co. Ltd. sudah berbicara dengan beberapa investor potensial, yang tertarik untuk membeli sebagian saham dari pengendali.
Menurutnya, transaksi jual-beli saham DNAR itu akan dilaksanakan pada akhir tahun ini.
Sementara itu, PT Bank BTPN Tbk. (BTPN) melaporkan telah memenuhi ketentuan free float 7,5% saham publik menyusul Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC) melepas kepemilikan sahamnya di BTPN sebanyak 200 juta lembar.Berdasarkan keterbukaan informasi pada Selasa (12/12), SMBC menjalankan transaksi pelepasan jumlah saham BTPN yang digenggamnya sebanyak 200 juta lembar dengan harga penjualan Rp2.600 per saham.
Alhasil, sebanyak 2,45% porsi saham SMBC di BTPN ini merosot seiring dengan upaya BTPN memenuhi ketentuan free float dari otoritas bursa.Demikain halnya dengan PT Bank Maybank Indonesia Tbk. (BNII) yang melaporkan telah memenuhi porsi saham publik.Manajemen BNII melaporkan adanya transaksi penjualan kepemilikan saham UBS AG London sebanyak 13,95 miliar lembar saham dengan harga Rp252 per lembar kepada Multi Dynamic Fund, Global Agility Fund, dan Vital Solution Fund.
SUMBER DAYA MINERAL : Menguak Potensi Logam Tanah Jarang di Samudra
Kementerian ESDM langsung tancap gas melakukan survei terhadap potensi mineral yang ada di laut, setelah Peraturan Pemerintah No. 80/2023 yang membuka peluang kegiatan eksplorasi dan eksploitasi sumber daya lepas pantai terbit.Balai Besar Survei dan Pemetaan Geologi Kelautan (BBSPGL) Kementerian ESDM memburu potensi logam tanah jarang di perairan Indonesia, karena banyak diburu untuk dijadikan bahan baku produk kendaraan listrik maupun elektronik lainnya.“Kami sudah memperoleh data, tetapi survei yang kami lakukan masih mencakup 10% dari total seluruh wilayah Indonesia. Artinya, pekerjaan rumahnya masih banyak,” kata Kepala BBSPGL Hadi Wijaya, dikutip Senin (18/12).Dalam survei tersebut, lembaga itu melakukan pemetaan terhadap 1.820 sampel dari 12 komoditas di 30 lokasi perairan Indonesia. Sampel itu juga diambil dari sedimen dasar laut hingga kedalaman lebih dari 500 meter.
Secara terpisah, Ketua Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia Rizal Kasli mengakui, laut memiliki potensi mineral yang sekarang juga menjadi fokus negara lain.Hanya saja, penambangan bawah laut dalam merupakan hal yang baru di Indonesia. Padahal, beberapa negara telah mengembangkan teknologi untuk melakukan eksploitasi mineral di dasar laut dalam.
Peran Swasta dalam Pendanaan Iklim
Konferensi Perubahan Iklim PBB atau COP28 di Dubai, Uni
Emirat Arab, telah berakhir. Kesepakatan bersejarah tercapai, yaitu komitmen meninggalkan
energi fosil secara bertahap dengan mengembangkan secara sistematis energi
terbarukan. Kesepakatan ini mengikat 198 pihak (anggota) yang diperkuat dengan
beberapa inisiatif pendukung lainnya. Pertama, disepakatinya pusat informasi
yang merangkum seluruh inisiatif berikut kendala dan upaya percepatan mencapai
kesepakatan Paris dalam sistem inventori global yang terintegrasi (global stocktake).
Kedua, disepakatinya komitmen pendanaan perubahan iklim yang mencakup beberapa
inisiatif, seperti Green Climate Fund, Adaptation Fund, Least Development
Countries Fund, dan Special Climate Change Fund. Dalam pertemuan tersebut, 13
negara mendeklarasikan Global Climate Finance Framework yang bertujuan membuka
peluang investasi pendanaan iklim melalui aksi bersama. Indonesia tidak
termasuk deklarator. Namun, substansi Global Climate Finance Framework sangat
relevan. Ini, berkaitan dengan peningkatan mobilisasi sumber daya domestik,
keterlibatan sektor swasta, serta sistem perdagangan karbon yang bertanggung
jawab. Substansi ini sekaligus sejalan dengan dokumen G20 Principles to Scale
up Blended Finance yang diluncurkan di Bali pada 2022 saat Indonesia memegang
presidensi.
Urgensi pokoknya adalah bagaimana meningkatkan keterlibatan sektor
swasta dalam pendanaan iklim. Keputusan swasta pada prinsipnya selalu mempertimbangkan
dua hal; kepastian tingkat pengembalian dan risiko yang terkelola. Jika
keduanya terpenuhi, dengan sendirinya sektor swasta akan bergerak. Keputusan
bisnis yang hanya mempertimbangkan aturan atau imbauan otoritas biasanya tak
berkesinambungan. Oleh sebab itu, diperlukan upaya sistematis dan komprehensif membangun
ekosistem yang berkelanjutan agar sektor swasta bisa berpartisipasi secara
berkesinambungan. Peran pendanaan sektor swasta menjadi sangat penting karena
dana pemerintah dan berbagai skema pendanaan konsesional tak akan mencukupi.
Selain karena jumlahnya terbatas, persoalan yang dihadapi dalam rangka mitigasi
dan adaptasi perubahan iklim skalanya juga terlalu luas dan besar. Bapanas
memperkirakan kebutuhan partisipasi swasta dalam pembangunan berkelanjutan di
Indonesia pada 2023 mencapai Rp 4.711 triliun. Pada 2030 kebutuhan pendanaannya
diperkirakan Rp 6.763 triliun. (Yoga)
Pengurasan Minyak di Rokan Disetujui
Sepanjang Desember 2023, Satuan Kerja Khusus Pelaksana
Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi atau SKK Migas menyetujui dua rencana
pengembangan proyek pengurasan minyak tingkat lanjut atau Enhanced oil recovery
(EOR) di Wilayah Kerja Rokan, Riau. Investasi proyek peningkatan produksi migas
tersebut capai Rp 5,18 triliun. Persetujuan diberikan pada pengembangan
lapangan (POD) chemical EOR di Lapangan Minas tahap 1 (Area-A) yang dikelola
Pertamina Hulu Rokan (PHR) dengan investasi Rp 1,48 triliun dan POD steamflood
EOR di Lapangan Rantaubais tahap 1, juga di Rokan senilai Rp 3,7 triliun. EOR
ialah metode perolehan minyak bumi tahap lanjut dengan cara menginjeksikan
material atau fluida khusus ke reservoir, salah satunya dengan injeksi kimia.
Metode itu diperlukan di tengah laju penurunan produksi minyak bumi secara
alamiah karena lapangan migas di Indonesia sudah mature (tua).
Deputi Eksplorasi, Pengembangan, dan Manajemen Wilayah Kerja
SKK Migas Benny Lubiantara mengatakan, persetujuan dua proyek EOR dengan jenis
berbeda (chemical dan steamflood) itu bagian dari upaya agar EOR segera
terealisasi. Sebelumnya, kedua proyek itu telah teridentifikasi potensinya untuk
proyek EOR. ”Kami berkomitmen untuk menyelesaikan secara tuntas. Begitu
memasuki tahun 2024, (maka) menjadi tahun eksekusi untuk implementasi proyek-proyek
EOR yang sudah ditunggu oleh banyak pihak,” kata Benny, Senin (18/12). Dengan persetujuan
POD itu, Minas akan menjadi lapangan pertama di Indonesia yang mengimplementasikan
Chemical EOR (CEOR) pada skala komersial, dengan menggunakan bahan kimia
injeksi alkalisurfaktan-polimer (ASP). Perkiraan cadangan minyak tambahan dari
pengembangan CEOR tahap 1 di Lapangan Minas itu mencapai 2,24 juta barel.
Puncak produksi minyak proyek ini diperkirakan 1.566 barel per hari. Lapangan
Minas teridentifikasi memiliki tambahan cadangan minyak mencapai 500 juta
barel. (Yoga)
Wirausaha Penyandang Disabilitas, dari Katering hingga Rias Wajah
Penyandang disabilitas dengan segala keterbatasannya jatuh
bangun berwirausaha mandiri. Mereka berdaya dan bermanfaat bagi keluarga dan sesama
disabilitas. Paini (52), perempuan disabilitas asal Wonogiri, Jateng, memiliki
jari-jari tangan dan kaki yang pendek sejak lahir. Berbekal ijazah SMA, pada
1992 dia memutuskan merantau ke Bekasi, Jabar, untuk mencari lapangan kerja
yang lebih baik. Kenyataannya berbeda. Dari enam perusahaan yang ia kirimi
surat lamaran kerja, tak satu pun yang memanggil. ”Saya perempuan, bertubuh
pendek, disabilitas, dan memakai hijab. Diskriminasi tersebut dialamatkan ke
saya sehingga saya susah diterima kerja. Saya kelelahan, hampir menyerah,
hingga di pabrik boneka milik Korea Selatan, saya nekat menyodorkan diri meski
tiga hari pertama tidak dibayar dulu,” ujarnya, Minggu (17/12) di Jakarta. Dalam
tiga hari itu, Paini belajar menjahit dengan mesin jahit modern yang belum pernah
ia lihat sebelumnya. Salah seorang supervisor yang, menurut dia, baik hati mau
mengajari, sampai dia akhirnya bisa menjahit semua bagian boneka. Perusahaan
akhirnya mau mempekerjakan dan menggajinya. Ia bekerja selama dua tahun di situ
hingga menikah.
Upah sebagai buruh pabrik pas-pasan meskipun ia mengambil
lembur sampai pulang malam. Suaminya yang bekerja sebagai kernet metromini juga
mendapat upah pas-pasan. ”Saya juga mulai mengalami masalah penglihatan. Tahun
2000-an, akhirnya saya memutuskan tidak bekerja di pabrik. Uang pesangon digunakan
sebagai modal membuat usaha onde-onde ketawa,” kata Paini. Awalnya Paini
menitipkan onde-onde ketawa ke satu warung hingga berkembang jadi 200 warung.
Dari hanya onde-onde ketawa, usahanya berkembang jadi aneka camilan kering. Semua
pendapatan dari usaha itu dipakai untuk mendirikan dan mengoperasikan Rumah
Singgah Disabilitas Mandiri Bekasi, untuk menampung dan membina kelompok
disabilitas yang mengalami diskriminasi di masyarakat agar berdaya. Di situ,
Paini mengajari penyandang disabilitas lain memasak dan menjahit. Sejumlah lembaga,
seperti Badan Amil Zakat Nasional, pernah membantu memberi pelatihan
wirausaha. Saat ini sudah ada ratusan penyandang disabilitas yang keluar dari
rumah singgah yang sederhana itu dan berwirausaha sendiri. (Yoga)
Redupnya Bisnis Konsumer Bank Asing akibat Kalah Bersaing
Sederet kantor cabang bank luar negeri melakukan aksi
korporasi berupa pengalihan portofolio bisnis konsumer karena dinilai tidak
lagi mampu bersaing dengan bank nasional di Tanah Air. Meredupnya bisnis konsumer
bank asing tersebut salah satunya disebabkan oleh pertumbuhan lini bisnis
konsumen bank asing yang dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir terus
terkontraksi. Aksi korporasi beberapa kantor cabang bank luar negeri (KCBLN)
tersebut dilakukan oleh Citibank Indonesia (Citi) dan Standard Chartered Bank
Indonesia (SCBI) terkait pengalihan portofolio bisnis consumer banking,
masing-masing kepada Bank PT UOB Indonesia (UOBI) dan PT Bank Danamon Tbk.
Selain itu, ada pula penjualan kepemilikan Commonwealth Bank of Australia (CBA)
di Indonesia atau PT Bank Commonwealth (PTBC) kepada PT Bank OCBC NISP Tbk
(OCBC).
Pengamat perbankan dan dosen Binus University, Doddy Aroefianto,
mengatakan, terdapat dua penyebab yang mendorong aksi korporasi KCBLN tersebut,
yakni perubahan strategi global bank terkait dan akibat persaingan yang semakin
ketat dengan bank lainnya. Kedua alasan tersebut tidak lepas dari berkembangnya
produk perbankan yang ditawarkan, baik oleh bank umum nasional maupun bank
asing lainnya. ”Ada indikasi bank-bank asing itu kalah bersaing. Mereka sudah
berada di Indonesia selama puluhan tahun sehingga strategi yang diambil hanya
untuk kantor cabangnya saja, sepertiCiti yang berpusat di AS dan Standard
Chartered di Inggris. Mereka memilih untuk mengurangi produk retail banking dan
lebih berfokus pada institusional atau commercial banking,” katanya, Senin
(18/12). Bank-bank asing yang membuka kantor cabang di Indonesia, pernah
mengalami masa kejayaan pada produk consumer banking hingga tahun 2010. Setelah
itu, pertumbuhan bank-bank asing tersebut tampak meredup seiring bertumbuhnya
bank-bank umum nasional. (Yoga)
Ekspor Nonmigas Jabar di Bawah 5 Persen
Muhaemin, Ketulusan untuk Tani Mulus
Muhaemin (40) bukan petani biasa. Ketua Koperasi Tani Mulus
di Kabupaten Indramayu, Jabar, ini memproduksi beras premium, mengembangkan
usaha ternak kambing, serta membangun kios pupuk. Tidak hanya meraih prestasi,
ia juga membantu petani. Spanduk panjang bertuliskan ”Kios Pertanian Tani
Mulus” terpajang pada sebuah bangunan di Desa Mundakjaya, Kecamatan Cikedung,
Rabu (4/10). Di kios berlantai keramik
itu, berbagai jenis pupuk menumpuk. Aneka merek pestisida juga tertata rapi. Beginilah
potret toko milik Koperasi Tani Mulus yang berdiri pada 2019. Kios ini tidak
hanya menjadi pusat pencarian sarana pertanian bagi petani setempat, tetapi
juga jawaban atas masalah klasik: kesulitan petani membeli pupuk. Sebab, toko
ini menerapkan sistem ”yarnen” atau pembayaran saat panen tanpa bunga. Jadi, petani
yang membeli pupuk bisa melunasinya setelah mendapatkan uang hasil panen.
Selama ini, petani kesulitan dana karena belum panen. Tempo pembayaran di kios
pun lebih longgar.
”Ada yang belum bayar berbulan-bulan, padahal sudah panen,”
ucap Muhaemin tersenyum. Nota-nota pinjaman pupuk dan pestisida itu tergantung
di dekat meja kasir. Ia juga mencatat utang para petani di tablet yang
terhubung dengan internet nirkabel. Dalam aplikasi pencatatan utang, pinjaman
petani di musim tanam gadu atau kedua mencapai Rp 101.158.500. ”Musim rending (tanam
pertama) awal tahun ini utangnya Rp 217 juta. Ini lebih banyak karena jarak
musim gadu ke rendeng lama,” ujarnya. Lebih dari 200 anggota koperasi yang
tinggal di Cikedung bisa mengakses skema itu. Menurut Muhaemin, sistem itu
tidak membuat kiosnya bangkrut. ”Kami ingin petani fokus menanam. Masalah pupuk
silakan ngomong. Jangan sampai hasilnya tidak bagus,” ujarnya. Baginya, tujuan
utama kios itu bukan untuk mengejar profit, melainkan membantu petani. Tak
disangka, ia justru mendapatkan tawaran kolaborasi oleh mitra kerja untuk
membangun dua kios di Subang, yang juga sentra pertanian di Jabar, dengan
sistem pembayaran cash dan carry (bayar langsung). Hasilnya, lumayan. Subang
dipilih karena masa tanam yang berbeda dengan Indramayu. (Yoga)
Tingkatkan Efisiensi, Konsolidasi Perbankan Berlanjut
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









