;
Kategori

Ekonomi

( 40733 )

Menangguk Cuan Saham di Akhir Tahun

19 Dec 2023

Seperti halnya akhir tahun-tahun sebelumnya, kalangan analis makin mencermati dan terus membahas peluang terjadinya aksi window dressing emiten yang menjadi modal dasar bagi indeks harga saham gabungan untuk memperkuat tren perbaikan pada 2024.Bukan tanpa sebab. Harapan perbaikan prospek indeks tersebut sejalan dengan berkurangnya kekhawatiran terjadinya kenaikan suku bunga global di tengah tekanan geopolitik yang belum mereda. Begitu pula dengan tekanan yang berasal dari kenaikan harga minyak dunia yang berangsur menurun seiring dengan bertambahnya pasok dan stabilnya permintaan.Secara umum, aksi window dressing merupakan hal lazim dilakukan korporasi untuk mempercantik diri dengan cara memoles laporan keuangan agar terlihat lebih baik sebelum dipublikasikan. Adapun, tujuan window dressing ini bertujuan untuk memberikan headlightatas hasil bisnis yang lebih menjanjikan.Strategi window dressing tersebut merupakan tindak lanjut dari fenomena Santa Claus Rally atau Reli Sinterklas yang menggambarkan kondisi peningkatan nilai pasar saham selama pekan terakhir bulan Desember. Bahkan tanda-tanda penguatan itu bisa saja terjadi jauh sebelum itu seperti halnya yang terjadi pada laju IHSG saat ini. Beberapa analis melihat Santa Claus Rally sebagai preview kinerja pasar selama setahun penuh pada berikutnya. Optimisme bullish menunjukkan kepercayaan investor serta ekspektasi yang kuat atas prospek pasar. Meskipun asumsi ini masih harus dibuktikan kebenarannya, peluang indeks untuk berkinerja lebih baik sangat beralasan apalagi The Fed telah mengisyaratkan untuk memangkas suku bunga sebanyak tiga kali di tahun depan. Badan Pusat Statistik mencatat inflasi tahunan pada November 2023 mencapai 2,86% atau berada dalam kisaran 3% ± 1%. Level inflasi yang relatif rendah ini menunjukkan harga komoditas pangan dalam negeri yang masih stabil dan dalam kendali.Realisasi inflasi yang stabil ini merupakan bekal kuat bagi Tanah Air untuk menjaga pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan. Tingkat inflasi terkendali menjadi salah satu faktor penting bagi laju ekspansi konsumsi yang menjadi salah satu penggerak produk domestik bruto.Selain itu, Purchasing Managers Index manufaktur yang berada dalam level ekspansif, belanja masyarakat yang meningkat serta indeks penjualan riil yang tumbuh. Bullish IHSG yang dimaksud jika AS dipastikan tidak mengalami resesi, harga komoditas turun lebih dalam, perekonomian Indonesia masih tumbuh di atas 5% serta presiden terpilih sesuai dengan keinginan pelaku pasar.Alhasil, potensi window dressing atau Santa Claus Rallymembuka kesempatan bagi para investor kembali berburu saham-saham unggulan. Sejumlah analis memperkirakan saham-saham blue chips dengan valuasi terdiskon menarik untuk dicermati.

ATURAN FREE FLOAT : RACIK TAKTIK TAMBAH SAHAM PUBLIK

19 Dec 2023

Emiten perbankan yang belum memenuhi kewajiban pemenuhan porsi saham publik atau free float sebesar 7,5% ancang-ancang untuk menyesuaikan dengan regulasi tersebut. Berbagai strategi disiapkan agar porsi saham yang beredar makin besar dan likuid. Ketentuan mengenai kewajiban perusahaan tercatat dapat memiliki saham free float paling sedikit 50 juta saham dan porsi 7,5% paling lambat 2 tahun sejak aturan diberlakukan pada 21 Desember 2021.Kendati demikian, otoritas bursa memberi kesempatan bagi emiten untuk mengajukan permohonan agar pemegang saham tertentu dapat dikategorikan sebagai pemegang saham free float, tetapi dengan ketentuan kepemilikan berupa portofolio investasi dengan penerima manfaat investor publik.Dari sisi pergerakan harga saham sepanjang tahun berjalan, emiten perbankan yang bakal memenuhi ketentuan pemenuhan saham publik sebesar 7,5% mencatatkan performa yang kurang apik.Hanya saham PT Bank CIMB Niaga Tbk. (BNGA) yang harga sahamnya sepanjang tahun berjalan bergerak naik lebih dari 40%. Menurut Presiden Direktur CIMB Niaga Lani Darmawan, pihaknya sedang menjalankan tahapan pemenuhan ketentuan free float sesuai dengan arah dari regulator. Dalam kesempatan sebelumnya, Direktur Compliance Corporate Affairs & Legal CIMB Niaga Fransiska Oei menuturkan bank sedang dalam proses memenuhi ketentuan tersebut dengan menggelar private placement. Aksi private placement tersebut direncanakan sebanyak-banyaknya 10,59 juta saham dengan nilai nominal sebesar Rp50 per saham. Sementara itu, PT Bank Oke Indonesia Tbk (DNAR) yang tengah berupaya untuk memenuhi ketentuan free float, bakal mengalami perubahan komposisi pemegang saham.Direktur Kepatuhan Bank Oke Efdinal Alamsyah menyatakan pemegang saham pengendali yakni APRO Financial Co. Ltd. sudah berbicara dengan beberapa investor potensial, yang tertarik untuk membeli sebagian saham dari pengendali. Menurutnya, transaksi jual-beli saham DNAR itu akan dilaksanakan pada akhir tahun ini. Sementara itu, PT Bank BTPN Tbk. (BTPN) melaporkan telah memenuhi ketentuan free float 7,5% saham publik menyusul Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC) melepas kepemilikan sahamnya di BTPN sebanyak 200 juta lembar.Berdasarkan keterbukaan informasi pada Selasa (12/12), SMBC menjalankan transaksi pelepasan jumlah saham BTPN yang digenggamnya sebanyak 200 juta lembar dengan harga penjualan Rp2.600 per saham. Alhasil, sebanyak 2,45% porsi saham SMBC di BTPN ini merosot seiring dengan upaya BTPN memenuhi ketentuan free float dari otoritas bursa.Demikain halnya dengan PT Bank Maybank Indonesia Tbk. (BNII) yang melaporkan telah memenuhi porsi saham publik.Manajemen BNII melaporkan adanya transaksi penjualan kepemilikan saham UBS AG London sebanyak 13,95 miliar lembar saham dengan harga Rp252 per lembar kepada Multi Dynamic Fund, Global Agility Fund, dan Vital Solution Fund.

SUMBER DAYA MINERAL : Menguak Potensi Logam Tanah Jarang di Samudra

19 Dec 2023

Kementerian ESDM langsung tancap gas melakukan survei terhadap potensi mineral yang ada di laut, setelah Peraturan Pemerintah No. 80/2023 yang membuka peluang kegiatan eksplorasi dan eksploitasi sumber daya lepas pantai terbit.Balai Besar Survei dan Pemetaan Geologi Kelautan (BBSPGL) Kementerian ESDM memburu potensi logam tanah jarang di perairan Indonesia, karena banyak diburu untuk dijadikan bahan baku produk kendaraan listrik maupun elektronik lainnya.“Kami sudah memperoleh data, tetapi survei yang kami lakukan masih mencakup 10% dari total seluruh wilayah Indonesia. Artinya, pekerjaan rumahnya masih banyak,” kata Kepala BBSPGL Hadi Wijaya, dikutip Senin (18/12).Dalam survei tersebut, lembaga itu melakukan pemetaan terhadap 1.820 sampel dari 12 komoditas di 30 lokasi perairan Indonesia. Sampel itu juga diambil dari sedimen dasar laut hingga kedalaman lebih dari 500 meter. Secara terpisah, Ketua Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia Rizal Kasli mengakui, laut memiliki potensi mineral yang sekarang juga menjadi fokus negara lain.Hanya saja, penambangan bawah laut dalam merupakan hal yang baru di Indonesia. Padahal, beberapa negara telah mengembangkan teknologi untuk melakukan eksploitasi mineral di dasar laut dalam.

Peran Swasta dalam Pendanaan Iklim

19 Dec 2023

Konferensi Perubahan Iklim PBB atau COP28 di Dubai, Uni Emirat Arab, telah berakhir. Kesepakatan bersejarah tercapai, yaitu komitmen meninggalkan energi fosil secara bertahap dengan mengembangkan secara sistematis energi terbarukan. Kesepakatan ini mengikat 198 pihak (anggota) yang diperkuat dengan beberapa inisiatif pendukung lainnya. Pertama, disepakatinya pusat informasi yang merangkum seluruh inisiatif berikut kendala dan upaya percepatan mencapai kesepakatan Paris dalam sistem inventori global yang terintegrasi (global stocktake). Kedua, disepakatinya komitmen pendanaan perubahan iklim yang mencakup beberapa inisiatif, seperti Green Climate Fund, Adaptation Fund, Least Development Countries Fund, dan Special Climate Change Fund. Dalam pertemuan tersebut, 13 negara mendeklarasikan Global Climate Finance Framework yang bertujuan membuka peluang investasi pendanaan iklim melalui aksi bersama. Indonesia tidak termasuk deklarator. Namun, substansi Global Climate Finance Framework sangat relevan. Ini, berkaitan dengan peningkatan mobilisasi sumber daya domestik, keterlibatan sektor swasta, serta sistem perdagangan karbon yang bertanggung jawab. Substansi ini sekaligus sejalan dengan dokumen G20 Principles to Scale up Blended Finance yang diluncurkan di Bali pada 2022 saat Indonesia memegang presidensi.

Urgensi pokoknya adalah bagaimana meningkatkan keterlibatan sektor swasta dalam pendanaan iklim. Keputusan swasta pada prinsipnya selalu mempertimbangkan dua hal; kepastian tingkat pengembalian dan risiko yang terkelola. Jika keduanya terpenuhi, dengan sendirinya sektor swasta akan bergerak. Keputusan bisnis yang hanya mempertimbangkan aturan atau imbauan otoritas biasanya tak berkesinambungan. Oleh sebab itu, diperlukan upaya sistematis dan komprehensif membangun ekosistem yang berkelanjutan agar sektor swasta bisa berpartisipasi secara berkesinambungan. Peran pendanaan sektor swasta menjadi sangat penting karena dana pemerintah dan berbagai skema pendanaan konsesional tak akan mencukupi. Selain karena jumlahnya terbatas, persoalan yang dihadapi dalam rangka mitigasi dan adaptasi perubahan iklim skalanya juga terlalu luas dan besar. Bapanas memperkirakan kebutuhan partisipasi swasta dalam pembangunan berkelanjutan di Indonesia pada 2023 mencapai Rp 4.711 triliun. Pada 2030 kebutuhan pendanaannya diperkirakan Rp 6.763 triliun. (Yoga)

Pengurasan Minyak di Rokan Disetujui

19 Dec 2023

Sepanjang Desember 2023, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi atau SKK Migas menyetujui dua rencana pengembangan proyek pengurasan minyak tingkat lanjut atau Enhanced oil recovery (EOR) di Wilayah Kerja Rokan, Riau. Investasi proyek peningkatan produksi migas tersebut capai Rp 5,18 triliun. Persetujuan diberikan pada pengembangan lapangan (POD) chemical EOR di Lapangan Minas tahap 1 (Area-A) yang dikelola Pertamina Hulu Rokan (PHR) dengan investasi Rp 1,48 triliun dan POD steamflood EOR di Lapangan Rantaubais tahap 1, juga di Rokan senilai Rp 3,7 triliun. EOR ialah metode perolehan minyak bumi tahap lanjut dengan cara menginjeksikan material atau fluida khusus ke reservoir, salah satunya dengan injeksi kimia. Metode itu diperlukan di tengah laju penurunan produksi minyak bumi secara alamiah karena lapangan migas di Indonesia sudah mature (tua).

Deputi Eksplorasi, Pengembangan, dan Manajemen Wilayah Kerja SKK Migas Benny Lubiantara mengatakan, persetujuan dua proyek EOR dengan jenis berbeda (chemical dan steamflood) itu bagian dari upaya agar EOR segera terealisasi. Sebelumnya, kedua proyek itu telah teridentifikasi potensinya untuk proyek EOR. ”Kami berkomitmen untuk menyelesaikan secara tuntas. Begitu memasuki tahun 2024, (maka) menjadi tahun eksekusi untuk implementasi proyek-proyek EOR yang sudah ditunggu oleh banyak pihak,” kata Benny, Senin (18/12). Dengan persetujuan POD itu, Minas akan menjadi lapangan pertama di Indonesia yang mengimplementasikan Chemical EOR (CEOR) pada skala komersial, dengan menggunakan bahan kimia injeksi alkalisurfaktan-polimer (ASP). Perkiraan cadangan minyak tambahan dari pengembangan CEOR tahap 1 di Lapangan Minas itu mencapai 2,24 juta barel. Puncak produksi minyak proyek ini diperkirakan 1.566 barel per hari. Lapangan Minas teridentifikasi memiliki tambahan cadangan minyak mencapai 500 juta barel. (Yoga)

Wirausaha Penyandang Disabilitas, dari Katering hingga Rias Wajah

19 Dec 2023

Penyandang disabilitas dengan segala keterbatasannya jatuh bangun berwirausaha mandiri. Mereka berdaya dan bermanfaat bagi keluarga dan sesama disabilitas. Paini (52), perempuan disabilitas asal Wonogiri, Jateng, memiliki jari-jari tangan dan kaki yang pendek sejak lahir. Berbekal ijazah SMA, pada 1992 dia memutuskan merantau ke Bekasi, Jabar, untuk mencari lapangan kerja yang lebih baik. Kenyataannya berbeda. Dari enam perusahaan yang ia kirimi surat lamaran kerja, tak satu pun yang memanggil. ”Saya perempuan, bertubuh pendek, disabilitas, dan memakai hijab. Diskriminasi tersebut dialamatkan ke saya sehingga saya susah diterima kerja. Saya kelelahan, hampir menyerah, hingga di pabrik boneka milik Korea Selatan, saya nekat menyodorkan diri meski tiga hari pertama tidak dibayar dulu,” ujarnya, Minggu (17/12) di Jakarta. Dalam tiga hari itu, Paini belajar menjahit dengan mesin jahit modern yang belum pernah ia lihat sebelumnya. Salah seorang supervisor yang, menurut dia, baik hati mau mengajari, sampai dia akhirnya bisa menjahit semua bagian boneka. Perusahaan akhirnya mau mempekerjakan dan menggajinya. Ia bekerja selama dua tahun di situ hingga menikah.

Upah sebagai buruh pabrik pas-pasan meskipun ia mengambil lembur sampai pulang malam. Suaminya yang bekerja sebagai kernet metromini juga mendapat upah pas-pasan. ”Saya juga mulai mengalami masalah penglihatan. Tahun 2000-an, akhirnya saya memutuskan tidak bekerja di pabrik. Uang pesangon digunakan sebagai modal membuat usaha onde-onde ketawa,” kata Paini. Awalnya Paini menitipkan onde-onde ketawa ke satu warung hingga berkembang jadi 200 warung. Dari hanya onde-onde ketawa, usahanya berkembang jadi aneka camilan kering. Semua pendapatan dari usaha itu dipakai untuk mendirikan dan mengoperasikan Rumah Singgah Disabilitas Mandiri Bekasi, untuk menampung dan membina kelompok disabilitas yang mengalami diskriminasi di masyarakat agar berdaya. Di situ, Paini mengajari penyandang disabilitas lain memasak dan menjahit. Sejumlah lembaga, seperti Badan Amil Zakat Nasional, pernah membantu memberi pelatihan wirausaha. Saat ini sudah ada ratusan penyandang disabilitas yang keluar dari rumah singgah yang sederhana itu dan berwirausaha sendiri. (Yoga)

Redupnya Bisnis Konsumer Bank Asing akibat Kalah Bersaing

19 Dec 2023

Sederet kantor cabang bank luar negeri melakukan aksi korporasi berupa pengalihan portofolio bisnis konsumer karena dinilai tidak lagi mampu bersaing dengan bank nasional di Tanah Air. Meredupnya bisnis konsumer bank asing tersebut salah satunya disebabkan oleh pertumbuhan lini bisnis konsumen bank asing yang dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir terus terkontraksi. Aksi korporasi beberapa kantor cabang bank luar negeri (KCBLN) tersebut dilakukan oleh Citibank Indonesia (Citi) dan Standard Chartered Bank Indonesia (SCBI) terkait pengalihan portofolio bisnis consumer banking, masing-masing kepada Bank PT UOB Indonesia (UOBI) dan PT Bank Danamon Tbk. Selain itu, ada pula penjualan kepemilikan Commonwealth Bank of Australia (CBA) di Indonesia atau PT Bank Commonwealth (PTBC) kepada PT Bank OCBC NISP Tbk (OCBC).

Pengamat perbankan dan dosen Binus University, Doddy Aroefianto, mengatakan, terdapat dua penyebab yang mendorong aksi korporasi KCBLN tersebut, yakni perubahan strategi global bank terkait dan akibat persaingan yang semakin ketat dengan bank lainnya. Kedua alasan tersebut tidak lepas dari berkembangnya produk perbankan yang ditawarkan, baik oleh bank umum nasional maupun bank asing lainnya. ”Ada indikasi bank-bank asing itu kalah bersaing. Mereka sudah berada di Indonesia selama puluhan tahun sehingga strategi yang diambil hanya untuk kantor cabangnya saja, sepertiCiti yang berpusat di AS dan Standard Chartered di Inggris. Mereka memilih untuk mengurangi produk retail banking dan lebih berfokus pada institusional atau commercial banking,” katanya, Senin (18/12). Bank-bank asing yang membuka kantor cabang di Indonesia, pernah mengalami masa kejayaan pada produk consumer banking hingga tahun 2010. Setelah itu, pertumbuhan bank-bank asing tersebut tampak meredup seiring bertumbuhnya bank-bank umum nasional. (Yoga)

Ekspor Nonmigas Jabar di Bawah 5 Persen

19 Dec 2023
Nilai ekspor nonmigas Jawa Barat dalam kurun Januari-Oktober 2023 mencapai 30,45 miliar dollar AS, atau kurang dari 5 persen dari total ekspor. Ketua Dewan Pengurus Daerah Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia Jabar Abdul Sobur, Senin (18/12/2023), menyatakan, Jabar memiliki potensi industri hijau yang cukup besar. ”Jika dimaksimalkan, kontribusi idealnya bisa 60 persen. Jabar memiliki lahan luas dan pelaku usaha yang kreatif sehingga punya potensi besar di sektor industri hijau,” katanya. (Yoga)

Muhaemin, Ketulusan untuk Tani Mulus

19 Dec 2023

Muhaemin (40) bukan petani biasa. Ketua Koperasi Tani Mulus di Kabupaten Indramayu, Jabar, ini memproduksi beras premium, mengembangkan usaha ternak kambing, serta membangun kios pupuk. Tidak hanya meraih prestasi, ia juga membantu petani. Spanduk panjang bertuliskan ”Kios Pertanian Tani Mulus” terpajang pada sebuah bangunan di Desa Mundakjaya, Kecamatan Cikedung, Rabu  (4/10). Di kios berlantai keramik itu, berbagai jenis pupuk menumpuk. Aneka merek pestisida juga tertata rapi. Beginilah potret toko milik Koperasi Tani Mulus yang berdiri pada 2019. Kios ini tidak hanya menjadi pusat pencarian sarana pertanian bagi petani setempat, tetapi juga jawaban atas masalah klasik: kesulitan petani membeli pupuk. Sebab, toko ini menerapkan sistem ”yarnen” atau pembayaran saat panen tanpa bunga. Jadi, petani yang membeli pupuk bisa melunasinya setelah mendapatkan uang hasil panen. Selama ini, petani kesulitan dana karena belum panen. Tempo pembayaran di kios pun lebih longgar.

”Ada yang belum bayar berbulan-bulan, padahal sudah panen,” ucap Muhaemin tersenyum. Nota-nota pinjaman pupuk dan pestisida itu tergantung di dekat meja kasir. Ia juga mencatat utang para petani di tablet yang terhubung dengan internet nirkabel. Dalam aplikasi pencatatan utang, pinjaman petani di musim tanam gadu atau kedua mencapai Rp 101.158.500. ”Musim rending (tanam pertama) awal tahun ini utangnya Rp 217 juta. Ini lebih banyak karena jarak musim gadu ke rendeng lama,” ujarnya. Lebih dari 200 anggota koperasi yang tinggal di Cikedung bisa mengakses skema itu. Menurut Muhaemin, sistem itu tidak membuat kiosnya bangkrut. ”Kami ingin petani fokus menanam. Masalah pupuk silakan ngomong. Jangan sampai hasilnya tidak bagus,” ujarnya. Baginya, tujuan utama kios itu bukan untuk mengejar profit, melainkan membantu petani. Tak disangka, ia justru mendapatkan tawaran kolaborasi oleh mitra kerja untuk membangun dua kios di Subang, yang juga sentra pertanian di Jabar, dengan sistem pembayaran cash dan carry (bayar langsung). Hasilnya, lumayan. Subang dipilih karena masa tanam yang berbeda dengan Indramayu. (Yoga)

Tingkatkan Efisiensi, Konsolidasi Perbankan Berlanjut

19 Dec 2023
JAKARTA,ID-Tahun depan, tren konsolidasi perbankan nasional diperkirakan tetap berlanjut meski tidak semarak beberapa tahun belakangan. Hal ini seiring dengan arahan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang juga meminta industri perbankan untuk memperkuat daya saing hingga meningkatkan efisiensi industri. "Pada prinsipnya OJK mendukung segala upaya konsolidasi perbankan dalam rangka mengembangkan industri perbankan yang sehat, efisien, dan berdaya saing serta berkontribusi terhadap perekonomian nasioal," kata Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Edian Rae. Dian menjelaskan bahwa hingga saat ini perbankan telah menyampaikan rencana bisnis bank (RBB) dan OJK tengah mengevaluasi dari masing-masing bank tersebut. (Yetede)