Ekonomi
( 40478 )Sinyal Suku Bunga Fed, Keraguan Tetap Melekat
Bank Sentral AS memproyeksikan akan ada penurunan suku bunga
inti pada 2024 dan setelahnya, karena inflasi makin menurun. Suku bunga yang
menurun diperlukan untuk mencegah resesi. Sejauh ini AS disebutkan beruntung
karena kenaikan suku bunga sejak Maret 2022 tidak membawa perekonomian memasuki
resesi, hanya penurunan kecil pertumbuhan atau soft landing. Namun, tak semua
pihak yakin dengan skenario Bank Sentral AS (The Fed) tentang penurunan suku
bunga dan soft landing. Kerapuhan tetap menjadi warna perekonomian AS, termasuk
inflasi yang sewaktu-waktu bisa kembali menekan. Kerapuhan dalam perekonomian
AS perlu diperhatikan. Efeknya besar pada kestabilan keuangan global. Hanya
saja, di balik kerapuhan itu, Fed melihat sinyal baik untuk sementara waktu.
Suku bunga inti (prime rate), yang juga disebut sebagai suku bunga acuan, saat
ini di angka 5,25-5,5 %. Suku bunga inti ini dipertahankan di kisaran tersebut
dalam pertemuan Komite Kebijakan Pasar Terbuka Fed (FOMC), Washington, Rabu
(13/12).
Suku bunga inti tersebut diproyeksikan akan diturunkan
perlahan ke level 4,6 % pada 2024. Alasannya, inflasi sepanjang 2024 diproyeksikan
akan berkisar pada angka 2,4 % dan pada 2025 menjadi 2,2 % serta menuju target
2 % pada 2026. Meski direncanakan menurun pada 2024, suku bunga tetap relatif
tergolong tinggi dan berefek negatif terhadap pertumbuhan. Fed memperkirakan
pertumbuhan ekonomi AS hanya akan tumbuh 1,4 % pada 2024. Pertumbuhan akan naik
menjadi 1,8 % pada 2025 dan 1,9 % pada 2026 seiring dengan penurunan suku bunga
secara bertahap. Menurut Gubernur Fed Jerome Powell, proyeksi penurunan suku bunga
pada 2024 didasarkan pada gejala penurunan suku bunga yang terus terjadi hingga
November 2023. Berdasarkan data Departemen Tenaga Kerja AS, inflasi pada November
2023 sebesar 3,1 %. Ini merupakan penurunan dari inflasi pada Oktober 2023 sebesar
3,2 %. (Yoga)
Awal Berakhirnya Energi Fosil
Kesepakatan global untuk beralih dari bahan bakar fosil
menjadi pencapaian bersejarah Konferensi Perubahan Iklim PBB Ke-28 di Dubai,
Uni Emirat Arab. Saat ini krisis iklim di sejumlah negara di dunia memicu berbagai
bencana alam, termasuk mencairnya lapisan es hingga kekeringan yang mengancam
ketahanan pangan global. Seruan beralih dari bahan bakar fosil secara
bertahap adalah yang pertama kali disepakati sepanjang sejarah KTT Perubahan
Iklim PBB (COP). Komitmen yang disepakati 198 negara itu menekankan transisi bahan bakar fosil ke dalam sistem energi dengan cara yang adil, teratur,
dan merata. Laman Konvensi Kerangka Kerja PBB untuk Perubahan iklim (UNFCCC) menyebut,
dalam pertemuan yang dihadiri 154 kepala negara dan pemerintahan itu, para
pihak menyepakati operasionalisasi dana kerugian dan pendanaan demi memperkuat
ketahanan terhadap dampak perubahan iklim. Panel Lintas Pemerintah untuk
Perubahan Iklim (IPCC) menyatakan, emisi gas rumah kaca global perlu dikurangi
minimal 43 % pada 2030 dibandingkan dengan tingkat pada 2019 untuk menahan laju
pemanasan global tidak melebihi 1,5 % celsius di atas suhu rata-rata era pra-industri.
Inventarisasi global mencatat para pihak berada di luar
jalur mencapai tujuan Perjanjian Paris yang menyerukan negara-negara untuk
berkontribusi pada upaya global menekan emisi karbon, termasuk beralih dari
bahan bakar fosil dengan mempercepat aksi dalam dekade yang kritis ini. Para
pihak didorong membuat target ambisius berskala ekonomi dengan meningkatkan
kapasitas energi terbarukan tiga kali lipat dan efisiensi energi naik dua kali
lipat tahun 2030, untuk mencapai nol emisi pada tahun 2050. Langkah itu
mencakup percepatan upaya mengurangi penggunaan batubara dan penghapusan
penggunaan bahan bakar fosil secara bertahap, subsidi bahan bakar, dan langkah lain
yang mendorong transisi dari bahan bakar fosil ke dalam sistem energi dengan
cara yang adil, teratur, dan merata. Perjanjian ini juga mengakui perlunya
pendanaan global dari negara kaya ke negara miskin dan rentan terdampak krisis iklim
untuk membantu beradaptasi terhadap perubahan iklim dan transisi energi menuju
energi terbarukan yang ramah lingkungan. Hasil pertemuan itu merupakan awal
dari upaya mengakhiri era penggunaan bahan bakar fosil. (Yoga)
Dorong Investasi, Pemerintah Keluarkan Insentif Baru
Untuk mendorong investasi dan perkembangan ekosistem industri kendaraan listrik dalam negeri, pemerintah mengeluarkan insentif baru dalam payung hukum Perpres No 79 Tahun 2023. Aturan ini memberikan insentif pepajakan bagi pelaku industri kendaraan listrik yang hendak masuk ke Indonesia. Deputi Bidang Infrastruktur dan Transportasi, Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) Rachmat Kaimuddin dalam jumpa pers di kantor Kemenko Marves, Jumat (15/12) mengatakan, keluarnya Perpres No 79/2023 tentang Perubahan Perpres No 55/2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) memiliki semangat untuk mendorong investasi dan pengembangan ekosistem industri kendaraan listrik.
Dalam perpres yang telah diundangkan pada 9 Desember lalu pemerintah memberikan sejumlah insentif perpajakan pada kendaraan listrik, seperti insentif fiskal keringanan pajak bea masuk impor, Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM), dan pengurangan pajak daerah untuk KBLBB. Insentif itu berlaku untuk impor mobil dalam keadaan utuh (completely built up/CBU) dan mobil yang diimpor dalam keadaan komponen (completely knock down/CKD) dengan tingkat kandungan dalam negeri di bawah 40 %. Insentif impor itu, lanjut Rachmat, bertujuan untuk meningkatkan populasi mobil listrik dengan harga yang kompetitif. Aturan insentif fiskal impor kendaraan listrik itu akan berlaku hingga akhir 2025. (Yoga)
MINYAK BUMI Terdapat Cadangan Baru di Timur Bekasi
PT Pertamina Hulu Energi baru saja menemukan cadangan minyak
bumi baru di sebelah timur Kota Bekasi, Jabar. Temuan ini penting di tengah
produksi minyak Indonesia sebagai negara pengimpor minyak neto cenderung turun.
Kabar temuan cadangan minyak bumi baru ini disampaikan Direktur Eksplorasi PT
Pertamina Hulu Energi Muharram Jaya Panguriseng dalam bincang-bincang bersama sejumlah
pemimpin redaksi media nasional di dalam salah satu gerbong Kereta Luar Biasa
dalam perjalanan dari Jakarta menuju ke Yogyakarta, Jumat (15/12).
”Pada 6 Desember 2023, kita baru saja melakukan discovery
minyak di Jabar. Tepatnya di sebelah timur Kota Bekasi, sekitar 22 km sebelah
timur Kota Bekasi. Nama sumurnya adalah East Pondok Aren,” kata Muharram.
Temuan itu, menurut Muharram, dihasilkan dari drill stem test (DST) 2. Hasil
tes menunjukkan cadangan minyak baru tersebut diperkirakan memiliki deposit minyak
92,79 juta barel setara minyak (MMBOE). ”Saat ini masih progres untuk DST 3.
DST 3 nanti, harapan saya, sama dengan DST 2 sehingga ini menjadi ruang kita
untuk memperpanjang usia industri kita, terutama di Jabar,” kata Muharram. (Yoga)
Defisit APBN Per November 2023 Hanya Rp 35 Triliun
Respons Hasil COP28, Kadin Bentuk ”Sustainable Task Force”
Mencapai Tingkat Kesejahteraan Finansial Tertinggi
Sebuah penelitian mengungkap 3 keresahan finansial yang
dialami banyak karyawan adalah bagaimana memenuhi kebutuhan masa depan, bagaimana
bertahan hidup dengan kondisi saat ini, dan bagaimana memenuhi kebutuhan pengeluaran
biaya kesehatan di masa nanti. Hal ini berdampak pada peningkatan level stres
keuangan seseorang. Menurut data dari PwC 2023 Employee Wellness Survey,
seorang karyawan yang mengalami kondisi stres dan keresahan finansial mengalami
gejala ; kesulitan tidur, gangguan kesehatan mental, gangguan rasa percaya
diri, kesehatan fisik menurun terutama masalah pencernaan, dan memburuknya hubungan
keluarga. Dengan menyadari pentingnya mencapai kesejahteraan finansial terutama
bagi karyawan, maka usaha untuk meningkatkan literasi keuangan perlu dilakukan.
Kesejahteraan finansial atau financial wellness adalah keadaan sejahtera di
mana seseorang memiliki pola pikir positif tentang kehidupan finansialnya. Hierarki
Kebutuhan Maslow digunakan sebagai perencana keuangan, yang menyatakan bahwa setiap
kebutuhan yang berada di bagian bawah piramida harus dipenuhi terlebih dahulu sebelum
memenuhi kebutuhan apa pun yang berada di bagian atas piramida. Pada tingkat
paling dasar, seseorang menukar waktu, keterampilan, pengalaman, energi, dan
kreativitas dengan uang, kemudian menggunakan uang itu untuk memenuhi kebutuhan
berdasarkan kepentingan.
Ada empat tingkatan kesejahteraan finansial. Pertama,
financial survival, yaitu bagaimana seseorang memiliki cukup uang untuk
memenuhi kebutuhan minimum, misalnya biaya hidup dasar, makanan, tempat tinggal,
dan pakaian. Kondisi ini umum dialami pekerja dengan upah minimum ataupun pekerja
yang baru memasuki angkatan kerja. Kedua, financial security, yaitu kondisi
saat seorang karyawan tidak perlu lagi khawatir untuk menutup biaya hidup dasar
bulanan mau pun tahunan. Karyawan memiliki simpanan uang untuk keadaan darurat
dan mulai dapat menabung untuk membuat tujuan keuangan masa depan. Ketiga,
financial flexibility, yaitu kondisi yang memungkinkan seorang karyawan berbuat
lebih banyak dengan uang yang ia miliki. Mereka memiliki banyak opsi untuk pilihan
belanja, perjalanan, atau hiburan, dan memiliki uang ekstra untuk dinikmati bahkan
setelah menabung untuk masa depannya. Keempat, financial freedom, yaitu kondisi
saat seorang karyawan memiliki level kesejahteraan finansial tertinggi, dimana
karyawan memiliki cukup tabungan, investasi, dan uang tunai untuk menjalani kehidupan
lebih dari layak. Sumber daya keuangan juga cukup untuk melakukan apa yang
diinginkan dengan keluarga, karier, dan masa depan. Kesejahteraan finansial merupakan
sebuah perjalanan dan harus selalu dijaga. Masa produktif hanya sekali, oleh
sebab itu penting dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk menjadikan
hidup sejahtera dan bermanfaat serta
bahagia. (Yoga)
Demi PLTB, Barito Renewables Akuisisi Lima Perusahaan
Energi Mega Persada Siapkan Capex Rp 2,32 T Tahun Depan
Penggalangan Dana Dalam Negeri Dukung Pertumbuhan EKonomi
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









