;
Kategori

Ekonomi

( 40478 )

Sinyal Suku Bunga Fed, Keraguan Tetap Melekat

16 Dec 2023

Bank Sentral AS memproyeksikan akan ada penurunan suku bunga inti pada 2024 dan setelahnya, karena inflasi makin menurun. Suku bunga yang menurun diperlukan untuk mencegah resesi. Sejauh ini AS disebutkan beruntung karena kenaikan suku bunga sejak Maret 2022 tidak membawa perekonomian memasuki resesi, hanya penurunan kecil pertumbuhan atau soft landing. Namun, tak semua pihak yakin dengan skenario Bank Sentral AS (The Fed) tentang penurunan suku bunga dan soft landing. Kerapuhan tetap menjadi warna perekonomian AS, termasuk inflasi yang sewaktu-waktu bisa kembali menekan. Kerapuhan dalam perekonomian AS perlu diperhatikan. Efeknya besar pada kestabilan keuangan global. Hanya saja, di balik kerapuhan itu, Fed melihat sinyal baik untuk sementara waktu. Suku bunga inti (prime rate), yang juga disebut sebagai suku bunga acuan, saat ini di angka 5,25-5,5 %. Suku bunga inti ini dipertahankan di kisaran tersebut dalam pertemuan Komite Kebijakan Pasar Terbuka Fed (FOMC), Washington, Rabu (13/12).

Suku bunga inti tersebut diproyeksikan akan diturunkan perlahan ke level 4,6 % pada 2024. Alasannya, inflasi sepanjang 2024 diproyeksikan akan berkisar pada angka 2,4 % dan pada 2025 menjadi 2,2 % serta menuju target 2 % pada 2026. Meski direncanakan menurun pada 2024, suku bunga tetap relatif tergolong tinggi dan berefek negatif terhadap pertumbuhan. Fed memperkirakan pertumbuhan ekonomi AS hanya akan tumbuh 1,4 % pada 2024. Pertumbuhan akan naik menjadi 1,8 % pada 2025 dan 1,9 % pada 2026 seiring dengan penurunan suku bunga secara bertahap. Menurut Gubernur Fed Jerome Powell, proyeksi penurunan suku bunga pada 2024 didasarkan pada gejala penurunan suku bunga yang terus terjadi hingga November 2023. Berdasarkan data Departemen Tenaga Kerja AS, inflasi pada November 2023 sebesar 3,1 %. Ini merupakan penurunan dari inflasi pada Oktober 2023 sebesar 3,2 %. (Yoga)

Awal Berakhirnya Energi Fosil

16 Dec 2023

Kesepakatan global untuk beralih dari bahan bakar fosil menjadi pencapaian bersejarah Konferensi Perubahan Iklim PBB Ke-28 di Dubai, Uni Emirat Arab. Saat ini krisis iklim di sejumlah negara di dunia memicu berbagai bencana alam, termasuk mencairnya lapisan es hingga kekeringan yang mengancam ketahanan pangan global. Seruan beralih dari bahan bakar fosil secara bertahap adalah yang pertama kali disepakati sepanjang sejarah KTT Perubahan Iklim PBB (COP). Komitmen yang disepakati 198 negara itu menekankan transisi bahan bakar fosil ke dalam sistem energi dengan cara yang adil, teratur, dan merata. Laman Konvensi Kerangka Kerja PBB untuk Perubahan iklim (UNFCCC) menyebut, dalam pertemuan yang dihadiri 154 kepala negara dan pemerintahan itu, para pihak menyepakati operasionalisasi dana kerugian dan pendanaan demi memperkuat ketahanan terhadap dampak perubahan iklim. Panel Lintas Pemerintah untuk Perubahan Iklim (IPCC) menyatakan, emisi gas rumah kaca global perlu dikurangi minimal 43 % pada 2030 dibandingkan dengan tingkat pada 2019 untuk menahan laju pemanasan global tidak melebihi 1,5 % celsius di atas suhu rata-rata era pra-industri.

Inventarisasi global mencatat para pihak berada di luar jalur mencapai tujuan Perjanjian Paris yang menyerukan negara-negara untuk berkontribusi pada upaya global menekan emisi karbon, termasuk beralih dari bahan bakar fosil dengan mempercepat aksi dalam dekade yang kritis ini. Para pihak didorong membuat target ambisius berskala ekonomi dengan meningkatkan kapasitas energi terbarukan tiga kali lipat dan efisiensi energi naik dua kali lipat tahun 2030, untuk mencapai nol emisi pada tahun 2050. Langkah itu mencakup percepatan upaya mengurangi penggunaan batubara dan penghapusan penggunaan bahan bakar fosil secara bertahap, subsidi bahan bakar, dan langkah lain yang mendorong transisi dari bahan bakar fosil ke dalam sistem energi dengan cara yang adil, teratur, dan merata. Perjanjian ini juga mengakui perlunya pendanaan global dari negara kaya ke negara miskin dan rentan terdampak krisis iklim untuk membantu beradaptasi terhadap perubahan iklim dan transisi energi menuju energi terbarukan yang ramah lingkungan. Hasil pertemuan itu merupakan awal dari upaya mengakhiri era penggunaan bahan bakar fosil. (Yoga)

Dorong Investasi, Pemerintah Keluarkan Insentif Baru

16 Dec 2023

Untuk mendorong investasi dan perkembangan ekosistem industri kendaraan listrik dalam negeri, pemerintah mengeluarkan insentif baru dalam payung hukum Perpres No 79 Tahun 2023. Aturan ini memberikan insentif pepajakan bagi pelaku industri kendaraan listrik yang hendak masuk ke Indonesia. Deputi Bidang Infrastruktur dan Transportasi, Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) Rachmat Kaimuddin dalam jumpa pers di kantor Kemenko Marves, Jumat (15/12) mengatakan, keluarnya Perpres No 79/2023 tentang Perubahan Perpres No 55/2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) memiliki semangat untuk mendorong investasi dan pengembangan ekosistem industri kendaraan listrik.

Dalam perpres yang telah diundangkan pada 9 Desember lalu pemerintah memberikan sejumlah insentif perpajakan pada kendaraan listrik, seperti insentif fiskal keringanan pajak bea masuk impor, Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM), dan pengurangan pajak daerah untuk KBLBB. Insentif itu berlaku untuk impor mobil dalam keadaan utuh (completely built up/CBU) dan mobil yang diimpor dalam keadaan komponen (completely knock down/CKD) dengan tingkat kandungan dalam negeri di bawah 40 %. Insentif impor itu, lanjut Rachmat, bertujuan untuk meningkatkan populasi mobil listrik dengan harga yang kompetitif. Aturan insentif fiskal impor kendaraan listrik itu akan berlaku hingga akhir 2025. (Yoga)

MINYAK BUMI Terdapat Cadangan Baru di Timur Bekasi

16 Dec 2023

PT Pertamina Hulu Energi baru saja menemukan cadangan minyak bumi baru di sebelah timur Kota Bekasi, Jabar. Temuan ini penting di tengah produksi minyak Indonesia sebagai negara pengimpor minyak neto cenderung turun. Kabar temuan cadangan minyak bumi baru ini disampaikan Direktur Eksplorasi PT Pertamina Hulu Energi Muharram Jaya Panguriseng dalam bincang-bincang bersama sejumlah pemimpin redaksi media nasional di dalam salah satu gerbong Kereta Luar Biasa dalam perjalanan dari Jakarta menuju ke Yogyakarta, Jumat (15/12).

”Pada 6 Desember 2023, kita baru saja melakukan discovery minyak di Jabar. Tepatnya di sebelah timur Kota Bekasi, sekitar 22 km sebelah timur Kota Bekasi. Nama sumurnya adalah East Pondok Aren,” kata Muharram. Temuan itu, menurut Muharram, dihasilkan dari drill stem test (DST) 2. Hasil tes menunjukkan cadangan minyak baru tersebut diperkirakan memiliki deposit minyak 92,79 juta barel setara minyak (MMBOE). ”Saat ini masih progres untuk DST 3. DST 3 nanti, harapan saya, sama dengan DST 2 sehingga ini menjadi ruang kita untuk memperpanjang usia industri kita, terutama di Jabar,” kata Muharram. (Yoga)

Defisit APBN Per November 2023 Hanya Rp 35 Triliun

16 Dec 2023
Per November 2023, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mencatatkan defisit senilai 0,17 persen dari produk domestik bruto atau sebesar Rp 35 triliun. Defisit yang rendah itu membuat adanya dana cadangan cukup besar untuk menopang keuangan negara dalam menghadapi dinamika perekonomian tahun depan. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Jumat (15/12/2023), mengatakan, dengan capaian defisit yang sangat rendah di pertengahan Desember itu, defisit APBN 2023 saat tutup buku tahun ini akan jauh di bawah dari target. (Yoga)

Respons Hasil COP28, Kadin Bentuk ”Sustainable Task Force”

16 Dec 2023
Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) membentuk Satuan Tugas Keberlanjutan (Sustainable Task Force) untuk membantu pengusaha mengetahui manfaat pendanaan yang terkumpul dalam konferensi para pihak PBB tentang perubahan iklim/COP28 di Dubai, Uni Emirat Arab. Dengan demikian, pengusaha dapat menyiapkan proyek yang bisa dibiayai sesuai target pendanaan. Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Kemaritiman, Investasi, dan Luar Negeri Kadin Shinta W Kamdani, Jumat (15/12/2023), mengatakan, semua pihak perlu menegaskan kepastian implementasi komitmen pendanaan terkait iklim. (Yoga)

Mencapai Tingkat Kesejahteraan Finansial Tertinggi

16 Dec 2023

Sebuah penelitian mengungkap 3 keresahan finansial yang dialami banyak karyawan adalah bagaimana memenuhi kebutuhan masa depan, bagaimana bertahan hidup dengan kondisi saat ini, dan bagaimana memenuhi kebutuhan pengeluaran biaya kesehatan di masa nanti. Hal ini berdampak pada peningkatan level stres keuangan seseorang. Menurut data dari PwC 2023 Employee Wellness Survey, seorang karyawan yang mengalami kondisi stres dan keresahan finansial mengalami gejala ; kesulitan tidur, gangguan kesehatan mental, gangguan rasa percaya diri, kesehatan fisik menurun terutama masalah pencernaan, dan memburuknya hubungan keluarga. Dengan menyadari pentingnya mencapai kesejahteraan finansial terutama bagi karyawan, maka usaha untuk meningkatkan literasi keuangan perlu dilakukan. Kesejahteraan finansial atau financial wellness adalah keadaan sejahtera di mana seseorang memiliki pola pikir positif tentang kehidupan finansialnya. Hierarki Kebutuhan Maslow digunakan sebagai perencana keuangan, yang menyatakan bahwa setiap kebutuhan yang berada di bagian bawah piramida harus dipenuhi terlebih dahulu sebelum memenuhi kebutuhan apa pun yang berada di bagian atas piramida. Pada tingkat paling dasar, seseorang menukar waktu, keterampilan, pengalaman, energi, dan kreativitas dengan uang, kemudian menggunakan uang itu untuk memenuhi kebutuhan berdasarkan kepentingan.

Ada empat tingkatan kesejahteraan finansial. Pertama, financial survival, yaitu bagaimana seseorang memiliki cukup uang untuk memenuhi kebutuhan minimum, misalnya biaya hidup dasar, makanan, tempat tinggal, dan pakaian. Kondisi ini umum dialami pekerja dengan upah minimum ataupun pekerja yang baru memasuki angkatan kerja. Kedua, financial security, yaitu kondisi saat seorang karyawan tidak perlu lagi khawatir untuk menutup biaya hidup dasar bulanan mau pun tahunan. Karyawan memiliki simpanan uang untuk keadaan darurat dan mulai dapat menabung untuk membuat tujuan keuangan masa depan. Ketiga, financial flexibility, yaitu kondisi yang memungkinkan seorang karyawan berbuat lebih banyak dengan uang yang ia miliki. Mereka memiliki banyak opsi untuk pilihan belanja, perjalanan, atau hiburan, dan memiliki uang ekstra untuk dinikmati bahkan setelah menabung untuk masa depannya. Keempat, financial freedom, yaitu kondisi saat seorang karyawan memiliki level kesejahteraan finansial tertinggi, dimana karyawan memiliki cukup tabungan, investasi, dan uang tunai untuk menjalani kehidupan lebih dari layak. Sumber daya keuangan juga cukup untuk melakukan apa yang diinginkan dengan keluarga, karier, dan masa depan. Kesejahteraan finansial merupakan sebuah perjalanan dan harus selalu dijaga. Masa produktif hanya sekali, oleh sebab itu penting dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk menjadikan hidup  sejahtera dan bermanfaat serta bahagia. (Yoga)

Demi PLTB, Barito Renewables Akuisisi Lima Perusahaan

16 Dec 2023
JAKARTA,INVESTOR.ID- PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) melalui anak usahanya, PT Barito Wind Energy (Barito Wind) resmi mengakuisisi total lima perusahaan. Empat perusahaan merupakan pengelola Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) dan satu lagi merupakan perusahaan maintance. Kelima perusahaan tersebut yaitu PT UPC Sidrap Bayu Energi Tahap II (Sidrap 2), PT UPC Sukabumi Bayu Energi, PT UPC Lombok Timur Bayu Energi, PT UPC Sidrap bayu Energi (Sidrap 1), dan PT UPC Operation and Maintance (OMI). BREN mengakuisisi total lima perusahaan tersebut dengan struktur  kepemilikian saham yang bervariasi. Di PLTB Sidrap 2 di Sulawesi Selatan, PT UPC Lombok Timur Bayu Energi di Sukabumi, dan PT UPC Lombok Timur Bayu Energi  di Lombok, BREN menguasai masing-masing sebanyak 51% dengan total potensi kapasitas 320 MW. Sedangkan 49% sisanya dipegang ACEN HK. (Yetede)

Energi Mega Persada Siapkan Capex Rp 2,32 T Tahun Depan

16 Dec 2023
JAKARTA, INVESTOR.ID-Emiten migas Grup  Bakrie, PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) atau EMP berencana mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) pada 2024 sebesar US$ 150 juta atau setara Rp2,32 triliun. Wakil Direktur Utama EMP Aduardus Ardianto menjelaskan, capex tersebut akan perseroan fokuskan untuk menunjang kegiatan pengeboran (driling) terutama guna menambahkan cadangan  minyak dan gas EMP secara menyeluruh. "Selain itu, capex juga akan kami gunakan untuk pengembangan driling untuk meningkatkan produksi EMP secara keseluruhan," ucap Eduardus dalam paparan publik secara virtual, Jumat (15/12/2023). Pasalnya, tahun depan perseroan menargetkan produksi naik di kisaran  10-15% dari realisasi produksi tahun ini. Artinya, jika total produksi minyak perseroan tahun ini berada di level 33.400 barel ekuivalen per hari. Untuk itu, ke depan EMP masih memiliki rencana  untuk pengembangan dari blok-blok  eksisting.(Yetede)

Penggalangan Dana Dalam Negeri Dukung Pertumbuhan EKonomi

16 Dec 2023
JAKARTA,ID-Penggalangan dana di dalam negeri melalui investasi diperlukan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi lebih tinggi dan cepat. "Kalau ingin tumbuh lebih besar dan lebih cepat lagi, maka penggalangan dana, dana masyarakat terutama didalam negeri lewat investasi, itu harus ditingkatkan," kata Business Development Advisor Bursa Efek Indonesia (BEI) Poltak Hetradero. Keterbatasan dana yang beredar didalam negeri membuat Indonesia harus impor kapital  dari negeri lain, yang berarti akan ada ketergantungan terhadap arus modal dari luar negeri. Apalagi, jelas dia, ketergantungan terhadap penerimaan melalui ekspor kebanyakan berasal dari bahan mentah, yang sangat terkait dengan volatilitas ekonomi dunia, terutama terkait geopolitik. "Kalau misalnya dana pensiun kita bisa diperkuat, atau asuransi kita mungkin lebih ditingkatkan, jadi wajib ada kewajiban untuk asuransi dan lain-lainnya, maka penggalangan dana masyarakat didalam negeri lewat sektor  keuangan akan meningkat. Sehingga, pada gilirannya akan bisa membantu pembiayaan  pembangunan kita," ungkap Poltak. (Yetede)