Ekonomi
( 40478 )Peluang dari Ekspor Sarung Tangan
Menjaring Potensi Lewat Ekosistem
Pembiayaan Emas Tetap Berkilau
Pasar IPO Asia-Pasifik 2024 Bakal Bergairah
Optimisme BSDE Tersundut Insentif
MENGGEDOR LAJU EKSPOR
Performa kinerja dagang mengalami surplus meskipun melambat terdampak gejolak harga komoditas internasional dan bayang-bayang peningkatan laju pertumbuhan impor. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tren surplus neraca perdagangan pada November 2023 mencapai US$2,41 miliar. Capaian itu lebih rendah dibandingkan dengan bulan sebelumnya, mengingat kinerja ekspor yang terkoreksi, sementara impor mengalami kenaikan.Ekspor sepanjang November 2023 mencapai US$22 miliar, turun 8,56% dibandingkan dengan November 2022. Jika dilihat secara bulanan nilai ekspor turun tipis sebesar 0,67%. Angka impor mencapai US$19,59 miliar, tumbuh 3,29% secara Year-on-Year (YoY).Impor yang tumbuh ini sejalan dengan meningkatnya angka Purchasing Manager’s Index(PMI) manufaktur dan strategi ketahanan ekonomi dalam menghadapi perlambatan ekonomi global. Angka PMI Manufaktur Indonesia naik dari 51,5 menjadi 51,7 pada November 2023, menandai peningkatan aktivitas pabrik selama 27 bulan berturut-turut, dengan produksi mengalami kenaikan paling signifi kan sejak Agustus 2023.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini mengatakan nilai surplus neraca dagang Indonesia November 2023 turun US$1,07 miliar dibandingkan capaian bulan sebelumnya, yaitu sebesar US$3,48 miliar. Surplus neraca dagang ditopang oleh surplus komoditas non-migas sebesar US$4,62 miliar. Komoditas penyumbang surplus di antaranya bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewan nabati, hingga besi dan baja.
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia Shinta W Kamdani menilai kinerja ekspor nasional saat masih terhitung relatif stabil dan berpotensi menciptakan surplus. Meski begitu masih diperlukan peningkatan kinerja ekspor produk bernilai tambah.
Ketua Komite Tetap Kebijakan Publik Kadin Indonesia Chandra Wahjudi menilai, aturan dan perizinan yang sederhana menjadi sangat penting selain insentif. “Pemerintah juga dapat membantu membuka akses pasar di beberapa negara lain untuk produk unggulan,” katanya kepada Bisnis, Jumat (15/12).Dia juga berharap pemangkasan suku bunga the Fed dapat menjadi momentum untuk pertumbuhan perekonomian global, termasuk Indonesia.
“Ini lebih rendah dibandingkan 2023 atau 2022 karena pelemahan ekonomi dunia di tahun depan. Ekonomi kan relatif stagnan, otomatis growth ekspor impor kita melemah,” kata Direktur Eksekutif Indef Tauhid Ahmad.
Mengungkit Surplus Neraca Dagang
Tingginya tekanan geopolitik yang disebabkan sejumlah perang seperti Rusia-Ukraina, ketegangan di Timur Tengah, membuat dinamika perekonomian global masih berada pada fase yang kurang menguntungkan seiring dengan turunnya permintaan agregrat.Akan tetapi, harapan percepatan pemulihan ekonomi dunia kembali muncul setelah produk domestik bruto global meningkat dengan laju tahunan sebesar 3,2% dalam 6 bulan pertama 2023 dibandingkan dengan paruh kedua tahun lalu. Kenaikan ini membawa perkiraan lembaga internasional seperti Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) atas pertumbuhan PDB global pada 2023 menjadi 3%, naik dari estimasi 2,7% pada Juni lalu. Dalam laporan OECD, pertumbuhan ekonomi dunia hingga paruh pertama tahun ini bergerak cukup mengesankan dari perkiraan sebelumnya. Demikian halnya dengan Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) yang merevisi naik pertumbuhan PDB global 2023 menjadi 3% pada September dari perkiraan sebelumnya di Juli sebesar 2,8%.
Beberapa lembaga lain juga melakukan perbaikan proyeksi didasari ketahanan ekonomi yang relatif baik di Amerika Serikat, Jepang, dan pasar emerging market.
Banyak indikator yang memperlihatkan kuatnya daya tahan perekonomian a.l. tecermin dari tingkat inflasi rendah, suku bunga yang stabil, Purchasing Managers’ Index manufaktur yang berada dalam level ekspansif, belanja masyarakat yang meningkat serta indeks penjualan riil yang tumbuh. Selain itu, dari sisi neraca perdagangan, Indonesia ternyata masih mampu mencatat surplus selama 43 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.Berdasarkan data terkini Badan Pusat Statistik (BPS), neraca perdagangan pada November 2023 tercatat surplus US$2,41 miliar. Surplus neraca perdagangan barang November ini lebih ditopang oleh surplus pada komoditas non-migas sebesar US$4,62 miliar dengan komoditas penyumbang surplus adalah bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewan atau nabati, kemudian besi dan baja.
Secara kumulatif, hingga November 2023, total surplus neraca perdagangan barang Indonesia mencapai US$33,63 miliar atau lebih rendah US$16,91 miliar atau setara 33,46% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Untuk menjaga prospek ekspor dan memitigasi seluruh tantangan ke depan, pemerintah perlu menyiapkan serangkaian strategi agar dapat memastikan ekspor terus tumbuh, seperti melakukan diversifikasi negara tujuan ekspor dan mendorong kemudahan berbisnis yang bila perlu dibarengi serangkaian insentif tambahan.
MERGER & AKUISISI : ENRG Incar Aset Migas Lokal
PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG) membuka opsi un-tuk melakukan aksi merger dan akuisisi pada 2024 guna menambah cadangan minyak dan gas bumi.Wakil Direktur Utama ENRG Edoardus Ardianto mengung-kapkan bahwa perseroan tidak menutup kemungkinan akan kembali melakukan akuisisi berbagai aset blok migas pada tahun depan, seiring dengan rencana pengembangan perse-roan secara organik maupun anorganik. “Untuk rencana 2024, kami tentu saja akan melihat ke-sempatan untuk melakukan akuisisi atau merger kembali kepada aset itu sendiri,” ujar-nya, dalam paparan pub-lik perseroan pada Jumat, (15/12).
Pada 2024, persoan juga telah menyiapkan belanja modal(capital expenditure/capex) sebanyak US$150 juta, atau sekitar Rp2,52 triliun .Anggaran ini, imbuhnya, akan difokuskan untuk kegiat-an pengeboran (drilling) guna menambah cadangan minyak dan gas (migas) perseroan secara menyeluruh. “Anggaran capex tahun de-pan di kisaran US$150 juta. Fokus di tahun 2024 masih berada untuk kegiatan dril-ling untuk bisa menambah cadangan reserves persero-an secara menyeluruh dan meningkatkan produksi dari ENRG,” jelasnya.
PEMANFAATAN HIDROGEN & AMONIA : Kolaborasi Tepco-Pertamina di Tanah Celebes
PT Pertamina Power Indonesia menjalin kolaborasi dengan Tokyo Electric Power Company Holdings, Incorporated (Tepco HD) guna memanfaatkan potensi hidrogen dan amonia di hijau pada aset minyak dan gas bumi (migas) di Sulawesi.Kedua pihak melakukan penandatanganan perjanjian pengembangan bersama di Tokyo, Jumat (15/12). CEO Pertamina Power Indonesia Dannif Danusaputro mengungkapkan bahwa pihaknya memandang hidrogen rendah karbon sebagai komponen penting dalam bisnis di masa depan.
Rencananya, Pertamina Power Indonesia, Tepco HD, dan Yamanishi Hydrogen Company Inc. bakal membangun fasilitas produksi hidrogen yang berdekatan dengan pembangkit listrik panas bumi (PLTP) Lahendong milik PT Pertamina Geo thermal Energy Tbk. yang berlokasi di Kota Tomohon dan Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara.Pertamina Power Indonesia dan tepco HD akan bekerja sama untuk memperluas dan mengkomersilkan lebih lanjut mengenai temuan-temuan dari kolaborasi bersama mereka sesuai dengan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) yang diumumkan pada 3 Maret 2023.
SKANDAL DANA KAMPANYE, PM Kishida Didesak Mundur
PM Jepang Fumio Kishida harus berjuang keras menjaga kursi
dan pemerintahannya. Skandal dana kampanye membuat diri dan pemerintahannya
disasar dari dalam dan luar partai. Dalam laporan pada Jumat (15/12) Asahi
Shimbun menyebut kursi Kishida di partai dan pemerintahan diincar dua rekan
separtainya, Shigeru Ishiba dan Seiko Noda. Ishiba pernah menjabat Sekjen
Partai Demokrat Liberal (LDP). Sementara Noda pernah menjadi menteri di kabinet
Kishida. Noda dilaporkan telah mengumpulkan lagi orang-orang yang pernah
mendukungnya menjadi Ketua Umum LDP. Pada 2021, walau gagal, ia mencalonkan
diri menjadi Ketum LDP. Kini, Kishida menjadi Ketum LDP dan karena itu sekaligus
menjabat PM Jepang. Sementara Ishida malah menyatakan Kishida sudah tidak
pantas memimpin. Ishida sudah empat kali coba menjadi Ketum LDP dan semuanya gagal.
Pernyataan kali ini diduga upaya terbarunya menjadi Ketum LDP.
Pernyataan itu dilontarkan Ishida seiring semakin luasnya pemberitaan
soal skandal dana kampanye LDP. Sebagian faksi di LDP, termasuk pimpinan Kishida,
diduga tidak melaporkan sebagian hasil pengumpulan dana kampanye. Kejaksaan Tokyo
tengah menyelidiki kasus itu. Faksi terbesar di LDP, Seiwaken, menjadi sasaran
utama penyelidikan. Sebab, faksi itu diduga sengaja mendorong anggotanya
menyembunyikan sebagian hasil pengumpulan dana kampanye. Faksi itu diduga tidak
melaporkan dana kampanye hingga 54 juta yen. Seiwaken dituding memberi tahu
cara menyembunyikan dana kampanye dari otoritas. Para petinggi Seiwaken
dituding menerima dan memakai dana kampanye tidak sah. Disebut tidak sah karena
dana itu tidak dilaporkan ke otoritas. Kasus itu membuat kepercayaan publik terhadap
pemerintahan Kishida terpangkas menjadi hanya 17 %. Belum pernah ada
pemerintahan dengan tingkat penerimaan seperti Kabinet Kishida sekarang. Tingkat
kepercayaan masyarakat pada pemerintahan Kishida terus terpangkas. Penyelidikan
kasus itu akan menentukan kelanjutan pemerintahan dan karier politik Kishida. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









