Ekonomi
( 40784 )Kuartal IV, Penyaluran Kredit Baru Melambat
Lima Tahun Freeport Indonesia Berlisensi IUPK
BI Diperkirakan Tahan Suku Bunga Acuan di Akhir 2023
BPS: Remitensi Pekerja Migran Indonesia Turut Berperan Tekan Angka Kemiskinan
Transaksi TEI 2023 Capai US$ 30,5 Miliar
Kemenkominfo Diminta Hapus Aplikasi Binance
JAKARTA,ID-Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) didesak segera menghapus aplikasi di website Binance agar tidak bisa diakses lagi di Indonesia. Langkah penghapusan perlu dilakukan agar potensi tambahan kerugian konsumsi/nasabah Binance di Tanah Air yang bisa ditekankan karena sudah merupakan aplikasi yang ilegal. Saat ini, Binance sudah diblokir oleh Kemenkominfo. Namun, aplikasinya masih tersedia di Google Playstore dan App Store, serta bisa dibisa menggunakan private network (VPN). Kemenkominfo pun bisa meminta Google Indonesia untuk menghapus aplikasi tersebut untuk melindungi masyarakat Indonesia. Binance bisa didakwa melakukan kejahatan dan CEO-nya, Changpeng Zhao, juga mengaku bersalah atas dakwaan pemerintah federal Amerika Serikat. Binance, bursa kripto terbesar di dunia, sudah mengakui terlibat dalam kejahatan pencucian uang, melakukan pengiriman uang tanpa izin, dan juga pelanggaran keuangan lainnya. (Yetede)
Kereta Cepat Jakarta-Surabaya
Kian Mahal Harga Tiket Pesawat
Wisatawan Mulai Serbu Hotel, Okupansi Membaik
Wisatawan mulai menyerbu hotel di sejumlah daerah untuk
libur Natal dan Tahun Baru. Okupansi atau tingkat keterisian berbagai hotel pun
membaik dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Selain tidak adanya pembatasan
mobilitas, program diskon hingga berbagai acara juga turut mendorong warga
berlibur. May Yani Efendi (26), karyawan swasta di Kota Padang, Sumbar,
misalnya, sudah memesan kamar di pusat kota untuk 25-26 Desember 2023. Ia
mengajak ibu dan kedua adiknya yang berdomisili di Kabupaten Limapuluh Kota
untuk berlibur ke Padang. ”Orang kota, kan, liburannya ke kabupaten. Kalau
kami, orang kabupaten, liburannya ke kota,mencari suasana berbeda daripada
biasanya,” kata May, Rabu (20/12). Ia sudah memesan kamar hotel via platform
pencarian tiket dan hotel secara daring dua hari lalu. Reservasi kamar jauh-jauh
hari itu untuk menghindari kenaikan harga mendekati hari libur. May juga
berburu diskon kamar yang mencapai separuh harga normal agar meringankan biaya
liburannya. ”Saya pesannya malam-malam. Cari-cari harga diskon. Akhirnya dapat
harga khusus promo,” ujarnya.
Nurul Rusdiansyah (28), warga Sukabumi, Jabar, juga berencana
memesan kamar hotel untuk liburan di Jakarta. Pengajar ini mengincar hotel di
sekitar Monas. Ia pun sudah melihat beberapa opsi di aplikasi daring. ”Sepertinya,
orang-orang akan lebih memilih pergi ke luar
Jakarta sehingga di Jakarta tidak akan terlalu padat. Buat kami, akses ke sana
menjadi lebih mudah,” ujarnya. Martha Thomas, Marketing Communication Manager
Corporate Jambuluwuk Hotels and Resorts, mengatakan, okupansi di hampir semua
hotel Jambuluwuk yang tersebar di sejumlah kota kini telah mencapai 90 %. Peningkatan
itu tercatat sejak pertengahan bulan ini. ”Sejak 15 Desember lalu, kami sudah
kewalahan menangani back to back kamar, keluar-masuk. Artinya, tidak pernah
kosong,” ucapnya. Martha memprediksi,tingkat hunian kamar hotel akan mencapai
100 % dalam waktu dekat. Bahkan, ia optimistis okupansi hotel akhir tahun ini melebihi
tahun 2019 atau masa sebelum pandemi Covid-19. Menurut Martha, wisatawan yang
memesan hotel di Jakarta mempertimbangkan lokasi acara Tahun Baru. Mereka akan lebih
dulu mencari kegiatan menarik saat malam Tahun Baru, lalu menentukan tempat
menginap. (Yoga)
Kebaikan dari Kebun
Nila Sari (51) memanen bayam brasil lalu memasukkannya ke
keranjang di halaman belakang Gedung Karya Pastoral Gereja Kim Tae-gon, Senin (18/12).
Ia bersama sejumlah warga juga memetik terong dan kacang panjang. Di lahan
seluas 800 meter persegi itu, tampak pula tanaman lainnya, seperti kangkung,
sawi, cabai, kemangi, nangka, cempedak, jambu, sukun, anggur, dan melon. ”Hasil
kebun sebagian kami sumbangkan ke warteg dan ibu tukang jual pecel. Kami
bagikan cuma-cuma. Buah dan sayur juga kami peruntukkan ke pastoran. Biar romo-romo
di sini makan sayur dan tambah sehat,” kata Nila. Sebagian lagi hasilnya dijual
untuk umat dengan harga yang lebih murah. Bayam brasil, misalnya, dibanderol Rp
5.000 seikat. Harga sayuran sejenis di pasaran bisa lebih dari 15.000 per ikat.
”(Sayuran) ini fresh dari kebun, tanpa pestisida,” ucapnya. Beginilah hasil
kebun Gereja Katolik Santo Andreas Kim Tae-Gon.
Tidak hanya menghasilkan aneka sayuran dan buah, kebun itu
juga membantu warga lanjut usia dalam kegiatan Gerakan Layani Orangtua atau Gelora
di paroki gereja. Kegiatan yang dimulai tahun 2022 setiap Senin dan Kamis itu
mengajak para lansia berkumpul, bernyanyi, senam, berdoa, dan makan siang bersama.
Menu makannya pun dari kebun gereja. ”Ini bentuk perhatian pada (warga) lansia
yang kebanyakan, saat anak cucunya sudah beraktivitas, mereka sendirian,” kata
Yuli, salah seorang anggota ibun. ”Oma-oma itu sangat senang makan dari hasil
kebun. Senang jika hal sederhana yang kami lakukan di kebun ini membuat mereka
bahagia,” kata Yuli.
Tidak hanya sayuran, kebun itu juga dimanfatkan untuk beternak
ikan lele, nila, dan ayam. Hasilnya, ada yang dijual kepada umat, seperti telur
ayam seharga Rp 3.000 per butir. ”Saat panen ikan lele, biasanya kami bagikan
ke kelurahan. Ini sebagai tambahan makanan untuk penanggulangan stunting (tengkes),”
kata Nila. Lurah Pegangsaan Dua, KelapaGading, Jakut,Vera Fitria mengatakan,
hasil panen kebun gereja bisa dimanfaatkan warga. ”Sayur dan ikan akan diberikan
kepada kami untuk penanganan (anak) balita stunting. Dan untuk lelenya diolah warga
menjadi abon dan nugget lele,” katanya. Hubungan baik warga dan komunitas
gereja ini menjadi contoh baik hidup bermasyarakat. Ia pun berusaha selalu
hadir jika pengurus kebun gereja menggelar acara. Selain menjaga hubungan sesama
manusia, kebun itu juga menjadi jalan untuk merawat lingkungan. Sebab, pengurus
kebun menggunakan ecoenzyme sebagai pupuk dan pestisida alami. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









