Ekonomi
( 40733 )Yogyakarta Banjir Berkah Wisatawan di Pengujung Tahun
Tak diragukan lagi bahwa Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)
masih menjadi provinsi tujuan utama wisatawan nusantara (wisnus) di Indonesia. Hal
itu terlihat setiap momen liburan datang, termasuk jelang Natal dan Tahun Baru
seperti saat ini. Salah satu indikasinya, reservasi hotel yang hampir penuh. ”Hingga
hari ini, reservasi hotel-hotel di DIY untuk periode 23 Desember 2023 hingga 1
Januari 2024 sudah 80 %,” ujar Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia
(PHRI) DIY Deddy Pranowo Eryono, Senin (18/12). Berdasarkan Statistik Wisatawan
Nusantara yang dirilis BPS, sepanjang tahun 2022, DIY dikunjungi 25,7 juta wisnus.
Ini menempatkan DIY di peringkat ketujuh nasional setelah Jatim, Jabar, Jateng,
DKI Jakarta, Banten, dan Sulsel. DIY juga menempati urutan tertinggi persentase
kunjungan wisnus dengan maksud utama rekreasi atau berlibur, yakni 53,09 %,
mengungguli Bali yang menempati peringkat kedua dengan 51,59 persen wisnus yang
berkunjung dengan maksud utama berekreasi.
Sebanyak 57,47 % wisnus di DIY mengincar jenis kegiatan
wisata kuliner, disusul wisata kota / perdesaan (26,05), dengan rerata lama
perjalanan wisnus di DIY adalah 3,42 malam dengan rata-rata pengeluaran Rp 2
juta. Jika menggunakan hitungan kasar, uang yang berputar dari pengeluaran
wisnus di DIY pada 2022 mencapai Rp 51,4 triliun, 10 kali lipat APBD DIY tahun 2023.
Angka itu menunjukkan betapa pariwisata sungguh menjadi salah satu motor penggerak
ekonomi DIY. ”Tahun lalu okupansi hotel pada liburan Natal dan Tahun Baru
mencapai 75-80 %. Tahun ini okupansi kami prediksi bisa sampai 90 %,” kata
Deddy. Menurut Kasi Pengendalian Operasional Lalu Lintas Dishub DIY Lazuardi,
pada periode 22 Desember 2023 hingga 3 Januari 2024, pergerakan orang memasuki
DIY diperkirakan 9,6 juta orang. Dari jumlah itu, 800.000 orang adalah
wisatawan. (Yoga)
Warga Butuh Kepastian Biaya Sewa Rusun
Pemprov DKI Jakarta menjanjikan kelonggaran biaya sewa rusun
bagi warga relokasi. Namun, warga belum mendapat informasi tentang kebijakan
ini. Warga membutuhkan kepastian, termasuk soal tempat berusaha, guna
memulihkan kondisi ekonominya. Pada November 2023, Pemprov DKI Jakarta
mengeluarkan Pergub No 36 Tahun 2023 tentang Pemberian Penghapusan Sanksi
Administratif Berupa Bunga Terlambat Bayar kepada Wajib Retribusi dalam Rangka Pemulihan
Ekonomi Pascapandemi Covid-19. Artinya, penghuni rusun kembali membayar biaya
sewa setelah gratis selama pandemi Covid-19. Akan tetapi, warga relokasi dari Rusunawa
Marunda ke Rusun Nagrak di Jakut keberatan dengan kembali normalnya biaya sewa
itu. Mereka terdiri atas 451 keluarga yang direlokasi karena kondisi rusun dinilai
sudah tidak layak untuk dihuni pada 30 Agustus 2023.
Sekda DKI Jakarta Joko Agus Setyono memastikan sudah ada
kelonggaran biaya sewa bagi warga relokasi ke Rusun Nagrak. ”Ada kelonggaran
tarif rusun dari Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta.
Kelonggaran mengikuti perjanjian sebelumnya,” ujar Joko, Selasa (19/12). Kesepakatan
relokasi, antara lain, warga nantinya harus membayar biaya sewa Rp 505.000
sampai Rp 765.000 per bulan. Biaya ini lebih tinggi daripada sewa Rusunawa
Marunda sebesar Rp 144.000 per bulan. Selain itu, pemerintah juga menyediakan
lapak dagangan bagi warga relokasi. Namun, lapak ini belum selesai dibangun sehingga
warga yang sebagian besar berjualan tidak punya pendapatan harian. (Yoga)
Animo Wisata Meningkat
Animo masyarakat untuk liburan akhir tahun semakin
meningkat. Selain pelesiran ke sejumlah daerah di Tanah Air, mereka juga berwisata
ke luar negeri. AB Sadewa, Corporate Secretary and Investor Relations PT Panorama
Sentrawisata Tbk, Selasa (19/12) mengatakan, permintaan paket wisata tahun ini
tumbuh positif. Bahkan, ia menilai geliat pemesanan paket itu hampir sama dengan
masa sebelum pandemi Covid-19 tahun 2019. Selama musim liburan akhir tahun
2023, menurut dia, permintaan wisata meningkat 20-30 % dibanding periode yang
sama tahun lalu. Namun, masyarakat kini lebih banyak memanfaatkan masa liburan
ke luar negeri. ”Trennya memang lebih tinggi permintaan untuk ke luar negeri
ketimbang wisatawan mancanegara datang ke Indonesia,” ujarnya.
Jepang menjadi salah satu destinasi favorit. Harga paket wisata
ke Jepang dibanderol mulai dari Rp 1,6 juta per orang per hari hingga sekitar
Rp 28 juta per orang selama 10 hari. Destinasi favorit lainnya adalah Korsel.
Tak sedikit pula pelancong berlibur ke tujuan wisata baru, seperti Afrika
Selatan dan Alaska di AS. Sebaliknya, wisatawan mancanegara, khususnya dari Eropa,
justru tak banyak yang melakukan perjalanan ke IndoneSia saat akhir tahun.
Mereka cenderung memilih merayakan Natal di negara asalnya. Wisatawan
mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Indonesia lebih banyak berasal dari
India dan Afrika Selatan. Mereka umumnya berlibur ke Bali dan Lombok.
Iko Putera, Chief Executive Officer of Transport Traveloka, mengatakan,
pada semester I tahunini pesanan akomodasi ke Jepang dan Singapura via Traveloka
meningkat dua kali lipat, sedangkan pesanan tiket per-jalanan tiga kali lipat.
”Di luar Asia, ada juga (pesanan ke) Australia, negara-negara Eropa, hingga AS,”
ka-tanya. PR Senior Manager Tiket.com Sandra Darmosumarto mengatakan, pembelian
tiket pesawat, akomodasi, dan kegiatan wisata meningkat 10 % dari periode Natal
dan Tahun Baru sebelumnya. Pemesanan hotel paling banyak untuk perjalanan luar
negeri tercatat di Malaysia dan Thailand. ”Kami yakin minat berlibur akan
mencapai tingkat yang lebih tinggi, baik domestik maupun internasional,” kata
Sandra. (Yoga)
Arab Saudi Minati Akuisisi 20% Saham Bank Syariah Indonesia
Maret 2024, BTN Syariah dan Bank Muamalat Merger
Menhub Perkiraankan 107 Juta Orang Mudik Nataru
Risiko Terulang Masalah Ekspor Benur
Pergi dari Tabungan, Mengalir ke Surat Utang
Tarif Cukai Rokok Lebih Tinggi Mengintai di 2024
Ekonomi Hijau Akan Menyokong PDB
Perekonomian Indonesia perlu segera beralih dari yang mengandalkan ekonomi ekstraktif ke ekonomi hijau. Sebab, ekonomi ekstraktif yang masif akan merusak lingkungan. Sementara saat ini Indonesia masuk dalam 10 negara penghasil emisi terbesar di dunia. Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menargetkan indeks ekonomi hijau pada 2045 mencapai 90,65%, dengan pangsa energi baru terbarukan (EBT) dalam bauran energi primer mencapai 70%.
"Penerapan ekonomi hijau perlu perubahan dan harus didukung oleh ekosistem yang baik," kata Amalia Adininggar Widyasanti, Deputi Bidang Ekonomi Kementerian PPN Selasa (19/12).
Kepala Greenpeace Indonesia Leonard Simanjuntak mengatakan, momentum pemilihan umum 2024 dapat digunakan sebagai katalis untuk mempercepat transisi ekonomi hijau di Indonesia.
"Perlu ada komitmen politik yang kuat dari pemerintah serta calon presiden dan wakil presiden agar Indonesia mampu mengurangi ketergantungannya terhadap industri ekstraktif," kata Leonard.
Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengatakan, pendapatan masyarakat akan meningkat jika transisi ekonomi hijau dilakukan.
Bhima bilang, pekerja di sektor konstruksi, perdagangan dan industri pengolahan serta pertanian akan mendapat manfaat paling besar dengan adanya transisi ekonomi hijau. Tak hanya itu, pendapatan dari sektor pengadaan listrik dan gas, industri pengolahan, juga akan terdorong.
Berdasarkan hitungan Celios dan Greenpeace Indonesia, transisi ekonomi hijau diperkirakan memberikan peluang positif bagi output perekonomian dalam negeri sebesar Rp 4.376 triliun. Peralihan ini juga diprediksi memberikan tambahan produk domestik bruto (PDB) sebesar Rp 2.943 triliun dalam 10 tahun ke depan.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









