Ekonomi
( 40600 )Animo Wisata Meningkat
Animo masyarakat untuk liburan akhir tahun semakin
meningkat. Selain pelesiran ke sejumlah daerah di Tanah Air, mereka juga berwisata
ke luar negeri. AB Sadewa, Corporate Secretary and Investor Relations PT Panorama
Sentrawisata Tbk, Selasa (19/12) mengatakan, permintaan paket wisata tahun ini
tumbuh positif. Bahkan, ia menilai geliat pemesanan paket itu hampir sama dengan
masa sebelum pandemi Covid-19 tahun 2019. Selama musim liburan akhir tahun
2023, menurut dia, permintaan wisata meningkat 20-30 % dibanding periode yang
sama tahun lalu. Namun, masyarakat kini lebih banyak memanfaatkan masa liburan
ke luar negeri. ”Trennya memang lebih tinggi permintaan untuk ke luar negeri
ketimbang wisatawan mancanegara datang ke Indonesia,” ujarnya.
Jepang menjadi salah satu destinasi favorit. Harga paket wisata
ke Jepang dibanderol mulai dari Rp 1,6 juta per orang per hari hingga sekitar
Rp 28 juta per orang selama 10 hari. Destinasi favorit lainnya adalah Korsel.
Tak sedikit pula pelancong berlibur ke tujuan wisata baru, seperti Afrika
Selatan dan Alaska di AS. Sebaliknya, wisatawan mancanegara, khususnya dari Eropa,
justru tak banyak yang melakukan perjalanan ke IndoneSia saat akhir tahun.
Mereka cenderung memilih merayakan Natal di negara asalnya. Wisatawan
mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Indonesia lebih banyak berasal dari
India dan Afrika Selatan. Mereka umumnya berlibur ke Bali dan Lombok.
Iko Putera, Chief Executive Officer of Transport Traveloka, mengatakan,
pada semester I tahunini pesanan akomodasi ke Jepang dan Singapura via Traveloka
meningkat dua kali lipat, sedangkan pesanan tiket per-jalanan tiga kali lipat.
”Di luar Asia, ada juga (pesanan ke) Australia, negara-negara Eropa, hingga AS,”
ka-tanya. PR Senior Manager Tiket.com Sandra Darmosumarto mengatakan, pembelian
tiket pesawat, akomodasi, dan kegiatan wisata meningkat 10 % dari periode Natal
dan Tahun Baru sebelumnya. Pemesanan hotel paling banyak untuk perjalanan luar
negeri tercatat di Malaysia dan Thailand. ”Kami yakin minat berlibur akan
mencapai tingkat yang lebih tinggi, baik domestik maupun internasional,” kata
Sandra. (Yoga)
Arab Saudi Minati Akuisisi 20% Saham Bank Syariah Indonesia
Maret 2024, BTN Syariah dan Bank Muamalat Merger
Menhub Perkiraankan 107 Juta Orang Mudik Nataru
Risiko Terulang Masalah Ekspor Benur
Pergi dari Tabungan, Mengalir ke Surat Utang
Tarif Cukai Rokok Lebih Tinggi Mengintai di 2024
Ekonomi Hijau Akan Menyokong PDB
Perekonomian Indonesia perlu segera beralih dari yang mengandalkan ekonomi ekstraktif ke ekonomi hijau. Sebab, ekonomi ekstraktif yang masif akan merusak lingkungan. Sementara saat ini Indonesia masuk dalam 10 negara penghasil emisi terbesar di dunia. Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menargetkan indeks ekonomi hijau pada 2045 mencapai 90,65%, dengan pangsa energi baru terbarukan (EBT) dalam bauran energi primer mencapai 70%.
"Penerapan ekonomi hijau perlu perubahan dan harus didukung oleh ekosistem yang baik," kata Amalia Adininggar Widyasanti, Deputi Bidang Ekonomi Kementerian PPN Selasa (19/12).
Kepala Greenpeace Indonesia Leonard Simanjuntak mengatakan, momentum pemilihan umum 2024 dapat digunakan sebagai katalis untuk mempercepat transisi ekonomi hijau di Indonesia.
"Perlu ada komitmen politik yang kuat dari pemerintah serta calon presiden dan wakil presiden agar Indonesia mampu mengurangi ketergantungannya terhadap industri ekstraktif," kata Leonard.
Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengatakan, pendapatan masyarakat akan meningkat jika transisi ekonomi hijau dilakukan.
Bhima bilang, pekerja di sektor konstruksi, perdagangan dan industri pengolahan serta pertanian akan mendapat manfaat paling besar dengan adanya transisi ekonomi hijau. Tak hanya itu, pendapatan dari sektor pengadaan listrik dan gas, industri pengolahan, juga akan terdorong.
Berdasarkan hitungan Celios dan Greenpeace Indonesia, transisi ekonomi hijau diperkirakan memberikan peluang positif bagi output perekonomian dalam negeri sebesar Rp 4.376 triliun. Peralihan ini juga diprediksi memberikan tambahan produk domestik bruto (PDB) sebesar Rp 2.943 triliun dalam 10 tahun ke depan.
UNTR Makin Panas di Bisnis Panas Bumi
Aksi korporasi salah satu lini bisnis Grup Astra, yakni PT United Tractors Tbk di ranah energi baru terbarukan (EBT) masih terus berlangsung. Terbaru, perusahaan dengan kode saham UNTR ini menambah kepemilikan saham di perusahaan listrik panas bumi, yakni PT Supreme Energy Sriwijaya.
Dalam keterbukaan informasi, di Bursa Efek Indonesia (BRI) Selasa (19/12), UNTR mengumumkan amandemen terhadap rencana perjanjian pengambilan bagian alias
subscription agreement
atas saham Supreme Energy Sriwijaya oleh perusahaan terkendali milik UNTR. Perusahaan tersebut yakni PT Energia Prima Nusantara (EPN).
Pada 18 Desember 2023, Energia Prima Nusantara telah menandatangani amandemen terhadap subscription agreement dengan PT Supreme Energy dan PT Supreme Energy Sriwijaya. Ini terkait dengan perubahan rencana pengambil bagian saham.
Berdasarkan amandemen, Energia Prima Nusantara berencana akan mengambil bagian saham-saham baru dalam Supreme Energy Sriwijaya sebanyak 984.127 saham baru.
Nilai tersebut setara dengan 49,6% dari total saham yang dikeluarkan oleh Supreme Energy Sriwijaya kepada Energia Prima Nusantara. Adapun total nilai keseluruhan dari pengambil bagian ini sebesar US$ 51,87 juta atau setara Rp 804,01 miliar.
Sara K. Loebis, Sekretaris Perusahaan United Tractors menyatakan, penambahan saham Supreme Energy Sriwijaya diputuskan berdasarkan pertimbangan bisnis. Yakni untuk meningkatkan keterlibatan United Tractor di bisnis listrik panas bumi alias geotermal.
Adapun akuisisi ini menandakan masuknya UNTR ke bisnis panas bumi, sekaligus melebarkan sayap UNTR ke bisnis non batubara. Supreme Energy Sriwijaya merupakan salah satu pemegang saham PT Supreme Energy Rantau Dedap (SERD). Ini adalah perusahaan pemegang izin panas bumi dengan kapasitas 2 x 49 megawatt (MW) yang telah beroperasi. Lokasinya berada di Kabupaten Lahat, Kota Pagar Alam dan Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatra Selatan.
Bank Syariah Terbesar Kedua Siap Meluncur
Teka-teki nama bank syariah yang akan dicaplok Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) untuk digabung dengan unit usaha syariahnya akhirnya terjawab sudah. Seperti diberitakan sebelumnya, unit syariah BTN akan digabung dengan Bank Muamalat.
Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) saat ini tengah memproses rencana penggabungan tersebut. Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, pembicaraan merger tersebut kini sedang berlangsung. Jika tak ada aral melintang, penggabungan ditargetkan bisa rampung pada Maret 2024.
Erick menyatakan, kementerian sudah mengadakan pertemuan dengan Menteri Agama dan pemegang saham Bank Muamalat, yakni Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). "Gabungan antara BTN Syariah dan Bank Muamalat akan menjadi alternatif bank syariah dengan kemungkinan aset bisa masuk dalam 16 besar secara global," kata Erick, Selasa (19/12).
Penggabungan Bank Muamalat dan unit usaha syariah (UUS) BTN bakal menghasilkan bank syariah terbesar kedua di Indonesia, setelah Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI).
Sebelumnya, Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengakui telah mengirimkan surat ketertarikan untuk mengakuisisi saham dua bank syariah sejak November lalu.
Sementara itu, Kementerian BUMN juga masih terus melanjutkan pencarian calon investor baru untuk BSI. Dari roadshow yang sudah dilakukan ke negara-negara Timur Tengah, sudah ada calon investor yang berminat masuk ke bank tersebut.
Erick mengatakan, Kementerian BUMN hanya menawarkan 10%-12% saham BSI. "Memang dalam roadshow ini, mereka ingin lebih dari 10%. Kalau bisa, mereka ingin 15% hingga 20% jadi strategic partner. Ini yang mungkin pemegang saham seperti BNI, BRI, Bank Mandiri masih perlu saling curhat," ungkapnya.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









