Ekonomi
( 41301 )Antam Tuntaskan Seluruh Transaksi dengan CBL
Ekonomi Tumbuh Kencang, Dunia Usaha Berjalan Kondusif
Pekan Terakhir Desember, Modal Asing Masuk Rp 4,28 Triliun
Bantuan makin Sulit Masuk ke Gaza
Kecelakaan Berulang Bisa Hambat Hilirisasi
Perhatian serius perlu diarahkan pada insiden ledakan tungku smelter
nikel milik PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel atau ITSS di kawasan
industri Indonesia Morowali Industrial Park, Sulawesi Tengah, Minggu (24/12/2023),
yang menewaskan 19 orang. Apalagi, kecelakaan di sektor industri berisiko
tinggi ini bukan kejadian pertama. Jika tanpa kesungguhan dalam evaluasi dan
audit, cita-cita hilirisasi produk tambang bisa terancam. Praktisi pertambangan
dan industri Andi Erwin Syarif, di Jakarta, Jumat (29/12), berpendapat, secara
prinsip, hilirisasi adalah proses peningkatan nilai tambah. Apabila produksi
terhenti akibat kecelakaan kerja, ada sederet dampak ikutan negatif yang
merugikan. ”(Itu) termasuk beban biaya yang ditanggung perusahaan akibat jatuhnya korban, kerusakan
infrastruktur, dan waktu yang hilang.
Di sisi lain, pendapatan negara akan berkurang dari pajak, retribusi,
dan lainnya. Penerapan K3 (keselamatan dan kesehatan kerja)tak sekadar tanggung
jawab etis, tapi juga memastikan produksi berjalan aman,” ujarnya. Menurut dia,
penerapan K3 adalah bagian dari peningkatan produksi, bukan beban biaya.
Penerapan K3 di lingkungan kerja smelter perlu diaudit atau diinvestigasi
segera guna memastikan efektivitas sistem keselamatan serta konfigurasi teknologi
tepercaya dan andal. Dengan begitu, kompetensi sumber daya manusia
tersertifikasi. Yang jadi pelajaran, kata Erwin, investasi smelter di Indonesia
mesti menerapkan standar K3 internasional yang terkualifikasi, agar tercipta
budaya K3 yang kuat di organisasi perusahaan, termasuk peningkatan pengelolaan
lingkungan hidup. (Yoga)
Tidak Pasti, Timpang, lalu Apa?
Bank Dunia menyebut 2022 sebagai tahun ketidakpastian dan 2023 sebagai
tahun ketimpangan. Pada 2024, perjuangan negara-negara untuk lepas dari dampak
buruk pandemi Covid-19 terhadap perekonomian tak mudah. Ada tambahan krisis
yang harus dihadapi, antara lain konflik dan kekerasan serta perubahan iklim.
Akibatnya, dunia masih sulit untuk pulih seperti sedia kala. Beban semakin
berat saat utang negara membengkak. Perubahan iklim juga berakibat buruk,
antara lain panen bahan pangan yang anjlok serta banjir dan longsor yang memaksa
penduduk untuk mengungsi. Kondisi ini menambah tekanan bagi warga dunia,
terutama warga miskin. Berdasarkan data Bank Dunia, sekitar 700 juta orang dari
8 miliar penduduk dunia, dalam kondisi miskin ekstrem atau hidup dengan pengeluaran
kurang dari Rp 33.190 per hari. Harga barang yang naik ditambah kondisi ekonomi
yang belum pulih membuat pengeluaran membengkak.
Sebagian masyarakat merogoh kocek lebih dalam atau mengikis tabungan
demi mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Sebagian masyarakat berutang guna
memenuhi kebutuhan hidup, yang kerap kali salah jalan, yakni meminjam uang ke
pinjaman daring ilegal. Adapun masyarakat yang pengeluarannya berkurang selama
pandemi karena mengurangi aktivitas bisa menambah investasi. Hal ini yang,
antara lain, membuat ketimpangan kian tajam selama pandemi. Data BPS, rasio
gini Indonesia pada Maret 2023 sebesar 0,388 atau tertinggi setidaknya sejak Maret
2020. Rasio gini mendekati satu menunjukkan kondisi ketimpangan pendapatan yang
makin sempurna. Menjelang tahun yang baru, 2024, api harapan siap dinyalakan.
Kendati krisis geopolitik di beberapa wilayah dunia tak kunjung usai dan
ancaman krisis iklim masih mendera, keinginan untuk menuju perbaikan kondisi
ekonomi tetap mesti dipelihara. (Yoga)
LEDAKAN SMELTER, Mengejar Mimpi ke Morowali
Tahun 2024 mestinya bakal penuh makna bagi Irfan Bukhari
(26), asal Polewali Mandar, Sulbar, yang berencana meminang kekasihnya.Tapi
ledakan tungku smelter di PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel (ITSS) di
kawasan industri Indonesia Morowali Industrial Park, Minggu (24/12) mengakhiri rencananya.
Irfan salah satu dari 19 korban tewas dalam insiden tersebut. Kaharuddin Qasyim
(31) bercerita sudah setahun keponakannya, Irfan, bekerja di ITSS, tiap bulan
Irfan mengirim uang ke orang tuanya. Dia juga membiayai sekolah adik bungsunya.
Ayahnya petani dan ibunya berjualan kue.
“Irfan sudah meminta bapak dan ibunya berhenti bekerja” katanya, Kamis (28/12).
Namun, tekad Irfan pupus secara tragis.
Bekerja dan menopang keluarga juga dilakoni Martinus (26)
korban ledakan smelter yang masih dirawat di ruang ICU RSUD Morowali. Menurut
adik Martinus, Hendra (25), sejak bekerja di PT ITSS, kakaknya rutin mengirim
sebagian gajinya untuk membantu orangtua. ”Harusnya akhir tahun ini kami
berkumpul bersama orangtua. Ternyata, ceritanya lain. Sampai sekarang ibu belum
datang karena shock,” katanya. Menyebut Morowali berarti menyebut tambang,
industri nikel, dan peluang hidup. Beberapa tahun terakhir, usaha tambang dan
industri nikel tumbuh pesat di daerah ini, Morowali serupa tanah harapan. Tak hanya
pencari kerja, perintis usaha kecil dan besar turut berharap berkah dan peluang
di tengah maraknya industri.
Kamis (28/12), suasana sekitar PT Indonesia Morowali Industrial
Park (IMIP) di Bahodopi riuh. Pekerja masuk keluar kawasan industri. Ribuan
sepeda motor pekerja diparkir dan tersebar di beberapa lokasi. Truk besar hilir
mudik menjemput dan mengambil material. Saat pertukaran sif kerja, kemacetan
panjang terjadi di jalan-jalan kawasan industri. Sepanjang jalan Bungku ke
Bahodopi, warung makan, toko penjual berbagai keperluan, bengkel, kos-kosan, penginapan,
dan tempat usaha lain memadati kiri kanan jalan. Di jalan yang tak seberapa
lebar itu, setiap truk besar melintas, sebagian kendaraan lain harus menepi. Alfian
(26) dari Tana Toraja, Sulsel, sudah sebulan menumpang di kamar kos kerabatnya
yang telah bekerja di PT IMIP. ”Saya memasukkan lamaran dan menunggu jadwal interview.
Saya tak tahu sampai kapan akan menunggu, akan diterima atau tidak. Semoga
nanti ada jawaban,” katanya.
Ledakan tungku smelter di PT ITSS, tenant di bawah PT IMIP,
tak jadi soal bagi pencari kerja. Mereka tetap berharap bisa bekerja di sana. Kadisnakertrans
Sulteng Arnold Firdaus menyampaikan, Morowali hingga Morowali Utara menjadi
magnet tenaga kerja. Di IMIP, ada 72.000 tenaga kerja, 87 % adalah pekerja local,
selebihnya pekerja asing. ”Pekerja lokal sebagian besar dari luar daerah, baik
dari Sulsel, Sultra, Gorontalo, maupun Jawa. Pekerja dari Sulteng berkisar 20 %,”
ujar Arnold, kemarin. Jumlah pekerja itu belum termasuk ribuan pekerja di perusahaan
lainnya. Di Morowali Utara, ada perusahaan lainnya yang memiliki hingga 15.000
tenaga kerja. Kehadiran industri ini menekan tingkat pengangguran terbuka
Sulteng. Pada Agustus 2023 sebanyak 47.080 orang menganggur atau 2,95 % dari
total angkatan kerja. Jumlah ini turun 2.000 orang dibandingkan Agustus 2022. (Yoga)
Sektor Riil Jadi Daya Ungkit
Kebijakan tepat untuk menggerakkan sektor riil pada 2024
menjadi kunci menggairahkan konsumsi masyarakat yang tahun ini melemah.
Pemerintahan dituntut untuk dapat merespons dengan cepat berbagai siklus krisis
global dan domestik yang diprediksi masih akan terjadi beberapa tahun ke depan.
Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef)
Aviliani berharap di tahun 2024 transisi pemerintahan dapat berjalan mulus.
Pasalnya, kebijakan ekonomi dalam beberapa tahun kedepan diharapkan bisa
adaptif untuk mengakomodasi dinamika perekonomian ke depan. Tahun ini berbagai
dinamika dan krisis, baik di sektor ekonomi maupun politik global, telah
berdampak terhadap pelemahan aktivitas konsumsi dan sektor riil, yang imbasnya
turut menghambat pertumbuhan ekonomi nasional. Berbagai krisis, lanjut Aviliani,
masih akan terjadi di tahun 2024 dan 2025.
”Untuk merespons berbagai krisis ke depan seharusnya tak
perlu menunggu undang-undang. Karena siklus krisis ke depannya akan semakin pendek dan dinamis.
Regulator harus membuat kebijakan lebih cepat dan fleksibel,” ujarnya dalam ”Diskusi
Ekonom Perempuan Indef” yang berlangsung secara daring, Kamis (28/12). Geliat
sektor riil yang mampu menyerap tenaga kerja menjadi syarat utama pertumbuhan konsumsi
masyarakat secara berkelanjutan. Oleh karena itu, kebijakan moneter, fiskal,
dan perbankan harus berjalan bersama-sama untuk menopang setiap aktivitas di
sektor riil. Berbagai insentif fiskal perlu diarahkan dan dipertajam sesuai
sasaran kebutuhan sektor riil. Di sisi lain, kebijakan moneter dan perbankan diharapkan
bisa bergerak secara fleksibel untuk meningkatkan akses keuangan dari
sektor-sektor penyerap tenaga kerja. (Yoga)
Berbenah Problem Klasik Penyaluran Pupuk
Kelangkaan pupuk bersubsidi pada saat musim tanam berulang
kali terjadi di berbagai daerah sentra pertanian menjadi problem pelik dan
klasik di Indonesia. Padahal, pupuk menjadi elemen krusial dalam upaya menggenjot
peningkatan produksi pertanian. Di sisi lain, pemerintah memiliki agenda besar
kedaulatan pangan, misalnya dengan pembangunan pabrik pupuk di Fakfak, Papua Barat.
Menurut pengamat ekonomi pertanian dari Fakultas Teknologi Pertanian
Universitas Andalas, Padang, Muhammad Makky, saat dihubungi pada Kamis (28/12)
pengawasan saja tak cukup dalam penyaluran pupuk bersubsidi. Namun, bagaimana
pengawasannya konsisten dan menyeluruh. Juga perlu insentif dan hukuman
(punishment) bagi yang menjalankannya dengan baik atau sebaliknya. Pengawasan
yang menyeluruh, hingga level terbawah, dapat menekan potensi kebocoran. Dengan
demikian, secara bertahap, diharapkan masalah-masalah yang ada di lapangan teratasi
dan tak ada lagi kelangkaan saat musim tanam tiba.
Sebelumnya, Koordinator Pupuk Subsidi Ditjen Prasarana dan
Sarana Pertanian Kementan Yanti Erma, dalam diskusi tentang transformasi kebijakan
pupuk bersubsidi, Rabu (6/12), mengatakan, dana subsidi pupuk pada 2024 dianggarkan
Rp 26,68 triliun dengan alokasi 4,8 juta ton. Padahal, kebutuhan pupuk urea dan
NPK bersubsidi 10,7 juta ton. ”Artinya, kalau merujuk pada Rencana Definitif
Kebutuhan Kelompok (RDKK), pupuk bersubsidi yang diterima petani tidak sampai
separuhnya,” ujarnya. Per 5 Desember 2023, Kementan menutup pengajuan RDKK
meskipun hampir semua provinsi mengajukan perpanjangan masa pengusulan. RDKK
itu masih perlu penyelarasan kembali dan harus mendapatkan SK kepala daerah
kabupaten/kota per akhir Desember 2023. Penyaluran pupuk bersubsidi pada tahun
depan akan dimulai per Januari. (Yoga)
Adu Siasat Bank Berbasis Layanan Digital
Dalam lima tahun terakhir, sejumlah perbankan yang
mengukuhkan diri sebagai bank dengan 100 % berbasis layanan digital atau ’bank
digital’ mulai bermunculan. ’Bank digital’ juga masuk kategori bank umum, seperti
bank-bank lain. Bedanya, bank konvensional memiliki layanan fisik dan digital
atau hibrida, maka ’bank digital’ semata-mata bertumpu pada kanal distribusi
digital atau berbasis layanan digital secara penuh. Dengan demikian, bank
berbasis layanan digital penuh hanya butuh satu kantor utama saja untuk
memberikan layanan 1 x 24 kepada seluruh nasabah yang tersebar di berbagai daerah.
Artinya, biaya operasional bank berbasis layanan digital akan jauh lebih rendah
ketimbang bank berbasis layanan fisik. Beberapa bank berbasis layanan digital
penuh, antara lain PT Bank JagoTbk, PT Allo Bank Indonesia Tbk, PT Bank Sea Bank
Indonesia, dan PT Bank Neo Commerce Tbk. Terdapat pula bank berbasis layanan
kanal digital penuh di bawah korporasi pelat merah, yakni PT Bank Hibank Indonesia
milik PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk dan PT Bank Raya Indonesia Tbk,
anak perusahaan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Hingga kuartal III-2023, rata-rata bank berbasis layanan digital
penuh tersebut mampu membukukan pertumbuhan laba bersih yang menyentuh persentase
dua digit, bahkan ada pula yang sampai tiga digit. Hal itu sekaligus membuat
saham beberapa di antara mereka meroket di papan bursa efek Indonesia. Dirut Bank
Jago Arief Harris Tandjung menyampaikan, kolaborasi dengan ekosistem digital
menjadi sesuatu yang tidak terelakkan bagi bank dengan basis layanan 100 %
digital. Siasat ini dinilai paling mumpuni mengingat sebagian pangsa pasar telah
dikuasai oleh bank-bank hibrida yang sudah lama terjun di lini bisnis
perbankan. ”Upaya untuk mengakuisisi nasabah tidaklah mudah bagi bank berbasis
layanan digital karena rata-rata calon nasabah sudah punya rekening bank dan mahal
sekali jika harus buka cabang dulu. Maka, konsep digital harus diimbangi kolaborasi
ekosistem sebagai upaya untuk akuisisi nasabah,” katanya saat ditemui di Kantor
Bank Jago, pertengahan bulan ini. Berkolaborasi dengan ekosistem PT GoTo Gojek
Tokopedia Tbk melalui platform GoPay, Bank Jago mampu menjangkau nasabah yang
telah masuk dalam ekosistem Gojek dan Tokopedia. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









