;

Kebaikan dari Kebun

Kebaikan dari Kebun

Nila Sari (51) memanen bayam brasil lalu memasukkannya ke keranjang di halaman belakang Gedung Karya Pastoral Gereja Kim Tae-gon, Senin (18/12). Ia bersama sejumlah warga juga memetik terong dan kacang panjang. Di lahan seluas 800 meter persegi itu, tampak pula tanaman lainnya, seperti kangkung, sawi, cabai, kemangi, nangka, cempedak, jambu, sukun, anggur, dan melon. ”Hasil kebun sebagian kami sumbangkan ke warteg dan ibu tukang jual pecel. Kami bagikan cuma-cuma. Buah dan sayur juga kami peruntukkan ke pastoran. Biar romo-romo di sini makan sayur dan tambah sehat,” kata Nila. Sebagian lagi hasilnya dijual untuk umat dengan harga yang lebih murah. Bayam brasil, misalnya, dibanderol Rp 5.000 seikat. Harga sayuran sejenis di pasaran bisa lebih dari 15.000 per ikat. ”(Sayuran) ini fresh dari kebun, tanpa pestisida,” ucapnya. Beginilah hasil kebun Gereja Katolik Santo Andreas Kim Tae-Gon.

Tidak hanya menghasilkan aneka sayuran dan buah, kebun itu juga membantu warga lanjut usia dalam kegiatan Gerakan Layani Orangtua atau Gelora di paroki gereja. Kegiatan yang dimulai tahun 2022 setiap Senin dan Kamis itu mengajak para lansia berkumpul, bernyanyi, senam, berdoa, dan makan siang bersama. Menu makannya pun dari kebun gereja. ”Ini bentuk perhatian pada (warga) lansia yang kebanyakan, saat anak cucunya sudah beraktivitas, mereka sendirian,” kata Yuli, salah seorang anggota ibun. ”Oma-oma itu sangat senang makan dari hasil kebun. Senang jika hal sederhana yang kami lakukan di kebun ini membuat mereka bahagia,” kata Yuli.

Tidak hanya sayuran, kebun itu juga dimanfatkan untuk beternak ikan lele, nila, dan ayam. Hasilnya, ada yang dijual kepada umat, seperti telur ayam seharga Rp 3.000 per butir. ”Saat panen ikan lele, biasanya kami bagikan ke kelurahan. Ini sebagai tambahan makanan untuk penanggulangan stunting (tengkes),” kata Nila. Lurah Pegangsaan Dua, KelapaGading, Jakut,Vera Fitria mengatakan, hasil panen kebun gereja bisa dimanfaatkan warga. ”Sayur dan ikan akan diberikan kepada kami untuk penanganan (anak) balita stunting. Dan untuk lelenya diolah warga menjadi abon dan nugget lele,” katanya. Hubungan baik warga dan komunitas gereja ini menjadi contoh baik hidup bermasyarakat. Ia pun berusaha selalu hadir jika pengurus kebun gereja menggelar acara. Selain menjaga hubungan sesama manusia, kebun itu juga menjadi jalan untuk merawat lingkungan. Sebab, pengurus kebun menggunakan ecoenzyme sebagai pupuk dan pestisida alami. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :