;
Kategori

Ekonomi

( 40478 )

Peran Swasta dalam Pendanaan Iklim

19 Dec 2023

Konferensi Perubahan Iklim PBB atau COP28 di Dubai, Uni Emirat Arab, telah berakhir. Kesepakatan bersejarah tercapai, yaitu komitmen meninggalkan energi fosil secara bertahap dengan mengembangkan secara sistematis energi terbarukan. Kesepakatan ini mengikat 198 pihak (anggota) yang diperkuat dengan beberapa inisiatif pendukung lainnya. Pertama, disepakatinya pusat informasi yang merangkum seluruh inisiatif berikut kendala dan upaya percepatan mencapai kesepakatan Paris dalam sistem inventori global yang terintegrasi (global stocktake). Kedua, disepakatinya komitmen pendanaan perubahan iklim yang mencakup beberapa inisiatif, seperti Green Climate Fund, Adaptation Fund, Least Development Countries Fund, dan Special Climate Change Fund. Dalam pertemuan tersebut, 13 negara mendeklarasikan Global Climate Finance Framework yang bertujuan membuka peluang investasi pendanaan iklim melalui aksi bersama. Indonesia tidak termasuk deklarator. Namun, substansi Global Climate Finance Framework sangat relevan. Ini, berkaitan dengan peningkatan mobilisasi sumber daya domestik, keterlibatan sektor swasta, serta sistem perdagangan karbon yang bertanggung jawab. Substansi ini sekaligus sejalan dengan dokumen G20 Principles to Scale up Blended Finance yang diluncurkan di Bali pada 2022 saat Indonesia memegang presidensi.

Urgensi pokoknya adalah bagaimana meningkatkan keterlibatan sektor swasta dalam pendanaan iklim. Keputusan swasta pada prinsipnya selalu mempertimbangkan dua hal; kepastian tingkat pengembalian dan risiko yang terkelola. Jika keduanya terpenuhi, dengan sendirinya sektor swasta akan bergerak. Keputusan bisnis yang hanya mempertimbangkan aturan atau imbauan otoritas biasanya tak berkesinambungan. Oleh sebab itu, diperlukan upaya sistematis dan komprehensif membangun ekosistem yang berkelanjutan agar sektor swasta bisa berpartisipasi secara berkesinambungan. Peran pendanaan sektor swasta menjadi sangat penting karena dana pemerintah dan berbagai skema pendanaan konsesional tak akan mencukupi. Selain karena jumlahnya terbatas, persoalan yang dihadapi dalam rangka mitigasi dan adaptasi perubahan iklim skalanya juga terlalu luas dan besar. Bapanas memperkirakan kebutuhan partisipasi swasta dalam pembangunan berkelanjutan di Indonesia pada 2023 mencapai Rp 4.711 triliun. Pada 2030 kebutuhan pendanaannya diperkirakan Rp 6.763 triliun. (Yoga)

Pengurasan Minyak di Rokan Disetujui

19 Dec 2023

Sepanjang Desember 2023, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi atau SKK Migas menyetujui dua rencana pengembangan proyek pengurasan minyak tingkat lanjut atau Enhanced oil recovery (EOR) di Wilayah Kerja Rokan, Riau. Investasi proyek peningkatan produksi migas tersebut capai Rp 5,18 triliun. Persetujuan diberikan pada pengembangan lapangan (POD) chemical EOR di Lapangan Minas tahap 1 (Area-A) yang dikelola Pertamina Hulu Rokan (PHR) dengan investasi Rp 1,48 triliun dan POD steamflood EOR di Lapangan Rantaubais tahap 1, juga di Rokan senilai Rp 3,7 triliun. EOR ialah metode perolehan minyak bumi tahap lanjut dengan cara menginjeksikan material atau fluida khusus ke reservoir, salah satunya dengan injeksi kimia. Metode itu diperlukan di tengah laju penurunan produksi minyak bumi secara alamiah karena lapangan migas di Indonesia sudah mature (tua).

Deputi Eksplorasi, Pengembangan, dan Manajemen Wilayah Kerja SKK Migas Benny Lubiantara mengatakan, persetujuan dua proyek EOR dengan jenis berbeda (chemical dan steamflood) itu bagian dari upaya agar EOR segera terealisasi. Sebelumnya, kedua proyek itu telah teridentifikasi potensinya untuk proyek EOR. ”Kami berkomitmen untuk menyelesaikan secara tuntas. Begitu memasuki tahun 2024, (maka) menjadi tahun eksekusi untuk implementasi proyek-proyek EOR yang sudah ditunggu oleh banyak pihak,” kata Benny, Senin (18/12). Dengan persetujuan POD itu, Minas akan menjadi lapangan pertama di Indonesia yang mengimplementasikan Chemical EOR (CEOR) pada skala komersial, dengan menggunakan bahan kimia injeksi alkalisurfaktan-polimer (ASP). Perkiraan cadangan minyak tambahan dari pengembangan CEOR tahap 1 di Lapangan Minas itu mencapai 2,24 juta barel. Puncak produksi minyak proyek ini diperkirakan 1.566 barel per hari. Lapangan Minas teridentifikasi memiliki tambahan cadangan minyak mencapai 500 juta barel. (Yoga)

Wirausaha Penyandang Disabilitas, dari Katering hingga Rias Wajah

19 Dec 2023

Penyandang disabilitas dengan segala keterbatasannya jatuh bangun berwirausaha mandiri. Mereka berdaya dan bermanfaat bagi keluarga dan sesama disabilitas. Paini (52), perempuan disabilitas asal Wonogiri, Jateng, memiliki jari-jari tangan dan kaki yang pendek sejak lahir. Berbekal ijazah SMA, pada 1992 dia memutuskan merantau ke Bekasi, Jabar, untuk mencari lapangan kerja yang lebih baik. Kenyataannya berbeda. Dari enam perusahaan yang ia kirimi surat lamaran kerja, tak satu pun yang memanggil. ”Saya perempuan, bertubuh pendek, disabilitas, dan memakai hijab. Diskriminasi tersebut dialamatkan ke saya sehingga saya susah diterima kerja. Saya kelelahan, hampir menyerah, hingga di pabrik boneka milik Korea Selatan, saya nekat menyodorkan diri meski tiga hari pertama tidak dibayar dulu,” ujarnya, Minggu (17/12) di Jakarta. Dalam tiga hari itu, Paini belajar menjahit dengan mesin jahit modern yang belum pernah ia lihat sebelumnya. Salah seorang supervisor yang, menurut dia, baik hati mau mengajari, sampai dia akhirnya bisa menjahit semua bagian boneka. Perusahaan akhirnya mau mempekerjakan dan menggajinya. Ia bekerja selama dua tahun di situ hingga menikah.

Upah sebagai buruh pabrik pas-pasan meskipun ia mengambil lembur sampai pulang malam. Suaminya yang bekerja sebagai kernet metromini juga mendapat upah pas-pasan. ”Saya juga mulai mengalami masalah penglihatan. Tahun 2000-an, akhirnya saya memutuskan tidak bekerja di pabrik. Uang pesangon digunakan sebagai modal membuat usaha onde-onde ketawa,” kata Paini. Awalnya Paini menitipkan onde-onde ketawa ke satu warung hingga berkembang jadi 200 warung. Dari hanya onde-onde ketawa, usahanya berkembang jadi aneka camilan kering. Semua pendapatan dari usaha itu dipakai untuk mendirikan dan mengoperasikan Rumah Singgah Disabilitas Mandiri Bekasi, untuk menampung dan membina kelompok disabilitas yang mengalami diskriminasi di masyarakat agar berdaya. Di situ, Paini mengajari penyandang disabilitas lain memasak dan menjahit. Sejumlah lembaga, seperti Badan Amil Zakat Nasional, pernah membantu memberi pelatihan wirausaha. Saat ini sudah ada ratusan penyandang disabilitas yang keluar dari rumah singgah yang sederhana itu dan berwirausaha sendiri. (Yoga)

Redupnya Bisnis Konsumer Bank Asing akibat Kalah Bersaing

19 Dec 2023

Sederet kantor cabang bank luar negeri melakukan aksi korporasi berupa pengalihan portofolio bisnis konsumer karena dinilai tidak lagi mampu bersaing dengan bank nasional di Tanah Air. Meredupnya bisnis konsumer bank asing tersebut salah satunya disebabkan oleh pertumbuhan lini bisnis konsumen bank asing yang dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir terus terkontraksi. Aksi korporasi beberapa kantor cabang bank luar negeri (KCBLN) tersebut dilakukan oleh Citibank Indonesia (Citi) dan Standard Chartered Bank Indonesia (SCBI) terkait pengalihan portofolio bisnis consumer banking, masing-masing kepada Bank PT UOB Indonesia (UOBI) dan PT Bank Danamon Tbk. Selain itu, ada pula penjualan kepemilikan Commonwealth Bank of Australia (CBA) di Indonesia atau PT Bank Commonwealth (PTBC) kepada PT Bank OCBC NISP Tbk (OCBC).

Pengamat perbankan dan dosen Binus University, Doddy Aroefianto, mengatakan, terdapat dua penyebab yang mendorong aksi korporasi KCBLN tersebut, yakni perubahan strategi global bank terkait dan akibat persaingan yang semakin ketat dengan bank lainnya. Kedua alasan tersebut tidak lepas dari berkembangnya produk perbankan yang ditawarkan, baik oleh bank umum nasional maupun bank asing lainnya. ”Ada indikasi bank-bank asing itu kalah bersaing. Mereka sudah berada di Indonesia selama puluhan tahun sehingga strategi yang diambil hanya untuk kantor cabangnya saja, sepertiCiti yang berpusat di AS dan Standard Chartered di Inggris. Mereka memilih untuk mengurangi produk retail banking dan lebih berfokus pada institusional atau commercial banking,” katanya, Senin (18/12). Bank-bank asing yang membuka kantor cabang di Indonesia, pernah mengalami masa kejayaan pada produk consumer banking hingga tahun 2010. Setelah itu, pertumbuhan bank-bank asing tersebut tampak meredup seiring bertumbuhnya bank-bank umum nasional. (Yoga)

Ekspor Nonmigas Jabar di Bawah 5 Persen

19 Dec 2023
Nilai ekspor nonmigas Jawa Barat dalam kurun Januari-Oktober 2023 mencapai 30,45 miliar dollar AS, atau kurang dari 5 persen dari total ekspor. Ketua Dewan Pengurus Daerah Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia Jabar Abdul Sobur, Senin (18/12/2023), menyatakan, Jabar memiliki potensi industri hijau yang cukup besar. ”Jika dimaksimalkan, kontribusi idealnya bisa 60 persen. Jabar memiliki lahan luas dan pelaku usaha yang kreatif sehingga punya potensi besar di sektor industri hijau,” katanya. (Yoga)

Muhaemin, Ketulusan untuk Tani Mulus

19 Dec 2023

Muhaemin (40) bukan petani biasa. Ketua Koperasi Tani Mulus di Kabupaten Indramayu, Jabar, ini memproduksi beras premium, mengembangkan usaha ternak kambing, serta membangun kios pupuk. Tidak hanya meraih prestasi, ia juga membantu petani. Spanduk panjang bertuliskan ”Kios Pertanian Tani Mulus” terpajang pada sebuah bangunan di Desa Mundakjaya, Kecamatan Cikedung, Rabu  (4/10). Di kios berlantai keramik itu, berbagai jenis pupuk menumpuk. Aneka merek pestisida juga tertata rapi. Beginilah potret toko milik Koperasi Tani Mulus yang berdiri pada 2019. Kios ini tidak hanya menjadi pusat pencarian sarana pertanian bagi petani setempat, tetapi juga jawaban atas masalah klasik: kesulitan petani membeli pupuk. Sebab, toko ini menerapkan sistem ”yarnen” atau pembayaran saat panen tanpa bunga. Jadi, petani yang membeli pupuk bisa melunasinya setelah mendapatkan uang hasil panen. Selama ini, petani kesulitan dana karena belum panen. Tempo pembayaran di kios pun lebih longgar.

”Ada yang belum bayar berbulan-bulan, padahal sudah panen,” ucap Muhaemin tersenyum. Nota-nota pinjaman pupuk dan pestisida itu tergantung di dekat meja kasir. Ia juga mencatat utang para petani di tablet yang terhubung dengan internet nirkabel. Dalam aplikasi pencatatan utang, pinjaman petani di musim tanam gadu atau kedua mencapai Rp 101.158.500. ”Musim rending (tanam pertama) awal tahun ini utangnya Rp 217 juta. Ini lebih banyak karena jarak musim gadu ke rendeng lama,” ujarnya. Lebih dari 200 anggota koperasi yang tinggal di Cikedung bisa mengakses skema itu. Menurut Muhaemin, sistem itu tidak membuat kiosnya bangkrut. ”Kami ingin petani fokus menanam. Masalah pupuk silakan ngomong. Jangan sampai hasilnya tidak bagus,” ujarnya. Baginya, tujuan utama kios itu bukan untuk mengejar profit, melainkan membantu petani. Tak disangka, ia justru mendapatkan tawaran kolaborasi oleh mitra kerja untuk membangun dua kios di Subang, yang juga sentra pertanian di Jabar, dengan sistem pembayaran cash dan carry (bayar langsung). Hasilnya, lumayan. Subang dipilih karena masa tanam yang berbeda dengan Indramayu. (Yoga)

Tingkatkan Efisiensi, Konsolidasi Perbankan Berlanjut

19 Dec 2023
JAKARTA,ID-Tahun depan, tren konsolidasi perbankan nasional diperkirakan tetap berlanjut meski tidak semarak beberapa tahun belakangan. Hal ini seiring dengan arahan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang juga meminta industri perbankan untuk memperkuat daya saing hingga meningkatkan efisiensi industri. "Pada prinsipnya OJK mendukung segala upaya konsolidasi perbankan dalam rangka mengembangkan industri perbankan yang sehat, efisien, dan berdaya saing serta berkontribusi terhadap perekonomian nasioal," kata Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Edian Rae. Dian menjelaskan bahwa hingga saat ini perbankan telah menyampaikan rencana bisnis bank (RBB) dan OJK tengah mengevaluasi dari masing-masing bank tersebut. (Yetede)

Kian Bergairah di Tahun Politik

19 Dec 2023
Badai pandemi Covid-19 sempat melemahkan denyut bisnis properti sepanjang 2020-2021. Jejak-jejak pelemahan pun masih  tersisa pada 2022. Pelemahan terjadi sebagai buntut perhatian publik terhadap masalah kesehatan ketimbang urusan lain. Terutama pada 2020. Linglungnya seluruh pemerintah dunia menghadapi pandemi Covid-19 praktis berimbas ke seluruh sendi kehidupan di permukaan bumi. Terhentinya aktivitas ekonomi dan impor, terhentinya perjalanan bisnis maupun wisata mewarnai sepanjang 2020. Dunia usaha yang mati suri itu berujung kepada penurunan daya beli kebanyakan masyarakat di Indonesia. Otomatis niat orang membeli rumah maupun produk properti lainnya ikut berhenti juga. Sektor properti, termasuk rumah tapak komersial dan rumah subsidi tak bisa lepas dari suramnya perekonomian akibat badai pandemi Covid-19. Saat pandemi Covid-19 mereda, roda usaha perlahan bergulir.  Denyut pertumbuhan sektor properti tahun ini dapat dirasakan dari pendapatan 80 emiten properti yang melantai  di Bursa Efek Indonesia  yang bertumbuh 4,38% per akhir September 2023. Mengutip laporan keuangan masing-masing emiten itu, per akhir September 2022 pendapatan tercatat masih Rp 66,56 triliun, namun kini menjadi Rp69,48 triliun (Yetede)

Sukuk Mudharabah Subordinasi BSI Oversubscribed

19 Dec 2023
JAKARTA,ID-Penerbitan sukuk subordinasi yang diterbitkan PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI mengalami oversubscribed 1,75 kali. Sukuk Mudharabah Subordinasi Jangka Menengah BSI 2023 ini menjelang tutup tahun kelebihan permintaan dengan hasil book building Rp 350 miliar. Director Treasury&International Banking BSI Moh Adib mengemukakan, BSI menutup 2023 dengan melakukan penerbitan sukuk Mudharabah Subordinasi jangka menengah senilai Rp 200 miliar melalui penawaran terbatas. Meskipun dilakukan penawaran secara terbatas dan bersifat subordinasi, namun penerbitan sukuk BSI tersebut mendapatkan sambutan yang sangat baik dari para investor sehingga mengalami oversubscribed. "Ini artinya produk investasi yang dikeluarkan BSI dalam bentuk sukuk subordinasi ini mendapatkan kepercayaan tinggi dari masyarakat,"ucap Adib

Barito Renewables Suntik Modal Start Energi Rp 2,5 Triliun

19 Dec 2023
JAKARTA,ID-Emiten Prajogo, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) memberi suntikan modal sebesar US$ 162,5 juta atau setara Rp2,52 triliun kepada anak usahanya, Star Energy Group Holdings Pte Ltd (SEGHPL). Penambahan modal itu dilakukan dalam dua tahap yakni  pada 27 Oktober 2023 sebesar US$ 72,5 juta dan pada 9 November 2023 senilai US$ 90 juta. Direktur dan Sekretaris Perusahaan Barito Renewables Merly mengungkapkan, perseroan telah melakukan penyetoran modal kepada SEGHPL sebesar US$ 72,5 juta untuk pengambilan bagian atas seluruh saham baru yang diterbitkan oleh SEGHPL sejumlah 71,758 lembar. Penyetoran modal ini telah dicatatkan  oleh SEGHPL berdasarkan Accounting and Corporate Regulatory Authory (ACRA) tanggal 27 Oktober 2023. "Dengan dilakukannya penyetoran modal tersebut, kepemilikan saham oleh perseroan SEGHPL yang semula berjumlah 752.392 saham," kata Merly. (Yetede)