;

Pergi dari Tabungan, Mengalir ke Surat Utang

Ekonomi Hairul Rizal 20 Dec 2023 Kontan (H)
Pergi dari Tabungan, Mengalir ke Surat Utang
Dana masyarakat di Indonesia makin deras mengalir ke surat berharga negara (SBN) sepanjang tahun ini. Gejala tersebut tercermin dari outstanding obligasi negara yang tumbuh melampaui pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) perbankan. Jumlah investor surat utang negara juga tercatat naik tertinggi sepanjang sebelas bulan pertama tahun ini dibanding instrumen investasi lainnya, meski trennya melambat dari tahun sebelumnya. Berdasarkan data KSEI, rekening investor SBN per November 2023 mencapai 992.787, tumbuh 19,4% secara tahunan. Jumlah investor reksadana naik 17,4% serta saham dan surat berharga lainnya naik 16,5%. Sedangkan rekening di bank hanya naik 8,3%. Head of Macroeconomic Outlook & Financial Market Research Bank Mandiri Dian Ayu Yustina mengakui, penghimpunan DPK cukup menantang tahun ini. Sebaliknya dengan pasar obligasi. "Tren pertumbuhan di obligasi untuk tahun ini masih cukup baik," kata dia, Selasa (19/12). Direktur Distribution & Funding Bank BTN Jasmin mengatakan, penempatan dana nasabah melalui deposito masih di atas instrumen investasi non bank. Ini karena suku bunga masih cukup tinggi. "Penempatan dana nasabah BTN pada produk non-banking seperti reksadana, SBN, obligasi dan lain-lain hanya sekitar 27%-30% dari total Rp 47 triliun dana kelolaan BTN Prioritas saat ini," kata Jasmin, Senin (18/12). Direktur Bisnis Konsumer BRI Handayani mengatakan, dana kelolaan atau asset under management (AUM) wealth management BRI hingga 11 Desember 2023 sekitar Rp 205 triliun. AUM ini didominasi DPK, diikuti obligasi, saham dan reksadana. Menurut Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede, perlambatan pertumbuhan DPK perbankan lebih disebabkan oleh simpanan nasabah kecil. Banyak nasabah kecil sudah mulai makan tabungan karena terdampak perlambatan ekonomi dan inflasi.
Tags :
#Obligasi
Download Aplikasi Labirin :