Ekonomi
( 40600 )Perbaiki Tata Kelola Dana Pensiun BUMN
Memasuki tahun 2024,
semua dana pensiun di bawah payung BUMN didorong untuk memperbaiki tata kelola investasi
dan operasional. Masalah utama dana pensiun BUMN terletak pada rendahnya nilai
pengembangan investasi dengan tingginya bunga dari program pensiun manfaat
pasti. Di akhir tahun 2023, Kementerian BUMN mengungkapkan, 70 % dari 48 dana
pensiun pelat merah punya masalah terkait penyimpangan investasi, transparansi
pengelolaan dana, serta minimnya akuntabilitas. Akibatnya, 22 dana pensiun BUMN
diminta untuk mengajukan skema penyehatan karena memiliki rasio kecukupan dana
(RKD) di bawah 100 %. Ini menjadi sinyal rendahnya kemampuan dana pensiun BUMN
untuk membayar kewajiban. Melihat kondisi tersebut, Direktur Eksekutif Asosiasi
Dana Pensiun Indonesia (ADPI) Budi Sulistijo mengatakan, setiap dana pensiun
yang punya masalah perlu segera memperbaiki arus kas (cash flow). Pembenahan tata
kelola mendesak dilakukan baik di bidang investasi maupun bidang operasional.
”Hal yang tidak kalah penting,
perlu adanya dukungan dari pendiri dana pensiun dalam bentuk pemenuhan
kewajiban (top up) serta adanya panduan berupa arahan investasi dan strategic
asset allocation (alokasi aset
strategis),” ujarnya saat dihubungi, Senin (1/1/2024), di Jakarta. Kementerian
BUMN telah mengungkap bahwa dana pensiun pelat merah dengan RKD di bawah 100 %
membutuhkan suntikan modal tambahan totalRp 12 triliun. Proses penyuntikan
modal bisa memakan waktu lebih dari tiga tahun, bergantung dari kemampuan
tiap-tiap dana pensiun. ”Secara ketentuan, top up atau pemenuhan atas kewajiban
merupakan opsi yang harus dilakukan karena erat kaitannya dengan pemenuhan manfaat
pensiun yang menjadi hak peserta,” kata Budi. (Yoga)
Momentum untuk Perikanan Berkelanjutan
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyebutkan, tugas yang diberikan Presiden Jokowi kepada dirinya adalah bagaimana menyeimbangkan ekonomi dan ekologi. Kebijakan ekonomi biru pun digulirkan untuk mendorong kelautan dan perikanan berkelanjutan, meliputi perluasan kawasan konservasi laut, penangkapan ikan terukur berbasis kuota, pengembangan perikanan budidaya, pengawasan dan pengendalian pesisir dan pulau-pulau kecil, serta pembersihan sampah plastik di laut. ”Desakan ekonomi di laut Indonesia sangat besar. Kita mengelola wilayah laut dari Sabang sampai Merauke dengan luasan besar dan 17.500 pulau serta jumlah penduduk pesisir 140 juta orang. Ini bukan sesuatu yang mudah. Ekologi pasti akan terabaikan oleh siapa pun ketika orientasinya lebih ke soal ekonomi,” papar Trenggono dalam Kaleidoskop Kelautan dan Perikanan 2023 yang diselenggarakan Destructive Fishing Watch Indonesia, pertengahan Desember 2023.
Pemerintah juga memperkuat pengawasan perairan dengan command center untuk memantau pergerakan semua kapal ikan yang beroperasi dan mencegah pelanggaran kapal perikanan. KKP menyinyalir, terdapat sekitar 23.000 kapal ikan yang beroperasi, tetapi yang berizin dan terdaftar hanya 6.000 kapal. Tantangan muncul dalam keberlanjutan pekerjaan nelayan sebagai dampak perubahan iklim. Merujuk data BPS selama 1993-2022 serta proyeksi Tim Jurnalisme Data Harian Kompas, hingga 2030, jumlah petani dan nelayan akan menurun hingga 2,4 % atau 926.492 pekerja yang akan meninggalkan pekerjaannya akibat perubahan iklim. Kebijakan utama pemerintah untuk keberlanjutan, yakni kebijakan penangkapan ikan terukur berbasis kuota, menuai kontroversi publik akibat sosialisasi kepada publik yang belum optimal, kesiapan infrastruktur yang minim, dan kekhawatiran privatisasi laut oleh oligarki industri perikanan skala besar yang berpotensi meminggirkan nelayan lokal. Segala pembenahan konkret dinantikan sebagai wujud keberpihakan pemerintah memastikan gaung keberlanjutan. (Yoga)
Pasar Kerja Mulai Syaratkan Kecerdasan Buatan
Sepanjang 2021-2023,
berdasarkan temuan aplikasi media sosial untuk jaringan profesional LinkedIn,
lowongan pekerjaan di Asia Tenggara yang menyebutkan syarat keterampilan teknologi
kecerdasan buatan ataupun spesifik kecerdasan buatan generatif meningkat 2,4
kali lipat. Fenomena ini menandakan teknologi kecerdasan buatan sudah berada di
garis depan transformasi pasar tenaga kerja. Country Lead LinkedIn for Indonesia
Rohit Kalsy, Senin (1/1/2024), di Jakarta, mengatakan, sudah banyak pekerja di Indonesia
meyakini akan terjadi perubahan signifikan pada pekerjaan mereka seiring dengan
rilis teknologi kecerdasan buatan. Di antara profesional Indonesia, ada yang
optimistis mengenai manfaat menggunakan kecerdasan buatan untuk bekerja dan ada
pula pekerja yang merasa terbebani dengan tren teknologi tersebut.
”Untuk tahun 2024 dan seterusnya,
kami semakin jelas melihat bahwa dunia kerja semakin beralih menjadi lebih memprioritaskan
keterampilan, termasuk keterampilan dibidang teknologi kecerdasan buatan. Kami
pun melihat momentum ini sudah mulai terbangun. Para pengusaha sedang mengubah
pola pikir mereka dengan menempatkan keterampilan sebagai inti perekrutan dan
pengembangan talenta di dalam perusahaan,” ujar Rohit. Ia mengatakan, sesuai
data LinkedIn, di pasar Asia Tenggara yang di dalamnya ada Indonesia, filter
keterampilan yang menjadi bagian dari fitur pencarian perekrutan di aplikasi
LinkedIn telah tumbuh 25 %. Saat ini 50 % perekrut cenderung mencari kandidat
berdasarkan keterampilan daripada lamanya pengalaman kerja. Pengguna LinkedIn
secara global menambahkan lebih dari 595 juta keterampilan ke profil mereka per
September 2023 atau meningkat 69 % dari tahun sebelumnya.
Keterampilan teknis (hard
skill) di bidang teknologi, terutama kecerdasan buatan yang sifatnya disruptif,
sangat dicari oleh perusahaan. Data LinkedIn menunjukkan, kesenjangan
keterampilan terbesar di Indonesia masih menyangkut keterampilan ilmu data,
pengembangan laman, dan desain grafis. Menurut Rohit, keterampilan nonteknis
(soft skill) tetap tidak bisa diabaikan meskipun lingkungan bisnis semakin kompleks
dan otomatisasi tugas oleh kecerdasan buatan semakin marak. Mentransfer soft
skill pun lebih mudah dilakukan baik antar bidang pekerjaan maupun lintas industri.
Sejumlah pengguna LinkedIn di Indonesia diketahui menggemari belajar soft skill
yang berupa berpikir strategis, berbicara dengan percaya diri dan efektif,
serta kemampuan menganalisis data. (Yoga)
OJK Masih Kaji Dampak Penerapan PSAK 74
OJK masih mengkaji dampak
penerapan pernyataan standar akuntansi keuangan atau PSAK 74. Berdasarkan hasil
kajian, penerapan PSAK 74 akan berpengaruh terhadap laporan keuangan perusahaan
asuransi, baik dari sisi neraca keuangan maupun laporan pendapatan komprehensif
perusahaan asuransi. Deputi Komisioner Bidang Pengawasan Perasuransian, Penjaminan,
dan Dana Pensiun OJK, Iwan Pasila mengatakan, penerapan PSAK 74 ini akan
mendorong pelaku usaha untuk lebih berhati-hati dalam mengelola portofolio
usaha dan asumsi risiko. Sebab, PSAK 74 mengedepankan akurasi asumsi risiko
dengan berbagai variannya.
”Kami terus mendorong dan
memantau perkembangan penerapan PSAK 74, yang pada 2025 akan mulai berlaku. OJK
juga telah membentuk komite pengarah dan komite pelaksana untuk mendorong
proses persiapan dan memantau progresnya sehingga perusahaan yang belum
melakukan parallel run dapat segera melakukannya mengingat hal itu penting untuk
menganalisis akurasi dan dampak finansial,” katanya saat dihubungi di Jakarta,
Senin (1/1/2024). Sebelumnya OJK telah menetapkan PSAK 74 diterapkan oleh
perusahaan asuransi paling lambat 1 Januari 2025. PSAK 74 tentang kontrak asuransi
merupakan standar yang diadopsi dari International Financial Reporting Standards
(IFRS) 17.
Iwan menyebut, analisis
sementara terhadap sejumlah posisi keuangan perusahaan menunjukkan hasil
beragam, baik yang berdampak positif maupun negatif. Kendati demikian, penerapan
PSAK 74 dapat membuat perusahaan lebih berhati-hati dalam pembentukan premi,
memantau dan mengevaluasi akurasi asumsi risiko, serta memastikan kebijakan
investasi yang selaras dengan kewajiban yang ada dan memastikan perusahaan memiliki
cash yang memadai untuk membayar setiap kewajiban yang jatuh tempo. (Yoga)
Industri Pertahanan Nasional Bisa Jadi Pemain Global
Tutup Tahun Dengan Sederet Capaian Gemilang, BRI Sambut 2024 Dengan Optimisme
Kreditur Akan Tanggung Risiko Asuransi dan Optimisme
IHSG Sambut Januari Effect
625 Pinjol Ilegal Diblokir Satgas Pasti
Pungutan Pajak Rokok Elektrik Diberlakukan
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









