Ekonomi
( 41232 )MENAKAR KENAIKAN CUKAI ROKOK DAN KINERJA EMITEN
Sejak Januari 2024, pemerintah melanjutkan pemberlakuan enaikan
tarif cukai rokok yang sudah diputuskan lewat Permenkeu (PMK) No 191Tahun 2022.
Rokok konvensional mengalami kenaikan tarif CHT rata-rata 10 %. Tarif CHT rokok
elektronik rata-rata naik sebesar 15 % dan hasil pengolahan tembakau lainnya
rata-rata naik 6 %. Kebijakan menaikkan harga eceran rokok itu membuat perokok
seperti Fajar Dharmawan (33) harus kembali memutar otak untuk menghemat pengeluaran.
Saat ini ia mengonsumsi rokok konvensional jenis sigaret kretek mesin (SKM) dan
rokok elektrik setelah kenaikan cukai rokok 12 % pada tahun 2021. ”Kenaikan
harga di 2021 itu membuat rokok saya yang sebelumnya Rp 30.000 naik jadi Rp
32.000-Rp 33.000. Kenaikan harga ini membuat saya beralih ke rokok elektrik,”
ujar karyawan swasta di Jakarta itu, Selasa (9/1/2024). Setahun terakhir, Fajar
menemukan rokok murah di bawah Rp 30.000. Ia kemudian menyelingi konsumsi rokok
batang tersebut dengan rokok elektrik yang dinilai lebih hemat.
Selain untuk mengendalikan dampak kesehatan dari konsumsi
rokok, penerapan pajak ini bertujuan agar pemerintah dapat mendulang pemasukan,
antara lain, penerimaan CHT yang ditargetkan Rp 230,4 triliun tahun ini atau 95
% dari total target penerimaan cukai di 2023 sebesar Rp 245 triliun. Namun, di
sisi lain, masyarakat masih bisa mencari substitusi pengganti untuk produk
adiktif yang biasa mereka konsumsi. Head of Research Center Mirae Asset
Sekuritas Indonesia Roger MM mengamati, kenaikan cukai dari tahun ke tahun menimbulkan
dua bentuk perilaku di masyarakat. ”Kalau ada kenaikan harga rokok, sebagian
ada yang pindah ke tier bawah, sebagian ada yang kuat atau konsisten dengan
kenaikan rokok,” katanya kepada Kompas, di Jakarta, Senin (8/1).
Bursa Efek Indonesia mencatat empat perusahaan rokok di
Indonesia, yakni HM Sampoerna Tbk (HMSP), PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Wismilak
Inti Makmur Tbk (WIIM), dan Bentoel International Investama (RMBA). Sejauh ini,
indeks kinerja emiten-emiten tersebut bergerak beragam pasca penetapan kenaikan
CHT 2024. Sepekan terakhir, harga saham HMSP naik turun antara Rp 865 - Rp 910
per lembar. Demikian juga dengan saham GGRM yang bergerak di antara level
20.500-21.000, dan WIIM di antara Rp 1.740 - Rp 1.890 per lembar. Adapun RMBA
sedang masuk dalam daftar pemantauan khusus sejak pertengahan 2021. Mirae Asset
Sekuritas Indonesia menganalisis, emiten-emiten tersebut tidak hanya akan
terpengaruh oleh kenaikan CHT, tetapi juga factor penurunan daya beli dan tariff
ekspor. (Yoga)
GOTONG ROYONG WARGA WONOSARI GELIATKAN PARIWISATA DI KAWASAN IKN
Bukan mustahil untuk berlibur di sekitar Ibu Kota Nusantara,
terutama setelah sebuah tempat wisata alam dibuka. Namanya Goa Batu Tapak Raja di
Desa Wonosari, Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara (PPU), 30 km dari Titik
Nol IKN. Pada Minggu (31/12/2023) ratusan warga melancong ke kompleks goa
tersebut. Sebagian warga mengeksplorasi goa batu yang menjadi inti dari tempat
wisata itu, sementara beberapa anak bergantian meluncur di lintangan tali
wahana flying fox dari atas goa. Di sudut lain kompleks wisata itu, para remaja
larut dalam tawa canda sembari mengarungi danau bekas tambang dengan perahu
karet, dengan bukit-bukit yang ditumbuhi berbagai jenis pohon kayu melingkupi
mereka. Sebagian pengunjung bersantai di jajaran warung di seberang goa atau
menggelar tikar untuk piknik keluarga.
Goa Batu Tapak Raja, yang mulai dibuka untuk wisata pada 28
Mei 2022, adalah goa batu dengan stalaktit atau juntaian batu-batu yang
meruncing dari atap liang goa. Air senantiasa menetes dari ujung-ujung
stalaktit, yang terbentuk dari endapan mineral, ke lantai goa yang rata dengan
tanah. Sesekali tampak kelelawar yang terbang sekelabat menuju tempatnya
bergantung. Kasiyono, Kepala Desa Wonosari, menyebut, ada 10 jenis kelelawar di
goa itu, juga berbagai jenis burung dan monyet di hutan sekitar goa sehingga
ekowisata cocok dikembangkan di sana. Nama ”Tapak Raja”, kata Kasiyono, berasal
dari stalaktit yang mirip bentuk tapakan kaki seseorang. Goa tersebut dipercaya
sebagai lokasi bertapa pada zaman Kerajaan Sadurengas yang kemudian berubah
menjadi Kesultanan Paser antara abad ke-14 dan ke-20.
Lokasi wisata itu dibangun tidak hanya dengan lahan desa,
tetapi juga lahan pribadi warga, ada 15 orang yang merelakan tanahnya untuk digunakan.
Lambat-laun, aktivitas wisata pun terbentuk dan kabar tentang wisata goa mulai
menyebar ke seluruh Sepaku. Geliatnya terhenti pada tahun 2020 akibat pandemi
Covid-19, tetapi kembali menguat pada 2022, terutama setelah diresmikan oleh
Plt Bupati Penajam Paser Utara Hamdam. Pada hari terakhir 2023, jalan menuju
goa belum jadi, bahkan masih rusak. Tapi, geliat pariwisata sudah terlihat
jelas. Warga terus berdatangan setelah membayar tiket Rp 10.000 per orang
ditambah karcis parkir mobil Rp 5.000. Wisata perahu juga dapat dinikmati dengan
tiket seharga Rp 10.000 per orang, sedangkan flying fox Rp 25.000. Ismawati
(34), warga Desa Suka Raja yang berpiknik di dekat goa, menyebut kehadiran Goa
Batu Tapak Raja memberi referensi baru bagi warga Sepaku untuk berwisata. (Yoga)
Impor Mobil Listrik Dibuka Lebar-Lebar
Pemerintah benar-benar royal menebar insentif demi menggenjot populasi kendaraan listrik di Tanah Air. Hujan insentif terus bergulir sejak program pengembangan industri kendaraan listrik dimulai pada 2019. Aneka insentif itu ditebar mulai sisi hulu produksi kendaraan maupun sisi hilir dan pasar. Dikeluarkan di ujung 2023, insentif anyar mobil listrik kembali ditebar dan berlaku sejak awal tahun ini. Insentif berlaku atas impor mobil listrik utuh atau completely built up (CBU) serta impor secara terurai atau completely knocked down (CKD). Insentif yang diatur dalam Peraturan Menteri Investasi (Permeninves) No. 6/2023 itu memberikan pembebasan bea masuk dan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) ditanggung pemerintah atas impor CBU dan CKD mobil listrik. Importir mobil listrik bebas bea masuk dan PPnBM. Selain bangun pabrik, produsen yang mendapat insentif juga wajib memenuhi target Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN). Makanya, berbarengan dengan terbitnya beleid tentang insentif, pemerintah melalui Kementerian Perindustrian juga menerbitkan beleid baru soal aturan TKDN mobil listrik. Sekretaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Kukuh Kumara menyebut, beleid ini bisa mendorong aktivitas produksi di dalam negeri. "Sebab, ada kewajiban produksi dalam negeri," ujarnya. (9/1) Gaikindo juga yakin harga jual mobil listrik impor menjadi lebih murah setelah ada pembebasan bea masuk dan PPnBM. Selama ini, impor mobil listrik CBU kena Bea Masuk impor di kisaran 50%, dan PPnBM sebesar 10%. Beberapa agen pemegang merek (APM) yang dihubungi mengaku masih mempelajari beleid anyar ini. Tapi, mereka menyambut baik insentif ini. "Karena akan memacu pertumbuhan pasar mobil listrik di Indonesia," ujar Chief Operating Officer PT Hyundai Motors Indonesia (HMID), Franciscus Soerjopranoto, Selasa (9/1). Marketing Director Toyota Astra Motor (TAM), Anton Jimmi Suwandy mengatakan, selama ini pihaknya mengimpor mobil listrik BZ4X secara CBU dari Jepang. TAM baru memproduksi mobil hybrid di Indonesia melalui model Kijang Innova Zenix Hybrid EV dan Corolla Cross Hybrid EV. Direktur Eksekutif Institute for Development of Economic and Finance (Indef) Tauhid Ahmad menilai, perkembangan industri mobil listrik masih lambat sekalipun ada beragam insentif. "Jumlah charging station masih terbatas, konsumen juga ragu dengan purna jual mobil listrik karena harga baterai masih mahal," ujar Tauhid, Selasa (9/1).
Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja Turun
Antrean IPO Saham Masih Panjang
Memilih Obligasi Negara Ritel Tahun 2024
Permudah Hitungan, Garuk Pajak Selegram
Kinerja SMGR Terangkat Proyek IKN
Triputra Agro Pacu Produksi Sawit
BANTALAN TEBAL CADANGAN DEVISA
Bank Indonesia (BI) memiliki modal kuat untuk menyiapkan mitigasi risiko dari tekanan eksternal yang dapat menggoyahkan stabilitas pasar keuangan domestik dan nilai tukar rupiah. Cadangan devisa yang makin tambun, serta larisnya instrumen operasi moneter anyar pada awal tahun ini mengokohkan kuda-kuda bank sentral dalam menjaga stabilitas nilai tukar serta ketahanan dari faktor eksternal. Kemarin, Senin (8/1), BI mengumumkan cadangan devisa per Desember 2023 mencapai US$146,4 miliar dan merupakan level tertinggi dalam 27 bulan terakhir. Seturut dengan itu, beberapa instrumen operasi moneter juga telah berjalan optimal, setidaknya pada awal tahun ini. Baik itu Sekuritas Valas Bank Indonesia (SVBI), Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), maupun Term Deposit Valuta Asing Devisa Hasil Ekspor (TD Valas DHE). Daya serap investor pun terbilang signifikan untuk SVBI dan SRBI. Demikian pula pengusaha atau eksportir yang mulai aktif memarkir DHE sumber daya alam (SDA) di dalam negeri. Selain itu, risiko juga muncul dari ritme pembayaran utang luar negeri yang biasanya dilakukan pada kuartal kedua setiap tahun, sehingga menggelembungkan kebutuhan dolar Amerika Serikat (AS). Belum lagi secara historis impor nasional juga selalu meningkat pada periode tersebut, sehingga ujian stabilitas rupiah masih cukup berat karena transaksi yang digunakan masih menggunakan dolar AS. Keluarnya modal asing dan kebutuhan dolar AS yang membengkak itu kemudian memengaruhi stabiltas nilai tukar yang pada gilirannya juga menekan cadangan devisa nasional. Asisten Gubernur Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono, mengatakan cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.
Meski demikian, BI dan pemerintah terus menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan untuk mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan. Sejatinya, bank sentral di banyak negara termasuk Federal Reserve System (The Fed) di AS, telah memberikan sinyal untuk menurunkan suku bunga acuan. Komitmen tersebut tentu memberikan angin segar bagi pasar negara berkembang termasuk Indonesia yang memiliki sensitivitas tinggi dalam konteks pasar keuangan. Apabila tensi geopolitik di Eropa Timur dan Timur Tengah meluas sehingga mengakibatkan krisis energi dan pangan serta memacu inflasi, bukan tidak mungkin pelonggaran itu kembali tertunda. Pada tahap inilah kuda-kuda serta mitigasi dari BI amat diperlukan. Terlebih, kalangan pelaku usaha di Tanah Air masih cukup pesimistis ketegangan geopolitik bakal mereda dalam waktu dekat. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani, mengatakan instrumen operasi moneter yang diterbitkan BI telah mampu menciptakan stabilitas makroekonomi. Sementara itu, kalangan ekonom memandang posisi cadangan devisa saat ini relatif mampu menjawab tantangan yang berisiko menghantam pasar keuangan nasional. Ekonom Makroekonomi dan Pasar Keuangan LPEM FEB UI Teuku Riefky, mengatakan dengan cadangan devisa yang gemuk maka BI memiliki keleluasaan dalam melakukan intervensi tatkala instrumen operasi moneter kurang mendukung. Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede, menambahkan kombinasi kebijakan moneter yang pro stabilitas dan kebijakan makroprudensial yang pro pertumbuhan saat ini sudah sangat cukup dalam menjaga nilai tukar rupiah di tengah badai ketidakpastian global.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









