Ekonomi
( 40473 )Hitung Cermat Peluang dan Risiko Pasar Saham Tahun Depan
Pasar saham diperkirakan memberi
return
lebih tinggi pada tahun 2024 mendatang. Ada sejumlah sentimen positif yang mengiringi, mulai dari perekonomian yang diperkirakan masih stabil dan tingkat suku bunga yang lebih landai. Namun, tak dipungkiri, hajatan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 juga akan membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak lebih fluktuatif. Para analis yang dihubungi KONTAN sepakat, setidaknya hingga akhir semester I-2024, investor akan cenderung memasang sikap
wait and see
terlebih dahulu. Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Robertus Hardy dan Rut Yesika mencermati, pergerakan IHSG pada periode pemilu cenderung stagnan atau menurun. "Namun biasanya menunjukkan perbaikan setelah hasil Pemilu menjadi jelas," ungkapnya. Tapi catatan pentingnya, kondisi ini terjadi jika pemilu berjalan kondusif dan aman.
Selain soal musim pemilu,
Head of Research
Mega Capital Sekuritas, Cheril Tanuwijaya menyoroti, volatiltas pasar saham juga bisa tersulut oleh sejumlah faktor. Mulai dari perlambatan ekonomi global serta perkembangan konflik geopolitik, khususnya kelanjutan Rusia vs Ukraina dan konflik di Timur Tengah.
Kepala Riset Samuel Sekuritas Indonesia, Prasetya Gunadi juga punya target optimistis. Hitungan Samuel Sekuritas, IHSG akan berada di level 7.600 pada akhir tahun 2024. Target ini mencerminkan valuasi
forward price to earnings
(PE) sebesar 14 kali. Pertumbuhan laba per saham alias
earnings per share
(EPS) IHSG pada tahun 2024 juga diramal naik menjadi 8,6%, dari sebelumnya 6,1% pada tahun 2023.
Sedangkan
Head Customer Literation and Education
Kiwoom Sekuritas Indonesia Oktavianus Audi punya pandangan kalau IHSG tahun depan juga akan terdorong dari potensi kembalinya arus dana asing. Pemicunya, pelonggaran kebijakan moneter The Fed diprediksi bakal lebih cepat, setidaknya pada kuartal I-2024 mendatang.
Equity Sales
Jasa Utama Capital Sekuritas Alfredo Gusvirli mengatakan, potensi penurunan suku bunga tahun depan akan memicu rotasi sektor ke saham-saham yang sensitif terhadap tingkat suku bunga. Alfredo mengunggulkan tiga sektor saham sebagai pilihan tahun depan, yaitu, sektor properti, teknologi, dan infrastruktur.
Sementara itu, Analis BRI Danareksa Sekuritas Erindra Krisnawan melihat, sektor utama pendorong kinerja IHSG tahun depan adalah perbankan, telekomunikasi dan menara, konsumer, rokok, kesehatan, logam, teknologi, dan batubara. Beberapa saham pilihannya adalah BBCA, BMRI, MBMA, NCKL, ICBP, MYOR, HEAL, dan ISAT.
BERKELIT DARI DEFISIT TRANSAKSI BERJALAN
Masih lemahnya aktivitas ekspor-impor menjadi batu sandungan bagi performa neraca transaksi berjalan pada tahun ini yang diperkirakan defisit, setelah pada tahun lalu mencatatkan surplus 1% dari produk domestik bruto (PDB). World Bank dalam Prospek Ekonomi Indonesia Desember 2023, memperkirakan neraca transaksi berjalan mencatatkan defisit 0,1% dari PDB pada tahun ini, akibat terus menyusutnya neraca transaksi barang alias aktivitas ekspor-impor. Proyeksi tersebut lebih optimistis dibandingkan dengan prediksi kalangan ekonom yang mengestimasi defisit transaksi berjalan tahun ini di kisaran 0,2%—0,4% terhadap PDB. Dalam laporan terpisah berjudul Migration and Development Brief 39, World Bank (Bank Dunia) memandang terbatasnya defisit transaksi berjalan terbantu oleh meningkatnya remitansi pekerja migran pada tahun ini, yakni US$11 miliar, naik dibandingkan dengan realisasi 2022 senilai US$9,71 miliar. Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Wahyu Agung Nugroho mengatakan faktor itulah kemudian yang mendorong bank sentral untuk memproyeksikan neraca transaksi berjalan dalam rentang yang cukup longgar. "Current account 2023 kami perkirakan berkisar antara defisit 0,4% PDB sampai dengan surplus 0,4% PDB. Jadi relatif balance," katanya. Tekanan pada tahun depan masih tak kalah berat. Hal ini tecermin dari ekspektasi pemerintah yang dalam berbagai kesempatan menjelaskan bahwa moderasi harga komoditas sumber daya alam (SDA) akan berlanjut pada 2024.
Bahkan, World Bank memperkirakan defisit neraca transaksi berjalan pada warsa depan berada pada posisi defisit 0,7% terhadap PDB. "Untuk tahun 2024 defisit 0,1% sampai dengan defisit 0,9% PDB, sejalan dengan pemulihan ekonomi domestik yang terus berlanjut. Defisit ini masih aman," tegas Wahyu. Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu Febrio Kacaribu menambahkan kinerja neraca perdagangan yang masih surplus mencerminkan ketahanan eksternal Indonesia yang masih terjaga di tengah peningkatan risiko global. Defisit transaksi berjalan memang tidak selalu dikonotasikan negatif, sepanjang pergerakannya dikendalikan oleh derasnya aliran investasi asing langsung atau foreign direct investment (FDI). Dalam konteks ini, defisit transaksi berjalan bisa dimaknai positif karena disebabkan oleh masuknya investasi asing yang memberikan daya dorong ke ekonomi karena terpacunya sisi produksi. Di sisi lain, harapan dari investasi asing masih kecil mengingat maraknya aksi wait and see pelaku usaha baik di dalam maupun luar negeri. Ini lantaran adanya proses politik pergantian kepemimpinan di Indonesia mulai akhir tahun ini hingga pelantikan pada Oktober tahun depan. Kalangan ekonom memandang perdagangan masih menjadi penekan utama transaksi berjalan baik pada tahun ini maupun tahun depan. Di sisi lain, kenaikan remitansi pekerja migran masih belum mampu mengompensasi penggerusan ekspor tersebut. Ekonom Makroekonomi dan Pasar Keuangan LPEM FEB UI Teuku Riefky mengatakan defisit transaksi berjalan akan berlanjut pada tahun depan seiring dengan perlambatan ekonomi dunia yang membatasi geliat ekspor. Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics Indonesia Mohammad Faisal menambahkan faktor lain yang perlu dibenahi oleh pemerintah adalah neraca jasa, yang belum mampu sepenuhnya pulih seperti prapandemi.
PERFORMA MANUFAKTUR : TEKANAN BERLAPIS INDUSTRI KARET
Pelaku industri karet nasional sedang menghadapi persoalan yang tidak mudah. Bermacam tantangan dari internal dan eksternal bergantian mengadang hingga membuat kinerja sektor tersebut mengalami kontraksi cukup lama. Perkara fluktuasi harga karet di pasar global dan ketegangan geopolitik di sejumlah kawasan menambah problem pasokan bahan baku yang sedang dihadapi oleh pelaku industri karet di dalam negeri. Alhasil, kinerja sektor tersebut terus tertekan setidaknya sejak 5 tahun lalu.Gabungan perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) memperkirakan produksi karet alam di Tanah Air pada tahun ini sebanyak 2,25 juta ton. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan dengan capaian tahun lalu yang sebesar 2,65 juta ton.Penurunan produksi karet alam tersebut pun diproyeksi bakal ikut mengerek penurunan volume ekspor komoditas tersebut dari 2,03 juta ton pada tahun lalu menjadi 1,76 juta ton pada 2023. Artinya, nilai ekspor karet alam pada tahun ini juga ikut terkoreksi menjadi sekitar US$2,51 miliar, dari tahun lalu yang sebesar US$3,53 miliar. Uhendi Haris, Wakil Direktur Eksekutif Gapkindo mengatakan bahwa industri karet nasional sedang mengalami keterpurukan, sehingga kinerja produksi dan ekspor karet alam terus mengalami penurunan sejak 2017. Kontraksi kinerja industri pengolahan karet, kata dia, bisa terlihat dari utilisasi kapasitas industri crumb rubber yang saat ini hanya sebesar 40,2%. Hal tersebut berimpak kepada 46 dari 152 pabrik crumb rubber harus menghentikan kegiatan operasionalnya sepanjang 6 tahun terakhir.Persoalan tersebut ditambah dengan penyakit gugur daun yang disebabkan oleh wabah Pestalotiopsis sp di 500.000 hektare lahan karet, sehingga menghilangkan produksi karet nasional hingga 30%. “Belum lagi tantangan pemenuhan EUDR [European Union Deforestation Regulation] yang hingga saat ini belum ada langkah nyata agar comply dengan ketentuan itu,” ujarnya.
Kebijakan EUDR dinilai menjadi salah satu tantangan dalam perdagangan karet alam asal Indonesia di pasar global. Alasannya, aturan tersebut ditujukan untuk meminimalisir konsumsi produk dari supply chain yang bersumber dari degradasi lahan atau deforestasi.Rencananya, aturan tersebut akan mulai efektif berlaku pada Januari 2025, dan saat ini Pemerintah Indonesia sedang mengajukan keberatan.
Dalam kesempatan terpisah, Dewan Karet Indonesia (Dekarindo) melaporkan setidaknya terdapat sembilan pabrik olahan karet di wilayah Sumatra yang gulung tikar alias tutup lantaran kekurangan pasokan Bokar.Ketua Umum Dewan Karet Indonesia Azis Pane mengatakan bahwa pasokan bahan baku industri karet atau crumb rubber makin minim karena produktivitas petani karet yang terus merosot. Bahkan, sejumlah petani diketahui telah mengalihkan lahannya untuk menanam komoditas lain.
Di sisi lain, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, produk domestik bruto (PDB) atas dasar harga konstan (ADHK) dari industri karet, barang dari karet, dan plastik sebesar Rp15,85 triliun pada kuartal II/2023.
Sementara itu, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan bahwa pihaknya telah mengidentifi kasi sejumlah tantangan yang sedang dihadapi oleh pelaku industri karet nasional. Sejumlah negara tujuan ekspor baru pun disasar agar bisa menjamin pertumbuhan sektor tersebut.
Kondisi tersebut, kata Agus, berdampak kepada petani yang mulai enggan menderes kebunnya. Bahkan, tidak sedikit petani yang memilih untuk beralih ke komoditas lain karena dinilai lebih menjanjikan.
Kementerian Perindustrian juga mencoba menyasar negara-negara yang bisa menyerap produksi karet nasional sebagai substitusi dari pasar tradisional yang sedang mengalami pelemahan.
Penerapan Bisnis Hijau Masih Jadi Tantangan
Berdasarkan hasil survei internal yang dilakukan Pengusaha Indonesia (Apindo) terkait terbatasnya pengetahuan perusahaan lokal mengenai ESG, kependekan dari environment (lingkungan), social (sosial), dan governance (tata kelola) terhadap 1.000 perusahaan anggota, tidak sampai 30 % perusahaan memahami ESG. Ketua Umum Apindo sekaligus CEO Sintesa Group Shinta W Kamdani mengatakan, hasil survei tersebut menunjukkan, yang mulai mengimplementasikan praktik ekonomi sirkular dan mematuhi prinsip-prinsip ESG umumnya perusahaan, itupun umumnya masih dalam bentuk ”keterpaksaan” untuk berbagai kebutuhan, seperti memperkuat daya tarik investasi dan sebagai bentuk akuntabilitas laporan pertanggungjawaban kepada publik dan investor. Investor memandang ESG penting untuk menyaring perusahaan sekaligus mendorong perusahaan untuk bertindak secara bertanggung jawab. Konsep ESG juga dapat mengawasi perusahaan agar tidak terlibat dalam praktik-praktik yang berisiko dan tidak etis secara aspek lingkungan, sosial, ataupun tata kelola.
Menurut Shinta, bahkan di tahun 2024 masih akan ada ketimpangan
pengetahuan tentang prinsip ESG antara perusahaan berskala besar dan usaha berskala
kecil-menengah. Perusahaan yang terbiasa menjalankan prinsip ESG akan semakin
mapan dan menikmati ”kue” pembiayaan, baik dari sumber konvensional maupun
alternatif, yang hanya bisa disalurkan untuk proyek yang memenuhi prinsip
keberlanjutan, sedang perusahaan berskala kecil yang belum terbiasa menggunakan
kerangka ESG dalam praktik bisnis mereka masih membutuhkan dorongan atau
stimulus agar secara perlahan bisa turut menjalankan praktik-praktik keberlanjutan
dalam bisnis mereka. ”Untuk menerapkan ESG, kebanyakan perusahaan harus
merekrut konsultan untuk membuat sustainability reporting dan lain-lain. ini
masih jadi pekerjaan rumah sangat besar bagi para pemangku kepentingan dalam
menyosialisasikan apa itu ESG dan manfaatnya,” ujar Shinta. (Yoga)
Prospek dan Tantangan Ekonomi Global 2024
Rilis Economic Outlook terbaru dari Organisasi untuk Kerja
Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) pada 29 November 2023 menyatakan, proyeksi
ekonomi global 2024 diprediksi bakal melambat ke level pertumbuhan 2,7 %,
setelah pada 2023 diprognosis mencapai 2,9 %. OECD memperkirakan pertumbuhan
ekonomi global akan melandai pada 2024, juga risiko terjadinya hard landing
perekonomian global mereda meski tingkat utang masih tinggi dan ketidakpastian
suku bunga masih bertahan tinggi. Setelah melandai di 2024, pada 2025 ekonomi
dunia diprediksi tumbuh 3,0 %. Pertumbuhan di 38 negara anggota OECD
diperkirakan mengalami soft landing. AS diperkirakan bertahan lebih baik dengan
prediksi pertumbuhan melambat dari 2,4 % tahun ini menjadi 1,5 % di 2024. Proyeksi
ini naik dari 2,2 % pada 2023 dan 1,3 % pada 2024 dalam outlook edisi September
2023.
OECD memandang risiko resesi tidak hilang begitu saja,
karena lemahnya pasar perumahan, harga minyak yang tinggi, dan lesunya
penyaluran pinjaman. China, perekonomian terbesar di Asia, diperkirakan
melambat karena terus bergulat dengan gelembung real estat yang pecah dan
rendahnya pengeluaran konsumen menghadapi meningkatnya ketidakpastian prospek
ekonomi. OECD memperkirakan pertumbuhan ekonomi China turun dari 5,2 % (2023)
menjadi 4,7 % (2024) meski naik tipis dari proyeksi September 2023 sebesar 5,1 %
dan 4,2 %. Dizona euro, pertumbuhan ekonomi diproyeksi meningkat dari 0,6 % (2023)
menjadi 0,9 % (2024) dan 1,1 % (2025) karena Jerman sebagai ekonomi terbesar di
Eropa mampu keluar dari resesi tahun ini. OECD memperingatkan, dampak dari
kenaikan suku bunga acuan masih belum pasti karena tingginya tingkat pembiayaan
bank di zona euro. Hal ini dapat membebani pertumbuhan yang eksesif dari yang
diekspektasikan
Perkiraan OECD lebih kompromis ketimbang perkiraan Bank Dunia
yang memproyeksikan pertumbuhan global melambat secara signifikan dari 3,1 %
pada 2022 menjadi 2,1 % tahun ini, sebelum mengalami pemulihan moderat pada
2024 menjadi 2,4 %. Perlambatan ini dipicu oleh kebijakan moneter yang terus
diperketat guna mengendalikan inflasi tinggi. Dana Moneter Internasional (IMF) juga
memberikan proyeksi pertumbuhan global lebih rendah, menurun dari 3,5 % (2022)
menjadi 3 % (2023) dan 2,9 % (2024), di bawah rata-rata historis 3,8 %
(2000-2019). Secara umum, meskipun prospek pertumbuhan negara-negara berbeda damembentuk
fragmentasi atau divergensi, hampir seluruhnya memiliki tekanan fiskal yang
sama dengan beban utang negara-negara maju (termasuk G7) dan negara-negara
berkembang diproyeksikan akan terus meningkat di tahun-tahun mendatang. Inilah
yang menjadi concern IMF yang menekankan pentingnya kebijakan fiskal yang
kredibel, berkelanjutan dan inklusif, disertai kolaborasi antarnegara dalam
memulihkan ekonomi dunia yang divergen. (Yoga)
2024, Rupiah Bakal Kian Perkasa
Ditengah ketidakpastian global yang terus berlangsung, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tercatat mengalami apresiasi 0,8% secara year to date (ytd) yakni dalam rentang akhir 2022 hingga Rabu (27/12/2023). Stabilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar AS itu diperkirakan berlanjut pada tahun depan, bahkan kurs rupiah berpeluang menjadi kian perkasa. Disamping kebijakan stabilitas yang dilakukan bank Indonesia (BI), berlanjutnya apresiasi nilai tukar rupiah didorong oleh aliran masuk portfolio asing, imbal hasil aset keuangan domestik yang menarik, serta prospek ekonomi yang positif. Dua faktor lain yang juga diyakini bakal memberi dampak positif adalah persepsi perilaku pasar atas sentimen davish kebijakan The Fed, serta pemilu bisa berlangsung damai. Berdasarkan data yang dihimpun B-Universe Research, kondisi kurs rupiah pada tahun ini jauh lebih baik jika dibandingkan dengan kurs mata uang sejumlah negara seperti rupee India yang mengalami depresiasi sebesar 0,7%, yuan Cina (-2,8%), dong Vietnam (-3,1%), ringgit Malaysia (-5,1%) dan yen Jepang (-8,8%). Bahkan, pada periode tersebut, kurs lira Turki terhadap dolar AS terjun bebas hingga 57,3%. (Yetede)
Pemerataan Investasi Hapus Kesenjangan
Langkah pemerintah melakukan investasi di luar Pulau Jawa dinilai sebagai kebijakan yang tepat. Pemerataan investasi merupakan keharusan untuk menghapus kesenjangan, karena 52% perekonomian Indonesia masih terpusat di Jawa. Adapun berdasarkan data Kementerian Investasi/BKPM, realisasi investasi triwulan III (Juni-September) 2023 mencapai Rp 374,4 triliun atau meningkat 7% dibanding periode sebelumnya. Secara kumulatif, realisasi investasi periode Januari-September 2023 mencapai Rp 1.053,1 triliun atau meningkat 18% dibanding periode yang sama pada 2022. Nilai tersebut sudah mencapai 75,2% dari target investasi 2023 sebesar Rp1.400 triliun. Secara lebih spesifik, pada triwulan III-2023, kontribusi investasi di luar Jawa melampaui di Pulau Jawa, yaitu sebesar Rp 190,9 triliun. Angka itu meningkat 14,7% dibanding kuartal III-2022 yang sebesar Rp166,3 triliun. Untuk periode januari-September 2023, kontribusi investasi di luar Jawa melebihi di Pulau Jawa, yaitu sebesar Rp545,8 triliun. Angka itu meningkat 15,6% jika dibandingkan periode yang sama di tahun 2022 atau sebesar Rp 472,1 triliun. (Yetede)
Jadi Pengendali Baru, Hengtong Tender Offer Saham Voksel Electric
Hengton Optic-Electric International Co Ltd, holding investasi dan perdagangan berbasis di Hongkong, siap melakukan penawaran terder (tender offer) saham PT Voksel Electric Tbk (VOKS) setelah jadi pengendali baru emiten produsen kabel tersebut. Saat ini, Hengton menjadi pemegang saham pengendali Voksel dengan kepemilikan 73,05% saham. Pada 22 desember 2023, Hengton mengambil alih sebanyak 1,78 miliar (42,97) saham VOKS dengan nilai transaksi Rp003,5 miliar. Hengton memborong saham Voksel Electric dari para penjual pada harga Rp 226 per saham. Sebelumnya, Hengton melalui DBS Vickers (Hong Kong) Ltd A/C Client telah memiliki 1,25 miliar (30,08%) saham Voksel Electric. Selanjutny, Hengton akan menggelar penawaran tender wajib (Mandatory) Tender Offer) saham VOKS. Pada perdagangan Rabu (27/12/2023), saham VOKS ditutup menguat 2 poin ke posisi Rp216. Dalam satu bulan terakhir, saham emiten kabel tersebut telah menguat 10,77&, dan melesat hingga 55,4% secara year to date (ytd). (Yetede)
OJK Jadikan Asuransi Wajib dan PPP Program Strategis
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan menjadikan program asuransi wajib (PWA) dan program penjamin polis (PPP) sebagai program strategis mendatang. Kedua program ini akan menjadi instrumen untuk meningkatkan penetrasi asurans di Indonesia. Kepala Departemen Pengaturan dan Pengembangan Perasuransian, Panjamin, dan Dana Pensiun OJK Djonieri mengatakan, program asuransi wajib akan menjadi salah satu program strategis dalam peta jalan atau roadmap industri asuransi 2023-2027. "Di dalam roadmap ini kita akan mengembangkan yang namanya asuransi wajib. Dengan adanya asuransi wajib ini nantinya kendaraan bermotor, mobil, wajib. Kalau sekarang kan enggak wajib," kata Djonieri. Dia mengatakan, program asuransi wajib kendaraan bermotor akan menjadi salah satu instrumen untuk meningkatkan penetrasi asuransi di Indonesia. Saat ini, penetrasi industri asuransi umum di Indonesia masih tergolong rendah, yaitu sekitar 0,5%. (Yetede)
2024, Jakarta Mendapat Tambahan 3 Gedung Perkantoran
Riset Colliers Internasional Indonesia menyebutkan bahwa sembilan gedung perkantoran akan masuk ke Jakarta sepanjang rentang 2023-2025, sebanyak 3 diantaranya masuk tahun depan. Mengutip riset kuartal III/2023 Colliers Internasional Indonesia, gedung perkantoran anyar itu terletak di kawasan pusat bisnis (central business district/CDB) dan non-CBD Jakarta. Pasokan kantor diperkirakan meningkat berkisar 2,0% hingga 2,5% setiap tahun selama periode 2023-2025. Konsultan riset properti itu juga menyebutkan sebanyak 5 gedung perkantoran masuk dalam rentang 2024 dan 2025, sedangkan 4 lainnya pada 2023. Gedung perkantoran diproyeksikan masuk pada 2024 adalah Sun&Moon (The Owner Suite by Dharmawangsa), Menara Jakarta Office Tower, dan ADR Office. "Secara total, ada tujuh proyek yang sedang berjalan konstruksi, siap untuk memperkenalkan sekitar 270.000 meter persegi pasokan baru di luar CBD hingga 2025. Tiga dari tujuh proyek ini diharapkan selesai siap pada akhir tahun 2023, sehingga menghasilkan pasokan kumulatif pada tahun 2023, sehingga menghasilkan pasokan kumulatif pada tahun 2023 mencerminkan pertumbuhan 3,3% dibandingkan tahun 2022. (Yetede)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









