Ekonomi
( 41307 )PERFORMA MANUFAKTUR : Bekal Kuat Industri Baja Nasional
Indonesia Iron & Steel Industry Association (IISIA) optimistis menghadapi 2024, karena ada sentimen yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan konsumsi baja nasional. Selain geliat properti, dan naiknya belanja infrastruktur pemerintah, pertumbuhan permintaan di pasar global otomotif juga diproyeksi bakal membuat industri baja lebih baik. Dalam laporan terbarunya, IISIA meneropong pertumbuhan konsumsi baja bakal sejalan dengan tren peningkatan pada 2020—2023. Adapun, tahun lalu konsumsi baja nasional mencapai 17,4 juta ton, naik dari 16,6 juta ton pada 2022. Dalam laporan tersebut, IISIA juga memprediksi pertumbuhan sektor pengguna baja nasional bakal meningkat, seperti infrastruktur dari belanja pemerintah pada 2024 yang bakal naik 7,9% menjadi Rp423 triliun. Di sisi lain, sektor otomotif juga diyakini akan berkontribusi positif dalam menyerap produk baja nasional. Berdasarkan data Gaikindo, penjualan mobil baru pada 2024 sebesar 1,1 juta unit, meningkat dari 1,05 juta unit pada 2023. Dalam kesempatan terpisah, Chairman IISIA Purwono Widodo mengatakan, pihaknya bakal memaksimalkan pasar domestik untuk menggenjot pertumbuhan di tengah beragam persoalan yang bisa menghambat pertumbuhan pasar global.
Harapan Pekerja Muda di 2024
BPS pada 2022 melaporkan, jumlah pekerja usia 25-29 tahun mencapai 17,18 juta, jumlah tertinggi kelompok usia angkatan kerja, diikuti usia 30-34 tahun sebanyak 16,9 juta. Di awal tahun 2024, para pekerja muda mendasarkan harapan agar perekonomian tetap bertumbuh di tengah tahun politik dan ketidak pastian global. Mereka juga menebar optimisme dengan mengambil langkah pribadi yang kreatif seperti memasarkan produksi sendiri hingga menggunakan barang dengan lebih bijak demi menjaga bumi lebih baik. Perekonomian Indonesia tahun ini akan menghadapi tantangan dengan adanya pemilu di Tanah Air dan di AS. Keduanya berpotensi menimbulkan ketidak stabilan. Hasil pemilu dinanti karena memengaruhi bagaimana kebijakan ekonomi ke depan. Harapannya di tahun ini, pemilu berjalan aman damai sehingga tidak ada konflik horizontal. Stabilitas politik akan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Beberapa harapan dan antisipasi para pekerja muda diantaranya : Gloria Fransisca (31) Karyawan Swasta di Jakarta, berharap ada tindakan membasmi kejahatan keuangan perbankan dan pinjaman daring ilegal. Marshall Sautlan (30) Karyawan BUMN di Jakarta, melihat ekonomi 2024 dengan optimistis tetapi realistis. Tantangan ekonomi ditambah tahun politik tidak bisa diabaikan. Dengan adanya inflasi dan ketidakstabilan pasar global, kita harus lebih hati-hati dalam mengelola keuangan keluarga. Namun, perlu memanfaatkan peluang investasi dan teknologi untuk mencari cuan dan tabungan tambahan. Ia berencana mencari peluang dari jual beli pasar saham, juga memanfaatkan aplikasi jual beli e-dagang untuk jualan tas buatan sendiri. (Yoga)
Indonesia Tak Boleh Lemah
Efek Pemilu, Simpanan Kelas Kakap Surut
Optimalisasi Kredit Usaha Alsintan Dukung Pertumbuhan Ekonomi
Siasat Perbankan Himpun Dana Non-DPK
Trafik Data Saat Nataru Naik hingga 19%
Berharap pada Pasar Domestik
Memetik Manfaat Lebih Magang
Magang memberi manfaat lebih kepada mahasiswa sebelum
betul-betul terjun ke dunia karier. Dari sudut pandang perusahaan, program ini
juga memberi wawasan baru tentang pekerja masa kini. Temuan ini bisa membantu
calon pekerja muda menjadi lebih baik, termasuk soal etika kerja. Menurut HR
and Learning Development Manager Harian Kompas (Kompas.id) Dinda Richfiela,
program magang menjadi saluran bagi mahasiswa untuk mempraktikkan teori yang
sudah mereka pelajari ataupun hal yang mereka sukai. Selama proses magang berlangsung,
mereka juga dapat merasakan seperti apa dinamika dunia kerja, khususnya
industri media. ”Mahasiswa juga akan memperoleh koneksi profesional yang belum
tentu mereka dapatkan di kampus,” kata Dinda di Jakarta, Rabu (3/1/2024).
Dalam program magang di Kompas, mahasiswa juga mendapat
mentor selama magang dan pembekalan soal karier seusai magang, berupa seminar
tentang karier dan pemberian tips membuat CV serta memperbaiki aset digital. Bahkan,
mahasiswa dengan kinerja baik juga tak jarang mendapatkan tawaran untuk bekerja
setelah lulus. Program magang di Kompas yang berbasis di Jakarta telah berlangsung
lama, tetapi semakin rutin sejak 2020. Pembukaan program magang berlangsung
tiga kali setahun dengan durasi empat bulan. Satu batch (angkatan) bisa
menerima 40-50 mahasiswa semester enam ke atas dari kampus di berbagai daerah,
seperti Jabodetabek, Yogyakarta, Jatim, dan Bali. Dinda menjelaskan, program magang
memberikan manfaat dua arah, baik untuk mahasiswa maupun perusahaan. Mahasiswa bisa
berkontribusi dalam operasional perusahaan. Di divisi redaksi, sebagai contoh,
hasil liputan mahasiswa yang magang sebagai jurnalis bisa dipakai sebagai
konten pemberitaan. (Yoga)
PERTANIAN YANG DIGEMPUR TAMBANG DI MOROWALI
Hayani (50), warga Desa Tangofa, Bungku Pesisir, Morowali,
Sulteng, menilai tidak mudah lagi menemukan sawah di Morowali. Kalau tambang
banyak. Dulu ada padi ladang. Sekarang lahannya sudah jadi tambang,” ujarnya,
Jumat (29/12/2023). Hardin (60), warga lainnya, mengamini Hayani. ”Sekarang
tidak ada yang mau urus kebun. Anak-anak muda lebih memilih bekerja di tambang
atau pabrik nikel. Kami yang tua tidak kuat berkebun. Sudah tidak ada yang bikin
kopra. Kelapa di kebun tinggal ditendang-tendang, sudah diratakan untuk
tambang,” katanya. Sebagian kebunnya telantar, sebagian dibangun rumah kos
untuk karyawan. Dari lima kamar kosnya dia mendapatkan Rp 6 juta per bulan.
Rumahnya yang lain juga dikontrak perusahaan dengan sewa Rp 6 juta per tahun.
Menyusuri Bungku, ibu kota Morowali, Bahodopi, Bungku Pesisir,
hingga ke dekat perbatasan dengan Sultra, memang sulit menemukan sawah. Yang
ada hanyalah kawasan konsesi tambang dan industri nikel. Di antara lokasi
konsesi adalah permukiman penduduk. Bukit dan hutan di sekitar permukiman yang
berada di sepanjang jalan, tampak terbuka di banyak tempat akibat dikeruk.
Sebagian pembukaan lahan juga untuk area permukiman sebagai dampak banyaknya pekerja
dan pemilik usaha yang datang ke Morowali. Di laut, berjejer kapal yang mengangkut
material. Hal yang sama juga tampak jika menyusuri Bungku ke arah Morowali
Utara. Di kawasan ini, selain industri dan tambang, ada juga perkebunan sawit
yang tampak dominan. Hanya, di Kecamatan Bumi Raya dan Wita Ponda, segelintir warga
masih setia menanam padi, walau sudah dikepung tambang dan sawit.
Siswati (50), petani di Kecamatan Wita Ponda, masih menggarap
0,5 hektar sawah miliknya. Di luar itu, dia menyewa 1 hektar sawah orang lain untuk
digarap. Lokasi sawah ini dikepung perkebunan sawit dan kawasan tambang. Tak
jauh dari situ, ada pabrik yang sedang dibangun. ”Hasilnya cukup untuk makan.
Lebihnya dijual untuk keperluan lain. Tapi itu kalau tidak ada banjir,”
ujarnya. Sering terjadi banjir di wilayah itu. Bahkan, pernah banjir bandang. Kalau
baru menanam dan datang banjir, pasti padinya rusak dan petani harus menanam ulang.
Rusmi (55), pemilik sawah sekaligus penggilingan padi diKecamatan Bumi Raya mengaku
beberapa tahun terakhir, peng- gilingan padinya tak lagi banyak beroperasi. Kalau
dulu, sekali panen bisa sampai 2.500 karung gabah milik petani yang digiling di
tempatnya, sekarang, paling banyak 1.500 karung. Biasanya malahan kurang dari
itu. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









