;
Kategori

Ekonomi

( 41307 )

PERFORMA MANUFAKTUR : Bekal Kuat Industri Baja Nasional

08 Jan 2024

Indonesia Iron & Steel Industry Association (IISIA) optimistis menghadapi 2024, karena ada sentimen yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan konsumsi baja nasional. Selain geliat properti, dan naiknya belanja infrastruktur pemerintah, pertumbuhan permintaan di pasar global otomotif juga diproyeksi bakal membuat industri baja lebih baik. Dalam laporan terbarunya, IISIA meneropong pertumbuhan konsumsi baja bakal sejalan dengan tren peningkatan pada 2020—2023. Adapun, tahun lalu konsumsi baja nasional mencapai 17,4 juta ton, naik dari 16,6 juta ton pada 2022. Dalam laporan tersebut, IISIA juga memprediksi pertumbuhan sektor pengguna baja nasional bakal meningkat, seperti infrastruktur dari belanja pemerintah pada 2024 yang bakal naik 7,9% menjadi Rp423 triliun. Di sisi lain, sektor otomotif juga diyakini akan berkontribusi positif dalam menyerap produk baja nasional. Berdasarkan data Gaikindo, penjualan mobil baru pada 2024 sebesar 1,1 juta unit, meningkat dari 1,05 juta unit pada 2023. Dalam kesempatan terpisah, Chairman IISIA Purwono Widodo mengatakan, pihaknya bakal memaksimalkan pasar domestik untuk menggenjot pertumbuhan di tengah beragam persoalan yang bisa menghambat pertumbuhan pasar global.

Harapan Pekerja Muda di 2024

08 Jan 2024

BPS pada 2022 melaporkan, jumlah pekerja usia 25-29 tahun mencapai 17,18 juta, jumlah tertinggi kelompok usia angkatan kerja, diikuti usia 30-34 tahun sebanyak 16,9 juta. Di awal tahun 2024, para pekerja muda mendasarkan harapan agar perekonomian tetap bertumbuh di tengah tahun politik dan ketidak pastian global. Mereka juga menebar optimisme dengan mengambil langkah pribadi yang kreatif seperti memasarkan produksi sendiri hingga menggunakan barang dengan lebih bijak demi menjaga bumi lebih baik. Perekonomian Indonesia tahun ini akan menghadapi tantangan dengan adanya pemilu di Tanah Air dan di AS. Keduanya berpotensi menimbulkan ketidak stabilan. Hasil pemilu dinanti karena memengaruhi bagaimana kebijakan ekonomi ke depan. Harapannya di tahun ini, pemilu berjalan aman damai sehingga tidak ada konflik horizontal. Stabilitas politik akan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Beberapa harapan dan antisipasi para pekerja muda diantaranya : Gloria Fransisca (31) Karyawan Swasta di Jakarta, berharap ada tindakan membasmi kejahatan keuangan perbankan dan pinjaman daring ilegal. Marshall Sautlan (30) Karyawan BUMN di Jakarta, melihat ekonomi 2024 dengan optimistis tetapi realistis. Tantangan ekonomi ditambah tahun politik tidak bisa diabaikan. Dengan adanya inflasi dan ketidakstabilan pasar global, kita harus lebih hati-hati dalam mengelola keuangan keluarga. Namun, perlu memanfaatkan peluang investasi dan teknologi untuk mencari cuan dan tabungan tambahan. Ia berencana mencari peluang dari jual beli pasar saham, juga memanfaatkan aplikasi jual beli e-dagang untuk jualan tas buatan sendiri. (Yoga)

Indonesia Tak Boleh Lemah

08 Jan 2024
Perhatian Indonesia tak boleh lemah di tengah tantangan keamanan global dan geopolitik yang makin pelik. Itu sebabnya, sektor pertahanan harus diperkuat agar Indonesia bisa mengamankan kekayaan nasional yang pada ujungnya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi. Selain itu, Indonesia perlu menyiapkan sumberdaya manusia (SDM) andal untuk perkuat pertahanan nasional dengan memanfaatkan teknologi digital. Dengan begini, Indonesia bisa menguasai sistem dan teknologi, bukan sekedar membeli alat dan membangun infrastruktur penunjang. Hal itu ditegaskan calon presiden (capres) nomor urut dua Prabowo Subianto dalam debat pemilihan presiden (pilpres) 2024 ketiga yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (7/1/2024).

Efek Pemilu, Simpanan Kelas Kakap Surut

08 Jan 2024
Simpanan dengan tiering nominal di atas Rp 5 miliar atau simpanan jumbo diperbankan pada November 2023 tercatat terus menyusut menjadi Rp4.369 triliun, tumbuh 1,6% secara year on year (yoy). Pertumbuhan tersebut menjadi yang paling lambat sejak awal tahun 2023, salah satunya karena ada penarikan dana untuk kebutuhan kampanye pemilihan umum (Pemilu). Berdasarkan data distribusi simpanan bank umum yang dirilis Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), perlambatan pertumbuhan simpanan kelas kakap sejalan dengan simpanan giro yang  juga tumbuh melambat dibandingkan posisi awal 2023. Per November 2023, giro tumbuh 3% menjadi Rp2.564 triliun, sedangkan pada Januari 2023 tumbuh 15,9% (yoy). Dari data yang dihimpun Investor Daily, simpanan dengan tiering di atas Rp 5 miliar memang terjun bebas dari posisi januari 2023 yang meningkat 11,7% (yoy) menjadi hanya naik 1,6% (yoy) per November 2023. (Yetede)

Optimalisasi Kredit Usaha Alsintan Dukung Pertumbuhan Ekonomi

08 Jan 2024
Pemerintah memiliki peran krusial dalam penyaluran Kredit Usaha Alat dan Mesin Pertanian (KU Alsintan) sebagai salah satu upaya memberikan daya dorong terhadap perekonomian. Optimalisasi penyaluran KU Alsintan dilakukan dengan meningkatkan ketepatan sasaran penyaluran. Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian Ferry Irawan mengatakan, pada tahun ini target penyaluran KU Alsintan sebesar Rp 100 miliar. Target tersebut, dapat disesuaikan dengan kebutuhan dari petani dan mempertimbangkan kecukupan anggaran subsidi bunga. Adapun KU Alsintan merupakan program pembiayaan  untuk pengadaan alat dan mesin pertanian yang diusahakan sebagai Taksi Alsintan. Dalam rangka meningkatkan ketepatan sasaran penyaluran KUA yang dimiliki oleh Kementerian Pertanian di mana basis data tersebut merupakan  petani atau kelompok tani binaan dari kementerian tersebut. (Yetede)

Siasat Perbankan Himpun Dana Non-DPK

08 Jan 2024
Dana pihak ketiga (DPK) di bank umum menunjukkan pertumbuhan melambat menjelang akhir 2023. Sebaliknya, sumber dana non-DPK tumbuh 0,20% secara tahunan (year on year/yoy) pada Oktober 2023. Apabila dilihat secara bulanan, sumber dana non-DPK meningkat lebih tinggi sebesar 6,01% (month to month/mtm). Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat, pertumbuhan sumber dana non-DPK secara tahunan terutama  dikontribusi oleh kenaikan  kewajiban bank lain sebesar Rp 41,06 triliun. "Perkembangan ini menunjukkan perbankan mengoptimalkan sumber pendanaan jangka menengah dan panjang di tengah kenaikan suku bunga pinjaman," tulis LPS. Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengungkapkan bahwa tren pertumbuhan sumber non-DPK masih berlanjut di 2023. Salah satu faktornya adalah gencarnya penerbitan surat utang pemerintah yang diperkirakan lebih dari Rp 600 triliun. (Yetede)

Trafik Data Saat Nataru Naik hingga 19%

08 Jan 2024
Trafik layanan internet/data operator telekomunikasi (telko) di Tanah Air bergerak naik 8,9% hingga 19% pada momen puncak perayaan Natal 2023 dan tahun baru 2024 (Nataru) dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Peningkatan trafik ditopang oleh geliat aktivitas masyarakat pada berbagai platform media sosial/digital yang membutuhkan akses layanan internet untuk merayakan dua momen tersebut. PT XL, Axiata Tbk (EXCL) mencatat rata-rata trafik layanan data tumbuh 15% sepanjang 24 Desember 2 Januari 2024 dari pada hari-hari normal dan 19% ketimbang momentum sama tahun sebelumnya. Pencapaian XL Axiata lebih tinggi daripada Telkomsel (anak usaha PT Telkom Indonesia Tbk) yang mencatat kenaikan trafik data 14,08% dan  PT Indosat Tbk atau dikenal juga sebagai Indosat Ooredoo Hutchinson (ISAT) 8,9%. "Jauh-jauh hari, kami di XL Axiata sudah menyiapkan jaringan untuk melayani dan menjaga kenyamanan pelanggan selama libur panjang Nataru," ucap Direktur & Chef Teknologi Officer  XL Axiata I Gede Darmayusa. (Yetede)

Berharap pada Pasar Domestik

08 Jan 2024
PEREKONOMIAN Indonesia belum berhasil lepas dari jerat 5 persen pada 2023. Per kuartal III 2023, pertumbuhan ekonomi melorot ke angka 4,94 persen. Institute for Development of Economics and Finance (Indef) memprediksi pertumbuhan kembali turun pada kuartal IV 2023 menjadi 4,9 persen. Walhasil, sepanjang tahun lalu, ekonomi hanya menggeliat sedikit di atas 5 persen.

Untuk tahun ini, ekonom dan pengusaha sepakat memprediksi perekonomian kembali melambat. Indef memproyeksikan pertumbuhan pada 2024 sebesar 4,8 persen. Proyeksi ini lebih rendah daripada target pemerintah sebesar 5,2 persen karena adanya gejolak perekonomian global dan turunnya harga komoditas ekspor utama, seperti minyak sawit mentah, batu bara, serta nikel.  
 
"Ekonomi kita pada tahun depan ada kemungkinan stagnan, bahkan sedikit melambat," ujar Direktur Eksekutif Indef Tauhid Ahmad, 27 Desember 2023. Faktor utama yang menghambat pertumbuhan ekonomi adalah perlambatan ekonomi global, yang ditandai melemahnya permintaan ekspor dari Cina, Amerika Serikat, Jepang, dan Korea Selatan.

"Kita masih punya masalah berupa penurunan ekspor-impor sampai 2024, harga komoditas juga belum baik, sehingga membuat ekonomi kita tidak bertumbuh tinggi," tutur Tauhid. Adapun faktor domestik yang mempengaruhi geliat ekonomi adalah menurunnya daya beli masyarakat. Bantuan sosial yang dikucurkan pemerintah, ucap dia, tak cukup untuk mengangkat daya beli.  

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2024 berada di angka 4,8-5,2 persen. Di samping perlambatan ekonomi dunia, Ketua Umum Apindo Shinta Kamdani berujar pertumbuhan tahun ini dibebani oleh tingkat inflasi dan suku bunga tinggi. "Suku bunga kredit yang tinggi berkontribusi pada perlambatan pertumbuhan ekonomi karena meningkatkan biaya operasional pelaku usaha," kata Shinta, 21 Desember 2023.

Ia memproyeksikan produk domestik bruto (PDB) nasional masih didominasi oleh sektor pengolahan, pertanian, perdagangan, pertambangan, dan konstruksi. “Sedangkan industri transportasi dan pergudangan, akomodasi, serta makanan dan minum akan menjadi industri dengan laju pertumbuhan terpesat," ujar Shinta. (Yetede)


Memetik Manfaat Lebih Magang

07 Jan 2024

Magang memberi manfaat lebih kepada mahasiswa sebelum betul-betul terjun ke dunia karier. Dari sudut pandang perusahaan, program ini juga memberi wawasan baru tentang pekerja masa kini. Temuan ini bisa membantu calon pekerja muda menjadi lebih baik, termasuk soal etika kerja. Menurut HR and Learning Development Manager Harian Kompas (Kompas.id) Dinda Richfiela, program magang menjadi saluran bagi mahasiswa untuk mempraktikkan teori yang sudah mereka pelajari ataupun hal yang mereka sukai. Selama proses magang berlangsung, mereka juga dapat merasakan seperti apa dinamika dunia kerja, khususnya industri media. ”Mahasiswa juga akan memperoleh koneksi profesional yang belum tentu mereka dapatkan di kampus,” kata Dinda di Jakarta, Rabu (3/1/2024).

Dalam program magang di Kompas, mahasiswa juga mendapat mentor selama magang dan pembekalan soal karier seusai magang, berupa seminar tentang karier dan pemberian tips membuat CV serta memperbaiki aset digital. Bahkan, mahasiswa dengan kinerja baik juga tak jarang mendapatkan tawaran untuk bekerja setelah lulus. Program magang di Kompas yang berbasis di Jakarta telah berlangsung lama, tetapi semakin rutin sejak 2020. Pembukaan program magang berlangsung tiga kali setahun dengan durasi empat bulan. Satu batch (angkatan) bisa menerima 40-50 mahasiswa semester enam ke atas dari kampus di berbagai daerah, seperti Jabodetabek, Yogyakarta, Jatim, dan Bali. Dinda menjelaskan, program magang memberikan manfaat dua arah, baik untuk mahasiswa maupun perusahaan. Mahasiswa bisa berkontribusi dalam operasional perusahaan. Di divisi redaksi, sebagai contoh, hasil liputan mahasiswa yang magang sebagai jurnalis bisa dipakai sebagai konten pemberitaan. (Yoga)

PERTANIAN YANG DIGEMPUR TAMBANG DI MOROWALI

07 Jan 2024

Hayani (50), warga Desa Tangofa, Bungku Pesisir, Morowali, Sulteng, menilai tidak mudah lagi menemukan sawah di Morowali. Kalau tambang banyak. Dulu ada padi ladang. Sekarang lahannya sudah jadi tambang,” ujarnya, Jumat (29/12/2023). Hardin (60), warga lainnya, mengamini Hayani. ”Sekarang tidak ada yang mau urus kebun. Anak-anak muda lebih memilih bekerja di tambang atau pabrik nikel. Kami yang tua tidak kuat berkebun. Sudah tidak ada yang bikin kopra. Kelapa di kebun tinggal ditendang-tendang, sudah diratakan untuk tambang,” katanya. Sebagian kebunnya telantar, sebagian dibangun rumah kos untuk karyawan. Dari lima kamar kosnya dia mendapatkan Rp 6 juta per bulan. Rumahnya yang lain juga dikontrak perusahaan dengan sewa Rp 6 juta per tahun.

Menyusuri Bungku, ibu kota Morowali, Bahodopi, Bungku Pesisir, hingga ke dekat perbatasan dengan Sultra, memang sulit menemukan sawah. Yang ada hanyalah kawasan konsesi tambang dan industri nikel. Di antara lokasi konsesi adalah permukiman penduduk. Bukit dan hutan di sekitar permukiman yang berada di sepanjang jalan, tampak terbuka di banyak tempat akibat dikeruk. Sebagian pembukaan lahan juga untuk area permukiman sebagai dampak banyaknya pekerja dan pemilik usaha yang datang ke Morowali. Di laut, berjejer kapal yang mengangkut material. Hal yang sama juga tampak jika menyusuri Bungku ke arah Morowali Utara. Di kawasan ini, selain industri dan tambang, ada juga perkebunan sawit yang tampak dominan. Hanya, di Kecamatan Bumi Raya dan Wita Ponda, segelintir warga masih setia menanam padi, walau sudah dikepung tambang dan sawit.

Siswati (50), petani di Kecamatan Wita Ponda, masih menggarap 0,5 hektar sawah miliknya. Di luar itu, dia menyewa 1 hektar sawah orang lain untuk digarap. Lokasi sawah ini dikepung perkebunan sawit dan kawasan tambang. Tak jauh dari situ, ada pabrik yang sedang dibangun. ”Hasilnya cukup untuk makan. Lebihnya dijual untuk keperluan lain. Tapi itu kalau tidak ada banjir,” ujarnya. Sering terjadi banjir di wilayah itu. Bahkan, pernah banjir bandang. Kalau baru menanam dan datang banjir, pasti padinya rusak dan petani harus menanam ulang. Rusmi (55), pemilik sawah sekaligus penggilingan padi diKecamatan Bumi Raya mengaku beberapa tahun terakhir, peng- gilingan padinya tak lagi banyak beroperasi. Kalau dulu, sekali panen bisa sampai 2.500 karung gabah milik petani yang digiling di tempatnya, sekarang, paling banyak 1.500 karung. Biasanya malahan kurang dari itu. (Yoga)