;

Perluasan Pasar Diperlukan

Ekonomi Yoga 28 Dec 2023 Kompas
Perluasan Pasar Diperlukan

Kinerja ekspor Indonesia diprediksi menurun pada 2024 karena faktor perlambatan ekonomi global dan penurunan harga komoditas. Untuk menyiasatinya, Indonesia bisa memperluas kerja sama dengan negara-negara lain dan memaksimalkan potensi produk ekspor. Data BPS menunjukkan, nilai ekspor Januari-November 2023 sebesar 236,41 miliar USD. Nilai itu menurun 11,83 % dibanding dengan kinerja periode sama 2022 di 268,12 miliar USD. Pada periode yang sama, nilai impor juga terkontraksi 6,80 %. Nilai neraca perdagangan pun turun meski tetap mencatat surplus sebesar 33,63 miliar USD. ”Ini karena kondisi perekonomian memburuk. Permintaan pasar berkurang, harga ikut turun. Tahun depan diprediksi tidak berbeda meski neraca perdagangan tetap (diprediksi) akan surplus,” tutur Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag Budi Santoso dalam konferensi daring ”Export Outlook 2024: Menjadikan Indonesia Eksportir Utama Dunia”, Selasa (27/12).

Budi menyoroti beberapa kelompok produk ekspor mengalami kontraksi setahun terakhir ini, di antaranya karet dan produk karet yang antara Januari dan Oktober mengalami penurunan tahunan 23,60 %. Kemudian, sawit turun 17,52 %, tekstil dan produk tekstil turun 16,19 %, serta elektronik 4,59 %. Kondisi perekonomian global menjadi penyebab melemahnya daya beli yang menurunkan permintaan ekspor barang. Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD), misalnya, memprediksi pertumbuhan ekonomi global pada 2023 hanya 2,9 % dan pada 2024 turun menjadi 2,7 %. Ketua Umum Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Benny Soetrisno mengatakan, Perang di wilayah Timur Tengah  membuat pendistribusi barang dari Indonesia menuju wilayah Eropa tak berani melalui Terusan Suez. ”Namun, kita bisa alihkan ekspor ke Afrika sehingga distribusi barang tidak perlu melalui Terusan Suez,” katanya. Apalagi Afrika, yang dihuni hampir 2 miliar penduduk, juga menjadi pasar produk ekspor yang bagus. Benny pun menyebut beberapa produk jadi dalam negeri yang sukses diterima pangsa pasar Afrika, seperti produk mi instan, sabun colek, dan obat-obatan tanpa resep dokter. Selain Afrika, pasar Timur Tengah juga dinilai punya potensi ekspor besar. (Yoga)

Tags :
#Pasar #Ekspor
Download Aplikasi Labirin :