Sektor Riil Jadi Daya Ungkit
Kebijakan tepat untuk menggerakkan sektor riil pada 2024
menjadi kunci menggairahkan konsumsi masyarakat yang tahun ini melemah.
Pemerintahan dituntut untuk dapat merespons dengan cepat berbagai siklus krisis
global dan domestik yang diprediksi masih akan terjadi beberapa tahun ke depan.
Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef)
Aviliani berharap di tahun 2024 transisi pemerintahan dapat berjalan mulus.
Pasalnya, kebijakan ekonomi dalam beberapa tahun kedepan diharapkan bisa
adaptif untuk mengakomodasi dinamika perekonomian ke depan. Tahun ini berbagai
dinamika dan krisis, baik di sektor ekonomi maupun politik global, telah
berdampak terhadap pelemahan aktivitas konsumsi dan sektor riil, yang imbasnya
turut menghambat pertumbuhan ekonomi nasional. Berbagai krisis, lanjut Aviliani,
masih akan terjadi di tahun 2024 dan 2025.
”Untuk merespons berbagai krisis ke depan seharusnya tak
perlu menunggu undang-undang. Karena siklus krisis ke depannya akan semakin pendek dan dinamis.
Regulator harus membuat kebijakan lebih cepat dan fleksibel,” ujarnya dalam ”Diskusi
Ekonom Perempuan Indef” yang berlangsung secara daring, Kamis (28/12). Geliat
sektor riil yang mampu menyerap tenaga kerja menjadi syarat utama pertumbuhan konsumsi
masyarakat secara berkelanjutan. Oleh karena itu, kebijakan moneter, fiskal,
dan perbankan harus berjalan bersama-sama untuk menopang setiap aktivitas di
sektor riil. Berbagai insentif fiskal perlu diarahkan dan dipertajam sesuai
sasaran kebutuhan sektor riil. Di sisi lain, kebijakan moneter dan perbankan diharapkan
bisa bergerak secara fleksibel untuk meningkatkan akses keuangan dari
sektor-sektor penyerap tenaga kerja. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023