Ekonomi
( 40733 )INDUSTRI ASURANSI JIWA : PRODUK TRADISIONAL JADI ANDALAN
Sejumlah perusahaan asuransi jiwa bakal mengandalkan produk tradisional sebagai motor pertumbuhan pendapatan premi sepanjang tahun ini. Hal itu menyiratkan bahwa industri asuransi jiwa masih beradaptasi dengan aturan pengetatan unit-linked yang berlaku sejak awal 2022. Perusahaan asuransi jiwa PT Asuransi BRI Life atau BRI Life optimistis mampu menjaga pertumbuhannya pada tahun ini, meski sejumlah tantangan dari ketidakpastian perekonomian siap mengadang. Pelaksanaan pemilihan umum atau Pemilu 2024 pun diyakini bakal menggerakkan perekonomian nasional lebih kencang. Plt. Direktur Utama BRI Life I Dewa Gede Agung mengatakan bahwa pihaknya tetap menargetkan mampu tumbuh positif pada tahun ini dengan mengandalkan produk tradisional sebagai sumber premi perusahaan. “Kami juga mengharapkan bisa tumbuh positif di tahun 2024,” katanya kepada Bisnis, Senin (8/1). Apabila melihat kinerja perusahaan sepanjang 2023, perusahaan memang tercatat mampu memperbaiki komposisi portofolionya dari unit-linked ke produk tradisional. Upaya tersebut dilakukan untuk menyesuaikan produk dengan karakteristik nasabah perusahaan. Hal yang sama dilakukan oleh PT BNI Life Insurance atau BNI Life yang mengaku bakal fokus meningkatkan produk asuransi jiwa tradisional, dan premi reguler. BNI Life sendiri menargetkan mampu mengantongi pendapatan premi sebesar Rp6,41 triliun pada tahun ini, naik 19% dari pencapaian 2023. Adapun, PT Asuransi Jiwa BCA (BCA Life) menetapkan target optimistis untuk mempertahankan tren pertumbuhan positif pada sepanjang tahun ini.
Presiden Direktur & CEO BCA Life Christine Setyabudhi mengatakan, perusahaan menetapkan proyeksi pendapatan premi sebesar Rp1,9 triliun untuk tahun ini. “Proyeksi ini mencerminkan komitmen BCA Life untuk terus meningkatkan kinerja keuangannya, dengan harapan mencapai peningkatan sebesar 15% dibandingkan dengan capaian 2023, di mana perusahaan berhasil mengumpulkan pendapatan premi sebesar Rp1,6 triliun,” ujarnya. Di sisi lain, bisnis asuransi jiwa diramal akan mulai mengalami rebound pada tahun ini, seiring dengan penyesuaian yang dilakukan oleh para pelaku industri terhadap Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No. 5/2022 tentang Produk Asuransi yang Dikaitkan dengan Investasi atau Paydi. Deputi Komisioner Bidang Pengawasan Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Iwan Pasila mengatakan regulator perlu memastikan pengaturan, pengawasan, dan perlindungan pemegang polis dapat dilakukan dengan baik untuk menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap industri asuransi. Aspek lain, lanjut Iwan, penyelesaian terhadap beberapa permasalahan yang masih ada di industri asuransi yang harus OJK tuntaskan sesuai dengan koridor ketentuan dan hukum yang ada. Dihubungi terpisah, praktisi manajemen risiko dan Ketua Umum Komunitas Penulis Asuransi Indonesia Wahyudin Rahman memproyeksi asuransi jiwa akan tetap didominasi dari produk tradisional dibandingkan dengan produk unit-linked. Sementara itu, Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia Togar Pasaribu menilai pendapatan premi dari produk Paydi bakal membaik tahun ini seiring dengan masifnya sosialisasi Surat Edaran OJK No. 5/2022.
JELANG PEMILU 2024 : Konveksi Perlu Rambah Digital
Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah mendorong pelaku konveksi lokal memperluas akses pasar melalui sistem digital seiring dengan peningkatan permintaan selama tahun politik 2024. Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM) Yulius menyatakan digitalisasi pemasaran bisa menaikkan volume penjualan secara drastis. Dia juga menyatakan Kemenkop UKM berencana membentuk wadah pemasaran online terpadu.“UMKM [usaha, mikro, kecil dan menengah] kita ini belum memasarkan bahan bakunya ke sistem digital, maka mereka harus beradaptasi,” ucapnya, Senin (8/1).
Yulius mendapati laporan dari pelaku konveksi di sejumlah pasar mengalami penurunan penjualan atribut kampanye. Bahkan, dia menambahkan penurunan penjualan pada periode Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 anjlok hingga 40%-90% dibandingkan penjualan atribut kampanye pada ajang Pemilu pada 2019.Yulius menduga salah satu penyebab anjloknya penjualan pelaku UMKM konveksi lantaran maraknya produk serupa yang lebih murah di e-commerce.
“Misalnya barang dari China, mereka gambar Garuda distempel, gambar PDIP distempel. Sebagian besar larinya ke sana, makanya salah satu penyebab berkurangnya [penjualan konveksi lokal] dari itu,” tuturnya.Sementara itu, Ketua Umum Ikatan Pengusaha Konveksi Bandung (IPKB) Nandi Herdiaman mengatakan bahwa penjualan atribut kampanye pada tahun ini turun hingga 70% dibandingkan pemilu 2019. Pada kampanye pemilu 2019, dia menjelaskan usaha konveksinya bisa mendapati orderan atribut kampanye sekitar 4 juta item—15 juta item dari partai.
Adaptasi Perilaku Konsumsi-Tabungan
Tahun 2023 yang baru saja berlalu akan dikenang sebagai tahun
di mana prediksi resesi meleset (Economist, Desember [2023]). Di AS, suku bunga
acuan naik, inflasi berangsur turun, tanpa perekonomian harus mengalami resesi.
Pertumbuhan ekonomi triwulan III-2023 bahkan tercatat 4,9 %, didorong pengeluaran
untuk jasa. Pertumbuhan ini adalah yang tertinggi sejak triwulan III dan IV-2022.
Pertumbuhan berbasis sektor jasa ini didukung data Indeks PMI (Purchasing Manager
Index) sektor jasa yang tetap dalam zona ekspansi, naik ke 51,3 pada Desember
dari 50,8 di bulan sebelumnya. Sementara PMI sektor manufaktur tetap dalam zona
kontraksi, turun dari 49,4 ke 47,9. Inflasi AS turun dari 3,2 % pada November
ke 3,1 % di Desember, terendah dalam lima bulan terakhir pada 2023. Inflasi ini
adalah imbas dari krisis energi dan pangan akibat konflik Rusia-Ukraina.
Hal yang menarik, adaptasi di sisi permintaan masyarakat ala
Hicksian compensated demand function (Mas-Collel et.al [1995]) atau HCDF turut
meminimalkan dampak inflasi. Dengan anggaran yang lebih lapang, kelas menengah
dapat merealokasi porsi konsumsi dari yang inflasi relatifnya tinggi ke yang
lebih rendah sehingga secara agregat momentum pertumbuhan tetap terjaga. Bank
Dunia pada 2020 memperkirakan 114,7 juta orang penduduk Indonesia menuju kelas
menengah, yang selama 2002 sampai dengan 2016 bertambah 7 sampai 10 % per
tahun. Kelas menengah adalah warga dengan pengeluaran Rp 1,2 juta-Rp 6 juta per
bulan. Semua ini turut berperan dalam perkembangan Indeks Keyakinan Konsumen
(IKK) publikasi BI yang secara konsisten di atas 120 sejak Mei 2022.
Pengamatan pada beberapa tujuan wisata saat liburan Natal dan
Tahun Baru lalu menunjukkan aktivitas konsumsi dengan mobilitas tinggi tetap
tidak terlalu terganggu. Untuk konsumsi simultan barang tahan lama dan nontahan
lama, adalah kombinasi pembiayaan cicilan dan mengurangi porsi pengeluaran
bulanan yang biasanya disisihkan untuk ditabung (average propensity to save/APS).
Perilaku ini membantu pertumbuhan manufaktur, perdagangan, transportasi,
hotel-restoran, dan informasi-komunikasi, terkointegrasi dengan multiplier
lintas sektor. Kelas menengah dengan adaptasi melalui HCDF membuat perekonomian
lebih berdaya tahan. (Yoga)
Hilirisasi dan Upaya Menguasai Mineral Kritis
Pemerintah berambisi meningkatkan nilai tambah produk tambang
dalam negeri,termasuk nikel dan tembaga. Selain dengan mendorong pembangunan
smelter yang juga bagian dari regulasi, pemerintah berniat menggenggam saham
lebih besar di perusahaan tambang PT Vale Indonesia serta PT Freeport Indonesia.
”Deal” ditargetkan tercapai tahun ini. Hilirisasi berupa peningkatan nilai
tambah produk pertambangan terus didengungkan pemerintah. Pada komoditas nikel,
pemerintah telah melarang ekspor bijih (ore) nikel sejak 2020. Saat ini,
tahapan minimal nikel untuk diekspor adalah feronikel, nickel pig iron (NPI),
ataupun nickel matte yang diproduksi oleh PT Vale Indonesia (PTVI), yang telah
beroperasi hampir setengah abad. Kontrak karya PTVI, yang dulu bernama PT
International Nickel Indonesia (Inco), bakal berakhir pada 2025. Jika PTVI
hendak melanjutkan operasi-produksi di Indonesia, kontrak perlu diperbarui
menjadi izin usaha pertambangan khusus (IUPK). Persyaratan yang harus dipenuhi
ialah pelepasan saham atau divestasi kepada Indonesia.
Pemerintah Indonesia menyambut penambahan saham PTVI bagi
Mind.id. Di sela-sela Konferensi KTT Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC)
2023 di San Francisco, AS, Jumat (17/11/2023) disaksikan Presiden Jokowi,
dilakukan penandatanganan perjanjian pendahuluan (heads of agreement) penambahan
saham untuk Indonesia. Lewat perjanjian awal tersebut, disepakati Mind.id akan menguasai
34 % saham PTVI atau yang terbesar. Sementara Vale Canada Limited (VCL)
memegang 33,9 % dan Sumitomo Metal Mining Co Ltd (SMM) 11,5 %. Adapun saham
PTVI yang selama ini dimiliki publik di Bursa Efek Indonesia 20,6 %. Pada komoditas
tembaga, pemerintah berencana menambah saham nasional 10 % di PT Freeport
Indonesia (PTFI). Itu bagian dari rencana perpanjangan IUPK PTFI, yang saat ini
berlaku hingga 2041 menjadi 2061 (perpanjangan 2 x 10 tahun). Namun, perlu
perbaikan regulasi untuk mewujudkan hal tersebut. Rencana peningkatan
penguasaan saham Indonesia, baik di PTVI maupun PTFI, menjadi harapan agar
sumber daya mineral bisa semakin dirasakan manfaatnya. (Yoga)
Pekerja Muda Enggan Bergabung ke Serikat Pekerja
Pekerja usia muda semakin enggan bergabung menjadi anggota
serikat pekerja. Disrupsi industri digital dan tren hubungan kerja yang
fleksibel menjadi factor yang melatarbelakanginya. ”Semua pekerja, sesuai UU No
13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, berhak memiliki serikat pekerja/serikat
buruh. Masalahnya, sistem bekerja saat ini berbeda dengan kerja konvensional.
Metode perekrutan ataupun penilaian kinerja karyawan sekarang mulai dipengaruhi
oleh teknologi digital,” ujar analisis Indonesia Labor Institute, Rekson
Silaban, di Jakarta, Senin (8/1/2024). Penduduk bekerja usia muda yang sekarang
semakin mendominasi pasar kerja, menurut Rekson, lebih menyukai hubungan kerja
yang tidak mengikat. Padahal, berjalannya serikat pekerja/serikat buruh (SP/SB)
membutuhkan pekerja yang memiliki majikan tetap agar dapat diajak berunding.
Oleh karena itu, Rekson berpendapat, SP/SB perlu mereformasi
diri agar relevan dengan pasar tenaga kerja yang semakin didominasi pekerja sektor
jasa dan teknologi informasi. Pertama, federasi memerlukan SP/SB khusus pekerja
jasa dan teknologi informasi. Kedua, cara rekrutmen dan advokasi anggota SP/SB
diubah menjadi lebih menggunakan media digital. Dosen Fakultas Ekonomi
Universitas Katolik Parahyangan, Indrasari Tjandraningsih, menyatakan,
kaderisasi dari SP/SB yang ada saat ini masih lemah. ”Faktor seperti itu
membuat bergabung menjadi anggota serikat kurang populer di kalangan pekerja
usia muda. Hubungan kerja yang semakin fleksibel juga menuntut pekerja mementingkan
terus bekerja dan mengutamakan memperoleh pendapatan (dibandingkan berserikat),”
tuturnya. (Yoga)
TRANSFORMASI BISNIS, Tanggap dan Jeli Merespons Perubahan
Jeli melihat perubahan zaman dan tren konsumsi masyarakat
menjadi salah satu kunci perusahaan agar bisa bertahan dan tumbuh
berkelanjutan. Menjawab kebutuhan masyarakat dan menggali potensi pasar juga
menjadi bagian integralnya. Demikian, pesan yang dibagikan Dirut PLN Icon Plus
Ari Rahmat Indra Cahyadi dan Wakil Presiden Direktur Asia Pulp Paper (APP) Suhendra
Wiriadinata pada acara CEO Talks Kompas100 CEO Forum 2023 Powered by PLN.
Masing-masing membagikan pengalamannya pada 1 Desember 2023 dan 17 November
2023. Ari menjelaskan, PT PLN Icon Plus adalah anak usaha PT PLN yang bergerak
di bidang penyedia jasa layanan teknologi informasi dan komunikasi digital bagi
pelanggan. ”Jadi, kami punya major concern jadi value leverage ke publik dari layanan
digitalisasi kelistrikan,” ujar Ari. PLN Icon Plus sudah memiliki 45 juta dari
85 juta pelanggan listrik yang telah mengunduh dan menggunakan aplikasi PLN
Mobile untuk menikmati layanan ini. Digitalisasi, menurut Ari, sudah menjadi
tren global.
Namun, isu pemerataan akses internet masih belum dirasakan di
sejumlah daerah di Tanah Air. Berbekal infrastruktur kelistrikan dari PLN, PLN
Icon Plus hadir menyambung koneksi digital di daerah-daerah itu. ”Kami
menjangkau masyarakat suburban dan rural,” ujar Ari. Selain memperluas akses
internet ke daerah-daerah, pihaknya menggali potensi bisnis dengan
mengakomodasi perubahan tren konsumsi masyarakat akan internet yang tak sekadar
konten atau bermain gim, tetapi bagaimana masyarakat melihat seberapa jauh konsumsi
listrik dari solar panelnya atau CCTV-nya melalui jaringan internet. Pihaknya
juga bekerja sama dengan banyak perusahaan rintisan teknologi untuk menciptakan
permintaan akan layanan internet.
Suhendra menyatakan, perkembangan zaman, teknologi, dan tren
gaya hidup digital makin mengurangi penggunaan kertas. Ini adalah keniscayaan.
”Kita tidak bisa lari dari era digitalisasi, otomasi, dan sebagainya. Maka,
kami harus merespons segala perubahan itu,” ujar Suhendra. APP memanfaatkan
perkembangan teknologi dengan menggunakan otomasi mesin dari industri hulu
hingga hilir. Ini meningkatkan efisiensi dan daya saing produksi. Digitalisasi
menciptakan peluang baru yang dimanfaatkan perusahaan. Misalnya, seiring
maraknya perdagangan digital, meningkat pula kebutuhan kertas kemasan untuk membungkus
barang e-dagang. Pihaknya juga terus berinovasi menciptakan produk yang
dibutuhkan masyarakat, misalnya, tisu untuk lap tangan, yang juga untuk tisu dapur
dengan spesifikasi ramah lingkungan. (Yoga)
Pulau Arnavat, Tempat Wisata Baru Sekaligus Penghalau Abrasi di Demak
Warga Desa Surodadi, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Jateng,
seolah mendapat hadiah berupa hamparan pasir di tengah perairan yang kemudian
dinamai Pulau Arnavat, yang dikembangkan menjadi tempat wisata, sekaligus
diharapkan bisa menghalau abrasi yang selama ini menggerus daratan. Matahari di
atas Pulau Arnavat bersinar cerah, Jumat (5/1/2024) siang. Sukoco (54), warga
setempat, sejak pagi hilir mudik menuju Pulau Arnavat untuk mengantar
pengunjung dengan kapalnya. Senyum lebar menghiasi wajah Sukoco. Pria itu menjadi
salah satu yang ketiban pulung dengan adanya Pulau Arnavat. Sudah lima tahun
terakhir Sukoco yang ”pensiun” dari aktivitas sebagai nelayan itu menjajal
usaha baru, yakni mengantar-jemput pemancing. Normalnya, Sukoco bolak-balik 3-4
kali sehari untuk mengantar pemancing.
Sejak Pulau Arnavat viral pada akhir 2023, Sukoco bisa bolak-balik
delapan kali sehari. Sekali jalan, kapal bermesin tempel 8 PK milik Sukoco mengangkut
tujuh penumpang. Setiap penumpang dikenai biaya Rp 10.000. ”Semoga Pulau
Arnavat bisa semakin ramai dikunjungi sehingga perekonomian masyarakat di
sekitar sini bisa ikut terangkat,” ucapnya. Kades Surodadi, Supriyanto,
mengatakan, setahun terakhir, muncul hamparan pasir di perairan 1 kilometer
dari daratan Surodadi. Pada Oktober 2023, hamparan pasir itu menetap dan terus
melebar hingga 60 hektar. Sejak saat itu, sejumlah kegiatan digelar di atas
hamparan pasir tersebut. Salah satunya, penanaman mangrove pada November 2023.
Acara digelar pemerintah desa setempat bersama Direktorat Polairud Polda
Jateng. Dari acara itu, tercetus ide untuk menamai pulau itu dengan nama
Arnavat, dari semboyan Polairud, yaitu Arnavat Dharpa Mahe, karena di laut kami
bangga.
”Setelah informasi terkait Pulau Arnavat ini viral, banyak
masyarakat yang berkunjung. Puncak kunjungan terjadi pada Desember 2023, di
mana ada ratusan orang yang berkunjung dalam sehari,” ujar Supriyanto Pada Rabu
(27/12/2023), Pemkab Demak meresmikan Pulau Arnavat sebagai destinasi wisata. SK
Pembentukan Desa Wisata Surodadi juga dikeluarkan oleh Pemkab Demak. Setelah
menjadi destinasi wisata, jumlah pengunjung ke Pulau Arnavat meningkat pesat.
Pada pergantian tahun, pengunjung di pulau itu mencapai 1.000 orang sehari. Pengunjung
hanya membayar parkir Rp 3.000 per kendaraan dan biaya menyeberang menggunakan
perahu untuk pergi-pulang ke Pulau Arnavat Rp 10.000 per orang. (Yoga)
Diplomasi Ekonomi Majukan Kesejahteraan Rakyat
Data Pertahanan Rahasia dan Berisiko
Asuransi Bumiputera Janji Bayar Klaim Rp 133,9 Miliar
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









