Ekonomi
( 40473 )PERTANIAN YANG DIGEMPUR TAMBANG DI MOROWALI
Hayani (50), warga Desa Tangofa, Bungku Pesisir, Morowali,
Sulteng, menilai tidak mudah lagi menemukan sawah di Morowali. Kalau tambang
banyak. Dulu ada padi ladang. Sekarang lahannya sudah jadi tambang,” ujarnya,
Jumat (29/12/2023). Hardin (60), warga lainnya, mengamini Hayani. ”Sekarang
tidak ada yang mau urus kebun. Anak-anak muda lebih memilih bekerja di tambang
atau pabrik nikel. Kami yang tua tidak kuat berkebun. Sudah tidak ada yang bikin
kopra. Kelapa di kebun tinggal ditendang-tendang, sudah diratakan untuk
tambang,” katanya. Sebagian kebunnya telantar, sebagian dibangun rumah kos
untuk karyawan. Dari lima kamar kosnya dia mendapatkan Rp 6 juta per bulan.
Rumahnya yang lain juga dikontrak perusahaan dengan sewa Rp 6 juta per tahun.
Menyusuri Bungku, ibu kota Morowali, Bahodopi, Bungku Pesisir,
hingga ke dekat perbatasan dengan Sultra, memang sulit menemukan sawah. Yang
ada hanyalah kawasan konsesi tambang dan industri nikel. Di antara lokasi
konsesi adalah permukiman penduduk. Bukit dan hutan di sekitar permukiman yang
berada di sepanjang jalan, tampak terbuka di banyak tempat akibat dikeruk.
Sebagian pembukaan lahan juga untuk area permukiman sebagai dampak banyaknya pekerja
dan pemilik usaha yang datang ke Morowali. Di laut, berjejer kapal yang mengangkut
material. Hal yang sama juga tampak jika menyusuri Bungku ke arah Morowali
Utara. Di kawasan ini, selain industri dan tambang, ada juga perkebunan sawit
yang tampak dominan. Hanya, di Kecamatan Bumi Raya dan Wita Ponda, segelintir warga
masih setia menanam padi, walau sudah dikepung tambang dan sawit.
Siswati (50), petani di Kecamatan Wita Ponda, masih menggarap
0,5 hektar sawah miliknya. Di luar itu, dia menyewa 1 hektar sawah orang lain untuk
digarap. Lokasi sawah ini dikepung perkebunan sawit dan kawasan tambang. Tak
jauh dari situ, ada pabrik yang sedang dibangun. ”Hasilnya cukup untuk makan.
Lebihnya dijual untuk keperluan lain. Tapi itu kalau tidak ada banjir,”
ujarnya. Sering terjadi banjir di wilayah itu. Bahkan, pernah banjir bandang. Kalau
baru menanam dan datang banjir, pasti padinya rusak dan petani harus menanam ulang.
Rusmi (55), pemilik sawah sekaligus penggilingan padi diKecamatan Bumi Raya mengaku
beberapa tahun terakhir, peng- gilingan padinya tak lagi banyak beroperasi. Kalau
dulu, sekali panen bisa sampai 2.500 karung gabah milik petani yang digiling di
tempatnya, sekarang, paling banyak 1.500 karung. Biasanya malahan kurang dari
itu. (Yoga)
Emas Jadi Instrumen Investasi Menarik di 2024
Komoditas emas menjadi alternatif instrumen investasi yang
prospektif pada tahun 2024 lantaran dinilai lebih stabil. Hal ini dilihat dari
karakteristik emas yang nilainya cenderung stabil di tengah perkembangan
kondisi perekonomian global. Praktisi pasar modal dan pengajar Magister Ekonomi
Terapan Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Yohanis Hans Kwee, mengatakan,
emas menjadi salah satu instrument investasi yang menarik pada 2024. Hal ini
tidak lepas dari pengaruh kebijakan bank sentral AS (The Fed) yang diperkirakan
telah mengakhiri kebijakan untuk menaikkan tingkat suku bunga acuan dan berpeluang
menurunkannya pada medio 2024. ”Emas menjadi sesuatu yang menarik karena
instrumen ini tidak memiliki yield atau return (imbal hasil), tetapi dari
capital gain. Dengan demikian, saat suku bunga turun, emas jadi menarik. Ke
depan, tren indeks dollar AS juga cenderung melemah dibandingkan dengan tahun
lalu yang membuat emas akan dihargai dalam dollar AS lebih murah sehingga
permintaannya pun meningkat,” katanya saat dihubungi dari Jakarta, Jumat
(5/1/2024).
“Pemilu 2024 tak hanya diselenggarakan oleh Indonesia, tetapi
banyak negara juga yang mengadakan pemilu sehingga membuat para investor akan
wait and see. Maka, emas dapat menjadi pilihan saat ketidak pastian tersebut meningkat,
terutama menjelang tahun pemilu dan di tengah konflik geopolitik,” ujarnya. BPS
menyebut, perkembangan harga emas sepanjang 2023 di pasar internasional
terlihat berada di level yang lebih tinggi dibandingkan tahun 2022. Per November
2023, harga emas menyentuh 1.984 dollar AS per troy oz atau meningkat 15 %
dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Senior Investment Information Mirae
Asset Nafan Aji Gusta berpendapat, kenaikan harga emas secara global didukung pernyataan
The Fed yang memutuskan untuk bersikap melunak dalam kebijakan moneternya atau
tidak menaikkan tingkat suku bunga acuannya. Kenaikan harga emas di tingkat
domestik juga menunjukkan daya beli masyarakat yang meningkat. (Yoga)
Ekspor Mebel dan Kerajinan Indonesia Anjlok 28 Persen
"Montase” Perdagangan
Sektor perdagangan tengah merepresentasikan satu wajah dua
muka. Di dalam negeri, harga barang dan jasa serba naik. Di luar negeri,
kemitraan dagang antar negara semakin mengotak dan restriksi dagang kian marak.
Kondisi itu bak montase atau gambar dengan makna baru yang terbentuk dari
potongan beberapa gambar yang ditempel dalam satu wadah. ”Montase” perdagangan
itu menjadi ”menu” penutup pada 2023 sekaligus ”menu” utama pada 2024. Kenaikan
harga pangan terutama terjadi akibat kenaikan biaya produksi, perubahan iklim,
dan dampak kenaikan harga bahan baku impor. Beras medium, misalnya, harga
rata-rata nasional tertingginya terjadi pada Oktober 2023, yakni Rp 13.210 per kg.
Harga tersebut naik 16,24 % secara tahunan, disebabkan penurunan produksi
akibat La Nina dan El Nino serta kenaikan biaya produksi padi. Biaya produksi
padi meningkat akibat kenaikan harga pupuk, benih, BBM, sewa tanah, dan tenaga kerja.
Gula pasir juga senasib. Produksi gula nasional turun akibat dampak
El Nino. Hal itu menyebabkan harga gula naik sejak Juli 2023. Harga rata-rata nasional
gula konsumsi hingga pekan ketiga Desember 2023 Rp 17.260 per kg, naik 17,26 %
secara tahunan. Harga gula dunia naik dibarengi depresiasi nilai tukar rupiah.
Hal itu membuat perusahaan swasta dan milik negara diminta mengimpor 1 juta ton
gula untuk cadangan gula pemerintah. Pemerintah perlu menyiapkan cadangan
pangan yang harganya mudah bergejolak seturut pola musiman itu. Peran dan
kehadiran Bapanas yang diperkuat Perum Bulog dan ID Food yang mendapat mandat
menyiapkan 11 komoditas cadangan pangan pemerintah perlu diperkuat, dibarengi peningkatan
produksi pangan yang dapat dibudidayakan di dalam negeri untuk mengurangi
impor.
Kinerja ekspor Indonesia mulai turun seiring penurunan harga
komoditas ekspor unggulan, seperti minyak sawit, batubara, besi dan baja, serta
nikel. Untungnya penurunan kinerja ekspor terjadi pada nilai ekspor, bukan
volume. Berdasar data BPS, nilai ekspor nonmigas Indonesia pada Januari-November
2023 mencapai 221,96 miliar USD atau turun 12,47 % secara tahunan. Tapi volume
ekspor nonmigas naik 6,92 % menjadi 612,42 juta ton. Positifnya, kinerja ekspor
Indonesia ke depan semakin ditopang hilirisasi yang mencakup industri besi dan
baja, gasifikasi batubara, bauksit, tembaga, pupuk, gula dan bioetanol, serta integrase
nikel, baterai kendaraan listrik dan kendaraan listrik. Program hilirisasi itu
turut menopang pertumbuhan investasi. Kementerian Investasi mencatat, nilai
realisasi investasi untuk hilirisasi pada Januari-September 2023 sebesar Rp 266
triliun. (Yoga)
DKI Jakarta Dorong Pertanian Kota
Ketahui Hak dan Kewajiban sebagai Bentuk Perlindungan Konsumen
Media massa ramai memberitakan tentang permasalahan antara pelaku usaha jasa keuangan (PUJK) dan konsumen beberapa waktu terakhir, yang disebabkan adanya ketidak sepahaman antara PUJK dan konsumen atas perjanjian yang telah disepakati. Asuransi unitlink merupakan produk asuransi yang memiliki manfaat investasi, tetapi sering kali dipahami secara berbeda oleh masyarakat dan pemegang polis. Perlu diingat, asuransi unitlink adalah produk asuransi, bukan produk investasi. Oleh karena itu, manfaat, risiko, biaya, dan ketentuan lainnya lebih ditekankan pada ketentuan asuransi. Manfaat investasi di asuransi unitlink adalah manfaat tambahan. Dengan memahami konsep ini, masyarakat dan pemegang polis dapat menyesuaikan penggunaan produk dengan tujuan keuangan dan profil risiko yang dimiliki. PUJK berkewajiban untuk menjelaskan secara detail kepada masyarakat dan pemegang polis tentang hal ini.
Permasalahan antara PUJK dan konsumen terekam dari jumlah pengaduan yang diterima OJK. Sejak awal Januari hingga 24 November 2023, OJK telah menerima 284.469 permintaan layanan, termasuk 20.622 pengaduan, 103 pengaduan berindikasi pelanggaran, dan 3.271 sengketa yang masuk ke dalam Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa Sektor Jasa Keuangan (LAPS SJK). Sebanyak 18.120 pengaduan (87,87 %) terselesaikan penanganannya melalui proses Internal Dispute Resolution oleh PUJK. Sebanyak 2.502 pengaduan (12,13 %) sedang dalam proses penyelesaian. Guna mewujudkan perlindungan konsumen dengan tetap memperhatikan ruang tumbuh bagi lembaga jasa keuangan (LJK), dibutuhkan penguatan berbagai aspek. Pertama, peningkatan literasi masyarakat sebagai konsumen tentang produk dan layanan jasa keuangan, di antaranya berkaitan dengan manfaat, risiko, dan biaya. Kedua, menyediakan produk dan layanan jasa keuangan sesuai kebutuhan dan profil risiko konsumen.
Ketiga, peningkatan pemahaman masyarakat tentang hak dan kewajibannya sebagai konsumen di sektor jasa keuangan. Dengan mengetahui hak dan kewajibannya, konsumen akan dapat memaksimalkan manfaat dari produk dan jasa keuangan yang dimiliki dan jika terjadi permasalahan di masa depan, konsumen mengetahui langkah yang dapat ditempuh untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Bagi PUJK, hal ini membantu mengurangi permasalahan yang timbul di kemudian hari dan mendorong kinerja PUJK. Dengan mengetahui hak dan kewajiban yang dimiliki, akan mendukung konsumen untuk cerdas berinvestasi dan meminimalkan kemungkinan terjadinya permasalahan di masa yang akan datang. Konsumen diimbau untuk memahami klausul dari perjanjian sebelum menandatanganinya. Jika ada hal yang masih belum dipahami, konsumen dapat bertanya kepada petugas pemasaran lembaga jasa keuangan. (Yoga)
Tabrakan Kereta Akibat Miskomunikasi
Optimalkan Daya Tawar Dalam Diplomasi Ekonomi
Jalur KA Track Butuh Perhatian Khusus
Gelontorkan Rp940 Miliar, Petrindo Jadi Pengendali Baru Petrosea
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









