Ekonomi
( 40600 )PERTUMBUHAN EKONOMI 2024 : MEMULIHKAN INDUSTRI UNGGULAN
Ekonomi Indonesia mampu melewati berbagai tantangan sepanjang 2023 dengan cukup baik. Memasuki tahun ini, keyakinan untuk menggapai pertumbuhan yang jauh lebih baik dipatok dengan memperhatikan berbagai dinamika global. Tetap hati-hati. Kalimat yang dilontarkan Presiden Joko Widodo dalam dua agenda pertemuan di pengujung 2023 yakni saat menghadiri Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) pada 29 November 2023 dan Outlook Perekonomian Indonesia yang digelar oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada 22 Desember 2023.“Tidak ada alasan untuk pesimistis memasuki 2024. Saya masih optimistis pertumbuhan ekonomi kita masih berada di kisaran 5%. Namun, kalau orang Jawa bilang tetap eling lan waspodo, harus selalu ingat hati-hati dan waspada. Ketidakpastian global masih berlanjut. Konflik di Timur Tengah yang bisa memicu kenaikan harga minyak global juga kemungkinan masih ada,” kata Kepala Negara.Presiden Jokowi pantas percaya diri. Sejumlah indikator makro masih baik sampai dengan kuartal III/2023. Laju ekonomi Indonesia tumbuh di kisaran 5%, di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi global di angka 2,9%.Selain itu, infl asi di dalam negeri terjaga di level 2,86% atau jauh di bawah rata-rata infl asi global di level 7,2%. Dalam laporan kinerja APBN 2023 yang dirilis pada Selasa (2/1), Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa pencapaian kinerja APBN jauh lebih cepat dari yang diperkirakan.“APBN kita sudah ahead of the curve. APBN 2 tahun berturut-turut [2022 dan 2023] sudah ahead of the curve, mampu untuk menyehatkan dirinya, namun pada saat yang bersamaan, menyehatkan ekonomi dan melindungi masyarakat,” kata Sri Mulyani. Menurut Sri Mulyani, pertumbuhan ekonomi di berbagai negara dunia juga cenderung lemah dan tidak merata. Ekonomi Amerika Serikat, contohnya masih resilien, sedangkan Asia tetap menjadi penopang pertumbuhan global di tengah tren ekonomi Eropa yang melemah.Dari sisi capaian kinerja APBN 2023, Sri Mulyani melaporkan pendapatan negara mencapai Rp2.774,3 triliun atau 112,6% dari target yang ditetapkan pada tahun lalu. Penerimaan perpajakan yang bersumber dari pajak serta penerimaan kepabeanan dan cukai yang mencapai Rp2.155,4 triliun mampu melampaui target yang dipatok pada 2023. Industri pengolahan dalam struktur produk domestik bruto (PDB) memiliki kontribusi cukup besar yakni di kisaran 20%. Demikian halnya dari sisi porsi penyerapan kredit bank, industri pengolahan memiliki pangsa sekitar 16%—17%, terbesar dibandingkan dengan industri lainnya.Demikian pula dari aspek daya serap tenaga kerja. Dalam rencana kerja pemerintah (RKP) 2023, pertumbuhan industri pengolahan dipatok antara 5,3%—5,6%. Namun, sampai dengan kuartal III/2023, capaian industri pengolahan baru sebesar 5,2%.Situasi parah di industri pengolahan dirasakan dari sisi ekspor.
Dari target 11,18% dalam RKP 2023, realisasinya justru minus 3,45%. Tahun ini, ekspor industri pengolahan diproyeksikan hingga 10,1%.
Menurut Ketua Umum Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Firman Bakrie, tantangan industri alas kaki pada tahun ini masih berat. Beberapa rencana relokasi industri dari luar negeri, terganjal dengan regulasi.
Sampai dengan Oktober 2023, pertumbuhan penjualan ekspor alas kaki mengalami penurunan sekitar 18% secara tahunan. Penurunan pertumbuhan penjualan sepanjang 2023 diproyeksina berkisar 20%.
Di samping itu, kondisi pasar domestik dinilai belum meyakinkan karena momentum Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 berdekatan dengan Hari Raya Idulfi tri.Kendati demikian, pesanan dari brand lokal untuk periode Lebaran diperkirakan bakal masuk pada Januari ini.
Adapun, Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jemmy Kartiwa Sastraatmaja menjelaskan kondisi industri tekstil dan produk tekstil (TPT) tahun ini belum akan banyak mengalami perubahan seperti tahun lalu.
Demikian halnya dengan Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) yang mengeluhkan tantangan serupa, terutama akibat geopolitik dan fenomena lonjakan infl asi di negara tujuan ekspor. Ketua Umum HIMKI Abdul Sobur menjelaskan target ekspor mebel dan kerajinan senilai US$5 miliar tak tercapai pada tahun lalu.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Anggawira menyatakan industri pengolahan yang berkontribusi besar terhadap PDB masih terpengaruh oleh ketidakpastian pasokan, fluktuasi harga bahan baku, dan gangguan rantai pasok akibat situasi geopolitik.
Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Mohammad Faisal menjelaskan butuh usaha lebih keras dan pendekatan efektif untuk meningkatkan kontribusi industri manufaktur dalam mengejar target yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Dari data yang ada, katanya pemerintah menargetkan skenario paling optimistis sehingga membuat realisasi seringkali di bawah yang diharapkan, kecuali ada upaya khusus dan ekstra yang dikerahkan agar target dapat tercapai.
Peneliti Pusat Makroekonomi dan Keuangan Indef Riza Annisa Pujarama menyatakan tanpa upaya perbaikan ekstra, langkah menuju RKP periode 2024 dipastikan berat.Terlebih, apabila sasaran 2024 dipatok sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020—2024.
Beberapa aspek yang bisa jadi bahan perbaikan pemerintah, antara lain optimalisasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), kemudian proaktif mencari solusi atas kendala dan tantangan sektor-sektor yang dalam tren melambat, serta sosialisasi insentif fiskal dunia usaha secara lebih masif.
Sebagai contoh, beberapa sektor industri manufaktur berorientasi ekspor tampak melambat karena berbagai macam restriksi dari negara tujuan ekspor. Hal itu perlu peran pemerintah dalam mengamankan dan mencari pasar.
Relasi Besar antara Bahasa dan Ekonomi
Mereka yang memilih belajar bahasa Indonesia di China melihat
peluang luas. Di dunia industri, Bahasa bekerja menyampaikan maksud perusahaan.
Semua menjadi contoh kecil hubungan besar antara bahasa dan ekonomi bekerja. Di
kantor pusat Build Your Dreams atau BYD, perusahaan baterai asal China yang
berkembang menjadi produsen kendaraan listrik dunia, 20 wartawan dari
Indonesia, bisa berkomunikasi dengan warga China dengan lancar. Bahkan,
menggunakan bahasa Indonesia. Di pusat perbelanjaan atau kantor BYD, sebagian
besar berbahasa Mandarin dan beberapa berbahasa Inggris. Dannie Zheng (23) warga
setempat, mampu berbahasa Indonesia fasih dan percaya diri menceritakan
mengenai BYD, tempatnya bekerja. Lini masa perkembangan usaha BYD ia jabarkan
satu per satu sejak pertama kali berdiri pada 1995.
Dannie bertindak seperti pemandu bagi rombongan wartawan asal
Indonesia untuk tur keliling kantor pusat BYD dan menjelaskan berbagai hal. Ia
mendampingi Presdir PT BYD Motor Indonesia Eagle Zhao yang menjelaskan banyak hal
dalam bahasa Inggris. Adapun Head of Marketing Communication PT BYD Motor Indonesia
Luther Panjaitan yang biasa menerjemahkan perkataan Zhao ke bahasa Indonesia. Dannie lulusan Program Studi Bahasa Indonesia
di Universitas Teknologi Hefei, di ibu kota Provinsi Anhui. Setelah lulus pada
medio 2023, Dannie langsung bekerja di BYD pada bulan Agustus di tahun yang
sama. ”Itu sangat potensial. Bahasa Inggris sangat kompetitif. Kalau (belajar)
bahasa Indonesia, mungkin saya bisa mencari kesempatan bekerja yang banyak dan
memperluas pengalaman,” katanya, apalagi hubungan China dan Indonesia berjalan
cukup baik dari tahun ke tahun. Seiring dengan itu, kerja sama ekonomi juga
terjalin.
BYD, kantor Dannie, sudah memulai bisnis di Indonesia sejak
2018. BYD menyediakan bus listrik dan mobil listrik untuk taksi. Pada 2024,
perusahaan terkemuka itu akan memperluas pasar kendaraan listrik mereka. Dannie
kemungkinan akan ditugaskan ke Indonesia pada pertengahan 2024. Di BYD, ia
tidak bekerja layaknya orang kebanyakan. Ia bertemu banyak orang baru,
menyampaikan maksud bahasa Mandarin seakurat mungkin ke bahasa Indonesia untuk
kepentingan perusahaan, dan memperluas jaringan pertemanan. Bahasa, dalam kadar
tersebut, tidak bisa dilihat sebagai alat komunikasi semata. Ada kepentingan
lain yang mengiringinya, yakni ekonomi. Bagi Dannie, kemampuan berbahasa membuatnya
bisa mendapat pekerjaan. Bagi BYD, maksud dan tujuan mereka tersampaikan
melalui bahasa yang ditulis wartawan Indonesia. (Yoga)
PERMINTAAN KREDIT : LEMAH KALA LIKUIDITAS BERLIMPAH
Industri perbankan menjadi motor utama bagi dunia usaha dalam melakukan ekspansi. Perlahan, penyaluran kredit oleh bank meningkat sekaligus menjadi sinyal pemulihan ekonomi di Tanah Air. BI rate berpeluang besar akan mengalami penurunan pada 2024 seiring dengan penurunan FFR [Fed Fund Rate]. Kemungkinan besar penurunan akan terjadi pada kuartal II/2024,” ujar Chief Economist PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Anton Hendranata saat berbicara dalam diskusi Tantangan Pelik Ekonomi di Tahun Pemilu pada 13 Desember 2023.Dalam kajian yang disusunnya, penurunan BI 7 Days Repo Rate (BI7DRR) sebesar 1% akan mendorong pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) perbankan sebesar 0,36%, lalu pertumbuhan kredit rumah tangga sebesar 0,07%, dan pertumbuhan kredit produktif sebesar 0,11%.Alurnya, ketika suku bunga acuan turun akan diikuti dengan menipisnya biaya investasi. Biaya investasi yang turun berpotensi mendorong permintaan terhadap kredit produktif yang akan mengungkit output baik dari sisi penyerapan tenaga kerja maupun kenaikan pendapatan. Dalam Rapat Dewan Gubernur pada 20—21 Desember 2023, Bank Indonesia masih mempertahankan BI7DRRdi level 6%.Bank sentral juga melaporkan permintaan kredit sampai dengan November 2023 masih kuat dengan pertumbuhan sebesar 9,7% year-on-year (YoY). Angka itu masih sejalan dengan sasaran proyeksi pertumbuhan kredit pada 2023 di kisaran 9%—11%.
Dari sisi permintaan kredit modal kerja (KMK) tumbuh paling kuat 10,2% YoY, diikuti kredit investasi 9,4%, dan kredit konsumsi sebesar 9,1%.Terdapat empat sektor ekonomi yang kreditnya tumbuh digit ganda yakni jasa sosial/masyarakat, pertambangan, pengangkutan, dan jasa dunia usaha.
Sementara itu, pergerakan suku bunga kredit pada 2023 cenderung naik. Sampai dengan November 2023, suku bunga rata-rata kredit berada di level 9,29% atau lebih tinggi dari posisi pada akhir 2022 sebesar 9,15%.
Menurut Ketua Bidang Pengembangan Kajian Ekonomi Perbankan Perbanas Aviliani, daya serap kredit sedang tidak banyak, terlebih di tengah ketidakpastian jelang tahun politik.
ermintaan kredit, katanya akan turut dipengaruhi oleh suku bunga yang cenderung naik bertahap dan diperkirakan melandai pada semester II/2024.“Perbankan sebenarnya sedang tidak mudah. Bank yang tidak efi sien akan susah bertahan di masa yang datang. Karena demi menjaga tetap kompetitif di pasaran, mereka membutuhkan modal yang besar, sementara margin makin tipis karena suku bunga kredit hanya bisa naik terbatas,” katanya.Industri bank memilih target penyaluran kredit yang tak agresif.“Kami masih tetap menargetkan pertumbuhan kredit korporasi sekitar 7% pada tahun ini,” ujar Presiden Direktur PT Bank CIMB Niaga Tbk. Lani Darmawan.Sementara itu, Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Royke Tumilaar menyatakan perseroan optimistis dengan pertumbuhan kredit 9%—10% pada tahun ini.
Ekonom Makroekonomi dan Pasar Keuangan Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) Teuku Riefky berpandangan saat ini perbankan masih sulit menyalurkan kredit karena sektor riil yang cenderung turun.
PERFORMA MANUFAKTUR : Bekal Kuat Industri Baja Nasional
Indonesia Iron & Steel Industry Association (IISIA) optimistis menghadapi 2024, karena ada sentimen yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan konsumsi baja nasional. Selain geliat properti, dan naiknya belanja infrastruktur pemerintah, pertumbuhan permintaan di pasar global otomotif juga diproyeksi bakal membuat industri baja lebih baik. Dalam laporan terbarunya, IISIA meneropong pertumbuhan konsumsi baja bakal sejalan dengan tren peningkatan pada 2020—2023. Adapun, tahun lalu konsumsi baja nasional mencapai 17,4 juta ton, naik dari 16,6 juta ton pada 2022. Dalam laporan tersebut, IISIA juga memprediksi pertumbuhan sektor pengguna baja nasional bakal meningkat, seperti infrastruktur dari belanja pemerintah pada 2024 yang bakal naik 7,9% menjadi Rp423 triliun. Di sisi lain, sektor otomotif juga diyakini akan berkontribusi positif dalam menyerap produk baja nasional. Berdasarkan data Gaikindo, penjualan mobil baru pada 2024 sebesar 1,1 juta unit, meningkat dari 1,05 juta unit pada 2023. Dalam kesempatan terpisah, Chairman IISIA Purwono Widodo mengatakan, pihaknya bakal memaksimalkan pasar domestik untuk menggenjot pertumbuhan di tengah beragam persoalan yang bisa menghambat pertumbuhan pasar global.
Harapan Pekerja Muda di 2024
BPS pada 2022 melaporkan, jumlah pekerja usia 25-29 tahun mencapai 17,18 juta, jumlah tertinggi kelompok usia angkatan kerja, diikuti usia 30-34 tahun sebanyak 16,9 juta. Di awal tahun 2024, para pekerja muda mendasarkan harapan agar perekonomian tetap bertumbuh di tengah tahun politik dan ketidak pastian global. Mereka juga menebar optimisme dengan mengambil langkah pribadi yang kreatif seperti memasarkan produksi sendiri hingga menggunakan barang dengan lebih bijak demi menjaga bumi lebih baik. Perekonomian Indonesia tahun ini akan menghadapi tantangan dengan adanya pemilu di Tanah Air dan di AS. Keduanya berpotensi menimbulkan ketidak stabilan. Hasil pemilu dinanti karena memengaruhi bagaimana kebijakan ekonomi ke depan. Harapannya di tahun ini, pemilu berjalan aman damai sehingga tidak ada konflik horizontal. Stabilitas politik akan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Beberapa harapan dan antisipasi para pekerja muda diantaranya : Gloria Fransisca (31) Karyawan Swasta di Jakarta, berharap ada tindakan membasmi kejahatan keuangan perbankan dan pinjaman daring ilegal. Marshall Sautlan (30) Karyawan BUMN di Jakarta, melihat ekonomi 2024 dengan optimistis tetapi realistis. Tantangan ekonomi ditambah tahun politik tidak bisa diabaikan. Dengan adanya inflasi dan ketidakstabilan pasar global, kita harus lebih hati-hati dalam mengelola keuangan keluarga. Namun, perlu memanfaatkan peluang investasi dan teknologi untuk mencari cuan dan tabungan tambahan. Ia berencana mencari peluang dari jual beli pasar saham, juga memanfaatkan aplikasi jual beli e-dagang untuk jualan tas buatan sendiri. (Yoga)
Indonesia Tak Boleh Lemah
Efek Pemilu, Simpanan Kelas Kakap Surut
Optimalisasi Kredit Usaha Alsintan Dukung Pertumbuhan Ekonomi
Siasat Perbankan Himpun Dana Non-DPK
Trafik Data Saat Nataru Naik hingga 19%
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









