Ekonomi
( 40600 )TABRAKAN KERETA : Pelajaran Berharga dari Cicalengka
Ciiiittt, duoaarrr!!Suara berdecit, yang diikuti suara keras seperti bom meledak itu mengejutkan warga Cicalengka, Bandung, Jumat (5/1/2024), sekira pukul 06.03 WIB, KA Turangga bertabrakan dengan KA Commuterline Bandung Raya.“Pokoknya tadi pagi saya lagi di dalam, terdengar suara seperti decitan, terus ada kaya suara bom,” ungkap Dede (53) warga Babakan DKA, Cikuya, Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jumat (5/1). Semula ia menduga suara decitan dari jalur kereta api adalah suara batu atau koin yang kerap disimpan warga yang iseng di jalur kereta.
Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati menuturkan insiden tersebut melibatkan KA Turangga (KA Plb 65A) dengan KA Commuterline Bandung Raya (KA 350) di Cikuya, Cicalengka, pada lintas Cicalengka-Haurpugur KM 181+700.KA Turangga membawa 287 orang, adapun KA Commuterline sebanyak 191 penumpang. Tidak ada korban jiwa dari penumpang. Namun, 4 orang petugas meninggal dunia, yakni masinis, asisten masinis, pramugara, dan security.
Joni memastikan KAI akan memberikan kompensasi bagi penumpang terdampak, sesuai Permenhub Nomor PM 63 Tahun 2019 tentang Standar Pelayanan Minimum Angkutan Orang dengan Kereta Api.Adapun Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengambil langkah cepat dengan menurunkan tim investigasi ke lokasi kejadian. “Investigasi berlangsung 4 hari, terhitung mulai 5 Januari 2024,” jelas Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan kecelakaan ini menjadi pelajaran mahal bagi seluruh pemangku kepentingan. Dia berharap insiden ini dapat menjadi pemicu untuk meningkatkan keamanan dan pelayanan.“Marilah kita bersama-sama memperbaiki apa yang menjadi layanan kita semuanya,” jelas Budi Karya di Jakarta, Jumat (5/1).Berdasarkan data Dirjen Perkeretaapian, jumlah kecelakaan kereta api cenderung menurun sejak beberapa tahun terakhir. Tahun ini sampai dengan September, tercatat 7 kecelakaan. Adapun pada 2022 sebanyak 13 kecelakaan.
UDANG BEKU : RI Hadapi Gugatan Dumping AS
Pemerintah siap menghadapi gugatan antidumping dan antisubsidi atas udang beku yang disampaikan American Shrimp Processors Association (ASPA). Hal tersebut disampaikan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono seusai pertemuannya dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Jumat (5/1).Jokowi dalam arahannya meminta Trenggono dan jajarannya untuk segera menindaklanjuti gugatan tersebut.“[Arahan dari Presiden] ya dikerjakan. Kalau enggak nanti industri itu [udang] mati kita, kena antidumping, dikenai bea masuk,” kata Trenggono kepada awak media di Istana Negara, Jumat (5/1).Amerika Serikat merupakan pasar ekspor terpenting bagi udang beku Indonesia. Ekspor udang beku Indonesia pada 2022 tercatat senilai US$1,65 miliar, yang mana Amerika Serikat mengontribusi US$946,94 juta (57%).
Tuduhan dumping terhadap udang beku Indonesia dilayangkan oleh ASPA melalui petisi yang disampaikan kepada Departemen Perdagangan AS pada Oktober 2023. Melansir laman resminya, Jumat (5/1), Aspa mengajukan pengenaan bea masuk antidumping atas impor udang air hangat beku asal Ekuador dan Indonesia.
Presiden ASPA Trey Pearson mengatakan, pasar udang AS telah kewalahan lantaran impor udang dengan harga yang terlalu rendah dalam jumlah besar, yang mengakibatkan rendahnya harga di dermaga, penurunan pangsa pasar dalam negeri, penurunan margin keuntungan secara signifi kan, dan tingkat persediaan yang tinggi.ASPA mencatat impor dari keempat negara itu lebih dari US$6,6 miliar pada 2022, mencakup lebih dari 90% seluruh impor udang air hangat beku.
Aturan Baru Bunga Pinjaman Diharapkan Beri Manfaat Lebih Besar
OJK telah menerbitkan ketentuan baru yang mengatur tata
kelola industri pinjaman daring, salah satunya mengenai suku bunga pinjaman.
Aturan baru tersebut diharapkan dapat dilaksanakan secara optimal oleh para
pelaku usaha industri pinjaman daring sehingga tidak membebani masyarakat.
Sebelumnya, OJK telah menerbitkan Surat Edaran (SE) No 19/SEOJK.06/2023 tentang
Penyelenggaraan Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi. Melalui
SE ini, OJK mengatur berbagai kegiatan usaha pinjaman daring, mulai dari
mekanisme penyaluran dan pelunasan, batas maksimum manfaat ekonomi (suku
bunga), hingga mekanisme penagihan. Aturan berlaku per 1 Januari 2024, dengan
bunga pinjaman produktif 0,1 $ per hari atau 36 persen per tahun dan menjadi
lebih rendah 0,067 % per hari atau 24,45 % per tahun pada 2026. Sementara itu,
batas atas bunga pinjaman konsumtif ditetapkan sebesar 0,3 % per hari atau
109,5 % per tahun dan berturut-turut akan diturunkan menjadi 0,2 % per hari
atau 73 % per tahun pada 2025 dan menjadi 0,1 % per hari atau 36 % per tahun
pada 2026.
SE OJK No 19/2023 itu juga menetapkan, batas maksimum denda
keterlambatan sama dengan batas atas suku bunga pinjaman. Secara keseluruhan,
batas suku bunga dan denda keterlambatan ditetapkan tidak lebih dari 100 %
nilai pendanaan yang diberikan. Pebriansyah (23), pelaku usaha minuman
tradisional di Kabupaten Sleman, DIY, Kamis (4/1/2024), menyebut, sebagian modal
usahanya berasal dari pinjaman daring. Ketentuan baru mengenai bunga pinjaman
itu diharapkan tidak lagi memberatkan pelaku usaha yang menerima pinjaman
sehingga dapat memberikan manfaat lebih besar. ”Kalau harapannya, bunganya
wajar saja dan syukur-syukur bisa lebih rendah karena bunga pinjaman itu mengurangi
keuntungan,” ucapnya. Perbandingan keuntungan antara saat ambil pinjaman daring
dan bukan, 1:3. ”Dengan modal sendiri bisa untung Rp 300.000, dari pinjaman
daring karena bayar bunga, untungnya hanya Rp 100.000,” ucapnya. (Yoga)
Momentum Investor Lama di Bursa Komoditas Berjangka
Tahun ini diperkirakan menjadi momentum baik bagi investor
ritel bermodal besar yang berpengalaman di perdagangan berjangka komoditas.
Komoditas emas menjadi salah satu produk berjangka yang pergerakan harganya semakin
menarik. Perdagangan berjangka komoditas menawarkan produk investasi dalam
bentuk fisik atau kontrak (derivatif) komoditas tertentu dengan pergerakan
harga sebelum kontrak sebagai dasar jual-belinya. Investasi ini masih akan
banyak dipengaruhi ketidak pastian politik dan perekonomian di luar negeri.
”Tahun ini adalah momentum yang tepat bagi investor ritel yang sudah
berpengalaman dalam transaksi di bursa berjangka untuk mendapatkan keuntungan
karena momen ini bersamaan dengan meningkatnya ketegangan geopolitik dan prediksi
The Fed (bank sentral AS) akan menurunkan suku bunga di paruh kedua 2024,”
jelas ekonom dan Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi, Kamis
(4/1/2024).
Situasi global berpengaruh karena harga produk-produk dalam
sistem perdagangan komoditas berjangka dipengaruhi perdagangan luar negeri,
seperti produk emas, timah, minyak sawit mentah, hingga valuta asing dan indeks
pasar modal negara luar. Rencana penurunan suku bunga AS yang berpengaruh ke global
menjadi kabar baik bagi investor, kata Ibrahim, karena kondisi tersebut memberi
peluang pada perusahaan dan ritel berekspansi lebih giat dan menaikkan
kepercayaan akan membaiknya situasi ekonomi. Indonesia Commodity & Derivatives
Exchange (ICDX) Group, salah satu organisasi regulator mandiri perdagangan bursa
berjangka di Tanah Air, sudah merasakan efek dari sentimen-sentimen global di
awal Tahun Baru ini. ”Besaran transaksi dua hari perdana perdagangan tahun 2024
ini menjadi awal yang baik di industri perdagangan berjangka komoditas,
khususnya di ICDX. Kami optimistis, tahun 2024 transaksi akan tumbuh positif
dibandingkan dengan tahun 2023,” kata Dirut ICDX Nursalam dalam keterangan
tertulis. (Yoga)
Biaya Remitansi Tinggi Gerus Upah Buruh Migran
Remitansi pekerja migran secara global sepanjang 2023 meningkat
3 % dibanding tahun sebelumnya, menjadi 860 miliar USD. Capaian ini merupakan
yang tertinggi selama tiga tahun berturut-turut. Dengan catatan, biaya transfer
masih tinggi. Demikian laporan Bank Dunia mengenai Migration and Development
Brief 39 per Desember 2023. Peningkatan keseluruhan remitansi amat dipengaruhi
oleh jumlah pengiriman menuju negara Asia bagian selatan, terutama India,
Pakistan, Bangladesh, Sri Lanka, dan Nepal. Pengiriman uang ke India, disebut
oleh Bank Dunia, adalah yang terbesar di Asia selatan, dengan total 125 miliar
USD dan berkontribusi 60 % terhadap total pengiriman di Asia selatan.
Kenaikan nilai remitansi ke India berkaitan dengan warga
negara India berketerampilan tinggi yang bekerja di AS, Inggris, dan Singapura.
Salah satu keterampilan tinggi yang dimaksud adalah pemrograman teknologi informasi.
Remitansi menuju negara-negara Asia timur dan Pasifik, kecuali China, naik 7 %
pada 2023 dibanding 2022. Pengiriman uang ke Filipina, khususnya, masih berada
di jalur pemulihan sejak 2021. Bank Dunia menyebut, mengurangi biaya transfer
masih menjadi isu bagi negara berkembang. Padahal, PBB dalam sasaran pembangunan
berkelanjutannya menargetkan pengurangan biaya transfer oleh pekerja migran
menjadi kurang dari 3 % pada 2030. Mengutip Nikkei Asia, Bank Dunia mengatakan,
biaya remitansi untuk nominal 200 USD mencapai 6,2 % pada triwulan II-2023.
Angka ini naik tipis dari periode yang sama pada 2022, yaitu 6 %. Pada triwulan
II-2023, biaya remitansi uang dari Jepang ke luar negeri 7,1 %. Ini menjadi
biaya transfer tertinggi di antara negara G7.
Negara-negara yang tergabung dalam G20 mempunyai target
menurunkan biaya remitansi menjadi 5 persen. Namun, hanya pengiriman uang dari
Korsel dan Arab Saudi yang sudah melampaui target itu. Biaya transfer dari Korsel
turun menjadi 3,6 % dan Arab Saudi menjadi 4,7 %. Direktur Eksekutif Migrant Care
Wahyu Susilo, Kamis (4/1/2023), di Jakarta, mengatakan, rata-rata biaya
remitansi secara internasional dalam satu dekade relatif belum turun. Kisarannya
mencapai 10-12 %. Kalangan aktivis dan pegiat hak pekerja migran sering mengatakan
bahwa salah satu pengisap upah pekerja adalah lembaga keuangan yang
memfasilitasi pengiriman uang internasional. ”Biaya remitansi ke Indonesia
mungkin masih tergolong moderat. Di wilayah lain, seperti pekerja migran asal
Etiopia yang bekerja di Arab Saudi, terbebani dengan tingginya biaya pengiriman
uang internasional yang mencapai 30 %,” ujarnya. (Yoga)
PT ADM Kembali Ekspor Mobil Daihatsu
Produksi Stagnan, Ekspor Sawit Turun
Rezeki Mengalir dari Rumah Tua di Tepian Sungai Musi
Rumah ataupun bangunan tua di tepian Sungai Musi, Palembang,
bukan sekadar benda usang. Kalau dikelola dengan serius, jejak perdagangan masa
lampau itu bisa menjadi tempat wisata yang mengalirkan rezeki. Keberkahan
tersebut dirasakan pasangan Budiman (56) dan Ani Srimayanti (50) serta tiga
anak mereka yang menghuni Rumah Baba Ong Boen Tjit, rumah peninggalan saudagar
rempah asal China, Ong Eng Twan, di tepian Sungai Musi di Kelurahan 3-4 Ulu,
Palembang, Sumsel. Budiman adalah generasi keenam dari Ong Eng Twan. ”Rumah ini
didirikan Ong Eng Twan lebih kurang 300 tahun lalu. Namun, kami memilih
menamakan rumah ini dengan Ong Boen Tjit, salah satu dari tiga anak Ong Eng Twan
yang sukses meneruskan usaha tersebut,” ujar Ani saat dijumpai, Rabu (20/12/2023).
Rumah Baba Ong Boen Tjit tetap menjadi tempat tinggal yang nyaman bagi keluarga
Budiman. Rumah itu terus berdiri kokoh dan bentuknya tidak pernah berubah
karena terbuat dari kayu unglen atau kayu besi berkualitas tinggi.
Rumah yang memadukan arsitektur Palembang dan China itu turut
memberikan manfaat lebih untuk kebutuhan hidup keluarga Budiman. Enam tahun
terakhir, mereka mendapat tambahan rezeki setelah rumah itu sukses menyedot
turis sebagai salah satu destinasi wisata Palembang. ”Mungkin ini berkat
harapan leluhur yang tertulis di rumah ini. Tulisan beraksara China di pintu
depan artinya masa berjaya dan sepanjang tahun, sedangkan tulisan beraksara
China di pintu tengah artinya paviliun panjang usia dan hutan rezeki,” kata Ani,
perempuan asal Pacitan, Jatim, yang ikut bermukim di rumah tersebut sejak 1999.
Ani mengisahkan pada November 2017, Generasi Pesona Indonesia (Genpi) Sumsel
mengajak berkolaborasi untuk membentuk Pasar Baba Boen Tjit sebagai ruang diskusi
komunitas dan berjualan penganan khas Palembang yang memberdayakan masyarakat
sekitar. Setelah sembilan bulan atau pada Agustus 2018,
Genpi Sumsel menganggap Budiman dan Ani mampu berdikari dalam
mengelola potensi wisata. Dengan beragam inovasi, Budiman dan Ani mengembangkan
usaha wisatanya dari sekadar menjual rumah sebagai tempat berfoto hingga menjadi
wisma tamu (guest house). Seusai itu, Budiman dan Ani mencoba usaha kuliner. Mereka
menerima pesanan makanan khas Palembang dan bisa makan di tempat dengan minimal
pesanan 20 porsi per kelompok. Pelan tetapi pasti, konsep yang melibatkan para tetangga
itu diterima wisatawan dalam dan luar Sumsel. Kini, dalam sebulan, mereka bisa
menerima 12 kelompok. Harga kuliner itu beragam, seperti ragit Rp 15.000 per porsi,
pindang Rp 35.000-Rp 80.000, serta nasi hainan dan fuyunghai Rp 35.000-Rp
40.000. Ada pula paket ngidang atau tradisi makan bersama khas Palembang dengan
menu nasi ayam kecap seharga Rp 250.000 untuk empat orang. Usaha itu menambah
pemasukan yang telah stabil dari kunjungan wisatawan dengan rata-rata 25 orang
per hari. Adapun tarif karcis kunjungan Rp 10.000 per orang. ”Sejak ada
tambahan penghasilan dari pariwisata, gaji suami sebagai wiraswasta bisa
disisihkan untuk ditabung,” ujar Ani. (Yoga)
Ekspor Nonmigas Ditarget Rebound Tahun Ini
Barito Renewables Diprediksi Masuk Indeks MSCI, Potensi Gain 25%
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









