Ekonomi
( 40473 )BEI Suspensi Perdagangan Saham KAYU
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan alias suspensi saham PT Darmi Bersaudara Tbk (KAYU) per Rabu (3/1). Penghentian sementara ini karena terjadinya penurunan harga kumulatif yang signifikan pada saham KAYU.
"Penghentian sementara perdagangan saham KAYU tersebut dilakukan di pasar reguler dan pasar tunai," tulis manajemen BEI, Rabu (3/1).
Pada perdagangan terakhir, Selasa (2/1), saham KAYU ditutup melemah 34,71% atau turun 42 poin ke level harga Rp 79 per saham.
Pengamat pasar modal dan pendiri WH-Project, William Hartanto mengatakan, penghentian tersebut wajar terjadi. Ini setelah terjadinya
auto rejection
bawah (ARB) berhari-hari terhadap saham KAYU. "Ke depan perdagangan saham KAYU berpotensi lebih sepi," katanya ke KONTAN Rabu (3/1).
Sementara
Senior Investment Information
Mirae Aset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta menilai, emiten KAYU tengah mengupayakan memperkuat kinerja fundamentalnya di tengah faktor
unusual market activity
yang terjadi pada KAYU. "Supaya
cooling down
," tuturnya.
AMRT Tambah 800 Gerai Tahun Ini
Emiten ritel, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) bakal terus melanjutkan ekspansi bisnisnya di tahun ini. Pihaknya menargetkan penambahan 800 gerai baru di tahun 2024. "Kami menutup tahun hingga akhir 2023 dengan 19.100 gerai dan penambahan satu pusat distribusi di Madiun. Sementara rencana penambahan gerai di tahun 2024 sebanyak 800 gerai," ujar GM Corporate Communications AMRT, Rani Wijaya kepada KONTAN, Selasa (2/1). Rani mengungkapkan, penambahan 800 gerai tersebut akan menyasar wilayah di luar kota-kota besar di Indonesia, terutama di luar Pulau Jawa. Di sisi lain, AMRT optimistis tren pertumbuhan bisnis selama tahun 2023 akan berlanjut hingga tahun 2024. Rani menyatakan, kondisi ekonomi dalam negeri sudah semakin membaik paska pandemi Covid-19. Hal ini juga yang membuat daya beli masyarakat terus meningkat. Meskipun 2024 merupakan tahun politik, proyeksi bisnis ritel akan semakin membaik karena melanjuti kinerja yang sudah baik di 2023. Sekadar informasi, tahun 2024 diprediksi menjadi tahun pemulihan bagi sektor ritel.
Pasalnya, pada tahun ini mobilitas masyarakat sudah tak lagi dibatasi serta adanya momentum politik, seperti Pemilihan Umum (Pemilu) dan Pemilihan Kepala Daaerah (Pilkada) serentak. Ajang pesta demokrasi diyakini dapat meningkatkan pertumbuhan sektor ritel.
Hingga kuartal III-2023, AMRT membukukan laba bersih sebesar Rp 2,19 triliun, tumbuh 25,1% dibandingkan periode sama tahun 2022 yang tercatat sebesar Rp 1,751 triliun.
Pengelola gerai ritel Alfamart ini menyiapkan sejumlah strategi untuk memaksimalkan laju bisnisnya di tahun 2024. Salah satunya melalui
digital initiatives, yakni pengoptimalan
omnichannel
Alfamart melalui aplikasi Alfagift yang semakin membuka jalan dan potensi lain untuk pengembangan bisnis Alfamart, khususnya manajemen hubungan pelanggan (
Customer Relation Management
/CRM) dan teknologi.
Pengembangan
omnichannel
seperti Alfagift ini sebenarnya sudah dilakukan sejak tahun lalu. Namun, manajemen AMRT terus berupaya menyempurnakannya. Ini dilakukan setelah melihat tingginya minat belanja masyarakat secara daring atau online.
Terkait anggaran dana belanja modal atau
capital expenditure
(capex) tahun ini, Manajemen AMRT juga belum bersedia memberikan rinciannya.Namun, Rani menjelaskan sebagian besar capex dialokasikan untuk keperluan ekspansi usaha.
Sebagai gambaran, pada tahun 2023 lalu, AMRT mengalokasikan dana capex sebesar Rp 4 triliun–Rp 4,4 triliun.Dana yang dinilai cukup untuk agenda ekspansi AMRT.
Harapan Menyertai Pembukaan Bursa
Harapan menyertai
pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) 2024. Pasar modal Indonesia
diharapkan melanjutkan resiliensinya dengan tumbuh positif pada 2024. Pemangku
kebijakan di sistem pasar modal perlu berinovasi untuk meningkatkan ketahanan, khususnya
di pasar domestik. ”Secara khusus, BEI diharapkan mampu meningkatkan likuiditas
perdagangan saham, termasuk aktivitas perdagangan
saham dan frekuensi transaksi, serta senantiasa mengedepankan prinsip
akuntabilitas, transparansi, dan tata kelola yang baik,” kata Wapres Ma’ruf
Amin pada pembukaan perdagangan BEI
tahun 2024 di Jakarta, Selasa (2/1/2024). Wapres Amin memproyeksikan,
pasar modal Indonesia semakin positif pada 2024 setelah menunjukkan kebangkitan
pada 2023. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pasar modal tahun lalu ditutup di
posisi 7.272 poin atau tumbuh 6,16 % dibandingkan penutupan perdagangan tahun 2022.
Rekor tertinggi tercatat pada perdagangan Jumat (29/12) di posisi 7.303 poin.
”Berkaca pada kinerja
pasar modal Indonesia sepanjang 2023, kita sepantasnya optimistis. Selain
stabilitas pasar modal yang terjaga, pertumbuhan positif tampak dari meningkatnya
aktivitas perdagangan, jumlah penghimpunan dana, serta jumlah investor ritel,”
kata Amin. Pasar modal Indonesia mencapai rekor kapitalisasi pasar tertinggi
pada 28 Desember 2023 senilai Rp 11.762 triliun. Atas capaian tersebut, BEI
selaku penyelenggara pasar modal menempati peringkat ke-9 dari segi total penghimpunan
dana di antara bursa saham global. BEI juga menempati peringkat ke-6 dunia
tahun ini dari segi penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham.
Hal ini didukung aktivitas IPO oleh 80
perusahaan baru pada 2023 yang menjadi pemecah rekor sepanjang sejarah pasar
modal Indonesia. Total penggalangan dana atau emisi dilakukan 222 kali. Total dana
terkumpul mencapai Rp 255,21 triliun. (Yoga)
Komitmen dan Tata Kelola Dapen
Selama 2023, dana pensiun atau dapen BUMN kerap diberitakan bermasalah. Diduga ada puluhan dapen dengan rasio kecukupan dana di bawah 100 %. Kementerian BUMN mengungkapkan bahwa 70 % dari 48 dapen pelat merah punya masalah terkait penyimpangan investasi, transparansi pengelolaan dana, serta minimnya akuntabilitas (Kompas, 2 Januari 2024). Sayangnya masih minim solusi terhadap persoalan yang menimpa sejumlah dapen BUMN. Padahal, solusi terhadap dapen-dapen BUMN tersebut dapat menjadi pembelajaran bagi industri dana pensiun secara keseluruhan. Untuk mengatasi persoalan dapen BUMN; pertama harus ada adalah komitmen. Initerutama bagi dapen BUMN dengan skema program pensiun manfaat pasti. Pemberi kerja, dalam hal ini perusahaan BUMN terkait, harus memenuhi pendanaan baik secara langsung maupun dicicil (Pasal 154 UU No 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan).
Setelah komitmen dipenuhi, maka pengawas dan pengurus dapen idealnya segera menjalankan tata kelola. Walau sebaik apa pun tata kelola, pengelola dapen idealnya berpegang pada integritas pribadi karena pengelolaan dapen demi menjamin hari tua peserta yang semakin uzur semakin tidak mampu untuk bekerja memenuhi kebutuhan hidupnya. Ketika komitmen dan tata kelola sudah dijalankan dengan baik, dapen perlu merencanakan pengembangan investasi secara jangka panjang dengan lebih realistis, untuk menekan risiko dengan menghindari investasi yang spekulatif, bahkan menyimpang. Dalam kondisi seperti sekarang ini, keberlanjutan program dapen lebih utama daripada kinerja sesaat dapen. Demi keberlanjutan dapen, tata kelola yang baik harus dijalankan seiring dengan keberpihakan lebih dari pendiri atau pemberi kerja. (Yoga)
Inflasi 2023 Terendah dalam Dua Dekade Terakhir
Tingkat inflasi selama tahun 2023 tercatat 2,61 % secara tahunan atau terendah dalam dua dekade terakhir di luar periode pandemi Covid-19. Capaian inflasi 2023 tersebut berada di batas bawah dari target sebesar 2-4 %. BPS melaporkan, inflasi Desember 2023 mencapai 0,41 % secara bulanan dan 2,61 % secara tahunan. Meski lebih tinggi dibandingkan inflasi bulanan November 2023 di 0,38 %, tingkat inflasi bulanan Desember 2023 tidak setinggi inflasi bulanan Desember 2022 sebesar 0,66 %. Secara bulanan, Indeks Harga Konsumen (IHK) naik dari 116,08 pada November 2023 menjadi 116,56 pada Desember 2023. Sementara IHK secara tahunan juga naikan dari 113,59 pada Desember 2022 menjadi 116,56 pada Desember 2023.
Dalam kurun waktu dua dekade terakhir, inflasi tahunan 2023 merupakan inflasi terendah sejak 1999 sebesar 2,01 % di luar periode pandemi Covid-19 pada 2020-2021. Selama periode tersebut, inflasi tertinggi pernah terjadi pada 2005 sebesar 17,11 %. Plt Kepala BPS Amalia A Widyasanti menjelaskan, salah satu faktor yang menjadikan inflasi tahunan 2023 sebagai inflasi terendah dalam 20 tahun terakhir ialah efek basis (base effect). Pola tersebut juga terjadi pada periode-periode sebelumnya yang dimulai dengan kenaikan harga BBM bersubsidi yang memicu inflasi sangat tinggi, katanya dalam rilis Inflasi 2023 secara hibrida, Selasa (2/1/2024).
Dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM, Akhmad Akbar Susamto, menjelaskan, tingginya basis harga pada 2022 mengakibatkan kenaikan harga-harga selama 2023 tidak signifikan. Dengan demikian, tingkat inflasi tahunan 2023 menjadi lebih rendah ketimbang tahun sebelumnya. Kenaikan harga BBM per September 2022 tidak berulang di 2023 sehingga inflasi tidak melonjak signifikan. Selain itu, naiknya harga-harga komoditas global akibat perang Rusia-Ukraina pada 2022 tidak kembali terjadi secara signifikan pada 2023. ”Efek basis yang sudah tinggi pada 2022 membuat situasi 2023 lebih terkendali dan tingkat inflasinya tidak tinggi. Di luar itu, terdapat fenomena peningkatan produksi dalam negeri, terutama produk pertanian dan industri setelah pandemi Covid-19., yang menjaga harga-harga tidak naik,” katanya. (Yoga)
Nilai Tukar Petani Maluku Utara Turun
Bahan Pokok Penyumbang Utama Inflasi di DKI
MENJAGA NAPAS DAN MEMANCING GELIAT PROPERTI
Secara historis,
pertumbuhan sektor properti cenderung tertahan di masa Pemilu, karena sejumlah
investor bersikap menunggu dan melihat (wait and see) hasil pemilu. Selain itu,
faktor kenaikan tingkat suku bunga, melemahnya konsumsi, dan ketidak pastian
ekonomi global turut memengaruhi sentimen pasar. Laporan Colliers Market
Insights Research mengenai dampak Pemilu 2024 terhadap sektor properti, yang
dirilis awal Desember 2023, memproyeksikan hasil pemilu memengaruhi sentimen
pasar properti secara keseluruhan. Kekhawatiran atas ketidakpastian menjelang
pemilihan hingga rencana kebijakan dan komitmen ke depan dari masing-masing
calon presiden berdampak terhadap pasar properti. Proyeksi perlambatan properti
pada tahun 2024 berlangsung saat sektor properti belum sepenuhnya pulih pascapandemi
Covid-19. Beberapa subsektor properti masih tergerus dalam, seperti perkantoran
dan apartemen. Sebaliknya, sektor perumahan tapak, ritel, pusat perbelanjaan,
pergudangan, dan kawasan industri telah menunjukkan tren pemulihan.
Direktur PT Ciputra Development
Tbk (CTRA) Harun Hajadi mengemukakan, perusahaan itu menargetkan proyek-proyek
rumah tapak tetap tumbuh tahun depan jika tidak ada kenaikan bunga kredit. Saat
ini, terdapat 80 proyek CTRA di seluruh Indonesia. Ia memprediksi, suku bunga
dan kenaikan inflasi masih akan terkendali, kecuali ada pelemahan signi fikan
atas nilai tukar rupiah. Namun, ekspor Indonesia masih cukup stabil. ”Tahun
2024 (pertumbuhan) akan kurang lebih sama dengan tahun 2023, kecuali pemilu tidak
aman. Untuk properti, security atau merasa aman itu penting,” ujar Harun,
beberapa waktu lalu.
Ketua Umum Himpunan Kawasan
Industri Sanny Iskandar mengemukakan, periode pemilu membawa pengaruh bagi
pelaku industri dalam negeri untuk lebih berhati-hati dalam melakukan ekspansi
bisnis. Namun, peluang tetap terbuka bagi kawasan industri karena investor asing
terus melakukan ekspansi industri ke Indonesia, seperti investor asal China.
Ini, antara lain, dipicu kebijakan pemerintah untuk hilirisasi industri tambang
di wilayah luar Jawa. Pengembangan infrastruktur jalan tol yang mendorong koneksi
antarkota di Pulau Jawa juga dinilai memudahkan penyebaran kegiatan industri manufaktur
dan kawasan industri. Saat ini pembangunan industri baru mulai menyasar
Karawang, Purwakarta, Subang, Majalengka, Sumedang, Cirebon (Jabar), Batang,
Kendal (Jateng), hingga Jatim. Daerah dengan tingkat upah relatif lebih rendah
di bidik, industri yang padat karya. (Yoga)
Tersebab Cukai Rokok Naik
Bertahun-tahun Audit Keselamatan Absen di Smelter Morowali
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









