;

Mengamankan Portofolio di Tahun Politik

Ekonomi Hairul Rizal 05 Jan 2024 Kontan (H)
Mengamankan Portofolio di Tahun Politik
Tahun 2024 menjadi momentum penting bagi para investor. Di tahun ini para investor harus menjaga portofolio mereka di tengah penyelenggaraan hajatan pemilihan umum (pemilu). Pemodal perlu menerapkan strategi investasi agar tetap bisa menghasilkan cuan yang optimal di tahun politik. Kepala Riset Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Robertus Yanuar Hardy mencermati, terdapat kecenderungan indeks saham bergerak stagnan atau menurun di tahun ini. Namun, indeks biasanya akan membaik setelah ada kejelasan hasil pemilu. Dia meyakini, potensi meningkatnya volatilitas pada paruh pertama 2024 tidak akan berdampak besar terhadap penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Arah IHSG kemungkinan didukung saham sektor sektor ritel, konsumsi, dan saham energi terbarukan. Jika digabungkan dengan sentimen kepastian hasil pemilu, Mirae Asset Sekuritas menyarankan strategi alokasi aset yang lebih agresif di paruh kedua tahun 2024 ini. Head of Equities Investment Berdikari Manajemen Investasi, Agung Ramadoni sepakat. Ia menyebut, pasar akan cenderung lebih dinamis di tahun politik.  Sebab, pelaku pasar akan terus memonitor dan mengkalkulasi hasil pemilu. Salah satunya terkait kebijakan yang sudah berjalan dan nasibnya ke depan, terutama terkait perekonomian. Senada, Kepala Riset BCA Sekuritas Christopher Andre Benas menilai, investor bisa mempertimbangkan untuk memasukkan portofolio ke instrumen saham. Andre melihat kondisi pasar yang cenderung pricing in terhadap kebijakan pemangkasan suku bunga acuan. Sedangkan Reza Priyambada, Investment Consultant Reliance Sekuritas Indonesia cenderung menyarankan portofolio yang berimbang tahun ini. Baik itu di saham, obligasi dengan rating minimal BBB, hingga di reksadana pasar uang, jika butuh uang kas. Menurut Senior Vice President, Head of Retail, Product Research & Distribution Division Henan Putihrai Asset Management, Reza Fahmi Riawan, investor dengan profil risiko agresif bisa mengalokasikan 50% dananya ke reksadana saham, 30% ke reksadana pendapatan tetap, dan 20% ke reksadana pasar uang. Direktur Batavia Prosperindo Aset Manajemen (BPAM) Eri Kusnadi menyarankan agar investor melakukan investasi yang sesuai dengan profil risiko mereka masing-masing. Sementara  Mirae Asset Sekuritas tahun ini memberikan sorotan khusus ke beberapa saham. Di sektor perbankan, Mirae menjatuhkan pilihan ke saham BBCA dan BBRI.  Di sektor telekomunikasi, ada TLKM dan ISAT. Lalu di sektor otomotif, saham ASII bisa menjadi pilihan. Sementara Agung menyebut, saham media seperti EMTK dan SCMA, juga akan diuntungkan dari hajatan pemilu. Selain itu, saham dari sektor barang konsumsi dan rokok seperti ICBP, CPIN, dan HMSP juga akan terimbas katalis pemilu. Reza menyarankan investor agar bisa mencermati  saham-saham yang punya korelasi dengan pasangan capres dan cawapres semisal PMMP, WIRG, BRMS, VKTR, MIKA, IRRA, hingga HEAL. 

Download Aplikasi Labirin :