Aliran Kredit Perbankan ke BUMN Masih Deras
Kepercayaan perbankan dalam menyalurkan kreditnya ke Badan Usaha Milik Negara (BUMN) belum pudar. Hal itu terjadi kendati dalam beberapa tahun terakhir, penyaluran kredit perbankan ke sejumlah perusahaan pelat merah menjadi sorotan publik akibat kredit macet. Direktur Corporate Banking PT Bank Mandiri Tbk Susana Indah Kris bilang, saat ini bank berlogo pita emas itu masih menyalurkan kredit ke perusahaan BUMN. Hingga 30 September 2023, portofolio kredit Bank Mandiri ke BUMN mencapai 41% dari total pembiayaan yang disalurkan BMRI yang sebesar Rp 1.316 triliun. Menurut Kris, saat ini fasilitas kredit yang disalurkan ke BUMN lebih difokuskan untuk pembiayaan proyek-proyek pembangkit listrik, jalan tol, pelabuhan dan bandara. Alasannya, sektor itu memiliki multiplier effect untuk dorong akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional. Proses pemberian fasilitas kredit tetap mempertimbangkan sektor yang tepat agar kualitas kredit terjaga baik. Terbukti, per September 2023, rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) Bank Mandiri ke BUMN 0,21%, lebih rendah dibanding NPL kredit korporasi 0,96%. Bank BUMN yang juga gencar menyalurkan kreditnya ke perusahaan negara adalah PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI). Per September 2023, kucuran kredit BNI ke BUMN mencapai Rp 97,9 triliun, naik dari Rp 91,6 triliun pada Desember 2022. Direktur Utama BNI Royke Tumilaar menyebut, penyaluran kredit ke perusahaan BUMN bertujuan mendorong kinerja perusahaan pelat merah. Debitur BUMN yang mendapat kucuran kredit dari BNI antara lain: PLN, Pertamina, Bulog, Pegadaian dan Jasa Marga. Tak hanya bank BUMN, sejumlah bank swasta juga mengalirkan kredit ke BUMN. Salah satunya PT Bank Central Asia Tbk (BCA). EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn bilang, pihaknya mengalirkan kredit ke BUMN dengan prinsip kehati-hatian. Saat ini kontribusi kredit BCA yang disalurkan ke sektor BUMN tergolong kecil, yaitu 10% di periode September 2023. Padahal, total kredit korporasi BCA di periode tersebut mencapai Rp 343,5 triliun.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023