Ekonomi
( 40473 )Konsumsi Masyarakat Terus Menggelinding
E-Commerce GOTO Menatap Profit
DEBAT CAPRES, Persaingan Pertajam Diskursus soal Pertahanan
Debat ketiga antar calon presiden berjalan cukup dinamis.
Meningkatnya tensi dalam diskusi ini berefek positif sehingga tema hubungan
internasional, pertahanan, keamanan, dan geopolitik dibahas dengan makin tajam.
Keseruan debat kali ini pun dibarengi dengan tingkat antusiasme publik yang
masih cukup tinggi. Satu hal yang tampak menonjol dalam ajang debat ketiga yang
dilaksanakan di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (7/1/2024) ialah diskusi yang berlangsung
sengit. Menariknya, ketegangan antar capres yang terkulminasi dalam debat kali
ini justru bersifat produktif. Semangat para capres untuk baku gagasan pun
dibarengi dengan tingkat antusiasme masyarakat dalam menyaksikan debat ketiga.
Hasil jajak pendapat Litbang Kompas saat debat berlangsung menunjukkan bahwa
63,3 % responden survei menonton acara debat, baik sendiri, bersama keluarga,
maupun dalam acara menonton bersama dengan kawan atau komunitas.
Dibandingkan dengan debat capres dan cawapres sebelumnya,
tingkat antusiasme kali ini sedikit menurun. Pada debat cawapres lalu, 66,5 %
responden yang menyatakan menonton. Dibandingkan dengan debat perdana, tingkat
antusiasme ini mengalami kenaikan. Antusiasme publik pada debat perdana di
bawah 60 %. Dari setiap segmen yang dijalani setiap capres, analisis diksi
menunjukkan adanya benang merah pendekatan dari setiap calon dalam mendekati
tema debat. Dari 2.959 kata yang diucapkan capres Anies Baswedan dalam 25 menit
9 detik, kata yang tampak paling dominan diucapkan adalah ”Indonesia”,
”Pertahanan”, dan ”Negara”. Kata ”Rakyat”, ”Pertahanan”, dan ”Negara” muncul
sebagai kata tertinggi yang diucapkan capres Prabowo Subianto dari total 2.441
kata yang diucapkan dalam durasi 25 menit 23 detik.
Kata ”Pertahanan” pun menjadi yang paling sering diucapkan
capres Ganjar Pranowo di samping kata ”Data” dan ”Negeri”. Ketiga kata ini
menjadi bagian paling dominan dari 3.174 kata selama 25 menit 48 detik durasi
berbicara. Meskipun memiliki pendekatan yang beragam, ketiga capres sama-sama
menyatakan komitmennya dalam beberapa hal. Pertama, segala upaya diplomasi dan
kebijakan luar negeri Indonesia akan dilaksanakan dengan mengedepankan kepentingan
nasional. Kedua, selaras dengan salah satu tujuan negara Indonesia, ketiga
capres juga menyatakan komitmennya untuk mendorong kebebasan bangsa Palestina
dari penjajahan. Terakhir, ketiganya sepakat akan pentingnya agenda untuk
memperkuat pertahanan negara. (Yoga)
Penggunaan Dana Pariwisata Disorot
Inisiatif pemerintah membentuk dana pariwisata dinilai perlu kehati-hatian. Ide itu dinilai membuka celah penyelewengan, apalagi peruntukannya bukan untuk pengembangan pariwisata. Pemerintah membentuk dana pariwisata (Indonesia Tourism Fund/ITF) untuk mendorong pariwisata berkualitas dan berkelanjutan. Menurut rencana, dana yang dikeluarkan Kemenkeu ini dapat digunakan pada 2024. Pengelolaannya diserahkan pada Indonesia Journey (Injourney) BUMN industri aviasi dan pariwisata. Meski demikian, para pelaku industri pariwisata mengaku tidak dilibatkan dalam pembentukan ITF itu. Para pelaku industri justru kini tengah menginisiasi pembentukan badan layanan umum (BLU). Sekjen Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Pauline Suharno, Minggu (7/1/2024), mengatakan, ITF seharusnya merupakan dana yang dikelola dengan melibatkan industri agar programnya tepat guna.
Namun, hingga kini, para pelaku industri belum dilibatkan untuk berdiskusi mengenai ITF. Menurut Pauline, baik BLU maupun dana pariwisata Indonesia, siapa pun yang membentuknya, perlu melakukan diskusi bersama. ”Kalau pemerintah melihat sektor pariwisata penting dan menghasilkan devisa negara, semestinya pemerintah harus segera berdialog dengan industri. Melihat kepentingan dari sudut industri,” ujar Pauline. Dalam rencana GIPI, BLU pariwisata bersumber dari dana dari APBN berupa dana abadi, hibah/donasi, sponsorship, dan trust fund. Dana ini berfungsi untuk pendanaan promosi pariwisata dan insentif penerbangan, seperti pembukaan rute destinasi baru, pengembangan SDM, serta dukungan dana untuk tender pertemuan, insentif, konvensi, dan pameran (MICE) internasional.
Pengurus BLU diisi oleh mereka yang berkompetensi dalam bidang pariwisata secara profesional dan bebas dari intervensi politik. Nantinya, BLU dan GIPI akan menyusun program promosi pariwisata bersama. Usulan mengenai BLU sudah diajukan ke Kemenparekraf sejak Agustus 2023, sebelum pemerintah mengumumkan akan membuat dana pariwisata. Ia berharap pengelolaan dan pemanfaatan dana ini tepat guna dan berdampak positif bagi Industri, dimana rencana dan pengelolaannya harus dilakukan dengan transparan. (Yoga)
Menuju Suku Bunga Rendah
Sinyal berakhirnya suku bunga tinggi membersitkan harapan di tengah proyeksi perlambatan pertumbuhan
ekonomi global pada 2024. Bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed), telah
menahan suku bunga di level 5,25-5,50 % sejak September 2023. Menurut rencana,
otoritas moneter AS tersebut akan menurunkan suku bunga acuan secara bertahap
mulai Maret 2024. BI juga menahan suku bunga acuan di posisi 6 % sejak Oktober 2023.
Sejalan dengan rencana kebijakan The Fed, BI diperkirakan akan menyesuaikan.
Ini akan menjadi momentum yang sangat ditunggu setelah serial kenaikan suku
bunga paling agresif dalam 15 bulan sejak 2022, tahun ketika dampak pandemi
Covid-19 mengakibatkan kenaikan inflasi yang progresif.
”Bunga yang lebih rendah adalah kabar baik bagi semua investor,”
kata Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi kepada Kompas, Kamis (4/1/2024).
Investor dari kalangan korporasi akan lebih giat berekspansi, di antaranya
dengan menambah modal dari pinjaman berbunga rendah. Masyarakat juga bisa
memiliki lebih banyak uang lebih dan yakin untuk berinvestasi dengan harapan
mendapat keuntungan seiring peningkatan kepastian perbaikan ekonomi. Potensi
perbaikan ekonomi diperkirakan akan membuat investasi berisiko rendah lewat produk
surat utang tetap diminati di 2024. Produk pasar surat utang pemerintah lewat surat
berharga negara (SBN) ritel, misalnya, disebut akan semarak, menyusul capaian
pada 2023. (Yoga)
Petani NTT Butuh Didampingi Hadapi El Nino
Kepulauan Seribu Kian Diminati Wisatawan
DAYA GEDOR SEKTOR RIIL
Kinerja sektor riil di Tanah Air sepanjang 2023 belum pulih benar. Sejumlah indikator menunjukkan performa industri dengan daya serap tenaga kerja yang besar, masih lemah karena efek situasi global yang tak menentu.Satu sisi, perbaikan fundamental di dalam negeri, belum pula memberi dampak signifikan terhadap pergerakan sektor usaha utama penyumbang laju perekonomian.Situasi menantang masih dihadapi pelaku industri sektor riil menyusul dinamika politik di Tanah Air menuju Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Butuh upaya ekstra mengembalikan roda ekonomi di berbagai sektor seperti manufaktur, pariwisata, dan lain sebagainya agar keyakinan terhadap prospek perekonomian tahun ini tetap terjaga.
PERTUMBUHAN EKONOMI 2024 : MEMULIHKAN INDUSTRI UNGGULAN
Ekonomi Indonesia mampu melewati berbagai tantangan sepanjang 2023 dengan cukup baik. Memasuki tahun ini, keyakinan untuk menggapai pertumbuhan yang jauh lebih baik dipatok dengan memperhatikan berbagai dinamika global. Tetap hati-hati. Kalimat yang dilontarkan Presiden Joko Widodo dalam dua agenda pertemuan di pengujung 2023 yakni saat menghadiri Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) pada 29 November 2023 dan Outlook Perekonomian Indonesia yang digelar oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada 22 Desember 2023.“Tidak ada alasan untuk pesimistis memasuki 2024. Saya masih optimistis pertumbuhan ekonomi kita masih berada di kisaran 5%. Namun, kalau orang Jawa bilang tetap eling lan waspodo, harus selalu ingat hati-hati dan waspada. Ketidakpastian global masih berlanjut. Konflik di Timur Tengah yang bisa memicu kenaikan harga minyak global juga kemungkinan masih ada,” kata Kepala Negara.Presiden Jokowi pantas percaya diri. Sejumlah indikator makro masih baik sampai dengan kuartal III/2023. Laju ekonomi Indonesia tumbuh di kisaran 5%, di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi global di angka 2,9%.Selain itu, infl asi di dalam negeri terjaga di level 2,86% atau jauh di bawah rata-rata infl asi global di level 7,2%. Dalam laporan kinerja APBN 2023 yang dirilis pada Selasa (2/1), Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa pencapaian kinerja APBN jauh lebih cepat dari yang diperkirakan.“APBN kita sudah ahead of the curve. APBN 2 tahun berturut-turut [2022 dan 2023] sudah ahead of the curve, mampu untuk menyehatkan dirinya, namun pada saat yang bersamaan, menyehatkan ekonomi dan melindungi masyarakat,” kata Sri Mulyani. Menurut Sri Mulyani, pertumbuhan ekonomi di berbagai negara dunia juga cenderung lemah dan tidak merata. Ekonomi Amerika Serikat, contohnya masih resilien, sedangkan Asia tetap menjadi penopang pertumbuhan global di tengah tren ekonomi Eropa yang melemah.Dari sisi capaian kinerja APBN 2023, Sri Mulyani melaporkan pendapatan negara mencapai Rp2.774,3 triliun atau 112,6% dari target yang ditetapkan pada tahun lalu. Penerimaan perpajakan yang bersumber dari pajak serta penerimaan kepabeanan dan cukai yang mencapai Rp2.155,4 triliun mampu melampaui target yang dipatok pada 2023. Industri pengolahan dalam struktur produk domestik bruto (PDB) memiliki kontribusi cukup besar yakni di kisaran 20%. Demikian halnya dari sisi porsi penyerapan kredit bank, industri pengolahan memiliki pangsa sekitar 16%—17%, terbesar dibandingkan dengan industri lainnya.Demikian pula dari aspek daya serap tenaga kerja. Dalam rencana kerja pemerintah (RKP) 2023, pertumbuhan industri pengolahan dipatok antara 5,3%—5,6%. Namun, sampai dengan kuartal III/2023, capaian industri pengolahan baru sebesar 5,2%.Situasi parah di industri pengolahan dirasakan dari sisi ekspor.
Dari target 11,18% dalam RKP 2023, realisasinya justru minus 3,45%. Tahun ini, ekspor industri pengolahan diproyeksikan hingga 10,1%.
Menurut Ketua Umum Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Firman Bakrie, tantangan industri alas kaki pada tahun ini masih berat. Beberapa rencana relokasi industri dari luar negeri, terganjal dengan regulasi.
Sampai dengan Oktober 2023, pertumbuhan penjualan ekspor alas kaki mengalami penurunan sekitar 18% secara tahunan. Penurunan pertumbuhan penjualan sepanjang 2023 diproyeksina berkisar 20%.
Di samping itu, kondisi pasar domestik dinilai belum meyakinkan karena momentum Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 berdekatan dengan Hari Raya Idulfi tri.Kendati demikian, pesanan dari brand lokal untuk periode Lebaran diperkirakan bakal masuk pada Januari ini.
Adapun, Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jemmy Kartiwa Sastraatmaja menjelaskan kondisi industri tekstil dan produk tekstil (TPT) tahun ini belum akan banyak mengalami perubahan seperti tahun lalu.
Demikian halnya dengan Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) yang mengeluhkan tantangan serupa, terutama akibat geopolitik dan fenomena lonjakan infl asi di negara tujuan ekspor. Ketua Umum HIMKI Abdul Sobur menjelaskan target ekspor mebel dan kerajinan senilai US$5 miliar tak tercapai pada tahun lalu.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Anggawira menyatakan industri pengolahan yang berkontribusi besar terhadap PDB masih terpengaruh oleh ketidakpastian pasokan, fluktuasi harga bahan baku, dan gangguan rantai pasok akibat situasi geopolitik.
Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Mohammad Faisal menjelaskan butuh usaha lebih keras dan pendekatan efektif untuk meningkatkan kontribusi industri manufaktur dalam mengejar target yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Dari data yang ada, katanya pemerintah menargetkan skenario paling optimistis sehingga membuat realisasi seringkali di bawah yang diharapkan, kecuali ada upaya khusus dan ekstra yang dikerahkan agar target dapat tercapai.
Peneliti Pusat Makroekonomi dan Keuangan Indef Riza Annisa Pujarama menyatakan tanpa upaya perbaikan ekstra, langkah menuju RKP periode 2024 dipastikan berat.Terlebih, apabila sasaran 2024 dipatok sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020—2024.
Beberapa aspek yang bisa jadi bahan perbaikan pemerintah, antara lain optimalisasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), kemudian proaktif mencari solusi atas kendala dan tantangan sektor-sektor yang dalam tren melambat, serta sosialisasi insentif fiskal dunia usaha secara lebih masif.
Sebagai contoh, beberapa sektor industri manufaktur berorientasi ekspor tampak melambat karena berbagai macam restriksi dari negara tujuan ekspor. Hal itu perlu peran pemerintah dalam mengamankan dan mencari pasar.
Relasi Besar antara Bahasa dan Ekonomi
Mereka yang memilih belajar bahasa Indonesia di China melihat
peluang luas. Di dunia industri, Bahasa bekerja menyampaikan maksud perusahaan.
Semua menjadi contoh kecil hubungan besar antara bahasa dan ekonomi bekerja. Di
kantor pusat Build Your Dreams atau BYD, perusahaan baterai asal China yang
berkembang menjadi produsen kendaraan listrik dunia, 20 wartawan dari
Indonesia, bisa berkomunikasi dengan warga China dengan lancar. Bahkan,
menggunakan bahasa Indonesia. Di pusat perbelanjaan atau kantor BYD, sebagian
besar berbahasa Mandarin dan beberapa berbahasa Inggris. Dannie Zheng (23) warga
setempat, mampu berbahasa Indonesia fasih dan percaya diri menceritakan
mengenai BYD, tempatnya bekerja. Lini masa perkembangan usaha BYD ia jabarkan
satu per satu sejak pertama kali berdiri pada 1995.
Dannie bertindak seperti pemandu bagi rombongan wartawan asal
Indonesia untuk tur keliling kantor pusat BYD dan menjelaskan berbagai hal. Ia
mendampingi Presdir PT BYD Motor Indonesia Eagle Zhao yang menjelaskan banyak hal
dalam bahasa Inggris. Adapun Head of Marketing Communication PT BYD Motor Indonesia
Luther Panjaitan yang biasa menerjemahkan perkataan Zhao ke bahasa Indonesia. Dannie lulusan Program Studi Bahasa Indonesia
di Universitas Teknologi Hefei, di ibu kota Provinsi Anhui. Setelah lulus pada
medio 2023, Dannie langsung bekerja di BYD pada bulan Agustus di tahun yang
sama. ”Itu sangat potensial. Bahasa Inggris sangat kompetitif. Kalau (belajar)
bahasa Indonesia, mungkin saya bisa mencari kesempatan bekerja yang banyak dan
memperluas pengalaman,” katanya, apalagi hubungan China dan Indonesia berjalan
cukup baik dari tahun ke tahun. Seiring dengan itu, kerja sama ekonomi juga
terjalin.
BYD, kantor Dannie, sudah memulai bisnis di Indonesia sejak
2018. BYD menyediakan bus listrik dan mobil listrik untuk taksi. Pada 2024,
perusahaan terkemuka itu akan memperluas pasar kendaraan listrik mereka. Dannie
kemungkinan akan ditugaskan ke Indonesia pada pertengahan 2024. Di BYD, ia
tidak bekerja layaknya orang kebanyakan. Ia bertemu banyak orang baru,
menyampaikan maksud bahasa Mandarin seakurat mungkin ke bahasa Indonesia untuk
kepentingan perusahaan, dan memperluas jaringan pertemanan. Bahasa, dalam kadar
tersebut, tidak bisa dilihat sebagai alat komunikasi semata. Ada kepentingan
lain yang mengiringinya, yakni ekonomi. Bagi Dannie, kemampuan berbahasa membuatnya
bisa mendapat pekerjaan. Bagi BYD, maksud dan tujuan mereka tersampaikan
melalui bahasa yang ditulis wartawan Indonesia. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









