Ekonomi
( 40473 )Pekerja Muda Enggan Bergabung ke Serikat Pekerja
Pekerja usia muda semakin enggan bergabung menjadi anggota
serikat pekerja. Disrupsi industri digital dan tren hubungan kerja yang
fleksibel menjadi factor yang melatarbelakanginya. ”Semua pekerja, sesuai UU No
13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, berhak memiliki serikat pekerja/serikat
buruh. Masalahnya, sistem bekerja saat ini berbeda dengan kerja konvensional.
Metode perekrutan ataupun penilaian kinerja karyawan sekarang mulai dipengaruhi
oleh teknologi digital,” ujar analisis Indonesia Labor Institute, Rekson
Silaban, di Jakarta, Senin (8/1/2024). Penduduk bekerja usia muda yang sekarang
semakin mendominasi pasar kerja, menurut Rekson, lebih menyukai hubungan kerja
yang tidak mengikat. Padahal, berjalannya serikat pekerja/serikat buruh (SP/SB)
membutuhkan pekerja yang memiliki majikan tetap agar dapat diajak berunding.
Oleh karena itu, Rekson berpendapat, SP/SB perlu mereformasi
diri agar relevan dengan pasar tenaga kerja yang semakin didominasi pekerja sektor
jasa dan teknologi informasi. Pertama, federasi memerlukan SP/SB khusus pekerja
jasa dan teknologi informasi. Kedua, cara rekrutmen dan advokasi anggota SP/SB
diubah menjadi lebih menggunakan media digital. Dosen Fakultas Ekonomi
Universitas Katolik Parahyangan, Indrasari Tjandraningsih, menyatakan,
kaderisasi dari SP/SB yang ada saat ini masih lemah. ”Faktor seperti itu
membuat bergabung menjadi anggota serikat kurang populer di kalangan pekerja
usia muda. Hubungan kerja yang semakin fleksibel juga menuntut pekerja mementingkan
terus bekerja dan mengutamakan memperoleh pendapatan (dibandingkan berserikat),”
tuturnya. (Yoga)
TRANSFORMASI BISNIS, Tanggap dan Jeli Merespons Perubahan
Jeli melihat perubahan zaman dan tren konsumsi masyarakat
menjadi salah satu kunci perusahaan agar bisa bertahan dan tumbuh
berkelanjutan. Menjawab kebutuhan masyarakat dan menggali potensi pasar juga
menjadi bagian integralnya. Demikian, pesan yang dibagikan Dirut PLN Icon Plus
Ari Rahmat Indra Cahyadi dan Wakil Presiden Direktur Asia Pulp Paper (APP) Suhendra
Wiriadinata pada acara CEO Talks Kompas100 CEO Forum 2023 Powered by PLN.
Masing-masing membagikan pengalamannya pada 1 Desember 2023 dan 17 November
2023. Ari menjelaskan, PT PLN Icon Plus adalah anak usaha PT PLN yang bergerak
di bidang penyedia jasa layanan teknologi informasi dan komunikasi digital bagi
pelanggan. ”Jadi, kami punya major concern jadi value leverage ke publik dari layanan
digitalisasi kelistrikan,” ujar Ari. PLN Icon Plus sudah memiliki 45 juta dari
85 juta pelanggan listrik yang telah mengunduh dan menggunakan aplikasi PLN
Mobile untuk menikmati layanan ini. Digitalisasi, menurut Ari, sudah menjadi
tren global.
Namun, isu pemerataan akses internet masih belum dirasakan di
sejumlah daerah di Tanah Air. Berbekal infrastruktur kelistrikan dari PLN, PLN
Icon Plus hadir menyambung koneksi digital di daerah-daerah itu. ”Kami
menjangkau masyarakat suburban dan rural,” ujar Ari. Selain memperluas akses
internet ke daerah-daerah, pihaknya menggali potensi bisnis dengan
mengakomodasi perubahan tren konsumsi masyarakat akan internet yang tak sekadar
konten atau bermain gim, tetapi bagaimana masyarakat melihat seberapa jauh konsumsi
listrik dari solar panelnya atau CCTV-nya melalui jaringan internet. Pihaknya
juga bekerja sama dengan banyak perusahaan rintisan teknologi untuk menciptakan
permintaan akan layanan internet.
Suhendra menyatakan, perkembangan zaman, teknologi, dan tren
gaya hidup digital makin mengurangi penggunaan kertas. Ini adalah keniscayaan.
”Kita tidak bisa lari dari era digitalisasi, otomasi, dan sebagainya. Maka,
kami harus merespons segala perubahan itu,” ujar Suhendra. APP memanfaatkan
perkembangan teknologi dengan menggunakan otomasi mesin dari industri hulu
hingga hilir. Ini meningkatkan efisiensi dan daya saing produksi. Digitalisasi
menciptakan peluang baru yang dimanfaatkan perusahaan. Misalnya, seiring
maraknya perdagangan digital, meningkat pula kebutuhan kertas kemasan untuk membungkus
barang e-dagang. Pihaknya juga terus berinovasi menciptakan produk yang
dibutuhkan masyarakat, misalnya, tisu untuk lap tangan, yang juga untuk tisu dapur
dengan spesifikasi ramah lingkungan. (Yoga)
Pulau Arnavat, Tempat Wisata Baru Sekaligus Penghalau Abrasi di Demak
Warga Desa Surodadi, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Jateng,
seolah mendapat hadiah berupa hamparan pasir di tengah perairan yang kemudian
dinamai Pulau Arnavat, yang dikembangkan menjadi tempat wisata, sekaligus
diharapkan bisa menghalau abrasi yang selama ini menggerus daratan. Matahari di
atas Pulau Arnavat bersinar cerah, Jumat (5/1/2024) siang. Sukoco (54), warga
setempat, sejak pagi hilir mudik menuju Pulau Arnavat untuk mengantar
pengunjung dengan kapalnya. Senyum lebar menghiasi wajah Sukoco. Pria itu menjadi
salah satu yang ketiban pulung dengan adanya Pulau Arnavat. Sudah lima tahun
terakhir Sukoco yang ”pensiun” dari aktivitas sebagai nelayan itu menjajal
usaha baru, yakni mengantar-jemput pemancing. Normalnya, Sukoco bolak-balik 3-4
kali sehari untuk mengantar pemancing.
Sejak Pulau Arnavat viral pada akhir 2023, Sukoco bisa bolak-balik
delapan kali sehari. Sekali jalan, kapal bermesin tempel 8 PK milik Sukoco mengangkut
tujuh penumpang. Setiap penumpang dikenai biaya Rp 10.000. ”Semoga Pulau
Arnavat bisa semakin ramai dikunjungi sehingga perekonomian masyarakat di
sekitar sini bisa ikut terangkat,” ucapnya. Kades Surodadi, Supriyanto,
mengatakan, setahun terakhir, muncul hamparan pasir di perairan 1 kilometer
dari daratan Surodadi. Pada Oktober 2023, hamparan pasir itu menetap dan terus
melebar hingga 60 hektar. Sejak saat itu, sejumlah kegiatan digelar di atas
hamparan pasir tersebut. Salah satunya, penanaman mangrove pada November 2023.
Acara digelar pemerintah desa setempat bersama Direktorat Polairud Polda
Jateng. Dari acara itu, tercetus ide untuk menamai pulau itu dengan nama
Arnavat, dari semboyan Polairud, yaitu Arnavat Dharpa Mahe, karena di laut kami
bangga.
”Setelah informasi terkait Pulau Arnavat ini viral, banyak
masyarakat yang berkunjung. Puncak kunjungan terjadi pada Desember 2023, di
mana ada ratusan orang yang berkunjung dalam sehari,” ujar Supriyanto Pada Rabu
(27/12/2023), Pemkab Demak meresmikan Pulau Arnavat sebagai destinasi wisata. SK
Pembentukan Desa Wisata Surodadi juga dikeluarkan oleh Pemkab Demak. Setelah
menjadi destinasi wisata, jumlah pengunjung ke Pulau Arnavat meningkat pesat.
Pada pergantian tahun, pengunjung di pulau itu mencapai 1.000 orang sehari. Pengunjung
hanya membayar parkir Rp 3.000 per kendaraan dan biaya menyeberang menggunakan
perahu untuk pergi-pulang ke Pulau Arnavat Rp 10.000 per orang. (Yoga)
Diplomasi Ekonomi Majukan Kesejahteraan Rakyat
Data Pertahanan Rahasia dan Berisiko
Asuransi Bumiputera Janji Bayar Klaim Rp 133,9 Miliar
Konsumsi Baja Ditargetkan Tumbuh 5,2%
Ada Aksi Wait and See di Sektor Properti
Menurun Kontribusi Industri Manufaktur
Yang Bersahabat Dengan Pasar Menjadi Pilihan Investor Saham
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









