;
Kategori

Ekonomi

( 40600 )

Beda Rupa Rupiah Digital

11 Jan 2024
Alur kerja central bank digital currency (CBDC) atau Rupiah Digital berbeda dengan alat atau sistem pembayaran yang telah ada selama ini. Praktisi sistem pembayaran dan pengamat perbankan Arianto Muditomo berujar perbedaan utamanya adalah Bank Indonesia terlibat secara penuh sebagai penerbit hingga pengawas dalam peredaran dan pemanfaatannya.

“Pertama, bank sentral bertindak sebagai penerbit resmi CBDC dan dapat mengkonversi mata uang fisik menjadi bentuk digital,” ujarnya kepada Tempo, kemarin. Distribusi Rupiah Digital dapat dilakukan melalui saluran perbankan tradisional atau lembaga keuangan lainnya, yang di dalamnya masyarakat dapat menyimpannya dalam dompet digital atau rekening yang diakui.

Keamanan dan enkripsi yang canggih pun diterapkan untuk melindungi transaksi Rupiah Digital, yaitu dengan beberapa implementasi mempertimbangkan penggunaan teknologi distributed ledger atau blockchain untuk meningkatkan transparansi. “Rupiah Digital memiliki status legal tender dan diakui sebagai bentuk uang resmi yang dapat digunakan untuk semua transaksi di dalam negara tersebut,” ucap Arianto. Bank Indonesia memiliki kontrol penuh atas Rupiah Digital dan bertanggung jawab atas kebijakan moneter sehingga Rupiah Digital memiliki dampak langsung terhadap stabilitas ekonomi secara keseluruhan. (Yetede)

Emiten Sektor Ritel Masih Bertenaga

10 Jan 2024
Saham-saham yang masuk dalam sub-sektor ritel dapat diperhitungkan sebagai pilihan investasi tahun ini. Emiten ritel memperoleh sejumlah katalis positif dari pertumbuhan daya beli. Emiten ritel yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) juga dinilai cukup terdiversifikasi. Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nicodemus mengatakan, sektor ritel akan didukung oleh daya beli konsumen yang masih terjaga. Hal ini juga terlihat dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK). Hasil Survei Konsumen Bank Indonesia, IKK Desember 2023 yang naik menjadi 123,8 dari 123,6 pada November 2023. CEO Edvisor Profina Visindo, Praska Putrantyo mengatakan, prospek emiten ritel yang menyasar kelas menengah ke bawah beperluang membaik. Hal ini tak lepas dari peluang kelonggaran kebijakan moneter, yang diharapkan bisa mendorong konsumsi masyarakat. Sejumlah ekspansi emiten juga akan menyokong kinerja. Mirae Asset Sekuritas dalam riset 2 Januari 2024 mengatakan, sepanjang 2023 lalu, PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) membuka 700 toko baru dan berekspansi ke Asia Tenggara. Sementara PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES) menambah 13 toko. Karena itu dalam hitungan Mirae Asset, MAPI dan ACES berpotensi mencatatkan kenaikan pendapatan masing-masing sebesar 22,35% dan 26,67%. Praska merekomendasikan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) dengan target harga Rp 2.920 per saham, PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) dengan target harga Rp 560, dan ACES dengan target harga Rp 790, dengan strategi trading jangka pendek-menengah. Lalu, Nico menyukai saham AMRT dengan target harga Rp 3.300 dan ACES di target Rp 915.

Harga Logam Industri Tertekan Permintaan

10 Jan 2024
Harga logam industri kompak tertekan pada awal tahun ini. Harga tembaga di pasar London Metal Exchange (LME) kontrak tiga bulan turun 1,12% dalam sepekan ke US$ 8.448 per ton. Harga aluminium terkoreksi 4,42% ke US$ 2.236,50 per ton. Harga timah juga terpangkas 2,71% dalam sepekan ke US$ 24.500 per ton. Adapun nikel di US$ 16.303 per ton atau turun 1,64%. Presiden Komisioner HFX International Berjangka, Sutopo Widodo mengatakan, tembaga turun ke level terendah dalam hampir satu bulan di tengah rebound dolar Amerika Serikat (AS), ketidakpastian permintaan, dan peningkatan stok. "Faktor tersebut mengangkat dolar AS yang digunakan untuk menentukan harga acuan tembaga dan menekan daya beli importir," ucap Sutopo, Selasa (9/1). Untuk nikel ada harapan perbaikan harga dari penurunan suku bunga acuan The Fed dan permintaan lebih kuat dibanding 2023. Ini seiring meningkatnya penggunaan nikel dalam baterai kendaraan listrik dan kebangkitan sektor baja tahan karat. Founder Traderindo.com, Wahyu Tribowo Laksono menambahkan, tekanan pada harga logam industri masih akan berkutat pada besarnya pasokan, tetapi permintaan belum cukup kuat. Harga komoditas logam industri masih akan melemah meski peluang rebound. "Strategi jangka menengah buy on weakness," ucap Wahyu, kemarin. Wahyu memprediksi, harga tembaga di kuartal I-2024 di kisaran US$ 7.900-US$ 8.600 per ton. Timah di US$ 22.000-US$ 27.000 dan alumunium di US$ 2.100-US$ 2.400 per ton. Adapun proyeksi harga nikel di kisaran US$ 14.000-US$ 22.000 per ton.

Imbal Hasil Crowdfunding Menjanjikan

10 Jan 2024
Platform investasi urun dana atau securities crowdfunding masih memberi keuntungan menggiurkan. Tapi perlu diingat risiko investasi crowdfunding termasuk kategori sedang hingga tinggi (medium to high risk). Ambil contoh investasi securities crowdfunding di Bizhare. Bizhare menawarkan investasi lewat saham serta obligasi dan sukuk. Bizhare mencatat investasi di saham bisa memberi imbal hasil 12%-58% per tahun. Founder & CEO Bizhare Heinrich Vincent menyampaikan, portofolio saham yang ditawarkan sepanjang 2023 paling banyak dari sektor makanan dan minuman, dengan kontribusi 41,4%. Lalu sektor ritel setara 15,7%. "Selain itu, ada sektor lain seperti penginapan, pariwisata, perfilman, hiburan, logistik dan lainnya. Di antaranya ada Alfamart, Alfamidi, Sour Sally dan Holycow Steakhouse," ujar dia. Sementara investasi obligasi dan sukuk di Bizhare menawarkan imbal hasil 15%-28% per tahun. Tenor yang ditawarkan tiga, enam, 12 sampai 24 bulan. Heinrich menjelaskan, imbal hasil sukuk disesuaikan jenis akad syariah yang disepakati penerbit. Investasi crowdfunding lewat Danamart juga memberi yield menarik. Info saja, platform ini fokus pada pembiayaan usaha berbentuk perseroan terbatas (PT) dan commanditaire vennoostchap (CV). CEO Danamart Patrick Gunadi memaparkan, crowdfunding di Danamart dilakukan melalui instrumen surat utang. Imbal hasil yang ditawarkan berkisar 15%-18% per tahun. CEO dan Founder Finansialku Melvin Mumpuni menilai, platform crowdfunding bisa menjadi alternatif investasi dengan potensi untung cukup besar. Apalagi jika investasi tersebut dibandingkan investasi di instrumen perbankan atau reksadana non saham. 

Reksa Dana Mesti Lebih Lincah

10 Jan 2024

Kinerja instrumen investasi reksa dana sepanjang tahun lalu cenderung tak menggembirakan. Di tengah performa efek yang sebagian besar sempat memble, penyertaan unit pun terkoreksi sehingga membuat nilai aktiva bersih industri merosot cukup dalam. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan, nilai dana kelolaan atau asset under management/AUM industri reksa dana bahkan sempat terperosok ke bawah Rp500 triliun pada periode Oktober dan November 2023. AUM pada akhir tahun memang akhirnya berhasil dikatrol menjadi Rp504,95 triliun berkat window dressing yang digiatkan oleh manajer investasi. Catatan saja, nilai aktiva bersih reksa dana di bawah Rp500 triliun terakhir kali terjadi pada Maret 2020. Itu pun dipicu oleh penurunan nilai aset akibat sentimen Covid-19 yang mulai masuk ke Indonesia sehingga membuat penyertaan produk reksa dana berkurang cukup banyak. Kinerja efek pada tahun lalu sejatinya tidak buruk. Indeks harga saham gabungan atau IHSG menguat 6,16% sepanjang 2023. Nilai kapitalisasi pasarnya bahkan tumbuh 23,82% menjadi Rp11.762 triliun. Angka itu membuat pasar saham Indonesia menjadi bursa terbesar di kawasan Asean. Kinerja surat utang juga tak kalah impresif. Indonesia Composite Bond Index (ICBI) mencatatkan pertumbuhan imbal hasil sebesar 8,65% secara year-on-year/YoY dari level 344,78 ke level 374,61.

Capaian itu bahkan lebih tinggi dari pertumbuhan pada 2022 yang membukukan return 3,60% YoY. Lebih rinci lagi, kinerja indeks return obligasi pemerintah atau INDOBeXG-Total Return mencatatkan return sebesar 8,72% YoY dari level 337,20 ke level 366,60. Adapun kinerja indeks return obligasi korporasi atau INDOBeXC-Total Return menghasilkan imbal hasil sebesar 7,78% YoY dari 392,24 menjadi 422,78. Dengan pergeseran komposisi efek dari ekuitas ke obligasi, maka tidak heran jika etalase produk reksa dana juga didominasi jenis beraset pendapatan tetap dan terproteksi di mana jumlah keduanya nyaris mencapai 50% dari total produk reksa dana sepanjang 2023. Kita tentu menyadari bahwa situasi tahun lalu membuat kinerja pasar saham sangat volatil, terutama ditekan oleh sentimen kenaikan suku bunga dan krisis geopolitik. Kendati sempat berbalik arah dalam beberapa bulan terakhir di pengujung tahun, namun pergeseran komposisi efek dari ekuitas ke surat utang membuat berkah itu tak banyak diraup dan berdampak besar ke dana kelolaan. Hanya saja, jangan lupa bahwa ada pandangan umum di industri reksa dana yang bisa menjadi bekal positif di balik merosotnya AUM tahun lalu. 

KINERJA INDUSTRI 2023 : MI PENGEPUL DANA KELOLAAN TEBAL

10 Jan 2024

Industri reksa dana boleh menutup kinerja 2023 dengan koreksi tipis dana kelolaan secara tahunan. Menariknya, sejumlah manajer investasi mengumpulkan dana kelolaan jumbo dengan pertumbuhan dobel digit. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hingga Desember 2023 yang diolah Bisnis, Selasa (9/1), sejumlah manajer investasi mengumpulkan dana kelolaan tebal di industri reksa dana. Dana kelolaan industri reksa dana mencapai Rp504,95 triliun atau turun 0,64% dibandingkan dengan realisasi pada Desember 2022 dengan Rp508,19 triliun.Dari 90 manajer investasi, terdapat 10 manajer investasi dengan dana kelolaan reksa dana paling tebal yang mampu mencetak pertumbuhan hingga 17,91% pada periode yang sama. Kinerja moncertersebut ditorehkan oleh Bahana TCW Investment Management yang juga memimpin dengan perolehan dana kelolaan Rp46,23 triliun. Pertumbuhan tebal juga direalisasikan oleh BRI Manajemen Investasi. Perusahaan menutup tahun lalu dengan dana kelolaan reksa dana senilai Rp30,57 triliun atau tumbuh 12,89% secara tahunan (year-on-year/YoY). Manajer investasi yang mampu mendulang dana kelolaan tebal yakni Trimegah Asset Management dengan pertumbuhan dana kelolaan reksa dana sebesar 32,7% YoY. Senior Vice President, Head of Retail, Product Research & Distribution Division Henan Putihrai Asset Management, Reza Fahmi Riawan mengatakan bahwa kinerja dana kelolaan menunjukkan kombinasi kinerja pasar modal, kinerja produk hingga strategi pemasaran. Sementara itu, di pasar surat utang, dia menilai ada peluang dari kebijakan moneter yang lebih longgar pada 2024. Penurunan suku bunga acuan oleh Federal Reserve akan memicu langkah yang sama di bank sentral negara lain termasuk Indonesia. Oleh karena itu, dia menilai tahun ini menjadi momen yang legit bagi pelaku pasar modal dan reksa dana. Dihubungi terpisah, Vice President Infovesta Utama Wawan Hendrayana mengatakan bahwa industri manajemen investasi masih perlu pembenahan sehingga moratorium masih diperlukan. Menurutnya, manajer investasi memerlukan kesempatan menambah pendapatan. Pembenahan industri manajemen investasi menjadi krusial karena jumlah investor reksa dana mencapai kurang lebih 12 juta. Menurutnya, diperlukan kualitas layanan yang mumpuni untuk menyediakan layanan dan perlindungan kepada investor sebanyak itu.

INDUSTRI MAKANAN & MINUMAN : Pengusaha Nyaman dengan Kepastian Bahan Baku

10 Jan 2024

Kepastian pasokan bahan baku membuat industri makanan dan minuman nasional optimistis menjaga tren positif pertumbuhan kinerjanya pada tahun ini.Ketua Umum Gabungan Produsen Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Adhi S. Lukman mengatakan, perizinan impor gula Kristal rafinasi yang terbit lebih cepat dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya bakal memberikan kepastian bahan baku bagi industri makanan dan minuman. Hal itu diyakini bakal berimbas positif terhadap kinerja sektor tersebut. Gapmmi sendiri mematok target pertumbuhan kinerja sebesar 5%—7% sepanjang tahun ini. Angka tersebut sebenarnya tidak jauh berbeda dengan target pada tahun-tahun sebelumnya, karena pelaku industri masih berhati-hati dalam menjalankan usahanya.Di sisi lain, Kementerian Perindustrian telah mengalokasikan kuota impor gula rafi nasi sebanyak 3,45 juta ton pada tahun ini. Jumlah itu lebih rendah dibandingkan dengan kuota pada tahun lalu yang sebesar 3,45 juta ton.Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian Putu Juli Ardika mengatakan, penurunan alokasi impor gula kristal rafinasi telah memperhitungkan kebutuhan dan cadangan yang dimiliki industri untuk bahan baku. Data Asosiasi Gula Rafi nasi Indonesia sendiri menunjukkan bahwa kebutuhan rata-rata gula kristal rafinasi setiap bulan secara nasional sekitar 250.000—280.000 ton.

Pelemahan Indeks Diprediksi Terjadi Sementara

10 Jan 2024
Sentimen global, profit taking hingga koreksi sejumlah saham emiten menjadi sebab pelemahan indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (9/1/2024) sebesar 1,14% ke level 7200,20. Namun demikian, pelemahan diprediksi terjadi sementara. Head of Investment Information Mirea Asset Sekuritas Martha Christina mengatakan, profit taking jadi salah satu sebab utama pelemahan indeks, sejalan dengan penguatan indeks yang sudah terjadi selama 6 bulan. Ini dijadikan peluang  bagi para investor untuk mengambil untung, dengan demikian indeks pun akhirnya memasuki zona merah. "Dari global mungkin investor sedang menunggu data inflasi Amerika  dan ini sudah terlihat pada akhir lalu dimana indeks sudah mulai menunjukkan penurunan karena melemahnya kemungkinan penurunan suku bunga The Fed karena target inflasi masih diatas target The Fed di atas 3,2%. (Yetede)

Konsumen Optimis terhadap Kondisi Ekonomi

10 Jan 2024
Ekspektasi konsumen terhadap kondisi  ekonomi dalam enam bulan kedepan terpantau tetap optimis. Di sisi lain, ekonomi Indonesia pada 2024 diproyeksikan tetap tumbuh solid ditengah dinamika global.  Ekspektasi konsumen tersebut  tercermin dari Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) Desember 2023 dalam Survey keyakinan Konsumen yang dipublikasikan bank Indonesia, Selasa (9/1/2024). Adapun IEK tersebut berada dalam zona optimistis sebesar 133,9, stabil dibandingkan  dengan November 2023. Tetap kuatnya IEK Desember 2023 didorong oleh ekspektasi terhadap penghasilan yang tercatat sebesar  139,7 pada Desember 2023, meningkat dari 138,0 pada November 2023. Sementara ekspektasi pada kegiatan  usaha dan ketersediaan lapangan kerja  juga tercatat  dalam zona optimistis sebesar 132,2 dan 129,9, sedikit lebih rendah dari 133,2 dan 131,4 November  2023. (Yetede)

Korporasi cari Dana Rp 28 Triliun di Pasar Modal

10 Jan 2024
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, rencana penghimpunan dan dari pasar modal di awal 2024 telah mencapai Rp28,68 triliun. Penghimpunan dana dari 85 rencana  aksi korporasi tersebut, akan  melalui skema penawaran umum perdana (initial public offering/IPO)  saham, penawaran umum terbatas (rights issue), serta obligasi atau efek bersifat utang dan sukuk (EBUS). "Terdapat pipeline penawaran umum dengan perkiraan nilai indikatif sebesar Rp 28,68 triliun, yang diantaranya merupakan rencana IPO emiten baru sebanyak 60 perusahaan," kata Kepala Eksekutif Pengawas  Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon  Merangkap Anggota Dewan Komisioner Inarno Djajadi dalam Rapat Dewan Komisioner OJK Selasa (9/1/2024). Inarno menyebut, rencana IPO 60 perusahaan tersebut bernilai total Rp10,01 triliun. Sementara penghimpun dana lainnya yang telah masuk batas  sebanyak 11 emisi dengan nilai Rp 5,4 triliun, disusul EBUS Rp 9,26 triliun, serta 6 penawaran umum bersama (PUB) EBUS tahap I,II, dst senilai Rp 4,01 triliun. (Yetede)