;

Adaptasi Perilaku Konsumsi-Tabungan

Ekonomi Yoga 09 Jan 2024 Kompas (H)
Adaptasi Perilaku Konsumsi-Tabungan

Tahun 2023 yang baru saja berlalu akan dikenang sebagai tahun di mana prediksi resesi meleset (Economist, Desember [2023]). Di AS, suku bunga acuan naik, inflasi berangsur turun, tanpa perekonomian harus mengalami resesi. Pertumbuhan ekonomi triwulan III-2023 bahkan tercatat 4,9 %, didorong pengeluaran untuk jasa. Pertumbuhan ini adalah yang tertinggi sejak triwulan III dan IV-2022. Pertumbuhan berbasis sektor jasa ini didukung data Indeks PMI (Purchasing Manager Index) sektor jasa yang tetap dalam zona ekspansi, naik ke 51,3 pada Desember dari 50,8 di bulan sebelumnya. Sementara PMI sektor manufaktur tetap dalam zona kontraksi, turun dari 49,4 ke 47,9. Inflasi AS turun dari 3,2 % pada November ke 3,1 % di Desember, terendah dalam lima bulan terakhir pada 2023. Inflasi ini adalah imbas dari krisis energi dan pangan akibat konflik Rusia-Ukraina.

Hal yang menarik, adaptasi di sisi permintaan masyarakat ala Hicksian compensated demand function (Mas-Collel et.al [1995]) atau HCDF turut meminimalkan dampak inflasi. Dengan anggaran yang lebih lapang, kelas menengah dapat merealokasi porsi konsumsi dari yang inflasi relatifnya tinggi ke yang lebih rendah sehingga secara agregat momentum pertumbuhan tetap terjaga. Bank Dunia pada 2020 memperkirakan 114,7 juta orang penduduk Indonesia menuju kelas menengah, yang selama 2002 sampai dengan 2016 bertambah 7 sampai 10 % per tahun. Kelas menengah adalah warga dengan pengeluaran Rp 1,2 juta-Rp 6 juta per bulan. Semua ini turut berperan dalam perkembangan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) publikasi BI yang secara konsisten di atas 120 sejak Mei 2022.

Pengamatan pada beberapa tujuan wisata saat liburan Natal dan Tahun Baru lalu menunjukkan aktivitas konsumsi dengan mobilitas tinggi tetap tidak terlalu terganggu. Untuk konsumsi simultan barang tahan lama dan nontahan lama, adalah kombinasi pembiayaan cicilan dan mengurangi porsi pengeluaran bulanan yang biasanya disisihkan untuk ditabung (average propensity to save/APS). Perilaku ini membantu pertumbuhan manufaktur, perdagangan, transportasi, hotel-restoran, dan informasi-komunikasi, terkointegrasi dengan multiplier lintas sektor. Kelas menengah dengan adaptasi melalui HCDF membuat perekonomian lebih berdaya tahan. (Yoga)

Tags :
#Ekonomi #Varia
Download Aplikasi Labirin :