Tabrakan Kereta Akibat Miskomunikasi
JAKARTA – Dudi Purwadi, 52 tahun, masih setengah sadar ketika Zaki, 9 tahun, menepuk-nepuk bahu kanannya. Zaki mencoba membangunkan ayahnya yang tertidur dalam perjalanan karena kereta Commuter Line Bandung Raya yang ditumpanginya akan segera tiba di Stasiun Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat—stasiun akhir rute Padalarang-Cicalengka.
“Saya bilang belum karena kereta dari Surabaya belum lewat,” kata Dudi di Rumah Sakit Umum Daerah Cicalengka, Jumat, 5 Januari 2024. “Tapi saat itu anak saya bilang kereta disuruh jalan.” Dudi dan Zaki merupakan penumpang kereta Commuter Line Bandung Raya dengan nomor KA 350. Keduanya berangkat dari Stasiun Padalarang pada pukul 04.25. Ia hendak pulang ke kediamannya di Cicalengka.
Kereta lokal yang ditumpangi ayah dan anak ini bertabrakan dengan kereta api Turangga relasi Surabaya-Bandung di Kilometer 181+5/4, Kampung Babakan Deka, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, pada pukul 06.03 WIB kemarin. Kecelakaan ini mengakibatkan empat orang meninggal dan 35 orang terluka. Keempat korban meninggal adalah masinis kereta Commuter Line Bandung Raya, Julian Dwi Setiono; asisten masinis kereta Commuter Line Bandung Raya, Ponisam; petugas keamanan Stasiun Cimekar, Enjang Yudi; dan train attendant Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) Turangga, Ardiansyah. (Yetede)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023