Ekonomi
( 40465 )Restrukturisasi Bukan Solusi Emiten BUMN Karya
Masih Berpotensi, Dibayangi Ekosistem
Dolar AS Makin Perkasa, Mata Uang Global Tertekan
AKRA Tertahan di Tahun Politik
Restrukturisasi Lancar, Beban Cadangan Berkurang
JALAN TERJAL MENDULANG MODAL
Pemerintah kembali menghela napas lega. Setelah konsolidasi fiskal berjalan sesuai jalur dan normalisasi inflasi terealisasi, kini giliran penanaman modal yang berhasil menembus angka sasaran. Kemarin, Rabu (24/1), Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengumumkan realisasi investasi pada 2023 senilai Rp1.418,9 triliun atau 101% dari target. Apalagi, secara historis, pertumbuhan ekonomi pada tahun digelarnya pemilihan umum (pemilu) selalu turun yang dipicu perlambatan investasi, salah satu mesin utama pendorong produk domestik bruto (PDB). Selain target investasi yang disusun moderat, berbagai siasat juga disiapkan untuk menguatkan magnet penggaet pemodal. Investasi pada tahun ini ditargetkan Rp1.650 triliun, hanya naik 16,28% dibandingkan dengan realisasi tahun lalu. Faktanya, capaian pada 2023 tumbuh lebih tinggi, yakni 17,53%. Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, mengatakan ada tiga sektor usaha yang akan menjadi fokus penarik investor pada tahun ini, yakni infrastruktur, jasa, serta penghiliran sumber daya alam (SDA). Agenda politik memang menjadi salah satu tantangan yang dihadapi pemerintah untuk dapat memacu aliran modal. Namun, ada pula faktor klise yang juga butuh penanganan yakni kemudahan perizinan, sinkronisasi regulasi, pengadaan lahan, hingga ketenagakerjaan. Kalangan pelaku usaha pun meminta pemerintah agar lebih serius memperbaiki ekosistem investasi. Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Sarman Simanjorang, mengatakan selain memperbaiki perizinan berusaha, pemerintah juga perlu menyusun kebijakan yang berkesinambungan. Pasalnya, memasuki kuartal IV/2024, Indonesia mulai dipimpin oleh pemerintahan baru sehingga investor pun mengharapkan adanya jaminan keberlanjutan proyek dan regulasi. Ketua Umum Kadin DKI Jakarta Diana Dewi, menambahkan apabila pemerintah gagal menjaga stabilitas politik, target investasi pada tahun ini perlu direvisi. Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Yusuf Rendy Manilet, mengatakan kunci dari daya tarik investasi ada pada pertumbuhan ekonomi. Artinya, pemerintah harus menjaga ekonomi tahun ini tumbuh minimal setara dengan realisasi tahun lalu.
Bara Ekonomi dari Laut Merah
Konflik yang terjadi di Timur Tengah kian meluas dan merembet ke perairan Laut Merah. Blokade dan serangan oleh kelompok pemberontak Houthi Yaman (Ansar Allah) sebagai bentuk dukungannya terhadap perjuangan Palestina menimbulkan ancaman terhadap perekonomian regional maupun global.
Sejak pertengahan Desember, 13 operator pelayaran global utama, termasuk Maersk, Hapag-Lloyd, dan MSC telah mengumumkan penangguhan sebagian perjalanan atau perubahan rute layanan mereka di Laut Merah. Perusahaan-perusahaan yang banyak mengoperasikan mother vessels ini menguasai lebih dari 70% lalu lintas angkutan maritim dunia terutama untuk kargo peti kemas.Secara teknis dengan semakin berisikonya perairan di Laut Merah yang terhubung dengan Terusan Suez, kapal masih bisa berputar melalui Tanjung Harapan, Afrika Selatan terutama untuk rute Asia-Eropa dan sebaliknya.
Secara industri, dampak dari krisis di Laut Merah menjalar ke mana-mana. Data terbaru dari Bloomberg Intelligence menunjukkan tarif pengiriman peti kemas melonjak secara dramatis, ditunjukkan dengan kenaikan freight rates di minggu kedua Januari dari Asia (China Daratan) ke Eropa yang meningkat sekitar 80% dibandingkan dengan Desember 2023. Demikian pula, pada rute China ke pelabuhan-pelabuhan di Pesisir Timur AS (east coast) mengalami kenaikan 40%. Yang lebih parah adalah rute kargo China Daratan ke wilayah Mediterania mengalami kenaikan lebih dari dua kali lipat dari tarif sebelumnya.Rute melewati Laut Merah dan Terusan Suez adalah rute standar yang menghubungkan Asia dan Eropa serta Asia dan pelabuhan timur Amerika. Dampak berantai pada harga komoditas juga teramati terutama pada harga minyak mentah. Sebelum serangan pertama yang dipimpin AS di Yaman pada 12 Januari 2024, harga sudah meningkat setidaknya 6%, mencapai U$78 per barel pada 18 Januari 2024. Memperburuk situasi yang ada, biaya asuransi juga melonjak karena risiko yang meningkat bagi kapal yang melintasi perairan ini.
Per Januari 2024, data di Bloomberg Intelligence Shipping menunjukkan kapal yang tergolong very large crude carrier (VLCC) untuk mengangkut minyak mentah berharga US$120 juta. Jenis post-panamax dan ultra-large container vessels (ULCV) untuk mengangkut peti kemas hingga 20.000 TEUs mencapai US$80 juta. Jenis bulker cape-size untuk mengangkut komoditas seperti batu bara mencapai US$60 juta, sehingga setidaknya US$600—US$1,5 juta tambahan biaya harus dibayarkan ke pihak asuransi.
Per Januari 2024, data di Bloomberg Intelligence Shipping menunjukkan kapal yang tergolong very large crude carrier (VLCC) untuk mengangkut minyak mentah berharga US$120 juta. Jenis post-panamax dan ultra-large container vessels (ULCV) untuk mengangkut peti kemas hingga 20.000 TEUs mencapai US$80 juta. Jenis bulker cape-size untuk mengangkut komoditas seperti batu bara mencapai US$60 juta, sehingga setidaknya US$600—US$1,5 juta tambahan biaya harus dibayarkan ke pihak asuransi.
Secara umum akan terdapat dampak langsung dan tidak langsung bagi Indonesia. Sebuah studi yang dilakukan oleh Martincus pada 2014 pada jurnal Economic Letters menjelaskan bahwa pada setiap kenaikan 1% dalam freight rates dapat mengakibatkan penurunan 6,5% pada nilai ekspor perusahaan. Karenanya diperlukan antisipasi bagi Indonesia karena kontribusi Eropa, Amerika Utara, dan Timur Tengah terhadap total ekspor Indonesia cukup besar.
Ketiganya berkontribusi sekitar 20%—25% dari nilai total ekspor Indonesia. Rasio ini mungkin akan lebih kecil karena sebagian ekspor Indonesia ke Amerika melalui pantai barat yang relatif tidak terpengaruh dengan kondisi di Laut Merah.
KINERJA PASAR MODAL : PAPARAN KENCANG SENTIMEN PEMILU
Emiten di sejumlah sektor mulai mendapat sorotan khusus dari para investor menjelang pemungutan suara Pemilihan Umum 2024 yang akan dilaksanakan pada 14 Februari 2024. Pesta demokrasi 5 tahunan itu dianggap bisa memberikan dampak positif untuk sektor tertentu di tengah ketidakpastian ekonomi global. Setelah berhasil bergerak optimistis pada awal 2024 dengan menyentuh rekor di level 7.359,76 pada Kamis (4/1), pelaku pasar mulai memetakan kembali portofolionya jelang pemungutan suara, sehingga IHSG ditutup berbalik melemah ke level 7.227,82 pada perdagangan kemarin. Alhasil, IHSG kini justru berada di zona merah, turun 0,62% secara year-to-date (YtD), dan anjlok 1,79% dari level rekornya. Sentimen Pemilu 2024 memang bukan satu-satunya faktor di balik pelemahan IHSG, tetapi tetap menjadi salah satu penggerak utama. Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan pasar akan melihat perkembangan pemilu. Meski demikian, kata dia, pasar juga akan tetap memperhatikan sentimen eksternal, seperti penerapan pivot policy oleh The Fed. Senada, Head Customer Literation and Education Kiwoom Sekuritas Oktavianus Audi mengatakan siapapun yang presiden terpilih nantinya akan menjadi sentimen positif untuk pasar jika pemilu berlangsung kondusif. Sebab, pasar akan melihat secara jelas arah kebijakan dari presiden terpilih. Akhir-akhir ini, kata dia, pelaku pasar cukup lekat mengamati agenda politik yang disampaikan para capres dan cawapres dalam debat. Beberapa isu yang diangkat dalam debat turut menjadi sentimen yang menghangatkan pasar. Dalam debat terakhir antarcawapres, isu transisi energi berupa pengembangan energi baru terbarukan (EBT) mengemuka. Sejumlah emiten yang berfokus di sektor itu pun menjadi sorotan pasar. Usai debat, selama 2 hari berturut-turut saham PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) menguat, yakni 4,90% dan 4,21%. Sementara itu, saham PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) stagnan pada hari pertama, lalu menguat 0,40% di hari berikutnya. Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan, sentimen yang dibawa oleh para calon akan memengaruhi saham-saham terkait. Dalam perkembangan terpisah, pasar juga menyoroti sikap Garibaldi ‘Boy’ Thohir, pemilik Grup Adaro, yang mengeklaim sepertiga penyumbang ekonomi Indonesia bersiap untuk memenangkan pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka pada pemilu kali ini. Akan tetapi, belakangan Grup Adaro dan Grup Djarum membantah klaim tersebut. “Yang klaim itu Pak Boy . Kami tidak deklarasi,” kata Corporate Communication Manager Djarum Budi Darmawan. Hal sama disampaikan oleh Head of Corporate Communication Adaro Energy Indonesia Febriati Nadira. Menurutnya, aspirasi tersebut pendapat pribadi Boy Thohir sebagai warga negara, bukan mewakili Adaro Energy. Head of Retail Research Sinarmas Sekuritas Ike Widiawati berpendapat, di tengah gejolak pasar yang ditimbulkan oleh dinamika politik, investor dapat mencermati beberapa strategi investasi.
Cincin Nusantara Motor baru Pertumbuhan Ekonomi
Optimalisasi Investasi Infrastruktur, Jasa, dan Hilirisasi
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









